
Mobil hitam yang dikendarai Adrian sudah sampai di sebuah pantai yang tak terlalu ramai.Disana sudah ada Marco dan rombongan yang sudah sampai terlebih dulu.
Adrian dan keluarga turun dari mobil yang ia parkirkan tak jauh dari bibir pantai.
Pria berkacamata hitam itu kemudian melepas benda yang sedari tadi membingkai matanya,ia lantas mengedarkan pandangannya ke segala arah mengamati suasana sekitar pantai yang terlihat lengang.
"kok pantai nya sepi pa....?" tanya Nabila.
"iya sayang...pantai ini emang masih jarang di kunjungi orang,jadi masih asri,masih bersih...." ucapnya.
Adinda ikut mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Tak ada satu pengunjung pun,hanya ada mereka di sana.Warung warung pun juga masih jarang,padahal letak pantai tersebut tak jauh dari pemukiman warga.
"sepi banget mas...suasananya juga rada serem..." ucap Adinda.
Adrian tersenyum...
"mau gimana lagi....ini pantai terdekat dari tempat tinggal kita...." ucap Adrian.
Laki laki itu merangkul pundak sang istri lalu mencium pipinya singkat.
"dah lah....di bawa happy aja sayang..." ucapnya.
Adinda tersenyum.
"iya mas..." jawabnya.
Marco Naya mendekat,di belakang nya ada Chika dan Joddy yang sepanjang perjalanan hingga kini sudah sampai di tempat tujuan tak henti bercanda riang.
"keren sih tempat nya...masih alami..." ucap pria berkulit putih itu.
"ya....seperti yang lo liat..." ucapnya.
Nabila menarik narik ujung kaos hitam Adrian.
"papa....ayo pa....main ke sana pa....." rengeknya.
"iya.....iya.....ayook...." jawabnya.
Rombongan yang berbahagia itupun memulai aktifitasnya bermain main di wilayah perbatasan antara darat dan laut tersebut.
Semua terlihat begitu asyik.
Adrian Adinda dan Nabila nampak bahagia bermain air di sana.Tak jarang Adrian nampak menggendong sang putri naik ke pundak nya dan membawanya lebih mendekat ke tengah laut.Ia seolah ingin mengajarkan sang putri untuk berani menghadapi lautan dan ombak.Ia ingin mengajarkan pada Nabila untuk menjadi wanita yang tak memiliki rasa takut pada apapun dan pada siapapun,selain Tuhan.
Sementara itu,sepasang anak manusia yang saling dimabuk cinta itu kini tengah asyik berlarian,kejar kejaran ke sana kemari sambil menikmati deburan ombak yang tak terlalu tinggi itu.Sudahlah....dunia serasa milik berdua kalau lagi jatuh cinta mah...
Sementara bu Ela....wanita itu hanya memilih duduk di sebuah tikar yang ia bawa dari rumah dengan beberapa makanan yang ada di samping nya.Sesekali seutas senyuman dan tawa bahagia terbentuk dari bibirnya menyaksikan kebahagiaan sang putra dengan keluarga kecilnya.
Sedangkan....
Tak jauh dari mereka,sepasang anak manusia yang masih terlihat canggung itu kini kembali memulai obrolan ringan namun serius diantara keduanya.
Duduk di tepi pantai berdua,bersandingan,keduanya nampak larut dalam obrolan yang sebelumnya sudah terjadi di mobil namun terpotong oleh kedatangan Chika Joddy dari minimarket.
Dengan balutan gamis abu abu panjangnya,Naya duduk di samping Marco,diatas pasir putih yang basah,membiarkan pakaian muslimahnya basah terkena deburan ombak yang sesekali mendekat.
"Nay...." ucap pria berkulit putih dengan kacamata hitam yang masih bertengger membingkai hidungnya itu.
"iya mas...."
"gimana?"
"apanya?"
"pertanyaanku di mobil tadi...kamu belum jawab loh..." ucapnya.
Naya tersenyum,ia kembali menundukkan pandangannya.
"aku serius sama ucapanku Nay...." ucapnya lagi
"aku tau mas..." jawab Naya.
"tapi maaf....untuk hal seperti itu...aku belum terfikir sampai kesana..." ucap wanita cantik itu.
"aku masih punya cita cita mas...aku juga masih pengen kuliah..." ucapnya.
"kamu nolak untuk aku khitbah?"
"bukan...bukan gitu mas....cuma mungkin waktunya belum tepat aja..." ucap Naya.
Wanita itu memberanikan diri menoleh ke arah Marco.
"kita jalani dulu mas...biarkan semua mengalir seperti yang seharusnya...."
__ADS_1
"kalau memang kita berjodoh...Allah pasti akan mempersatukan kita..." ucapnya.
Marco menatap dalam wajah wanita cantik itu.Ya ...lagi lagi ia harus menahan hasratnya untuk memilik Naya.Faktor usia sang wanita juga menjadi alasan untuk tertundanya hubungan yang lebih serius.Naya masih sangat muda.Masa depannya masih panjang.
Marco menghela nafas panjang...
ia kemudian mengangguk....
"ya...aku tau....aku paham Nay..." ucapnya.
"aku akan tunggu kamu...aku akan buktikan kalau aku serius,aku serius untuk bisa jadi imam dalam kehidupan kamu nantinya" ucap Marco tulus.
Naya tersenyum di balik wajahnya yang terus tertunduk.
"makasih mas...." ucapnya.
Keduanya pun tersenyum.Mereka pun kembali larut dalam obrolan santai mereka sambil menikmati deburan ombak pantai yang cukup tenang itu
......................
Kembali pada keluarga kecil Adrian....
Kini ketiga anak manusia yang tak sedarah itu tengah sibuk membuat istana pasir di tepi pantai.Nabila nampak begitu bahagia.Tawa riang tak henti keluar dari mulut mungil gadis belia berusia delapan tahun itu.Rambutnya sudah basah.Apalagi pakaiannya,namun hal itu tak mengurangi kebahagiaannya.
Nabila masih sibuk membuat istana pasirnya,dibantu Adinda.Sebuah istana yang lebih mirip goa atau gorong gorong....lantaran bentuknya yang tak karu karuan
"papa...."
"hmmm...." jawab Adrian yang tiduran di pasir dalam posisi tengkurap.
"nanti kita main voli pantai ya..."
"emang kamu bisa?"
"bisa lah...ntar kita satu tim..kita lawan om Marco sama om Joddy ...oke papa???" tanya Nabila dengan raut wajah yang begitu menggemaskan.
"boleeeehh....apapun yang tuan putri Nabila mau pasti papa turutin.." ucapnya
Nabila bersorak sorai sambil tepuk tangan.Ia memdekat,meraih kepala sang papa lalu menciumi pipinya
"makasih papa...."ucapnya.
Nabila pun kembali bermain dengan pasirnya.
Adrian mengubah posisi tubuhnya.Ia bangkit lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah.Entahlah...sedari tadi ia merasa ada yang mengawasi pergerakannya.Tapi siapa dan dimana ia tak tau.Hanya saja instingnya sebagai mantan penjahat tak bisa dibohongi.Ia seolah sudah sangat peka pada hal hal demikian.
" ada apa mas?"tanya Adinda.
Adrian menunduk menatap wajah istri cantiknya itu.Ia kemudian tersenyum.
"nggak...nggak ada apa apa...lanjutin aja mainnya.." ucapnya.
Adinda hanya menurut.
Adrian dengan kaos hitam yang sudah basah itu menggerakkan tangannya melepas kaos hitam yang sedari tadi membungkus tubuh tegapnya itu dengan santainya.Memperlihatkan bentuk badannya yang atletis serta beberapa tato yang menghiasinya.
"woooww....astagfirullah haladzim...apik..(keren)" celetuk Chika spontan yang duduk berdampingan dengan Joddy tak jauh dari tempat Adrian berdiri.
Sontak saja Joddy pun menoleh ke arah wanita itu.
"ngomong apa lo?" tanya nya kesal.
"hahh?" ucap Chika setengah sadar.Ia masih wanita normal yang punya sisi petakilan.Melihat pemandangan seindah itu cukup membuat matanya terbelalak kagum
Chika menoleh ke arah sang pacar yang nampak kesal.
"nggak kok..."
"nggak apa?"
"nggak apa apa..."
"liatin apa...?"
"mas Adrian....eh...maksudnya pantai....pantai nya keren..." ucapnya.
Joddy terlihat kesal.Ia kemudian bangkit dengan raut wajah yang ditekuk.
Chika pun ikut bangkit.
"mau kemana...?"
Joddy tak menjawab.Ia berjalan maju melewati Adrian.Namun saat melewati suami Adinda itu tiba tiba ia reflek meraih pasir dan melemparnya ke tubuh polos Adrian yang tau apa apa itu dengan kesalnya..
__ADS_1
Sontak saja,Adrian dibuat kaget oleh ulah Joddy itu.Begitu juga Dinda,Nabila dan Chika.
"anj**t...!ngapain lo...?!!" ucapnya kesal.
"aurat...!!mata lo bu*a...!!lo nggak liat di sini banyak cewek berhijab...!!" ucapnya kesal.
"apaan sih lo...!!gue udah diem ya dari kemarin...lo jangan mancing emosi gue...!"
Joddy belum puas.Ia meraih bola pantai yang ada di samping Adinda lalu melemparnya ke arah Adrian hingga mengenai tubuhnya dan mental entah kemana.
"ba*ot lu...!"
"anj*ng...!!"
Keduanya mulai terpancing emosi.Mereka saling dorong dengan adu dada membuat suasana semakin panas
Dinda dan Chika bangkit.Mereka menarik tubuh lelaki mereka masing masing sebelum terjadi ado jotos disana.
"mas...udah.."
"dia yang mulai Din.." ucapnya kesal sambil menunjuk nunjuk wajah Joddy.
"lo yang mulai..!"
"apa lo...!
" apa...!sini lo maju...!"
Kedua laki laki itu terus saling serang lewat mulut.Adinda menarik tubuh Adrian menjauh dari Joddy,begitupun Chika.Ia membawa Joddy pergi menjauh dari amukan Adrian.
Nabila yang menyaksikan adegan itupun menggelengkan kepalanya.Gadis kecil itu bangkit.Ia mengarahkan pandangannya ke segala arah mencari bola pantai yang tadi sempat terpental entah kemana.Ia ingin melakukan voli pantai nanti.Kalau sampai bolanya hilang...nggak jadi dong voli pantainya.
Nabila terus mengedarkan pandangannya.Hingga...
Dilihatnya bola tersebut berada di disana.Sedikit jauh dari tempatnya berdiri.Di dekat pohon kelapa tumbang,disamping seseorang berhoodie yang nampak menunduk hingga tak terlihat wajahnya.
Nabila berlari ke arah bola itu.
Setelah dekat.
Dilihatnya seorang yang seperti nya remaja laki laki jika dilihat dari postur tubunya.Ia duduk di batang pohon kelapa yang tumbang dengan wajah tertunduk,sedangkan satu kaki nya menginjak menahan bola voli milik keluarga Nabila.
"misi kak...mau ambil bolaku..." ucap Nabila dengan suara cemprengnya
Remaja itu tak menjawab.
"permisi kak....yang di kaki kakak itu bola ku..." ucapnya lagi.
Masih tak menjawab.
Nabila bergerak mendekati remaja itu.Tangan mungilnya ia angkat berniat untuk menyentuh pundak sang remaja,barangkali remaja itu tak mendengar,pikirnya.Namun tiba tiba.....
baru saja tangannya hendak menyentuh pundak sang remaja,remaja itu sudah terlebih dulu bangkit.Nabila mundur,ia mendongak menatap wajah sang remaja.Dan...
Tatapan mereka bertemu.
Nabila memiringkan kepalanya mengamati wajah remaja pria yang terpaut usia sekitar lima tahunan lebih tua darinya tersebut.Nabila memfokuskan penglihatannya pada netra biru milik sang remaja.Entahlah....seperti ada sesuatu disana.Nabila terus fokus.Hanya fokus pada matanya,tidak yang lainnya.Sedang kan remaja itu....
Api berkobar hebat dalam dadanya.Berani beraninya mereka menginjakkan kakinya di di tanah yang ia tempati.Sedari tadi ia tak lepas mengamati pergerakan para anak manusia di pinggir pantai sana.Ia muak.Ia benci.Mereka berbahagia dan tertawa lepas di atas penderitaannya.Mereka tak boleh bahagia.Mereka harus menderita sama seperti dirinya.Harus...!!!
"Nabila.....!!"
Suara itu sayuk sayuk terdengar bersahutan dengan suaraa deburan ombak disana.Nabila menoleh ke arah sumber suara.Dilihat nya sang nenek melambai lambaikan tangannya padanya.
"makan dulu...!!!" ucap Bu Ela.
"iya neeekkk...." ucap Nabila setengah teriak.Nabila berbalik badan.Namun......
"kakak tadi kemana?" monolognya.
Nabila mengedarkan pandangannya ke segala arah.Mencari sosok remaja yang tadi berdiri di hadapannya.Kemana perginya manusia itu.Kenapa tiba tiba hilang?cepat sekali perginya....
Nabila mengangkat bahunya.Entahlah....biarkan saja.Bukan urusan dia juga.Gadis itu kemudian mengambil bolanya lalu berlari menghampiri neneknya yanv sudah menunggu dirinya di sana.
...----------------...
Selamat pagiii.....
***JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA YA...
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA
YUKKK....SILENT READERS....JANGAN HANYA BACA...KLIK JUGA LIKE NYA...
__ADS_1
SATU LIKE PUN ITU BERARTI SEKALI BUAT AUTHORNYA....
APALAGI KALAU DI KOMEN,DI VOTE DAN DI KASIH HADIAH🥰🥰🥰🥰🥰***