
Adrian dan Dinda berada di dalam taxi online yang akan mengantar mereka kembali ke rumah sakit.Tak seperti biasanya,keduanya hanya saling diam.Tak ada pembicaraan apapun.Kedua anak manusia itu seolah tengah hanyut dalam pikiran mereka masing masing.Adinda meremas ujung hijabnya,perkataan Evan di akhir pertemuan mereka barusan sukses membuat Adinda kepikiran.Mereka belum aman.Belum sepenuhnya aman.Masih ada orang orang yang mengintai keluarga mereka.
Sedangkan Adrian,lagi lagi...pria itu kembali larut dalam penyesalannya.Ini semua salahnya.Ini semua dosanya.Tapi sangat menyakitkan saat ia ingin berubah namun karma hidup seolah datang tiada henti.Dan yang lebih memilukan baginya,semua itu menyeret keluarga nya.Orang orang tersayangnya.
Adrian menyandarkan kepalanya pada sandaran jok belakang taxi tersebut.Ia memejamkan matanya sambil memijit pelipisnya.Adrian menoleh ke arah Adinda yang diam sedari tadi.
"Din...."
Adinda tak menjawab.
"Adinda..." ucapnya sambil menyentuh pundak sang istri membuat wanita itu terjingkat kaget.
"kamu kenapa?" tanyanya.
Adinda tak menjawab,ia hanya menunduk...
"Din...." ucap Adrian lagi.
Adinda menghela nafas panjang.Ia mengangkat kepalanya lalu tersenyum ke arah sang suami.
"aku nggak apa apa mas..." jawabnya.
"aku nggak suka dibohongi Dinda..."
Adinda kembali menunduk,sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tak tumpah di depan suaminya.
"kamu menyesal?" tanya Adrian membuat Adinda reflek mendongak menatap Adrian.
"kamu menyesal memilih aku sebagai suamimu..?"
"kamu ngomong apa?"
"kamu menyesal karena sekarang hidup kamu nggak tenang semenjak menikah sama aku?" tanya Adrian lagi.
"maass....."
"masa laluku kelam Din...hidupku penuh dengan dosa.."
Adinda menghela nafas panjang,ia menggeser tubuhnya mendekat ke arah Adrian.Ia kemudian merebahkan kepalanya di dada bidang laki laki tersayangnya itu.
"mas.....saat aku memutuskan untuk menjadi istri kamu aku udah tau kalau hal hal semacam ini pasti akan terjadi.Musuh musuh kamu,masalah masalah kamu di masa lalu,semua itu nggak akan bisa hilang begitu aja mas....aku sadar itu.Aku nggak masalah mas...asal kamu selalu ada di samping aku dan anak anak kita nanti..."
Adrian menggerakkan tangannya mengusap lembut rambut panjang Adinda.
"mas...."
"ya..."
"kata kata laki laki tadi bikin aku kepikiran mas..."
"yang mana?"
Adinda mendongak,
"tentang anaknya James..." ucapnya.
Adrian menghela nafas panjang.
"aku pernah bilang kan Din....kalau James itu punya dua anak dari dua istri yanv berbeda.Anak keduanya udah pergi nggak tau kemana sama ibunya,karena istri keduanya itu memilih untuk bercerai dari James,sedangkan istri kedua tewas saat penggerebekan genk Diavolo,dan anak pertamanya terjun ke laut..." ucap Adrian.
"kita nggak tau...anak James yang mana yang laki laki tadi maksud kan?"
"bisa aja dia cuma bohong...buat nakut nakutin kita..." ucap Adrian.
"nggak usah dipikirin Din...kamu harus jaga kesehatan kamu...ada bayi dalam perut kamu sekarang..."
__ADS_1
"aku khawatir aja mas...." ucapnya.
Adrian mengecup pucuk kepala Adinda.
"aku akan jaga kamu dan anak anak kita sepenuh jiwaku Din...." ucapnya.
Adinda tersenyum,ia kembali merebahkan tubuhnya pada dada bidang Adrian.Laki laki itu pun memeluk sang istri dengan erat.
...****************...
Sekitar tiga puluh menit perjalanan,
Keduanya sampai kembali di rumah sakit tempat sang ibunda dirawat.Sepasang suami istri itu berjalan beriringan menuju ruang ICU tempat sang ibu terbaring lemah.Samar samar dari ujung koridor rumah sakit dilihatnya Joddy tengah berjalan mondar mandir di depan pintu ICU,sedangkan Chika duduk di kursi tunggu sambil menunduk menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Adrian mengernyitkan dahinya,begitu juga Adinda.
"kok mereka diluar?" tanya Adinda.
Jantung Adrian berdetak lebih cepat.Pikirannya sudah melayang kemana mana.
Adrian berlari mendekati kedua anak manusia disana,Adinda pun mengikuti nya dari belakang.
"kalian ngapain diluar?mama sama siapa di dalam?" tanya Adrian.
Joddy dan Chika saling pandang.Wanita tomboy yang berhijab itu kemudian bangkit dari duduknya.
Adinda datang...
"kalian kenapa diluar Chik,Jod?" tanya Adinda.
"Din....hiks...." ucap Chika.
"kamu kenapa?" tanya Adinda khawatir.
"ibuk tadi kejang kejang....sekarang dokter ada di dalam lagi meriksa kondisi ibuk....hikss..." ucap Chika sambil menangis.
degghhh....
Adrian terdiam.Dadanya kembali sesak.Ia kembali menjadi Adrian yang setengah linglung.Ada apa lagi ini?apa yang terjadi pada ibunya?
Adinda mendekati suaminya itu....
"kita duduk dulu mas..." ucap Adinda lembut.
"mama kenapa Din?" tanyanya
"duduk dulu ya...kita berdoa sambil nungguin dokternya selesai meriksa ibuk..." ucap Adinda mencoba untuk tetap tenang.
Adrian menurut,ia duduk di kursi tunggu bersama Adinda di sampingnya.Namun raut wajah cemas jelas tergambar dari wajah tampannya.
Jari jari tangannya terus bergerak,mulut nya bergerak lembut mengucap dzikir dengan lirih.Sesuatu yang tak pernah Adrian lakukan sebelumnya.
Adinda tersenyum,sungguh...laki laki itu benar benar sudah sangat berubah.
Cukup lama mereka menunggu di depan ruang ICU...tiba tiba....
ceklekk....
pintu dibuka dari dalam.Seorang dokter yang sejak kemarin menangani bu Ela keluar dari dalam ruang ICU dengan raut wajah lesu.
Ke empat anak manusia yang ada disana pun mendekati sang dokter.
"gimana keadaan ibu saya dok?" tanya Adinda.
Sang dokter menghela nafas panjang....
__ADS_1
"saya minta maaf mbak....luka di kepala ibu anda cukup parah....kami tidak bisa berbuat banyak...."
Adrian memdekat.Ia mencengkeram kerah baju sang dokter dengan kasar.
"maksudmu apa?!selamatkan mamaku..!!" ucapnya dengan nafas yang memburu.
"maaf tuan....kami sudah berusaha...tapi Tuhan berkehendak lain....ibu anda tidak tertolong..." ucap sang dokter.
duuuaaarr......
tangis pecah...
Chika berlari ke dalam ruang ICU dengan tangis histeris.Adinda yang kalut pun ikut masuk menyusul sang sahabat.Keduanya menangis meraung raung memeluk tubuh ringkih yang sudah tak bernyawa itu.Mereka menyayangi wanita itu seperti ibu mereka sendiri.Keduanya larut dalam tangis.
Sementara diluar ruangan....
Laki laki itu....
pria yang terlahir dari rahim seoranh Bertha Gabriela Tama...
laki laki itu merosot.Air mata jatuh deras tak tertahan.Dadanya begitu sesak bahkan untuk bernafas pun seolah terasa begitu sulit.Adrian mencengkeram rambutnya dan menariknya kuat.
Menyesal......saangat menyesal.
Betapa bodohnya ia.Betapa angkuh dan egoisnya ia.Tak pernah mengucap maaf pada wanita tua itu bahkan hingga akhir hayatnya.
"maaaaaaaaaaaaa,......." suara pilu nan menyayat hati.Ardrian jatuh meringkuk di lantai marmer itu sambil memukul mukul dirinya sendiri.
"mamaaaaaaa......!!"
lagi.....hanya itu yang terus ia ucapkan.Sungguh....penyesalan yang teramat besar dalam hidupnya.Ia menyia nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mengabdi pada sang ibunda.Bahkan makian dan bentakan terus ia layangkan pada sang ibu bahkan hingga mendekati ajalnya
Adrian menyesal,sangat menyesal.Ia tak henti memukuli dirinya sendiri meratapi kebodohannya yang sudah terlanjur.
Joddy mendekat.Ia meraih tubuh tegap itu,mencoba mengajaknya bangkit.
"bangun Dri...jangan kayak gini..."
"mamaaaaaaa....!!"
Adrian kembali mencoba menyakiti dirinya sendiri.
"Adrian stop..!!jangan kayak gini..!!"
"dia nyokap gue...!!harusnya gue yang mat* bukan dia...!!!!"
Joddy terus mencoba mengangkat tubuh Adrian,namun laki laki itu seolah kaku.Ia benci dirinya sendiri.Ia benci akan kebodohannya.
Adinda dengan air mata yang banjir keluar dari ruang ICU.
Dilihatnya sang suami yang histeris meringkuk di atas lantai marmerr sambil terus memukuli dirinya sendiri.
"astagfirullah haladzim mas...!!" pekik Adinda.
Ia segera mendekati Adrian.Diraihnya tubuh besar itu dan memeluknya.
"istigfar sayang...astagfirullah haladzim....istigfar mas..." bisik Adinda tepat di telinga Adrian yang masih histeris memanggil manggil nama sang mama.
"astagfirullah haladzim...istigfar mas...." ucap Adinda membimbing sang suami.
Adrian menangis pilu dalam dekapan tubuh sang istri.Ia menangis sejadi jadinya dalam pangkuan Adinda.Meratapi semua dosa dosanya pada sang ibunda yang kini telah terbujur kaku tak bernyawa.
...----------------...
***UDAH CRAZY UP PEMIRSA....
__ADS_1
YUKKK DIRAMAIKAN...BIAR AKU SEMANGAT....🥰🥰🥰🥰***