
Adrian keluar dari dalam mobilnya dengan senyuman merekah.Sambil memegangi bibirnya ia berjalan mendekati para crew yang ada di sana.Sedangkan Adinda kini memilih untuk istirahat di dalam mobil.
"sorry guys...gue telat,abis makan tadi..." ucap Adrian
Para crew yang tak tahu apa yang baru saja Adrian lakukan pun hanya mengangguk memaklumi.Sedangkan Rio yang mengetahui kebenarannya pun menatap Adrian dengan tatapan tajam,namun Adrian tak menyadarinya.
"iye makan...makan ponakan lu sendiri" batin Rio
"ok guys....kita mulai sesi kedua ya....!yokk....semangat...!!" ucap Marco memberikan semangat pada para rekannya.
Sesi kedua pun dimulai,Adrian sang model profesional pun mulai beraksi,tak perlu banyak arahan pria bernetra hijau itu begitu lihai memposisikan tubuhnya di depan lensa kamera.
15:00
Adrian selesai dengan tugasnya.
"okey..cukup,hari ini selesai...!thanks ya semua..."ucap Marco.
Pria dengan kamera di tangannya itu mendekati Adrian.
" Dri...minggu depan kita ada jadwal lagi ya..."
"oh...okey...."
"tapi kali ini lo harus berpasangan sama cewek.Ntar gue cariin deh model yang cocok buat jadi pasangan lo" ucapnya.
"siaapp..." jawab Adrian.
"ya udah...gue cabut dulu ya.."
"okey...."
Marco pun berlalu,
Adrian segera menuju mobil bersama dengan Farhan di belakangnya.Adrian membuka pintu mobil dibagian belakang,seutas senyum kembali terbentuk saat melihat sang istri kecil tengah tertidur dengan pulasnya di kursi belakang.
"dasar tukang tidur,untuk apa kau ikut aku kalau hanya untuk tidur begini?"" monolognya.Pria itu kemudian masuk kedalam mobil,ia mengangkat kepala Adinda lalu duduk di kursi belakang itu dan meletakkan kepala sang istri di pahanya.Adrian tersenyum sambil mengusap lembut pipi mulus milik sang istri.
"kita kemana tuan?" tanya Farhan.
"ke rumah utama"
"dengan nona Dinda?"
"ya...aku ingin mengenalkannya pada kakek" ucapnya.
"baik tuan" ucap Farhan.
Mobil itu terus melaju menembus padatnya jalanan ibu kota.Adrian tak henti menatap wajah sang istri yang nampak tenang dalam tidurnya,tiba tiba satu ide jahil muncul dari diri Adrian.
Pria itu mengangkat kedua tangannya.Satu tangannya berpegangan pada handle grip disana,dan tangan satunya berpegangan pada jok mobil.Lalu....
"FARHAN STOP....!!!!"
.
.
.
ciiiittttttttt....
__ADS_1
.
.
.
buugghhh....
.
.
.
"aaaww.....!!!"
Farhan menginjak rem sekuat tenaga saat Adrian tiba tiba berteriak lantang.Membuat mobil itu berhenti seketika dan Adinda yang tertidur pulas tanpa berpegangan itupun sontak jatuh terguling ke bawah.
Adrian tak bisa menahan tawanya melihat Adinda yang nampak kesakitan sekaligus kaget.
Adinda meringis,ia menoleh ke arah Adrian yang nampak tertawa sambil menggigit jarinya.Dinda menatap kesal kearah suaminya itu,kurang kerjaan banget sih itu manusia.
"kenapa kau menatapku seperti itu?" ucap Adrian .
Adinda bangkit dengan kesal,dalam hatinya ia mengumpat hebat pada laki-laki sinting itu,ia kemudian duduk di samping sang suami yang masih mencoba menahan tawa.
"geser..." ucap Adrian.
Adinda pun menurut.Adrian kemudian berbaring dengan kepala yang ia letakkan di paha Adinda.Adrian meraih kedua tangan Dinda dan menempelkan nya di pipi dan dahinya.
"buat aku tertidur....kalau sampai aku tidak bisa tidur ku makan habis kau hari ini" ucapnya dingin.
Adinda pun hanya menurut,ia mengusap usap lembut kening dan pipi sang suami dengan ibu jarinya,membuat laki laki itu merasa nyaman.Adrian terlelap dalam pangkuan Dinda.
"kita sudah sampai nona" ucap Farhan sopan.
"tadi aja ngatain aku bang***...sekarang ada pawangnya manggilnya nona...huufftt...dasar...nggak majikan nggak anak buah sama sama setres nya" batin Adinda kesal.
Adinda menepuk nepuk pelan pipi berjenggot tipis itu.
"mas...kita udah sampai...bangun..." ucap nyanya lembut.
Adrian mengerjabkan matanya,mengumpulkan kesadaran nya yang sebagian masih jalan jalan entah kemana.Bibir itu kembali mengulum senyum saat melihat wajah cantik yang pertama kali ia lihat saat bangun tidur.Adrian bangkit,lalu mengecup singkat bibir mungil itu.
Farhan turun dari mobil lalu membukakan pintu disisi Adinda.
"silahkan nona..." ucap Farhan.
Adinda pun turun di susul dengan Adrian.
"ini rumah siapa mas?"
"ini rumah ku...rumahku dan kakekku" ucap Adrian yang kini dalam mode lembut itu.
Pria bernetra hijau itu merangkul pundak Adinda,lalu mencium pucuk kepala berbalut hijab tersebut.
"bersikaplah selayaknya istri yang baik" ucap Adrian.
"iya mas..." ucap Adinda.
Sepasang suami istri itupun melangkah dengan saling bergandeng tangan memasuki rumah mewah yang menjadi tempat tinggal tuan William Tama tersebut.
Seperti biasa,para anak buah Adrian membungkukkan badan saat sang bos mafia berjalan melewati mereka.Sepasang suami istri itupun masuk ke dalam rumah mewah itu.
__ADS_1
"selamat siang tuan" ucap salah seorang anak buah disana.
"mana kakek?"
"sedang melukis tuan"
Adrian dan Dinda berjalan menuju lift yang ada dirumah itu,Adrian sengaja membuatkan lift untuk sang kakek agar lebih mudah jika ingin naik dan turun lantai rumah itu.Merekapun menuju ke sebuah ruangan milik sang kakek yang biasa digunakan laki laki tua itu untuk menghabiskan waktunya di lantai atas.
ceklekk.....
pintu terbuka...
Dilihatnya sang kakek tengah sibuk dengan kuas lukisnya,ditemani Hans dibelakangnya.
"tuan..." ucap Hans,sang anak buah yang ditugaskan menjaga tuan William.
Adrian tak menjawab.
"kek..." ucap Adrian sambil meraih punggung tangan tuan William.
"nak...kau datang.." ucap William dengan senyuman.
"sesuai janji Adri kek....Adri datang membawa istri Adri..." ucapnya.
Tuan William menoleh ke arah wanita belia yang nampak begitu cantik itu.
"kau....istri Adrian?"
Adinda meraih punggung tangan Tuan William,lalu menciumnya.
"iya kek....saya Dinda..." ucapnya.
"kau cantik sekali nak..." ucap William,Adinda hanya tersenyum.
Adrian dan Dinda duduk di bangku kecil di samping sang kakek.
"kenapa kalian tidak memberi tahu kakek tentang pernikahan kalian?"
"kek...udahlah....yang penting kan sekarang kakek udah tau.Ini istri Adrian,wanita yang Adrian cintai,yang nantinya akan memberikan cicit untuk kakek" ucap Adrian lembut.Lagi lagi Dinda dibuat takjub.Laki laki itu berubah lagi menjadi pria lembut dan bahkan kini jadi begitu santun.Sebenarnya ada berapa kepribadian sih yang ada di diri Adrian???
"Adinda...." ucap William membuyarkan lamunan Adinda.
"iya kek...."
"apa kau mencintai cucuku?"
Adinda menunduk,ia menoleh ke arah sang suami,pria itu nampak tersenyum lembut.
"i...iya kek...Dinda sangat mencintai mas Adri.."
"apa dia memperlakukan mu dengan baik?"
Adinda kembali menoleh ke arah sang suami,dan lagi lagi,ekspresi wajah lembut tadi kini berubah menjadi seringai iblis yang begitu menyeramkan.Adinda menunduk takut,lalu sepersekian detik kemudian ia mendongak menatap tuan William.
"iya kek....mas Adri memperlakukan Dinda dengan sangat baik" ucapnya berbohong.
Adrian mengangkat satu sudut bibirnya.Ternyata wanita itu bisa juga diajak kerja sama.
"terima kasih nak....kau sudah mau menjadi istri Adrian.Menerimanya dengan segala kekurangan nya.." ucap William tulus.Pria itu sangat bahagia,akhirnya cucunya mau menikah juga.Mau menerima seorang wanita sebagai pendamping hidupnya.William bukan tak tahu tentang trauma dan dendam yang Adrian pendam selama ini pada para wanita.Ia tahu bahwa cucunya itu begitu membenci kaum wanita,namun pria tua itu tak pernah tahu tentang sisi lain sang cucu yang jauh lebih gelap.Yaitu sebagai ketua dari komplotan mafia yang mengincar para wanita untuk dijadikan pel**** dan dijual organ organnya.William tak tahu jika Adrian sekeji itu.Yang ia kenal hanyalah Adrian sang cucu yang dendam pada wanita namun tetap jadi cucu yang baik dan penurut jika bersamanya.
Andai tuan William tahu tentang bisnis tersembunyi cucunya....kira kira akan jadi seperti apa ya????
...----------------...
__ADS_1
BOLEH MINTA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK NGGAK NIH????