
Di kediaman dua pria beda usia itu.....
Marco tengah duduk di meja makan menunggu sang adik turun.Tak butuh waktu lama,Joddy turun dari lantai dua dengan seragam sekolah yang dibalut jaket hoodie warna abu abu.
"hoaaaaammmm...." Joddy menguap saat menuruni tangga.
"pagi bang.." ucap Joddy santai sambil mendudukkan panta*nya di salah satu kursi meja makan di samping Marco.
Marco menatap Joddy dengan ekspresi datar.Joddy bergegas meraih roti dan selai yang tersedia di atas meja.Tiba tiba...
Marco mengadahkan tangannya ke arah Joddy,membuat Joddy menghentikan pergerakannya.
"kunci motor lo" ucap Marco sambil menatap Joddy dengan tatapan mendominasi.
Joddy nampak berfikir sejenak.
"buat apa?" tanyanya kemudian.
Marco menggerakkan jari jari tangannya seolah memberi kode untuk meminta Joddy menyerahkan kunci kendaraan roda dua itu.
Joddy pun menurut.Ia menyerahkan kunci motornya dan meletakkan nya di atas telapak tangan Marco yang terbuka.
Joddy kembali bergerak mengambil roti.
"hp.." ucap Marco lagi.
"apaan sih bang..!" ucap Joddy nge gas.Bisa mati dia jika memberikan ponselnya pada Marco.
"hp.."
"nggak..!!hp itu privasi gue ya...lo nggak bisa seenaknya ngambil hp gue..!"
"selama lo masih minta duit dari gue...gue berhak nglakuin apapun demi kebaikan lo..!" ucap Marco tegas.
Joddy masih tak bergeming.Bisa mati dia kalau sampai Marco berhasil mendapatkan ponselnya.Mengingat hampir tiap malam Sheila menghubungi nya meminta bertemu.Tak sampai disitu kedua nya bahkan sering melakukan panggilan video untuk memberi kepuasan walaupun hanya melalui layar ponsel.
Ya....katakanlah Joddy mulai terpengaruh watak Sheila.Remaja itu seolah berubah setelah mengenal wanita itu.Ia bahkan lupa awal dari pertemuannya dengan Sheila hanyalah untuk mengorek informasi tentang Adrian dan menyelamatkan Adinda.
Joddy tau dia salah...tapi gimana...kucing di kasih ikan asin...siapa yang bisa nolak??
"Jod....hp..." ucap Marco lagi.
"bang...sorry....gue janji nggak akan pulang telat lagi"
"ini bukan masalah pulang telat...tapi gue rasa lo mulai nyeleneh di luar sana...!" ucap Marco.
"nyeleneh apaan sih....enggak..!!"
"hp lo mana!!"
"bang udah lah....lo kenapa sih..?!"
"lo makin lama makin nggak bisa dipercaya Jod...!bukti tanda merah di leher lo..!mulut bau alkohol..!pulang hampir subuh..!abis ngapain lo..?!"ucap Marco dengan emosi menggebu membuat Joddy bungkam seketika.
braaakkk....
" JAWAB..!!"bentak Marco sambil menggebrak meja.Joddy menatap tajam ke arah Marco,tanpa berucap sepatah katapun ia pergi meninggalkan meja makan.
"Joddy lo mau kemana...?!gue belum selesai ngomong...!!Joddy...!!!!" ucap Marco sambil mengejar Joddy.Namun remaja itu seolah tak mendengar.Ia terus melangkah pergi keluar rumah itu menuju jalan raya yang letaknya tak terlalu jauh dari rumahnya yang terletak di sebuah komplek perumahan mewah.
...****************...
Siang menjelang....
Adinda bersiap di meja makannya menatap makanan yang akan Adinda bawa untuk sang suami.Nabila yang duduk di salah satu kursi di sana pun tak henti mengulum senyum.Ia sudah tak sabar bertemu sang papa.
__ADS_1
"selesai....bekal buat papa udah siap...tinggal nungguin om Marco jemput kita" ucap Adinda.
"om Marco jemput kita ma?"
"iya sayang..."
"asyikk.....om Marco baik banget ya ma..." ucap Nabila.
"iya sayang...om Marco baik banget...coba kalau nggak ada om Marco,mungkin kita belum bisa ketemu papa hari ini" ucap Adinda.
Nabila hanya mengangguk.
*ting....tong...
bel berbunyi*.
"itu pasti om Marco.." ucap Adinda.
"Nabila bukain ma..." ucap gadis kecil itu sembari berlari menuju pintu utama.
ceklek.... pintu terbuka.
Laki laki berkulit putih dengan senyuman manis itu berdiri di depan pintu rumah tersebut.
"assalamu alaikum Nabila.." ucap Marco.
"wa alaikum salam om..." jawab Nabila.
"udah siap ketemu papa hari ini?"
"siap dong...."
"mama mana?"
Tak berselang lama,wanita cantik dengan balutan kaos inner putih dan overall jeans biru muda serta pasmina putih membalut rambut panjangnya berjalan menuju pintu rumah utama itu.Wanita sederhana yang tidak neko neko yang sudah berhasil meluluhkan hati seorang bos mafia keji.Sungguh....wanita itu memiliki keistimewaannya sendiri di balik penampilannya yang jauh dari kata glamour.
"mas..." ucap Adinda sambil tersenyum.
"siap?" tanya Marco.
"siap mas..." jawabnya.
"ya udah yuk berangkat." ucap Marco.
"horeew...ketemu papa...!!" teriak Nabila antusias.
Ketiganya pun menuju ke mobil Marco yang terparkir di halaman rumah itu.
Di dalam perjalanan...
"Din..."
"iya mas..."
"minggu depan lo ujian kan?"
"iya.."
"udah siap dong?"
"insya Allah mas..."
Mereka diam sesaat..
"oh ya....gue mau kasih penawaran buat lo..." ucap Marco sambil fokus menyetir.
__ADS_1
"lo mau nggak kalau lo sama Nabila jadi model gue.."
"model?"
"iya...lo kan dulu udah pernah ikut pemotretan sama Adrian...sekarang gue pengen lo jadi model nya.Temanya ibu dan anak gitu....keknya lo cocok deh.."
Adinda tersenyum...
"mas....mas Marco udah terlalu baik sama aku...mas Marco kan tau sendiri mas Adri sekarang lagi jadi bahan hujatan se negara ini...termasuk aku pun juga mas....semua orang berfikiran miring tentang kami...apa mas Marco yakin mau pakai aku sama Nabil jadi modelnya...apa nggak mempengaruhi karir kamu mas?"
Marco tersenyum....
"gue cuma minta lo jadi model..bukan jadi presiden...lo santai aja sih...." ucap Marco.
Adinda tersenyum menunduk.
"mau ya..." ucap Marco lagi.
"terserah mas Marco aja" ucap Adinda kemudian.
Sekitar dua puluh menit perjalanan,mereka pun sampai di kantor polisi tempat Adrian di tahan.Setelah melapor pada petugas jaga ketiganya pun menunggu di salah satu kursi di ruang tunggu di sana.
Tak butuh waktu lama,seorang laki laki dengan jambang dan kumis yang mulai melebat tahanan keluar dari sel bersama seorang sipir.Dengan seragam oren khas tahanan pria itu nampak tersenyum melihat kedatangan istri dan anaknya.
"PAPAAAAA....!!!!" pekik Nabila.Gadis kecil itu merosot dari kursi dan dengan cepat berlari kearah Adrian.
Adrian berjongkok.Ia merentangkan tangannya bersiap memeluk sang putri.Nabila menabrakkan tubuh mungilnya ke tubuh kekar Adrian.Gadis itu memeluk erat tubuh laki laki yang sangat ia rindukan itu.
"papa....Nabil kangen..."
"papa juga kangen banget sama Nabil."
Adrian sedikit menjauhkan tubuhnya.Ia menangkup pipi chubby itu lalu menciuminya kanan dan kiri seolah ingin melepaskan segala kerinduannya.Nabila tak mau kalah.Ia kembali memeluk sang papa lalu mencium pipi berjambang itu berkali kali.
Adrian mengangkat tubuh mungil itu.Ia menggendong Nabila menuju kursi panjang di mana Adinda duduk di sana menunggunya.
Adinda meraih punggung tangan sang suami lalu menciumnya.Adrian menatap sendu ke arah wanita yang terlihat lebih kurus itu.
"kamu apa kabar mas..?" tanya Adinda.
Adrian tak menjawab.Ia hanya tersenyum,lalu dengan satu gerakan ia menarik tubuh sang istri agar masuk kedalam dekapannya.
"aku kangen sama kamu Din.." ucapnya lirih sambil menghujami pucuk kepala Adinda dengan kecupan kecupan lembut.Adinda memeluk tubuh kekar itu.
"aku juga mas...." ucap Adinda.
Marco yang hanya sebagai penonton pun tersenyum melihat pertemuan keluarga kecil itu.Ternyata keputusannya membantu Adrian memang tepat.Kedua anak manusia ini memang sangat saling mencintai.Terlihat jelas dari gestur tubuh serta tatapan mata mereka.
"ehhhkkkmmmm....." Marco berdehem.Membuat Adrian,Dinda,dan Nabila menoleh ke arahnya.
"sorry...bukan maksud ganggu kalian..tapi karena waktu besuk terbatas...mau nggak mau gue harus motong kangen kangenannya kalian." ucap Marco.
"Dri...gue mau bahas soal rencana barter kita..." ucap Marco.
"gue ada satu info buat lo....mungkin ini bisa bantu mulusin rencana kita..." ucap Adrian.
...----------------...
***VOTE SAMA HADIAHNYA KOK NGGAK NAMBAH NAMBAH??
TAMBAHIN DOONG...
RAMAIKAN JUGA KOMEN DAN LIKE NYA....
🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1