Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
98


__ADS_3

Siang menjelang....


Dinda bergegas menjemput Nabila ke sekolah barunya.Adinda yang baru selesai berjualan kue dengan berkeliling kampung itu segera menuju ke sekolah Nabila yang jaraknya tak terlalu jauh dengan keranjang kue yang masih bertengger di jok belakang motornya.


Lima menit perjalanan,motor matic itu sampai di sekolah dasar yang tak terlalu luas itu.Nabila belum keluar.Adinda memarkirkan motornya di samping pintu gerbang.Sedangkan ia tak beranjak dari sana,duduk di atas motor tersebut.


Adinda mengarahkan pandangannya ke arah sekumpulan ibu ibu nampak berbisik bisik sambil melirik ke arah Adinda.Yaa...lagi lagi,ia jadi bahan gunjingan.


Adinda mencoba cuek.Ia mengambil ponsel di tas selempangnya dan memainkannya untuk menghilangkan rasa jenuh nya menunggu Nabila keluar kelas.


Adinda menuju ke aplikasi Instagram nya.Sudah lama ia tak main instagram.


Adinda membelalakan matanya.Banyak sekali notifikasi masuk di sana.Ada ratusan bahkan ribuan termasuk beberapa DM disana.


Adinda mencoba membuka dan membacanya satu persatu.


Alangkah terkejut wanita itu saat melihat video penangkapan Adrian beberapa hari lalu tersebar luas di jagat maya.Katakanlah ia ketinggalan berita.Sudah satu minggu berita itu mencuat tapi Adinda baru mengetahuinya sekarang.


Sontak saja hal itu membuat akun Instagram wanita malang itu banjir DM dan mantion.


Ada yang memuji kacantikan paras Adinda,ada yang memuji kegigihan Adinda membela sang suami,namun tak sedikit pula yang mencibir dan menghujatnya lantaran di anggap durhaka karena melawan orang tua demi seorang penjahat.Ada pula yang mengatakan bahwa Dinda adalah salah satu simpanan Adrian lantaran laki laki itu ditangkap juga salah satunya adalah karena kasus perdagangan perempuan.


Adinda segera mematikan ponselnya.Ternyata bukan hanya di dunia nyata,di dunia maya pun ia kini jadi bulan bulanan para penghujat.


"ma...." suara itu sukses mengalihkan perhatian Adinda.Putri kecilnya menghampirinya dengan wajah lesu.


"kamu kenapa nak..." tanya Adinda.


Nabila hanya menggelengkan kepalanya.


"ayo kita jengukin papa ma...Nabil kangen papa" ucapnya.


Adinda menghela nafas panjang.Ia tahu betul bagaimana perasaan gadis kecil itu.


"ya udah...ayo naik..kita ketemu papa" ucapnya.


Nabila pun segera naik ke motor itu.Dengan cepat Adinda pun menjalankan motor tersebut menuju kantor polisi tempat sang suami di tahan.


Tak butuh waktu lama Dinda dan Nabila sampai di tempat yang dituju.Wanita cantik itu segera mengambil tas bekal yang berada di dalam keranjang kue Kemudian bergegas mendekati petugas jaga yang ada di sana.


"siang pak...saya mau ketemu suami saya" ucap Adinda.


Petugas itu mengernyitkan dahinya.


"Adrian?"


"iya..."


"lhoo....memangnya kamu nggak tau....suami kamu sudah dipindahkan kemarin malam..."


.


.

__ADS_1


.


.


degghhhh


Adinda mematung seketika.


"dipindahkan?kemana?" tanya Adinda kaget.


"di pindahkan ke ibu kota...kasusnya kan disana.Sebentar lagi dia akan menjalani sidang untuk menentukan masa hukuman untuk suami kamu."


Adinda memejamkan matanya.Apalagi ini...ia sudah cukup ikhlas di pisahkan dari suaminya berbatas jeruji besi.Tapi kini,suaminya dipindahkan ke kota besar yang jauh disana.


Adinda tak henti mengucap istigfar.Lagi lagi hatinya merasa perih.


"ma...." ucap Nabila dengan mata mengembun.


Adinda menatap sendu ke wajah gadis itu.Adinda kemudian duduk berjongkok di hadapan Nabila.Tangannya tergerak membelai rambut panjang Nabila.


"sabar ya nak..." ucapnya lirih dengan linangan air mata di pipinya.Ia memeluk gadis kecil itu.Hatinya terasa begitu remuk.Seolah ujian tak henti hentinya menerpa kehidupannya.


Adinda terus mengucap istigfar.Mencoba untuk memberi kekuatan pada dirinya sendiri juga Nabila.


...****************...


Ditempat lain......


Seorang pria berparas tampan dan berkulit putih mendatangi kantor polisi di kota besar itu.Dengan kacamata hitam yang bertengger di wajahnya,pria itu melangkah dengan pasti memasuki markas polisi tersebut.


"dengan tuan siapa?"


"Marco" ucapnya.


"baik...silahkan tungh6 sebentar tuan...kami akan segera membawa saudara Adrian menemui anda" ucap sang petugas jaga.


Marco kemudian masuk ke dalam ruang besuk tersebut.


Seorang sipir melangkah menuju sel tempat di mana Adrian dikurung.Pria tampan itu tampak menyedihkan dengan mata basah namun tak meneteskan air mata.Tangannya tak lepas memeluk buku panduan sholat dan juz amma pemberian Adinda.Ia begitu merindukan wanita itu.Pemindahannya yang secara tiba tiba membuatnya tak sempat berpamitan pada wanita cantik kesayangannya tersebut.


Sedang apa dia sekarang?Adinda pasti kebingungan saat mengetahui ia sudah tak ada disana.


"saudara Adrian...ada yang ingin bertemu.." ucap seorang sipir yang sukses membuat Adrian tersadar dari lamunannya.


"siapa?"


"namanya Marco" ucapnya.


Adrian menyipitkan matanya.Untuk apa Marco menemuinya.


"cepat bangun..!" hardik sang sipir saat Adrian masih tak bergerak dari tempat nya.Adrian menatap bengis ke arah sipir tersebut.Ia benci di bentak bentak seperti itu.Namun ia tak bisa melawan.Ia adalah napi yang segala gerak geriknya selalu diawasi.


Adrian bangkit.Ia pun berjalan menuju ruang besuk dengan malas.Dilihatnya disana,Marco duduk dangan tenang di salah satu kursi di ruang besuk tersebut.

__ADS_1


Adrian mendekat,ia duduk di sebuah kursi di hadapan Marco dengan meja berbentuk persegi panjang yang membatasi mereka.


"apa kabar Dri?" tanya Marco.


Adrian menatap sinis ke arah Marco.


"mau apa lo?" tanyanya dingin.


Marco tersenyum,


"gue cuma pengen jengukin lo aja"


"dari mana lo tau gue ada disini?"


"berita penangkapan lo udah tersebar Dri....termasuk pemindahan lo ke lapas ini....semua udah tau" ucap Marco.


Adrian mengarahkan pandangannya ke segala arah.


"gue kesini mau nawarin bantuan sama lo..." ucapnya


Adrian menatap datar ke arah Marco seolah menunggu pria itu untuk menyelesaikan ucapannya.


"gue akan sewain pengacara untuk bisa meringankan hukuman lo" ucap Marco.


Adrian tersenyum sinis.


"apa tujuan lo?"


Marco tersenyum...


"nggak ada.Tujuan gue cuma mau bantu lo sebagai teman."


"bulsyit..." ucap Adrian meremehkan.


"no....gue serius.Pertama gue pengen bantuin lo karena gue nganggep lo temen gue,yang kedua...gue mau bantuin lo karena gue tau diluar sana ada wanita yang hidupnya sudah terlalu menderita sedang menunggu kebebasan lo" ucap Marco .


Adrian menoleh ke arah Marco.


"gue tau lo dan Dinda saling mencintai sekarang.Dan gue yakin lo juga tau kalau Dinda sudah sangat menderita sekarang.Dan gue juga yakin...lo pasto ingin secepatnya ada di samping dia" ucapnya.


Adrian menundukkan kepalanya.Marco benar.Adinda sudah terlalu menderita.Ia harus segera bebas dan menemui wanita itu.


"kesalahan gue terlalu banyak Co...gue bahkan nggak yakin kalau gue masih bisa menghirup udara bebas."


Marco tersenyum..


"gue punya rencana......"


...----------------...


***JENG JENG JENG.......


BANG MARCO SUDAH DATANG......!!!APA RENCANANYA YA KIRA KIRA🤔🤔🤔🤔

__ADS_1


TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA***......


__ADS_2