
Malam menjelang....
Di sebuah ruang keluarga di rumah sederhana itu.Keluarga kecil itu sibuk bercengkerama santai sambil menikmati siaran televisi.Adrian duduk sambil menikmati rokok dan memainkan ponselnya,sedangkan Adinda menikmati siaran televisi sambil membantu Bu Lastri melipat pakaiannya.Disampingnya,Angkasa dan Nabila sibuk dengan pertengkaran kecil mereka.Sudahlah...tidak akan ada hari tanpa pertengkaran jika kedua saudara itu sudah bersama.
"kak..." ucap Adrian.
Nabila pun menoleh ke arah papanya itu.
"iya pa..." jawab Nabila.
"bos kamu itu umurnya berapa?" tanya Adrian lagi.
"emmm....nggak tau pa...kayaknya dua lapan atau dua sembilanan deh" ucap Nabila menerawang.
"emangnya kenapa pa?" tanya Nabila lagi.
"nggak apa apa" ucap Adrian
"masih single?'tanyanya lagi.
" duda" ucap Nabila enteng.
Adrian mengernyitkan dahinya.Angkasa bangkit dari tidurannya mendengar ucapan sang kakak.
"apa?duda?lo pacaran ama duda kak?!"
"apaan sih angsa?!dia bukan cowok gue..!ogah banget gue pacaran ama duda gila kayak dia..!" ucap Nabila.
"helleehh....kalau bukan cowok lo ngapain dia nganterin lo pulang?"
"sumpah lo jadi bocah berisik banget ya..." ucap Nabila kesal.
"Kyle duda kak?" tanya Adrian.
"iya pa....istrinya meninggal katanya.." ucap Nabila menjelaskan setaunya
"orang tuanya?"
"nggak tau...dia mah orang nya tertutup banget..." ucap gadis tomboy itu
"emang kenapa sih pa?" tanya nya lagi.
Adrian tersenyum...
"nggak apa apa...cuma pengen tau aja" jawab Adrian santai sambil kembali memainkan ponselnya.Sepertinya laki laki itu sedang mengetikkan sesuatu.
"jangan jangan papa mau jadiin dia calon mantu ya...?ucap Angkasa menyelidik yang sukses membuat semua yang ada di sana terkekeh.
" ih...jangan pa....orangnya serem..!apalagi matanya noh..!hiiii....Angkasa ngeri pa..."ucap Angkasa.
Adrian hanya tersenyum.
"besok berangkat kerja jam berapa kak?"
"abis kuliah pa..."
"papa anter ya..." ucap Adrian.
"boleh bangeeeetttt...." ucap Nabila berbinar.
__ADS_1
Adrian tersenyum.
"mama dari tadi nggak liat motor kamu Bil?bukannya udah sampai ya?kok nggak ada?" tanya Adinda.
"i...itu ma....motornya di bengkel.."
"kenapa di bengkel?mogok lagi?"
"enggak....tadi kan pulangnya bareng si duda gila itu...makanya motornya Nabil tinggal di bengkel" ucap Nabila bohong.
Adrian terkekeh mendengar ucapan putrinya ituu.
"bisa bisanya kamu manggil bos kamu duda gila kak" ucap Adrian.
"dia emang rada rada pa....kayaknya dia kelamaan duda deh...kurang belaian pa...makanya jadi aneh gitugitu...aneh.." ucap Nabila.
"husshh...nggak boleh ngomong gitu kak.." ucap Adinda.
"beneran ma....ngeselin banget dia.."
"jangan ngomong gitu...entar jatuh cinta jadi bucin lo..." ucap Angkasa.
"sok tau lo...!lagian lo ngapain ikut kesini?harusnya kan lo sekolah?bolos lo?" ucap Nabila.
"gue itu murid istimewa kak...salain ganteng gue juga cerdas,otak gue encer nggak kayak lu..!...makanya bu guru gue yang baik hati itu ngijinin gue istirahat dan ikut papa sama mama kesini...gue tinggal minta materi online deh...gampang kan?itulah nikmatnya jadi laki laki sempurna seperti gue..." ucap Angkasa jumawa.
"sempurna tapi cengeng...ngaduan..!pada nggak tau aja mereka kelakuan lo dirumah...!" ucap Nabila Nabila sambil berkali kali menoyor kepala Angkasa.
"apaan sih kak...!sakitt ahh..." ucap Angkasa kesal.
"nangeeesss...!" ucapnya lagi sambil mendorong tubuh Angkasa tak begitu kuat.
"halaaaahhh....!lakik dikit napa sih lo..!lu tuh cowok..!masak lebih macho an gue daripada lo..!"
"lu aja yang nyalahin kodrat...!!"
"hiiiihhh.....gue banting juga lu...!!"
"udaah...!" ucap Adrian tegas.Keduanya pun diam meskipun masih saling menatap kesal.
Bu Lastri terkekeh....
"kamu ndak pusing Din...tiap hari anak anakmu berantem begitu...ibuk seharia aja udah pusing lo lihat polah mereka" ucap bu Lastri.
Adinda tersenyum.
"udah biasa buk...justru kalau salah satu nggak ada malah jadinya sepi" ucap Adinda.
Mereka pun larut dalam suasana kekeluargaan yang mereka ciptakan sendiri.
...****************...
Sementara itu....
Ditempat lain....
Disebuah tempat remang remang yang dipenuhi suara dentuman musik yang begitu memekakan telinga.Seorang laki laki bermata serigala tengah duduk di sebuah sofa merah panjang dengan diapit dua wanita di samping kanan dan kirinya.
Tatapan matanya nanar sambil sesekali menenggak minuman di dalam botol yang ada di tangannya.Matanya sudah merah,pertanda pengaruh miras sudah mulai menguasai tubuh tegapnya.
__ADS_1
Lagi lagi ingatannya kembali berputar mengingat kejadian sore tadi di rumah sang kelinci kecil.Bahagia sekali keluarga itu.Mereka bisa tertawa lepas seperti itu di hadapannya.Harusnya ia juga punya keluarga yang bahagia seperti mereka,tapi Adrian menghancurkannya.Laki laki itu merusak,mengambil semua yang ia punya.
Zev menggelengkan kepalanya...
Ini tidak adil...!Adrian tidak berhak mendapatkan kebahagian itu...!Laki laki itu harus merasakan perihnya ditinggal orang orang yang ia sayangi,sama sepertinya.
Zev menggenggam erat botol minuman kerasnya.Lihat saja..ia akan mulai memainkan permainannya.Ia akan memulai misi balas dendamnya.
Seorang laki laki datang mendekati nya...
"Zev...." ucap laki laki itu.Itu Jordan,tangan kanannya.
Jordan mengeluarkan sebuah botol kecil dari saku jaketnya lalu meletakkannya di meja kaca di hadapan Zev.
Zev menyeringai....
Ia meraih botol kaca setinggi ibu jarinya itu lalu mengamati nya.
"lo yakin...mau lakuin ini sekarang?" tanya Jordan
"lo nggak nungguin paman lo bebas dulu?" tanya Jordan lagi.
"gue yang punya dendam,bukan Dave...." ucap Zev.
"lo bener bener mau lakuin ini ke Nabila?" tanya Jordan lagi kini dengan nada ragu.
Zev menoleh ke arah Jordan...
"kenapa?"
"lo tega?"
"kenapa nggak..?!dia alat gue untuk menghancurkan Adrian"
"tapi sebenarnya Nabila kan nggak tau apa apa Zev" ucap Jordan yang kini duduk di sofa terpisah dengan laki laki itu.
"lo yakin mau manfaatin dia?" ucap Jordan lagi.Jauh dari dalam lubuk hatinya sebenarnya ia tak setuju dengan semua rencana Zev pada keluarga Adrian.Ia hanya berharap Zev luluh hatinya.Meskipun ia tak tau persis apa yang terjadi di masa lalu Zev.
Zev menatap tajam ke arah Jordan.
"tugas lo cuma nurutin semua keinginan gue..!selebihnya lo nggak perlu ikut campur...!" ucap Zev dingin
Zev bangkit.
"gue butuh ja*ang..!bawa dia ke bengkel malam ini" ucap Zev.
Laki laki itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu.Ya...begitulah Zev,ia selalu mencari perempuan malam untuk menemaninya ketika ia sedang suntuk.Meskipun ia punya Nora yang siap memberikan tubuh nya,namun ia lebih memilih ja*ang ja*ang itu dari pada harus menyentuh anak tirinya itu.Entahlah....nggak na*su aja..!
Dan bengkel selalu menjadi tempatnya meng eksekusi para wanita wanitanya.Ingatkan....bangunan itu memiliki tiga lantai.Lantai pertama untuk bengkel,lantai kedua berisi ruangan pribadi Zev dan juga gudang penyimpanan barang barang perbengkelan.Sedangkan lantai tiga....
Ya...disanalah tempat ia biasa membawa jal*ng jal*ng nya.Lantai yang hanya boleh dikunjungi oleh Zev dan Jordan.Selain mereka,tak ada yang pernah menginjakkan kakinya di tempat itu.
...----------------...
***SELAMAT SIANG.....
MAAF UP NYA TELAT....
YUKKK....klik like komen vote dan hadiahnyaa.....🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1