
Malam hari....
Di dalam sebuah kamar mewah milik Adrian Tama...
Pria itu tengah sibuk dengan laptopnya.Di atas sebuah sofa panjang,laki laki itu begitu fokus menatap layar benda canggih yang berada di atas meja rendah di hadapan nya.Kini ia tengah sibuk melacak jejak jejak para gembong mafia yang masih tersisa.Ia tak mau berlama lama,ia ingin segera bebas sepenuhnya.
Sementara itu disampingnya,seorang wanita cantik yang hanya mengenakan kemeja putih kedodoran milik Adrian tanpa mengenakan bawahan apapun itu tengah bergelayut manja bak setan yang selalu ingin menggoda laki laki berbadan tegap itu.Kedua kakinya sedikit terbuka mengapit Pinggang kokoh Adrian membuat sesuatu yang berbalut g string merah itu menempel pada tubuh bagian samping Adrian.
Satu tangannya merangkul pundak kokoh sang pria,sedangkan tangan lainnya sibuk mengorek lubang hidung,memainkan bibir hingga menaik turunkan ujung hidung mancung sang singa garang...eh salah...kucing jantan...
Adinda memiringkan kepalanya yang bertengger di pundak Adrian,matanya tak lepas dari wajah tampan milik suami bulenya itu.Tak jarang dengan usilnya ia meniup niup telinga hingga mata laki laki tersayangnya tersebut sambil cekikikan.
Apakah Adrian marah?atau risih?
Tentu saja tidak...
Di acak acak wajahnya oleh Adinda adalah makanan sehari hari.Entahlah....wanita itu seolah menganggap wajah tampannya tersebut adalah mainan yang begitu menarik yang bisa ia perlakukan sesuka hati.
Adrian hanya tersenyum sambil terus fokus pada laptopnya.Pria itu lantas meraih bungkus rokok yang ada di samping laptop miliknya,ia kemudian mengeluarkan satu batang lalu mengapitnya dengan kedua belah bibirnya.Adrian lantas meraih korek dan berniat membakar ujung benda bernikotin tersebut,namun tiba tiba Adinda merampas korek tersebut.
"aku bantuin nyalain" ucap nya.
Dinda pun menyalakan korek tersebut dan mengarahkan nya pada ujung rokok Adrian.Adrian punmenerimanya mendekatkan wajahnya membuat ujung dari benda bernikotin tersebut pun terbakar.
"gimana?" tanya Adinda sambil memainkan korek di tangannya.
"gimana apanya?" tanya Adrian sambil menghisap dan membuanh asap rokoknya.
"aku udah kayak cewek cewek dibar kamu dulu belum?" tanyanya dengan tatapan nakal.Ia bahkan menggerak gerakkan tubuhnya er*tis bak wanita kurang belai*n
Adrian mengernyitkan dahinya menatap sang istri.Adinda semakin mendekatkan tubuhnya,membuat benda berbalut g string di bawah sana makin menempel di tubuh samping Adrian.
Satu tangan Adrian tergerak merangkul pundak sang istri yang masih menatapnya dengan tatapan sok sexy.
Adrian menghisap rokoknya,kemudian dengan satu gerakan ia membuang asap nya tepat di wajah Adinda membuat wanita itu terbatuk batuk.
Adrian tertawa terbahak bahak melihat ekspresi istri kecilnya itu.
"malah ketawa ah...uhukk uhukk..." ucap Adinda kesal.
"katanya pengen kayak cewek cewek di bar..?cewek cewek di bar mah udah biasa di kasih asep kek gini..!kamu di kasih asep dikit aja udah bengek" ucap Adrian enteng.
"lagian kamu ngapain nyama nyamain diri kamu sama mereka?kamu tuh jauh di atas mereka...dalam hal apapun.." ucapnya.
Adinda tersenyum bangga..
"ya iya lah...aku emang hebat mas...aku kan pawang singa" ucapnya.
Adrian terkekeh.
Adrian kembali menarik tangannya dari tubuh Dinda.Kini ia kembali fokus pada laptopnya.Dinda kembali memeluk tubuh kekar sang suami dari samping.
"mas..."
"hmm...."
"aku punya rencana buka toko kue kecil kecilan deh..kayaknya uang kita udah cukup" ucap Adinda sambil kembali memainkannya jari jarinya di wajah Adrian.
"boleh...buka aja...ntar aku cari lokasi yang cocok buat kamu" ucapnya.
Adrian menutup laptopnya.Ia lantas merengkuh pinggang ramping Adinda dan mengangkat tubuh mungil itu naik ke atas pahanya.Laki laki itu kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa,sedangkan tangannya bergerak meraba pinggang ramping wanita di hadanya itu
"pil nya aman?" tanya Adrian .
__ADS_1
"aman" ucap Adinda sambil tangannya tergerak melepaskan kancing demi kancing kemeja putih itu.
"ciiihh....siapa yang suruh buka?" tanya Adrian sambil terkekeh.
"nggak ada...." jawab Adinda santai sambil melempar kemeja putih yang sudah tertanggal itu dengan asal.
"astaga....mana nggak pake b*a lagi..." ucap Adrian semakin terkekeh melihat aksi nakal istri kecilnya itu.
"kamu makin lama makin berani ya.."
"kan aku belajar dari kamu mas..." ucap Adinda percaya diri.
Adrian meraih benda menggantung itu lalu memilin lembut ujungnya.
"keknya kita perlu bikinin kamar sendiri deh buat Nabil" ucap Adrian.
Adinda menoleh ke arah ranjang,tempat di mana sang putri tengah terlelap dalam posisi terlentang.
Adinda tersenyum.
"bikinin aja kamar pake nuansa hello kitty...dia pasti seneng" ucap Adinda.
"oh iya....dia dulu pernah bilang ya kalau mau kamar serba hello kitty...baru inget aku.." ucap Adrian.
Pria itu lantas mendekatkan wajahnya ke arah salah satu gunung kembar milik Adinda.Dan dengan lahapnya ia pun mulai memakan benda kesayangannya itu.
"mas...."
"hmm..." jawab Adrian tanpa menghentikan aktifitasnya
"sshhhhh....eemmmmmggghhh....nggak jadi.." ucap Dinda membatalkan ucapannya karena merasakan sensasi tersendiri dari aktifitas mulut dan tangan Adrian.
Pria itu hanya mengulum senyum di sela sela aktifitasnya.Dengan gerakan lincah dan kuatnya ia pun mulai melakukan kerja malamnya.
Adinda hanya diam pasrah menerima setiap sentuhan nakal dari Adrian.
"bisa nggak sih nggak di banting banting...aku tuh masih anak anak mas...remuk badan aku kamu banting banting terus" ucap Adinda protes.
Pria itu tak menggubris,ia justru senang melihat ekspresi kesal Adinda.Ia melepas semua pakaiannya dan hanya menyisakan celana da**m putih nya.
Adrian menatap nakal ke arah Adinda yang masih terlihat kesal.Kemudian dengan satu gerakan...
.
.
.
.buugghhhh...
"Allahu Akbar...!!" seru Adinda membuat Adrian makin terkekeh.
Pria itu menjatuhkan tubuh kekarnya di atas tubuh mungil wanita yang kini berusia delapan belas tahun tersebut membuat Adinda tersentak saat mendapati tubuh besar suaminya itu menimpanya.
"kamu nggak nyadar apa badan kamu itu gede banget...!remuk beneran nih tulang aku...Ya Allah...." gerutu Dinda.
Adrian tersenyum gemas,ia menggerakkan tangannya mengusap wajah Adinda.
"sorry....badan aku berat ya?" tanyanya lirih.
"ya iyalah...!" jawab Dinda ngegas.
"ya udah maaf.." ucap Adrian lagi sambil satu tangannya bergerak turun meraba paha mulus Adinda.
__ADS_1
"bodo amat" ucap Dinda masih dengan mode kesal.
"maaf..." ucap Adrian lagi masih dengan suara lirih.Jari jari nya kini mulai menelusup masuk ke dalam gstring merah di bawah sana dan mulai bermain main dengan lipatan lipatan indah milik Adinda.
Adinda tak menjawab.Ia masih memasang wajah cemberut meskipun perasaannya menahan sesuatu yang membuat nikmat di bawah sana.
"kok diem...nggak dimaafin ya..?" tanya Adrian dengan tatapan nakal pada wajah Adinda yang terlihat makin tak bisa menyembunyikan perasaannya.Sedangkan tangannya makin bergerak lincah di bawah sana.
"ya udah deh...kalau nggak di maafin...udahan aja lah...nggak jadi.." ucapnya lagi sambil menarik tangannya dari dalam gstring,namun dengan cepat Adinda menahannya.
"mau ngapain?" tanya Dinda dengan mata melotot.
"udahan lah...kamunya ngambek.." ucap Adrian.
"jangan..."
"jangan apanya?"
"jangan udahan.."
"tapi dimaafin?"
"dimaafin kok.."
"beneran?"
"he'eh..."
"ini jadinya dilanjutin?"
Adinda mengangguk manja.
"beneran?"
"iya..."
"mohon dulu dong.." ucap Adrian menggoda.
"nggak mau" ucap Dinda malu malu.
"kalau nggak mau nggak dilanjutin nih.."
"jangan.."
"makannya mohon dulu"
Adinda menatap sang suami malu malu...
"mas...ayoookkk........" ucapnya.
"ayok apa?"
"dilanjutin"
"apanya?"
"ininyaa...." ucapnya sambil menggerakkan tangan Adrian kembali ke sarangnya.
Adrian tertawa geli mendengar suara yang sedikit mendesah itu.
Dengan satu gerakan ia pun mulai mamangsa Adinda.Dan terjadilah adegan panas di antara keduanya sambil sesekali diselingi dengan tawa cekikikan dan candaan dari keduanya.
...----------------...
__ADS_1
***SEPINYA....
MANA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA***....???