Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
49


__ADS_3

Adrian masih berjongkok di samping makam sang kakek.Seolah ia tak mau meninggalkan tempat itu.Padahal saat ini hari sudah mulai gelap,rintik hujan pun mulai turun membasahi tubuh tegap yang nampak kacau itu.Adrian terus menatap batu nisan bertuliskan nama William Tama disana.Matanya sudah merah karena tangisan tanpa suaranya.Adrian hancur saat ini.Pria yang selama ini jadi teman hidupnya kini sudah tak ada lagi.


"tuan.." ucap Farhan yang sedari tadi berdiri di belakangnya.


"ini sudah malam tuan,sebaiknya kita pulang" ucap Farhan.


Adrian tak menjawab.Pria itu masih mematung tanpa suara.


Adrian mengusap wajahnya kasar.


"jam berapa sekarang?" tanya Adrian.


"jam tujuh malam tuan" ucap Farhan.


Adrian bangkit dengan lesu.


"kita pulang" ucapnya tak bersemangat.


"baik tuan" jawab Farhan sambil menunduk.


Adrian pun melangkah dengan gontai menuju mobilnya,di ikuti Farhan dibelakangnya.


"bagaimana dengam Dinda" tanya Adrian sambil menatap keluar jendela.Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"sesuai perintah anda tuan.Penjagaan sudah diperketat.Tidak akan ada celah untuk nona Dinda kabur" ucap Farhan.


Adrian tak menjawab,matanya masih fokus menatap keluar jendela.


"tuan..."ucap Farhan lagi.


" kita sudah lama tidak melakukan penangkapan "ucap Farhan.


" hentikan dulu....jangan melakukan penangkapan apapun"


"tapi......"


"kau hanya perlu mengikuti perintahku" ucapnya lagi.


"baik tuan...maaf..." ucap Farhan.


"oh ya tuan....Ibu Hapsari meminta izin pada saya untuk melaksanakan acara tahlilan hingga tujuh hari kedepan untuk mendoakan almarhum tuan William"


"ya....tidak apa apa.Aku akan kesana besok hingga tujuh hari kedepan.Ucapkan terima kasihku untuk bu Hapsari dan anak anak panti.Aku akan datang besok bersama Adinda"


"baik tuan."


Mobil itupun melesat menembus padatnya jalan raya.


...****************...


Sementara di tempat lain.....

__ADS_1


Remaja yang babak belur itu tengah berada di dalam kamarnya.Joddy merebahkan tubuhnya di kasur dengan lengan kiri sebagai bantal.Matanya terus menatap langit langit kamarnya sambil memainkan bola basket dengan satu jari telunjuk kanannya.


Terjawab sudah semuanya.Adinda adalah istri Adrian.Adrian seorang psychopath.Makanya Adinda begitu tertekan saat berada di samping Adrian.Adinda pasti menderita di samping Adrian.


ceklekk.....


pintu terbuka....


Marco datang membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Joddy


"lo kanapa sih?ngelamun mulu dari tadi"


"gue harus cari tau lagi tentang Adrian.."


"apa sih Jod..!udah...!itu bukan urusan lo...!"


"tapi gue kasihan sama Dinda bang..!"


"lo tuh terlalu ikut campur Jod..!itu kehidupan rumah tangga mereka...!lo nggak ada hak untuk masuk kedalamnya...!kecuali kalau Dinda minta bantuan sama kita,kita bantu...!"


"tapi tadi pagi sebelum dia diculik dia minta tolong gue buat antar dia pulang ke kampungnya bang...!dia pengen pulang...!tapi dia terlalu polos...!dia nggak tau jalan pulang,dia nggak punya ongkos..!dia butuh kita..!ayolah bang...bantuin...!"


"Joddy....gue mohon stop..!!gue tau lo suka sama Dinda...!tapi lo juga harus tau batasan!Dinda udah milih untuk pulang sama Adrian,itu artinya,dia memilh untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.Udah....itu aja!"


"tapi...."


"Joddy...gue mohon stop..!!gue nggak mau lo bahas ini lagi...!ingat posisi lo..lo cuma orang luar Jod" ucap Marco.


Marco bangkit....


"iya bang" ucap Joddy akhirnya.


Marcopun keluar dari kamar itu.


"gue nggak bisa diem...gue harus bebasin Dinda dari si brengsek itu" ucap Joddy.


...****************...


Ditempat lain....


Adrian baru sampai di rumahnya.Ia segera menuju ke kamar luas miliknya.


ceklekk....


pintu terbuka....


Netra hijau itu langsung terfokus ke arah seorang wanita yang nampak meringkuk memeluk hello Kitty jumbonya.Adrian tersenyum lembut.Ia segera menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.Pria itu melangkah menuju kamar mandi.Sepuluh menit membersihkan diri di kamar mandi,Adrian keluar dengan mengenakan handuk kimono putih.Adrian menoleh ke arah Dinda yang masih meringkuk.Adrian mendekati ranjang,lalu naik dan mendekat kan tubuhnya pada tubuh sang istri.Adrian hendak memeluk Adinda,namun Adinda menolaknya.


"Dinda....lihat aku" ucapnya.


Adinda tak bergeming.

__ADS_1


"Dinda.." ucapnya mulai tak suka.


"aku capek mas...aku mau istirahat" ucapnya pelan.


Adrian menghela nafas panjang.Ia kemudian merebahkan tubuhnya dengan lengan yang ia gunakan sebagai bantal.


Adinda tetap tak bergeming meskipun sebenarnya ia belum tidur.Air matanya sudah kering,ia seolah sudah tak sanggup lagi untuk menangis.


Malam pun berlalu tanpa ada perbincangan diantara keduanya.Adrian yang tengah berada di fase sulit,tak sedetikpun matanya terpejam hingga subuh menjelang.Laki laki itu bahkan tidak merubah posisinya hingga saat ini waktu menunjukkan jam empat pagi.Adrian sadar betul ia egois.Ia bukan hanya sudah merusak masa depan Adinda,tapi juga merusak mental wanita yang harusnya sedang bahagia bahagia nya menikmati masa remaja.Adinda yang polos,yang masih abu abu dalam menentukan sikap,dipaksa untuk jadi dewasa lebih dini karena ulah beja* dan egoisnya.Sungguh,Adrian ingin menebus semua dosa dosa nya pada Dinda.Tapi bagaimana caranya?apakah dia harus melepaskan Dinda?menceraikannya?lalu bagaimana dengan dirinya?


Adrian menatap punggung ringkih yang tertidur lelap membelakangi nya itu.Punggung milik wanita yang pernah ia siksa habis habisan hingga berujung koma dan keguguran.Sebelah tangannya tergerak membelai rambut panjang wanita itu.


"maaf Dinda...maaf...ini semua salahku" ucap Adrian lirih.


Adinda menggeliat,matanya perlahan mulai terbuka saat mendengar kumandang adzan subuh yang memecah sunyinya malam.Adinda menoleh ke arah sang suami.Ia kemudian bangkit,duduk di samping sang suami yang tak berubah posisinya sejak semalam.


"kamu nggak tidur semalaman?" tanya Adinda.


Adrian menatap dalam muka bantal itu.Ia kemudian tersenyum....


Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Adinda,lalu...


cup....


sebuah kecupan mendarat lembut di kening Adinda.Membuat wanita itu diam mematung.


"selamat pagi cantik...mandi gih..terus sholat....aku mau ke bawah bikin kopi" ucap Adrian lembut sambil mengusap lembut rambut Adinda.


Adrian pun turun dari ranjangnya lalu keluar dari kamar itu.


Adinda diam....


Adrian jadi baik lagi....


Adinda memejamkan matanya.Entahlah....dia pusing sendiri menghadapi suaminya itu....


Adinda pun segera mandi dan menjalankan tugasnya sebagai umat muslim.


06:00


Adinda turun menuju meja makan.Dilihatnya pria yang masih menggunakan kimono sejak tadi malam itu berdiri di depan pintu kaca yang menghadap ke arah kolam renang tersebut.Dengan secangkir kopi di tangannya,laki laki yang wajahnya masih nampak penuh memar itu menoleh saat mendengar suara hentakan kaki yang menuruni tangga.


Adrian tersenyum menatap Adinda,namun Adinda tak membalas.Dinda bergegas menuju dapur untuk membuatkan sarapan sang suami.


Adrian mendekat,ia menyandarkan tubuh besarnya pada bangku dapur di sana.


"aku akan mengantarmu pulang"


deggghhh.....


Adinda menoleh ke arah sang suami.

__ADS_1


...----------------...


BOLEH MINTA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH NYA....😍😍😍😍😍


__ADS_2