Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
25


__ADS_3

Mobil mewah itu berhenti di sebuah rumah sakit besar....


Adrian turun dari mobilnya bersama Nabila yang kini nampak lebih bersih dan cantik di bandingkan penampilan sebelumnya.Ya....Adrian baru saja mengajak Nabila jalan jalan,membelikannya baju baju baru dan mainan serta menata penampilan bocah tujuh tahun ini agar terlihat lebih terawat.Adrian juga mengajak Nabila mampi4 ke rumah utama untuk bertemu sang kakek.Dan sungguh,tuan William sangat senang.Ia begitu bahagia saat bermain dengan Nabila.Entahlah.....Adrian pun juga merasa begitu bahagia bila melihat Nabila,ia seolah bisa mengobati kesedihan Adrian yang sedang menunggu kesembuhan Adinda.


"om....om....." ucap Nabila sambil menarik narik tangan Adrian.Sedangkan satu tangannya lagi memegang snack yang Adrian belikan tadi untuknya.


"iya nak...."


"aku boleh ikut om lihat tante cantik nggak?"


"tante cantik?"


"iya....istrinya om..."


Adrian tersenyum...


"boleh...."


"ye....asyikk......ayo om...cepetan om....aku mau lihat tante cantik..." ucapnya sambil menggandeng tangan Adrian.


Adrian pun hanya tersenyum dan menurut.


Tak butuh waktu lama,Adrian dan Nabila pun sampai di depan ruang ICU.


Romi dan seorang anak buahnya membungkuk memberikan hormat.


"tuan....."ucapnya.


Adriam tak menjawab,Nabila mendongak menatap kepada kedua pria dewasa yang menunduk saat ia lewat di depannya.


" om...om ganteng ini raja ya?"tanya nya polos.


Adrian terkekeh...


"bukan sayang...."


"trus...kok om om ini nunduk pas kita lewat,kayak ketemu raja aja..." ucapnya lagi.


Adrian hanya tersenyum.


"kita masuk ya...."


"iya om"


Adrian pun membuka pintu ruangan itu.


ceklekk....


"wooooaaaaaaahhhhhhh........" ucap Nabila kagum.Gadis kecil itu bahkan sudah membuka mulut dan membelalakkan matanya.


"ruangannya besar banget,bagus lagi!lebih besar dari rumahku."ucap Nabila kagum.


Adrian hanya tersenyum,ia mendekati Adinda yang masih tak sadarkan diri.Wajahnya berubah sendu,ia mendekat lalu mencium kening sang istri.Nabila mendekat...


" waaahhh....bener kan om..istri om cantik banget!pasti dia juga baik..."ucap Nabila.


Adrian hanya tersenyum.Ia kemudian duduk di kursi yang ada di samping Adinda.Ia menarik lembut tangan Nabila,membimbingnya agar duduk di pangkuannya.Nabila pun menurut.Nabila duduk di pangkuan laki laki itu sambil terus ngemil snack di tangannya.Adrian terseyum,satu tangannya tergerak merengkuh pinggang Nabila agat gadis kecil itu tidak jatuh,sedangkan satu tangannya lagi meraih punggung tangan sang istri dan mengusapnya lembut.


"om pasti sayang banget sama tante cantik "ucap Nabila.


" namanya tante Dinda sayang"


"ooooo......"ucap Nabila lagi,ia kemudian mengambil snacknya lagi lalu memakannya.


"aku tau...om pasti cinta kan sama tante Dinda,nggak kayak bapakku dulu.Dia jahat sama ibuk,dia selalu mukulin ibuk,bikin ibuk nangis,bikin ibuk berdarah darah,sampai ibuk meninggal gara gara dipukulin terus sama bapak....hikss...sekarang ibuk udah meninggal,bapak nyesel,dia tiap hari selalu bilang maaf,maaf sama foto ibuk...hiksss.....bapakku dulu jahat om...nggak kayak om..."

__ADS_1


.


.


.


degghhhh....


.


.


ucapan bocah itu berhasil menghantam batin Adrian.Ia seolah tersentil dengan ucapan polos gadis yang kini mulai terisak itu.Ia juga sejahat itu pada Adinda.Ia juga sekejam itu..!memukuli,menyiksa,bahkan berbuat kasar selayaknya binatang!


Adrian bergetar.Ia tak mau hal itu terjadi padanya.Ia tak mau kalau Adinda harus meninggal dulu baru ia menyesal.Adrian katakutan sendiri,matanya mulai mengembun,ia benar benar tidak siap jika harus kehilangan Adinda secepat ini.


"om...."ucap Nabila membuyarkan lamunan Adrian.


" tante Dinda sakit apa?"


Adrian diam sejenak,ia menghela nafas panjang...


"tante Dinda kehilangan dedek bayinya sayang..." ucap Adrian


Nabila nampak terdiam.


"kasian tante Dinda...tante Dinda pasti sedih..!" ucapnya lagi.


Nabila menatap wajah pria yang nampak pilu itu.Tangan mungilnya tergerak menyentuh dada bidang berbalut kemeja putih itu


"om yang sabar ya....banyak banyak berdoa sama Allah....tante Dinda pasti cepet sembuh..." ucapnya.


Adrian tersenyum...


"makasih sayang..." ucapnya pelan.


...****************...


Remaja itu tengah sibuk dengan laptopnya.Di dalam kamar yang penuh dengan pernak pernik sepak bola khas kamar seorang laki laki muda.Ia terus menatap tajam


pada layar laptopnya yang menampilkan sebuah artikel berita tentang sosok model Adrian Tama yang tengah kalang kabut di rumah sakit sambil membopong tubuh seorang wanita.


Ya....berita itu sudah ada sejak seminggu yang lalu saat Adrian membawa Adinda ke rumah sakit,namun berita itu berhasil di take down oleh orang orang Adrian.Tapi entah bagaimana ceritanya Joddy bisa menemukan artikel itu.Entahlah.....remaja satu itu memang unik.


Joddy mengangkat satu sudut bibirnya,


"akhirnya....ketemu juga kalian..." ucapnya.


...****************...


22.00


Pria bernetra hijau itu berjalan menyusuri lorong rumah sakit .Ia baru saja sampai setelah pergi mengunjungi sang kakek.Adrian berjalan dengan langkah lebar,tiba tiba....


"selamat malam....Adrian Tama...."


Suara itu berhasil menarik perhatian Adrian,ia kemudian menoleh ke arah seorang laki laki yang berdiri bersandar dengan menggunakan kaos hitam,jeans biru muda serta sebuah topi yang bertengger di atas kepalanya.



"kau..!" ucapnya dingin.


Joddy tersenyum sinis,lalu mendekati laki laki itu.


"mau apa kau kesini?"

__ADS_1


"gue mau ketemu Adinda..dia ada di sini kan?"


Adrian menatap tajam pada pria yang usianya jauh di bawahnya itu.


"pergi...." ucapnya dingin.


"kenapa?lo nggak mau gue ketemu sama istri lo?"


Adrian kaget,namun ia masih bisa mengontrol mimik wajahnya.


Darimana bocah ini tau tentang Adinda?


Joddy menyeringai...


"kenapa?kaget?"tanyanya.


Adrian mengeluarkan senyuman iblisnya...


" pergilah anak kecil....tempat mu bukan disini...!"ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan Joddy.


Meskipun Joddy tak sepenuhnya yakin Adinda adalah istri Adrian,tapi dalam artikel berita yang ia temukan tertulis bahwa Adrian nampak kacau sambil berteriak "tolong istri saya"...??itu yang membuat Joddy berani menyimpulkan,bahwa ternyata sikap posesif Adrian yang berlebihan itu tidak lain adalah karena rasa cemburu.Rasa cemburu seorang suami pada istrinya.


Joddy tersenyum,ada rasa puas disana karena akhirnya ia bisa memecahkan teka teki itu.Namun ada juga kekecewaan,saat ia tahu bahwa ternyata wanita cantik itu sudah bersuami.Hmmmhh....sudahlah.....dia mencintai istri orang.


Sementara itu,


Pria bernetra hijau itu sudah sampai di depan pintu ICU,seperti biasa,Romi dan seorang anak buahnya membungkuk memberi salam pada sang bos mafia namun tak di tanggapi oleh pria beristri itu.


ceklek....


pintu terbuka....


" mas....."suara lirih itu berhasil menarik perhatian Adrian yang baru saja sampai...


"Dinda....."




..........


...----------------...


***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏


JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰


JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....


WANITA TANPA MAHKOTA


👇👇👇👇***







__ADS_1


***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰


TERIMA KASIH😍😍😍😍***


__ADS_2