
Tiga hari kemudian....
Malam mulai mengambil alih dunia.Seorang wanita tengah meringkuk di atas sajadahnya sambil memeluk kitab suci yang baru saja selesai ia baca.Air matanya luruh,membasahi sajadah coklat yang menjadi alasnya menyembah sang Maha Pencipta.
"kamu lagi apa mas sekarang?" gumam nya sambil memeluk erat kitab berisi ayat ayat Allah itu.
"andai kamu nggak sejahat itu sama aku mas....aku pasti akan pulang" ucapnya lagi.
"aku takut....hiks....aku takut untuk mengabdi sebagai istri yang baik untuk kamu mas..." lirihnya dengan air mata yang mulai luruh.
Adinda kembali sesenggukan.Sungguh,ia sadar ia salah sudah pergi dari suaminya selama kurang lebih tiga hari ini tanpa ijin.Jauh dari dalam lubuk hatinya ia ingin pulang,namun rasa takut mengalahkan segalanya.Ia belum siap bertemu laki laki itu.Laki laki yang bisa berubah ubah sifatnya hanya dalam hitungan detik.Laki laki yang tidak pernah bisa di tebak jalan pikiran nya.
Walau bagaimanapun pria psychopath itu adalah suaminya.Suami sah secara agama.Adinda menangis lagi.Nyatanya menjauh dari Adrian selama tiga hari tak cukup untuk menyembuhkan luka dan traumanya.Adinda semakin memeluk erat kitab suci itu.Kitab yang selalu menjadi penenangnya selama ini.
Sementara di tempat lain di waktu yang sama...
Laki laki bernetra hijau itu nampak semakin kacau.Sejak sore hingga kini waktu sudah hampir malam laki laki itu tak beranjak dari balkon kamarnya.Dengan ditemani botol botol alkohol yang sebagian sudah kosong,Adrian sesekali tersenyum miris sambil memainkan boneka hello Kitty milik sang istri yang berada di pangkuan nya.Sungguh,laki laki itu tak pernah se kacau ini.Ia,sang perusak puluhan bahkan mungkin ratusan wanita itu kini seolah telah menanggung karmanya.Ia dibuat gila oleh satu wanita yang secara perlahan mulai menguasai pikiran nya.
"kamu dimana Dinda....pulang sayang..." ucapnya sambil mengusap usap hello Kitty yang ada di pangkuan nya.
"DINDAAAAAA......!!!!!!!" Adrian berteriak pilu.Ia seolah tak tahu lagi kemana harus mencari sang istri.Ia benar benar frustasi.Laki laki itu menangis memeluk boneka kucing kesayangan Adinda.Setengah mati ia merindukan wanita itu.Dimana dia?apa dia baik baik saja?.
...****************...
Pagi menjelang....
Wanita itu tengah bersiap dengan seragam sekolahnya yang dibelikan oleh Joddy.Setelah tiga hari sembunyi,wanita itu memutuskan untuk kembali masuk sekolah.Sebenarnya Joddy sudah melarangnya lantaran selama tiga hari ini Adrian selalu stay di sekolah setiap jam masuk dan pulang sekolah.Tapi Adinda tetap ngeyel.Ia tak mungkin terus terusan merepotkan Joddy dan Marco.
06:15
Adinda dan Joddy bersiap berangkat menggunakan motor milik Joddy.
"kamu yakin sekolah hari ini Din?" tanya Marco yang mengantar mereka ke depan pintu.
"iya mas....saya udah terlalu sering nggak masuk sekolah" ucap Dinda.
"ini terlalu beresiko Din,Adrian bisa nemuin lo" ucap Joddy.
"trus aku harus sampai kapan sembunyi Jod?" ucap Dinda putus asa.
Joddy menghela nafas,ia sadar betul,wanita ini sudah bersuami.Ia tak punya hak menahan Adinda untuk terus ada di sampingnya.Meskipun dalam hatinya ia tak rela jika harus membiarkan Adinda kembali pada pria gila itu.
"ya udah...kalian berangkat deh....keburu macet ntar" ucap Marco
"iya bang" ucap Joddy.
Joddy meraih punggung tangan sang kakak lalu menciumnya.
"assalamu'alaikum"
"wa alaikum salam"
Kedua siswa siswi SMA itupun berangkat menuju sekolah.Dengan kecepatan sedang,motor itu melesat menembus jalanan ibu kota yang belum terlalu padat.
Sekitar sepuluh menit,motor itu pun sampai di sekolah tempat mereka menuntut ilmu.Dari jauh Adinda dan Joddy sudah bisa melihat sebuah Ferrari merah yang terparkir di depan gerbang dengan seorang laki-laki yang nampak semrawut berdiri menyandarkan tubuhnya di badan mobil mewah tersebut.Adinda gemetar.Padahal ia sudah mempersiapkan dirinya sejak kemarin untuk menghadapi situasi ini.Tapi tetap saja wanita itu merasa takut saat melihat sang suami yang kini mulai menyadari kehadirannya.
Adrian menegakan tubuhnya.Itu dia...Adinda....istrinya yang ia cari cari selama tiga hari ini.Motor itu memasuki area sekolah.Adinda yang dibonceng Joddy hanya menunduk tak mau menatap sang suami saat motor itu melintas di depan Adrian.Adrian berlari mengejar motor itu hingga ke parkiran.Adinda dan Joddy dengan cepat turun dan melepas helm mereka.Joddy segera menarik tangan Adinda untuk masuk ke dalam kelas dan menjauh dari Adrian yang mulai mendekat,namun....
seeetttt....
__ADS_1
Adrian yang sudah tiba itu menarik sebelah tangan Adinda,membuat langkah Joddy dan Dinda terhenti.
"Dinda" ucap Adrian.
Adinda menunduk,ia berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya tanpa berucap sepatah katapun.
"Dinda kamu kemana aja?aku nyari kamu..." ucap Adrian lirih sambil terus menatap wajah sang istri yanga menunduk.
Adinda tak menjawab.
"Dinda jangan diem aja...kita pulang ya..." ucapnya lagi.
Adinda masih tak bergeming,ia terus berusaha melepaskan tangannya dari sang suami.
"Dinda..!" ucapnya mulai tak sabar.
"kalau nggak mau jangan dipaksa bro...!" ucap Joddy sambil menarik lengan Adinda yang di pegang erat oleh Adrian hingga terlepas.Joddy menarik tubuh Adinda agar bersembunyi di balik tubuhnya.Remaja itu berdiri menatap angkuh laki-laki bernetra hijau itu.
Adrian merubah mimik wajahnya menjadi garang.Aura iblis menyeruak dari dalam dirinya.Jadi selama ini bocah tengik ini yang menyembunyikan istrinya.Kurang *jar..!
"minggir" ucapnya dengan gigi yang mengetat.
"kalau gue nggak mau?"
"jangan ikut campur urusan orang lain anak kecil...!"
"gue bukan ikut campur...!gue cuma melindungi wanita malang yang udah dibuang oleh suaminya sendiri..!" ucap Joddy menantang.
"Jod...udah...ayo masuk" ucap Adinda lirih di balik punggung Joddy.
Adrian menyeringai...
Joddy naik darah,ia mencengkeram kerah baju Adrian,menatap bengis ke arah pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya itu.
"jaga mulut lo ya...!gue emang nyembunyiin Dinda dari lo...!karena apa?karena gue nggak rela,perempuan se baik Dinda harus tinggal serumah sama psychopath sinting kek lo...!!" ucap Joddy menggebu gebu.Sungguh,ucapan Adrian membuatnya ingin sekali menghajar pria itu saat ini juga.
Adrian menepis tangan Joddy.
Pria itu kemudian menarik tangan Dinda yang ada di belakang Joddy.
"pulang..."
"nggak mau..." ucap Dinda sambil menangis.
"pulang...!!!" bentaknya.
Joddy mendorong laki laki itu.
"gue udah bilang jangan paksa dia..!"bentaknya.
" bang***...!"
buugghhh...
sebuah pukulan mendarat di pipi Joddy membuat remaja itu tersungkur.
"Joddy...!!!" pekik Adinda.
Ia hendak mendekati Joddy yang tergeletak,namun Adrian menarik tangan mungil.
__ADS_1
"pulang!"
"aku nggak mau!" ucap Adinda histeris sambil meronta minta dilepaskan.
"kamu mau melawanku...?!"
"lepas...!!!!"
Joddy kembali bangkit.
buugghhh...
Joddy meninju laki laki itu membuat genggaman tangannya pada lengan Dinda terlepas.
"ke**rat kau bocah....!!!"
Aksi baku hantam pun terjadi.
Adinda menjerit histeris meminta tolong,namun para siswa yang ada di sana tak berani melerai.Mereka justru hanya menjadi penonton menyaksikan adegan baku hantam antara Adrian sang model profesional dan Joddy sang murid yang terkenal ber IQ jongkok..
Adinda semakin panik,ia mendekati kedua pria yang sudah tak terkontrol lagi itu.
"Joddy udah...!!"
"mas Adri cukup...!!!"
Adinda menangis mencoba melerai kedua pria itu,dan.....
buugghhh....
sebuah pukulan sekuat tenaga dari tangan besar Adrian tak sengaja menghantam wajah Adinda.
Adinda mematung,darah mengucur dari hidung dan mulutnya.Sepersekian detik kemudian,wanita itu menangis LAGI.
"Dindaa....!!" ucap Joddy lalu mendekati Adinda.
"kamu nggak apa apa?" tanya Joddy panik.
"Dinda..Dinda maaf aku nggak sengaja sayang" ucap Adrian tak kalah panik sambil mencoba menyentuh wajah Adinda.Namun wanita itu menolak sambil sesenggukan.
"Dinda maaf..!!" ucap Adrian kalut.
"bawa aku pergi dari sini Jod" ucap Adinda lirih pada Joddy.
"iya...kita pergi" ucap Joddy.
"nggak....nggak bisa Dinda,kamu harus pulang sama aku" ucap Adrian semakin panik.Ia meraih tangan Adinda menahan agar wanita itu tak pergi.
"tolong lepas mas.." ucap Dinda lirih sambil terus menunduk,dengan satu tangannya memegangi mulut dan hidungnya.
"nggak....Dinda aku mohon jangan...." ucap Adrian sambil menggeleng kan kepalanya.
Seettt....
Joddy menarik tangan Dinda hingga terlepas dari Adrian.Joddy pun membawa Dinda pergi menuju UKS,meninggalkan Adrian yang mematung sambil terus memanggil nama Dinda.
...----------------...
boleh lahh....like vote komen & hadiahnya....πππππππ
__ADS_1