
Marco dan Adrian menoleh ke arah yang ditunjuk Rio..
"Joddy" ucap Marco
"itukan Chika?" ucap Adrian.
"kok mereka bisa berdua?" tanya Adrian lagi,namun tak ada yang menjawab.
Rio melambaikan tangannya saat Joddy menoleh ke arah mereka.Joddy yang mengenakan jaket hoodie hitam itu tak nembalas membuat Rio mengernyitkan dahinya.
"adek lo nggak liat kita apa gimana?gue dada dada kok dia diem aja Co?" tanya Rio.
Marco terdiam,ia tahu betul,Joddy pasti malu karena ada Adrian di sini.
"nggak tau...nggak liat kalik..." ucap Marco.
Sementara di seberang sana....
"kita pergi aja Jod kalau kamu belum siap ketemu mereka" ucap Chika.
Ya....hingga detik ini Joddy masih enggan bertemu dengan Dinda dan Adrian.Ia seolah terlalu malu bahkan hanya untuk sekedar bertemu.
Joddy mengangguk....
Joddy mengenakan kupluk hoodie nya.Mereka pun pergi dari tempat itu,meninggalkan Rio yang masih terheran heran dengan sikap Joddy.
"sejak kapan adek lo kenal sama Chika?" tanya Adrian
"mereka kan satu kampus...mungkin saling kenal disana.." ucap Marco santai.
Adrian mengangguk.
"gue rasa adek lo tadi liat kita...napa nyelonong aja?" ucap Adrian sambil menyeruput kopinya.
Marco hanya mengangkat pundaknya cuek.Sebenarnya ia juga bingung mau jawab apa.Ia juga kasihan pada Joddy yang seolah kini merasa begitu minder untuk bertemu orang,apalagi Dinda.Ia hanya punya satu teman sekarang,Chika.Kemana mana selalu berdua.
Namun bukan berarti ia ingin menutupi kesalahan Joddy dari Adrian.Ia hanya ingin netral.Kalaupun Adrian tau suatu saat nanti,biarlah ia tahu dengan sendirinya.
.....
Joddy dan Chika terus melangkah meninggalkan tempat itu,tiba tiba....
"TANTE CHIKA.....!!!!!"
suara cempreng itu begitu menggema,menggelegar ke setiap penjuru tempat tersebut.Mau tak mau...Chika pun harus menoleh ke arah gadis kecil berambut panjang yang kini berlari mendekatinya.
"tante....tante disini juga?" tanya Nabila.
"i...iya sayang..."
"ikut aku yuk tante...ada mama,tante Naya,papa,om Marco,sama om cungkring...yuk tante...." ucap Nabila.
"tante buru buru sayang...lain kali ya..." ucap Chika beralasan.
Nabila cemberut.Ia menatap ke arah laki laki yang berdiri di samping Chika.
"ini temennya tante ya?" tanya Nabila.
"iya nak..."
"kayak pernah liat?tapi dimana ya?" tanya Nabila berfikir.Ya....Nabila lupa jika ia pernah melihat laki laki itu di saat Joddy mengunjungi Adinda di kampung halaman Dinda.
Chika dan Joddy saling pandang.
"kamu salah orang kalik..." ucap Chika.
Nabila masih nampak berfikir.
"udah sana...kamu main...tante mau pulang duluan..."
"yaaaaaahhhh.....kok pulang sih tante...?main dulu sama Nabil....temennya banyak lo tante..." ucap Nabila memohon.
"nggak bisa Bil....tante.........." belum selesai bicara Nabila sudah menarik tangan Chika dan Joddy.Keduanya pun hanya bisa pasrah.
Nabila membawa Chika dan Joddy mendekati Naya dan Dinda yang asyik ngobrol di sana.
"mama....tante Naya....ada tante Chika niihh...." ucap Nabila
Naya dan Dinda pun menoleh...
"Chika...kamu disini juga...?" tanya Adinda.
"i....iya Din.." ucap Chika kaku.
Pandangan mata Dinda kini tertuju pada sosok laki laki yang berdiri menunduk di samping gadis berhijab itu.Pria itu seolah tak mau menunjukkan wajahnya saat bertemu dengan Adinda.
__ADS_1
"Joddy..." ucapnya.
Joddy terus menunduk..
"oh....jadi om ini namanya om Joddy...?Nabil kayak pernah liat ma?dimana ya??" tanya Nabila masih penasaran.
"kamu belum pernah ketemu sayang...mungkin orang yang mirip sama om ini" ucap Adinda.
Nabila masih nampak berfikir keras.
"udah....Nabil main lagi gihh....tante sama mama tungguin dari sini" ucap Naya mengimbuhi.
"ya udah deh...Nabil main lagi.." ucap Nabila.Gadis itu kemudian kembali berlari menuju ke arena permainan yang tadi ia tinggalkan.
Joddy masih menunduk.
"Joddy...kamu apa kabar..?" tanya Adinda.
"ba...baik Din.." ucap Joddy.
"kok kalian bisa bareng?" tanya Adinda sambil menatap Chika dan Joddy bergantian.Naya hanya memperhatikan mereka tanpa berucap sepatah katapun.
"kita kan...sekampus Din?kamu nggak tau?" tanya Chika berusaha se biasa mungkin.Ia merasa bersalah juga pada Adinda,karena diam diam menjalin kedekatan dengan laki laki ini.Ia seolah bingung bagaimana harus bersikap.
Adinda hanya menggelengkan kepalanya.
Suasana seolah berubah menjadi canggung.Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut laki laki itu.Tiba tiba.
"ohh...iya....om Joddy...harusnya nggak disini.Ayo om...aku antar ikut papa,om Marco sama Om Cungkring..." ucap Nabila sambil menarik tangan Joddy mendekati tiga pria yang kini tengah asyik berbincang di dalam Coffee shop tak jauh dari tempatnya berdiri.
Chika hanya menatap khawatir pada Joddy.Sungguh...laki laki itu seolah punya beban mental ter sendiri jika harus berhadapan dengan orang banyak sekarang.
"Chik..." ucap Dinda.
"ada yang aku nggak tau?" tanya Dinda dengan tatapan penuh selidik pada salah satu sahabatnya itu.
Chika meremas ujung kaosnya.Chika,Dinda,Naya,Putri adalah empat gadis yang sudah menjalin persahabatan bukan hanya sehari dua hari,tapi sudah bertahun tahun sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.Sehingga bukan hal yang mudah untuk sekedar berbohong atau menyembunyikan sesuatu.Salah satu diantara mereka pasti akan ada yang curiga.
"Chik...." ucap Dinda lagi.
Chika duduk di samping Adinda.
"ada Din..." ucapnya.
Dinda diam,mengunggu penjelasan dari Chika.
"Joddy?"
Chika mengangguk...
"jadi gini..................."
Dan keluarlah dari mulut Chika,semua yang terjadi antara Joddy dan Chika.Awal mula komunikasinya dengan Joddy dan berakhir menjadi persahabatan yang begitu sangat erat yang terjalin hingga saat ini.Semua Chika ungkapkan.Tak ada yang Chika tutup tutupi.Jauh dalam lubuk hatinya ia juga merasa kasian pada Joddy.Laki laki itu seolah selalu dihantui rasa bersalah.Yaaa...barangkali jika Dinda tau tentang aksi sebar menyebar foto yang Joddy lakukan,sedikit banyak pandangan miringnya pada Joddy akan berkurang.
Dinda terdiam mendengar cerita panjang lebar dari Chika.Bagaimana perasaan nya saat ini?entahlah....ia sendiri tak tau.Ia bingung....
"tolong maafin Joddy Din..." ucap Chika.
Adinda menatap sendu ke arah Chika.
"kalau kamu minta aku buat maafin Joddy...aku udah maafin dia dari dulu Chik..." ucap Adinda.
"aku tau dia sebenarnya orang yang baik..."
"tapi....."
"aku cuma kecewa aja....sama sikap dia yang gegabah..." ucap Adinda menunduk.Hatinya kembali perih mengingat masa masa sulitnya saat Adrian berada di dalam peenjara dan ia harus berjuang seorang diri menghidupi Nabila dan menghadapi berbagai tekanan yang menerpa kehidupannya.
"maaf ya Chik...aku perlu waktu..." ucap Adinda.
Chika tersenyum.
"aku ngerti kok Din...se enggak nya sekarang kamu udah tau...kalau Joddy juga udah pernah mencoba menebus kesalahan nya sama kamu dan mas Adrian..." ucapnya.
Adinda tersenyum.
"dah....nggak usah sedih sedihan....kita kan kesini mau seneng seneng..." ucap Naya sambil merangkul pundak Adinda.
Ketiga sahabat itupun mengangguk lalu tertawa ringan.
Sementara itu....
Di coffee shop...
"papaaa......." ucap Nabila riang sambil menggandeng tangan Joddy.
__ADS_1
Ketiga pria dewasa yang sedang asyik mengobrol itupun menoleh ke arah sumber suara cempreng itu.
Adrian menatap datar laki laki ber hoodie yang nampak menunduk itu..
"papa....ini om Joddy...temennya tante Chika...ajakin ngopi ya pa..." ucap Nabila.
Adrian hanya tersenyum singkat lalu mengangguk pada sang putri,ia kemudian kembali menatap wajah laki laki itu.Kenapa dia?biasanya laki laki itu selalu petakilan,tapi kenapa sekarang ia jadi diam saja begini?
"Nabil main lagi ya pa..."
"iya sayang.."
Nabila melepaskan genggaman tangannya pada Joddy.Gadis itupun kembali ke arena permainan dengan riangnya.
Joddy masih menunduk.
"lo nggak duduk?sini...duduk..!santai aja...nunduk mulu lo.....!" ucap Rio.
Joddy menarik satu kursi di samping Rio dan kebetulan posisinya berhadapan dengan Adrian.
Adrian yang merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Joddy itupun tak lepas menatap remaja yang seolah terus menyembunyikan wajahnya di balik kupluk hoodienya.
Adrian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan dua lengan yang ia lipat di depan dada.
"apa kabar Jod?" tanyanya.
Joddy makin menunduk.
"ba...baik" jawabnya
Marco hanya diam menyaksikan.
Adrian makin dibuat penasaran,kenapa laki laki ini berubah sekali.?
"lo pesen minum nggak?" tanya Marco.
"samain sama abang aja.."ucap Joddy tak henti menunduk.
Tiba tiba....
"Joddy......"
Suara itu mengalun terdengar begitu manja.Suara yang sangat Joddy,Adrian,Marco dan Rio kenali.Ke empat pria itupun menoleh ke arah sumber suara...
..
..
..
..
..
..
..
"Sheila....??"
.
.
.
.
.
.
Bimsalabim jadi apa prokk...prookk...prokk....
πππππ
...----------------...
***TUNGGUIN KELANJUTANNYA....
YUUUKKK....PARA SILENT READERS YUUUKK...TUNUJKAN SIAPA DIRIMU...
KASIH VOTE DAN HADIAHNYA......
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN KLIK LIKE DAN TULIS KOMEN DI KOLOM KOMENTARNYA....
__ADS_1
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°***