
Hari berganti hari.......
Bulan pun ikut berganti.....
Kehidupan para anak manusia itu pun berjalan dengan semestinya.
Kini,Nabila sudah mulai masuk sekolah.Adinda,Naya dan Chika juga sudah mulai ngampus.Bu Lastri sudah kembali ke kampung halamannya.Toko kue milik Adinda juga sudah mulai buka.Semua berjalan dengan semestinya.
Adrian pun masih di sibukkan dengan pekerjaannya sebagai model sekaligus tangan kanan kepolisian.Sudah semakin banyak komplotan mafia yang berhasil di ringkus polisi,membuat jalan menuju kebebasan yang seutuhnya semakin terbuka lebar untuk Adrian.
Siang hari,
Disebuah toko kue....
Ceklek....
pintu terbuka....
Adrian datang dengan langkah lesu dan wajah yang pucat.
"assalamu alaikum..." ucapnya
"wa alaikum salam.." jawab Adinda yang berada di dalam toko.Wanita itu baru saja tiba di toko setalah sebelumnya ada kuliah pagi.
Dinda mengernyitkan dahinya melihat Adrian yang tak nampak seperti biasanya.Wanita itu mendekati sang suami.
"kamu kenapa mas?" tanya Adinda.
"nggak tau...aku lemes banget Din.."
Adinda menggerakkan telapak tangannya menyentuh kening Adrian.
"kamu sakit?"
"nggak tau..."
"kamu ke atas deh mas..istirahat...biar aku bikinin teh anget ya..."
Adrian hanya mengangguk.
Laki laki itu kemudian bergegas naik ke lantai dua, tempat yang biasa digunakan untuk istirahat.Terdapat sofa,ranjang berukuran sedang dan juga televisi disana.Sedangkan lantai satu hanya berisi etalase etalase yang digunakan untuk menjajakan kue kue hasil karya Adinda dan Bu Ela,serta sebuah dapur yang digunakan sebagai ruang produksi.
Adinda bergegas menuju dapur,dimana ada bu Ela disana yang tengah membuat adonan kue.
"suamimu sudah pulang ndok?"
"udah buk...tapi kayaknya lagi nggak enak badan"
"kenapa?Adrian itu jarang sekali sakit loh ndok"
"nggak tau buk...muka nya pucet banget...ini mau Dinda bikinin teh dulu" ucapnya.
Adinda segera membawa teh buatan nya menuju ke lantai atas.Setelah tiba di lantai atas.
hoooooeeekkkkkk......
hoooeeeeeeekkkkkkk.......
Terdengar suara seperti orang muntah muntah dari kamar mandi
"mas..." panggil Dinda.
Dinda meletakkan cangkir berisi teh ditangannya kemudian berjalan menuju ke kamar mandi yang ada disana.
tok....tok.....tok...
__ADS_1
"mas....kamu didalam?" tanyanya.
hoooeeeeeeekkkkkkk......
suara itu terdengar lagi.
tok..tok...tok...
"mas....kamu nggak apa apa?" tanya Adinda khawatir.
ceklek...
pintu kamar mandi terbuka.
Pria tampan itu muncul dari balik pintu dengan wajah pucat dan terlihat sangat lemas.
Adinda menggerakkan tangannya menyentuh dahi Adrian.
"kamu pucet banget mas..."
"perutku mual Din..." ucap Adrian.
"kita ke dokter ya..."
Adrian tak menjawab.Ia melangkah dengan lemah menuju ke ranjang lalu merebahkan tubuh nya disana.Adinda mengikuti langkah sang suami.Ia duduk di sisi ranjang.Tangan Adrian tergerak menarik tangan putih milik Adinda.
"sini..temenin aku tidur.."
"aku panggilin dokter ya...."
"ntar aja...temenin aku dulu.." ucap Adrian manja.
Adinda pun menurut.Ia merebahkan tubuhnya dalam posisi miring menghadap Adrian dengan satu lengan ia gunakan sebagai penyangga kepalanya sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk membelai lembut rambut suami tersayangnya itu.Adrian meringsut,mendekatkan tubuh besarnya ke tubuh mungil Adinda.Ia menggerak gerakkan kepalanya,mengendus endus area dada Adinda seolah tengah mencari posisi ternyamannya
"mas...apaan sih...geli ah.."
"baunya seger Din..." ucapnya sambil terus mendusel.
"mas...ini ketek...jorok iih..." ucapnya sambil mencoba sedikit menjauhkan tubuhnya namun Adrian dengan cepat menahannya.
"jangan pergi" ucap Adrian lemah dengan mata terpejam.
"tapi jangan gini dong...ini ketek mas..."
"tapi baunya enak Din...aku suka..."
"kamu ntar malah tambah mual loh"
"nggak....enakan ini baunya..." ucap Adrian sambil terus menghirup aroma ketiak wanita itu.
"mas..."
"kamu kenapa sih...cuma dimintain ketek bentar doang pelit banget...!" ucap Adrian sambil menatap kesal ke arah Adinda.
"bukannya gitu mas...tapi ini bauk....katanya mual...kalau kamu nyiumin ketek ya tambah mual lah.."
"enggak Din...ini seger baunya...kayak nya aku perut aku jadi mendingan deh nyium bau ketek kamu.." ucapnya sambil kembali mengendus endus ketiak Adinda.
Adinda terkekeh....
"tapi geli.."
"bentar doang.." ucap Adrian tanpa menghentikan pergerakannya
Adinda merebahkan tubuhnya dalam posisi terlentang sambil menggangkat dua lengannya sebagai bantal sehingga Adrian kini dapat dengan leluasa mengendus aroma ketiak wanita cantik itu.
__ADS_1
"tuh kan enak banget..." ucap Adrian seolah menemukan aroma ternikmat seumur hidupnya.
Adinda cekikikan sendiri merasakan hidung mancung Adrian yang menggesek gesek permukaan ketiaknya.
Sedangkan Adrian kini seolah sudah menemukan posisi ternyamannya.Ia tak henti mengendus disana,dengan satu tangan berpegangan pada salah satu benda kenyal Adinda,sedangkan kakinya terangkat menindih paha Adinda.Posisinya sudah seperti anak monyet yang gelantungan di atas pohon.😁
Tak butuh waktu lama,tak sampai dua menit,suara dengkuran halus terdengar dari mulut laki laki dewasa itu.Ia sudah terlelap dalam mimpi dengan posisi yang begitu nyaman.Adinda menggerakkan satu lengannya mengusap lembut wajah tampan itu.Manja sekali Adrian hari ini.
...****************...
Sementara itu ditempat lain....
Di sebuah kampus.....
Naya berjalan menyusuri koridor kampus besar itu.Berniat untuk menuju kantin dimana Chika sudah menunggunya disana.Sepanjang perjalanan ia sibuk berbalas pesan dengan laki laki yang kini semakin intens menghubungi nya,Marco.Membuat gadis bergamis krem itu tak bisa sepenuhnya fokus memperhatikan jalannya.Hingga tiba tiba....
buuughhhhhhh.....
"awww....!"
Naya terjerembab ke lantai saat tak sengaja ia menabrak seorang laki laki di sana.Wanita itupun meringis merasakan panas di pan**tnya akibat benturan dengan lantai keramik disana.
Naya celingukan mencari ponselnya yang terlepas dari tangannya.
"hp...!hp ku mana...?!" ucapnya sambil celingukan dalam posisi duduk.
Tiba tiba...
Sebuah tangan pria berkulit putih menyodorkan benda pipih yang Naya cari.Naya pun mendongak.Dilihatnya di hadapannya seorang pria berkulit putih dengan senyuman manis berdiri di hadapannya.Naya menyipitkan matanya,seperti nya ia pernah melihat laki laki itu.Tapi dimana?
"ini hape lo kan?" tanya pria tersebut yang berhasil menyadarkan lamunan Naya.
"oh...iya..." ucapnya sambil mencoba bangkit dan menerima ponsel tersebut.
"makasih..."
Pria itu hanya tersenyum..
"Naya kan?" tanyanya.
Naya memiringkan kepalanya,mencoba mengingat ingat,siapa pria di hadapan nya ini.
Pria tersebut lantas mengulurkan tangannya.
"Joddy....temennya Dinda.." ucap Joddy.
"ohhh.....iya iya....pantesan kayak pernah liat.." ucap Naya.
Joddy terkekeh.
Naya mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada,membuat Joddy pun menarik tangannya.
"kamu kuliah disini juga?" tanya Naya menunduk
"iya.." jawab Joddy singkat.
"gue duluan ya..." ucapnya lagi.
Naya mengangguk.
"ati ati jalannya" ucap Joddy kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
...----------------...
DITUNGGU LIKE KOME VOTE DAN HADIAHNYA...🥰🥰🥰
__ADS_1