Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
171


__ADS_3

Malam menjelang....


Malam ini keluarga itu memilih untuk menginap di salah satu rumah warga lantaran tragedi kecelakaan tadi terjadi sore hari menjelang hampir petang,akhirnya Adrian memutuskan untuk menginap di.rumah salah satu warga yang menawarinya tempat istirahat.Sebenarnya Marco menawarkan diri untuk menjemput keluarga kecil itu,namun lantaran jarak yang cukup jauh,ia akhirnya menolak tawaran Marco,dan meminta tolong untuk menjemputnya besok saja.Kasihan lah...laki laki itu pasti juga capek.


Kini Adinda dan Adrian tengah berada di ruang tamu bersama sang pemilik rumah yang bernama Bu Rahayu dan pak Wahid itu.Ke empatnya nampak berbincang santai ditemani secangkir kopi dan beberapa cemilan,selayaknya warga desa yang tengah menyambut tamu.Sedangkan Nabila kini sudah terlelap di kamar bersama bu Ela di salah satu kamar tamu di rumah tersebut .


"silahkan diminum mbak Dinda...mas Adrian...maaf lho...adanya cuma ini..." ucap Bu Rahayu.


"ini sudah lebih dari cukup buk...di izinkan nginep di sini aja kami udah berterima kasih banget..." ucap Adinda.


Adrian mengedarkan pandangannya ke segala arah..


"bapak sama ibuk cuma tinggal berdua?" tanya Adrian.


"iya mas...anak anak kami sebenarnya ada dua,tapi merantau semua...hehee...jadi ya...tinggal kami berdua...kami malah seneng kalau mas sama mbak nginep disini...kami jadi ada temannya..." ucap pak Wahid.


Adrian tertawa ringan.


"tapi desa ini sepi banget ya buk ternyata kalau malem..." ucap Adinda.


Ya....suasana di desa ini begitu hening.Sedari tadi Adinda duduk di sofa ruang tamu sambil sesekali mengamati suasana di luar dari jendela,namun tak ada satu kendaraan ataupun warga yang beraktifitas di luar rumah,walaupun hanya sekedar lewat.Padahal rumah ini di pinggir jalan.


"sebenarnya....warga desa sini itu sekarang takut keluar malam mbak....soalnya...beberapa hari belakangan ada teror di desa kami" ucap bu Rahayu pelan


"teror?teror apa buk...?" tanya Adinda


"pembunuhan mbak.."


"hahh??!" ucap Adinda kaget.


Dinda menoleh ke arah Adrian.Laki laki itu meremas telapak tangan wanita yang terlihat kaget itu.


"iya....awalnya hanya hewan hewan ternak yang sering di temukan mati pagi hari mbak....tapi ada dua kali kejadian...ditemukan mayat manusia yang diduga dibunuh dengan cara nggak lazim mbak..." ucap bu Rahayu.


"nggak lazim?maksudnya?" tanya Adrian memperjelas.


"dua kali penemuan jasad manusia...yang pertama di dalam gubug di pinggir sawah...sepertinya itu anak muda yang lagi berbuat maksiat....mereka ditemukan meninggal dalam kondisi telanj*ng,matanya hilang dan itunya rusak..."


"apanya?" tanya Dinda polos.


"alat kel*min nya Dinda.." jawab Adrian lembut menjelaskan.


Adinda nyengir,ia merinding mendengar cerita dari sepasang suami istri itu.


"mas...serem..." ucapnya.


Adrian tersenyum,ia merengkuh pundak wanita cantik di sampingnya itu.


"lalu buk..." ucap Adrian masih ingin mendengarkan kelanjutan cerita itu.


"lalu yang kedua...ditemukan jasad seorang pria...juragan sawah...matanya juga hilang,bahkan jari jari tangannya juga hilang..." ucap Pak wahid kini.


Adinda makin mengekeret.


"dan yang bikin merinding mas...mbak....selalu ada gambar kepala serigala yang di gambar di dekat jasad yang ditemukan meninggal.Polisi bilang...kemungkinan sih pelakunya adalah orang yang sama.." ucap pak Wahid.


"kepala serigala?"


"iya mas..." jawab Pak Wahid.


Adrian nampak terdiam sejenak.


"makanya...setiap malam...desa ini menjadi sangat sepi..semua warga jadi takut untuk keluar rumah" ucap pak Wahid.


Adrian hanya mengangguk.Ia kemudian meraih secangkir kopi di hadapan nya danemyeruputnya.Untuk sesaat mereka saling diam.


"ngomong ngomong...mbak Dinda ini lagi hamil to?" tanya Bu Rahayu mengganti topik


"iya buk..." ucap Adinda


"wah....sudah berapa bulan mbak..."


"jalan tiga bulan buk..."


"ooalah...." ucap Bu Rahayu.


Ke empat orang dewasa itu larut dalam obrolan santai mereka hingga malam mulai larut.


......................


22:00


Sepasang suami istri itu tengah berbincang santai di dalam kamar tamu rumah bu Rahayu.Di atas kasur busa yang tertata rapi di lantai,Adrian memeluk sang istri yang bersandar manja di tubuh kekarnya itu dari belakang.Satu tangan bertatonya tergerak mengusap usap perut yang masih terlihat rata itu dengan lembut,sedangkan satu tangan lainnya nampak asyik memainkan ibu jarinya di bibir mungil yang sedari tadi tak henti mengoceh itu.Sedangkan di samping mereka,bu Ela dan Nabila sudah terlelap dalam mimpi mereka.


"mas...." ucapnya sambil bersandar manja di dada bidang Adrian


"hmm.."


"kok serem sih cerita bu Rahayu tadi..." ucap Adinda.

__ADS_1


Adrian tersenyum.


"masa sih...?perasaan biasa aja..."


"biasa aja gimana?teror pembunuhan mas...kok kamu bilang biasa sih...?mana pake dimutilasi lagi...mata di congkelin...segala t*tid di rusak..." ucap Adinda


Adrian terkekeh...


"kamu lupa ya...kalau suami kamu ini juga mantan pemutilasi handal..." ucap Adrian.


Adinda mendongak,menatap wajah Adrian.


"oh iya....hahaha..."


"dih...ketawa lagi...." ucap Adrian sambil mencubit bibir sang istri gemas.


Adrian lalu memeluk wanita itu erat dari belakang...


"kamu masih inget....dulu aku pernah kasih kamu kado...isinya mata..sama pisang goreng.." (bab 19)


Adinda terkekeh...


"itu bukan pisang goreng mas...."


"trus apa..?"


"lontong..." ucap Adinda sambil tertawa.


Keduanya pun tergelak.


"tapi kamu tuh aneh ya..."


"aneh kenapa?"


"dikasih pisang gorengnya anak buahku kamu muntah muntah histeris...giliran pisangku aja...kamu rakus banget.."


Adinda reflek mencubit paha Adrian.Membuat laki laki itu terjingkat kaget.


"sakit Din..." ucapnya.


"lagian kamu...ngomongnya....ada ibuk tuh...kalau denger gimana?" ucap Adinda pelan.


"tidur dia...udahlah....aku jengukin dedek sekarang juga dia nggak akan tau Din.." ucapnya.


"jangan macem macem ya mas..!" ucap Adinda dengan mata melotot.


Adrian terkekeh...


Adrian mendekap tubuh ibu angkat Nabila itu.Ia tak henti memberikan kecupan pada pipi mulus milik wanita cantik tersebut.


"mas..."


"hmm...."


"makasih ya...."


"untuk?"


Adinda mendongak lagi,


"hari ini kamu udah mau nganterin ibuk ngobatin lukanya." ucap Adinda


Adrian tersenyum.


"semua yang aku lakukan cuma demi kamu Din.." ucapnya.


"aku udah terlalu banyak dosa...dan aku juga udah menanggung banyak karma atas semua dosa dosa itu.Aku nggak mau menanggung karma lagi karena menelantarkan ibu kandungku."


Adinda tersenyum...


"tapi maaf Din...aku belum bisa sepenuhnya menerima dia..masih perih Din..." ucap Adrian.


"aku tau mas..aku ngerti...pelan pelan ya...." ucapnya.


Adrian mengangguk


Laki laki itu menoleh ke arah jam dinding..


22:05


"bobok yuk..udah malem...." ucap Adrian.


"yookk..."


"tapi dipeluk ya..."


Adinda terkekeh...


"iya...." ucapnya.

__ADS_1


Adrian pun mulai merebahkan tubuh kekarnya di atas kasur busa itu.Adinda mulai memposisikan tubuh rampingnya.Meletakkan kepalanya di dada bidang Adrian,mendekap tubuh kekar itu dengan satu tangannya lalu satu kakinya ia angkat menindih paha sang suami.


Kuduanya pun terlelap hingga pagi menjelang..


...----------------...


Hari berganti....


Pagi hari..


Adrian yang lemas meringkuk di atas kasur busa di salah satu kamar milik ibu Rahayu.Ya....seperti biasa...rasa mual selalu menyerangnya setiap pagi dan tak kenal tempat..


Adinda datang dengan secangkir teh hangat untuk sang suami yang nampak sibuk dengan ponselnya.


"kamu minum dulu mas..." ucap Adinda.


Adrian bangkit....


Ia duduk menyandarkan tubuh tegapnya yang kemah pada dinding kamar.


Adrian meraih cangkir berisi teh hangat itu.


"Marco udah dalam perjalanan ke sini...aku juga udah panggil orang bengkel untuk bawa mobil kita" ucapnya lalu menyeruput teh hangat pemberian Adinda itu.


Adinda tersenyum,ia hanya mengangguk.


"sebenarnya aku butuh ketek Din..." ucapnya.


Adinda terkekeh.Ya...lantaran kini mereka tengah berada di di rumah orang,Adrian mau tak mau harus mengurungkan hasratnya untuk menciumi ketek sang istri.Malu.....


"ya Udah...kamu istirahat aja dulu mas....sambil ningguin mas Marco.." ucap Adinda.


Adrian mengangguk...


Dinda bangkit,ia hendak keluar kamar untuk membantu sang tuan rumah yang sudah berbaik hari memberi mereka temoat tinggal itu di dapur.Saat sampai di depan pintu,Adinda berpapasan dengan pak Wahid yang nampak datang dari luar rumah dengan langkah buru buru.


"bapak...bapak kenapa?kok kelihatannya buru buru buru banget?" tanya Dinda.


"mas Adrian mana mbak?"


"ada di kamar pak....lagi kurang enak badan.Ada apa pak?"


"itu mbak...mobilnya...." ucap Pak Wahid.


"mobil....mobilnya kenapa?"


Adrian bangkit,ia berjalan dengan lemah mendekati Dinda dan pak Wahid yang berbincang di depan pintu kamar.


"ada apa pak...?" tanya Adrian.


"itu mas....mobilnya...."


"mobil saya?"


"iya.."


"ada apa dengan mobil saya...."


"mending mas Adrian sama mbak Dinda lihat sendiri aja deh..." ucap pak Wahid.


Dinda dan Adrian saling menatap satu sama lain.Mereka kemudian mengangguk.


Dinda dan Adrian pun melangkaah mengikuti pak Wahid menuju ke lokasi kecelakaan mereka kemarin.Tempat dimana mobil yang sudah ringsek bagian kanan belakangnya itu berada.


Setelah berjalan melewatti dua rumah,dari kejauhan dapat mereka lihat beberapa warga nampak berkumpul mengelilingi mobil hitam naas tersebut.Adrian dan adinda makin dekat.Setelah sampai....


"astagfirullah hal Adzim ...." ucap Adinda sambil menutup mulutnya.


"kurang a*ar...!" ucap Adrian dingin dengan sorot mata menajam.


.


.


.


.


.


.bersambung.....🀭


...----------------...


***HARUSNYA INI DI UP KEMARIN....CUMA NGGAK KEBURU....AUTHOR NYA UDAH NGANTUK DULUAN...😁


YUK .....KASIH DUKUNGAN...


KLIK LIKE,KOMEN,VOTE DAN HADIAHNYA YA😍😍😍😍😍***

__ADS_1


__ADS_2