
18:30
Di dalam kamar bernuansa klub bola berlogo singa itu....
Gadis manis itu masih terus sibuk membolak balikkan boneka kelinci di tangannya.Sedangkan di rak kayu tempat menyimpan pernak pernik pemberian Zev sudah kosong.Semua sudah Nabila turunkan,sebagian masuk tempat sampah,sebagian berserakan dilantai.Ada beberapa patung yang patah lantaran jatuh.Nabila menatap nanar semua benda benda lucu itu.Sayang sekali...padahal semuanya lucu lucu1.Tapi saat mengingat bahwa semua itu pemberian Zev membuatnya jadi kesal sendiri.
cekleekk...
pintu kamar terbuka.
Angkasa datang dari luar masuk ke dalam kamar Nabila tanpa permisi.
"waduuuhh....apa apaan anda..!ini kenapa pada berantakan kayak gini?ada kucing lewat apa gimana?" tanya Angkasa sambil memunguti pernak pernik yang tercecer di lantai.
"mau gue buang" ucap Nabila yang sukses membuat Angkasa mendongak ke arah Nabila
"kenapa?sayang nih...bagus bagus tauk.." ucap Angkasa sambil terus memunguti benda benda lucu itu.
"ternyata itu semua dari duda gila itu dek" ucap Nabila sambil bersungut.
"whaatttttt.,??!!!" ucap Angkasa berteriak
"biasa ajaaa....!!!!" sahut Nabila ngegas.
Angkasa kembali memunguti pernak pernik itu.
"lo nggak mau nih jadinya?kalo nggak mau buat gue aja...mayan nih...bagus bagus....sayang kalo di buang.." ucap Angkasa.
Remaja itu kemudian meraih kotak pink yang terguling tak jauh dari tempat sampah,membuat beberapa kertas surat dari Zev sebagian berceceran di lantai.Angkasa meraih satu dari puluhan lembar kertas yang bercecer itu.
"*Kamu adalah serpihan bintang yang terjatuh dari atas langit....sinarmu terang bahkan mampu menyilaukan mataku yang hanya mampu menatapmu dari kejauhan....Aku berharap...aku tak pernah berjumpa denganmu...karena aku terlalu takut...hanya bisa mencintaimu tanpa bisa memilikimu.." ucap Angkasa membaca salah satu surat manis itu
"weeeiissss....keren tulisannya..." ucap Angkasa.
"lo beneran nggak mau ini semua?kalo nggak mau buat gue aja..!sayang nih di buang...lucu lucu gini.." ucap Angkasa.Remaja itu memunguti semua kertas kertas itu dan pernak pernik yang berceceran.Serta beberapa benda pemberian Zev yang berada di dalam tempat sampah.Semua ia ambil.
"itu kertas lu bawa juga?buat apa?" tanya Nabila heran
"kata katanya bagus kak...ntar kalo gue punya cewek...gue bisa deh nyontek nih tulisan...biar gebetan gue klepek klepek kek ayam sakau..." ucap Angkasa cengengesan.
"ih...gila lo..!"
"yang penting ganteng" ucap Angkasa narsiis sambil membawa pergi tempat sampah beserta kotal berisi benda benda lucu itu menuju kamarnya.
"buruan turun..!makan..!udah ditungguin papa sama mama tuh...!!" ucap Angkasa berteriak.
"iyaaa....bawel...!" sahut Nabila ketus.
Nabila dan Angkasa turun bersamaan menuju meja makan.Keduanya lantas duduk di salah satu kursi di meja makan tersebut dimana Adrian dan Dinda sudah menunggu.
Adrian melirik kearah sang putri yang nampak masih murung.
"nggak usah terlalu dipikirin kak....sesuai hati kecil kamu aja...." ucap Adrian seolah tau apa yang ada di pikiran Nabila.Adinda bangkit mengisi piring sang suami dengan nasi dan lauk pauk.
__ADS_1
"dengerin hati kecil kamu kak....jangan buru buru ngambil keputusan yang akhirnya cuma bikin kamu menyesal.Ada loh....orang yang nyia nyiain orang yang tulus sayang sam dia...giliran orangnya pergi...dia jadi gila..." ucap Adinda sambil melirik Adrian.
"apaan?" tanya Adrian merasa tersindir
"apanya?" jawab Dinda.
"siapa itu yang kamu maksud?" tanya Adrian lagi.
"bukan siapa siapa...kenapa?ngerasa ya...?" jawab Dinda.
"kapan aku kayak gitu?" tanya Adrian.
"pura pura lupa...!dulu apaan aku kamu lempar ke pinggir jalan...giliran aku ilang kamu guling guling kan..." ucap Adinda mulai membahas masa lalu
"apaan sih Din...nggak usah dibahas juga lah..."
"tapi bener kan...?"
"apanya?"
"yang aku bilang"
"nggak..!"
"tuh kan nggak mau ngakuin kesalahan deh kamu mas.."
"Dinda apaan sih...ada anak anak.."
"jawab dulu..bener kan??"
"Dinda..!"
"Din udah deh.."
"tuh kan kamu mah gitu.." ucap Adinda kesal kemudian berlalu pergi dari meja makan.
"Dinda..!" ucap Adrian kemudian bangkit menyusul sang istri yang ngambek meninggalkan kedua anak mereka yang kini menatap aneh ke arah kedua orang tuanya yang kejar kejaran ke kamar utama.
"emak bapak gue kenapa dah?" ucap Angkasa.
"puber kedua dek..." jawab Nabila masih dengan mode melongo menyaksikan keanehan kedua orang tuanya.
"nggak tepat banget waktunya kak"
"iya....mereka puber disaat anak pertamanya lagi galau"
"dan disaat anak keduanya masih jomblo" sahut Angkasa masih dalam mode bengong.
Angkasa dan Nabila saling pandang.
"makan berdua aja yuk kak"
"iya dek..."
Kedua kakak beradik itupun kemudian melanjutkan makan malam mereka tanpa kedua orang tuanya.
__ADS_1
...****************...
Di tempat lain....
Pria bermata srigala itu tengah duduk di atas lantai pojok kamarnya sambil menghisap rokok dan memangku gitarnya.Pandangannya kosong menatap ke langit langit kamar bernuansa maskulin itu.
Pertemuannya dengan Nabila siang tadi sukses membuat pikiran Zev kacau malam ini.
Ternyata kelinci kecilnya masih belum bisa sepenuhnya memaafkan dirinya jika dilihat dari ekspresi Nabila saat bertemu dengannya tadi.
Ia menyesal membuntuti Nabila hari ini.Bukan karena ia ketahuan,tapi karena mungkin saat ini ia kembali menoreh luka untuk wanita yang mulai mengisi hatinya itu.Ia takut jika trauma Nabila kembali kambuh.Ia takut jika Nabila kembali histeris seperti saat terakhir ia bertemu gadis itu dikota M.
Ia tak bisa memeluk Nabila saat ia menangis seperti dulu saat Nabila menangis ketakutan di bengkel milik Zev.Ia tak bisa melakukannya sekarang,karena tangan Zev terlalu kotor untuk putri Adrian yang suci.
Zev meraih ponselnya.Menuju ke galeri.Dimana ratusan bahkan ribuan foto Nabila berjajar rapi disana.Sebagian bahkan Zev cetal dan ia tempel di dinding kamarnya,sehingga kamar dengan penerangan redup itu kini hampir dipenuhi foto foto Nabila dalam berbagai pose.Bahkan foto wajah Nabila yang terlelap saat mereka menghabiskan malam panjang berdua pun juga masih tersimpan di ponsel Zev.
cekleek...
pintu kamar terbuka...
Jordan datang dari luar...
"Zev..." ucap Jordan.
"hmm..."
"nape lagi lo...?"
"nggak apa apa.."
"jangan bilang ada masalah lagi lo ama kelinci lo" ucap Jordan menerka nerka.
"kagak ada...!lo ngapain kesini?ganggu orang pengen sendiri aja" ucap Zev lalu menghisap rokoknya.
"paman lo noh..!nanyain lagi..kapan misinya dijalanin...kapan misinya dijalanin..!capek gue dengernya...!" gerutu Jordan sambil meraih bungkus rokok serta korek disamping Zev dan menyalakannya lalu menghisap nya.
Ya....Zev kini memang tinggal bertiga dengan Jordan dan Dave.Awalnya Zev hanya ingin tinggal berdua saja dengan Jordan,tapi Jordan bersikeras ingin tinggal bertiga dengan Dave.Hal itu ia lakukan agar ia bisa lebih leluasa mengamati pergerakan Dave dan melaporkannya pada Adrian.Sampai saat ini,Zev belum tau bahwa Jordan adalah mata mata untuk Adrian.
Zev tak menjawab.Ia masih asyik menikmati rokoknya.
"emang ada masalah apa sih paman lo ama Adrian?kok kayaknya dia pengen banget ngancurin Adrian...?" ucap Jordan.
"gue curiga....jangan jangan dulu paman lo pernah nyewa ja*ang di bar nya Adrian...tapi ama si Adrian di kasihnya bencong...makanya paman lo dendam kesumat ama tuh calon mertua lo" ucap Jordan menerka nerka lagi.
Zev terkekeh mendengar tebakan sahabatnya lo..
"coba kalo lo yang dikasih bencong...pasti oke oke aja kan"ucap Zev.
" mata lo...!"ucap Jordan kesal.
Keduanya pun asyik dengan obrolan santai mereka di kamar milik Zev itu
...----------------...
__ADS_1
***UDAH CRAZY UP NIH....
YUKK...KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰🥰***