Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
43


__ADS_3



Di sebuah sekolah elite....


Joddy tengah sibuk dengan laptopnya.Ia mengotak atik benda canggih tersebut untuk mencari tahu tentang sekolah lama Adinda berbekal akun Instagram Adinda yang berhasil didapatkan Marco dari mulut Dinda langsung setelah sedikit memancing wanita polos itu.


Saat ini jam istirahat,namun pria itu tak beranjak dari bangkunya,ia terus menatap tajam ke layar benda canggih tersebut.Joddy mengernyitkan dahinya.


"Madrasah Aliyah....kabupaten M...??" gumam Joddy saat berhasil menemukan akun instagram sang wanita berhijab yang tidak dikunci itu.Terdapat berberapa foto disana.Salah satunya foto Adinda yang nampak berpose dengan senyuman lebar di depan sebuah gerbang sekolah bertuliskan nama sekolah lama nya tersebut.


Joddy beralih ke postingan terakhir Adinda,sebuah foto Selfi bersama seorang wanita muda yang kemungkinan adalah sahabat Adinda yang tengah berulang tahun,karena di foto itu keduanya nampak berlumuran kue.Ia kemudian menuju ke kolom komentar disana.


"*kamu dimana Din?😭😭" tulis salah satu akun di kolom komentar tersebut.


"mbalik Din...aku kangen" tulis akun lainnya


(pulang Din...aku kangen)


"kok jahat sih Din...sehari setelah ultahku kok kamu malah ngilang😭kamu dimana?aku kangen 😭😭😭kasian bapak sama ibukmu Din...😭😭😭😭*"


Joddy semakin dibuat melongo.Ada apa ini?Adinda menghilang tanpa jejak?begitukah??


Joddy kemudian meng klik salah satu akun yang berkomentar disana.Sepertinya ini adalah akun milik sahabat Adinda,terlihat jelas disana banyak sekali foto dirinya bersama Dinda dan beberapa gadia seumuran lainnya.Joddy bergegas mengirim DM pada wanita yang diketahui bernama Chika itu,dilihat dari bio nya.


"hai....kamu Chika?apa kamu temannya Adinda Zahra?"tulis Joddy.


Joddy menunggu balasan dari akun tersebut sambil mengetuk ngetukkan jarinya ke bangkunya.Tiba tiba....


"Jod...."


suara itu berhasil membuat Joddy menoleh.Seorang wanita berambut kepang dan berkacamata tebal berdiri di nya entah sejak kapan.Joddy terlalu fokus sampai sampai tidak menyadari kehadiran Farah.


"Farah...lo ngapain disini?"


"gue udah dari tadi disini..lo nya nggak nyadar..." ucapnya smabil menunduk.Farah memang pemalu,ia selalu menunduk setiap berbicara dengan seseorang.


"gue bawain minuman buat lo" ucap Farah sambil menyodorkan sebuh minuman botol pada pria itu.


Joddy tersenyum.

__ADS_1


"thanks ya...." Ucap Joddy singkat.Farah tersipu malu.Joddy kembali fokus pada laptopnya.Sudah ada balasan dari gadis bernama Chika itu.


"iya kak...ada apa?"


"Dinda apa kabar?gue teman Sd nya Dinda,udah lama nih nggak ketemu." tulisnya.


Joddy semakin penasaran.Ia harus segera menemukan jawaban atas teka teki ini.Farah menghela nafas.Sepertinya Joddy sedang sibuk,sampai sampai tak begitu peduli padanya.


"Dinda belum ketemu kak" tulis akun tersebut.


Joddy mengernyitkan dahinya.Belum ketemu?maksudnya?


Joddy kembali mengetik..


"maksudnya?"


Chika mengetik...


"Dinda hilang sejak beberapa bulan lalu kak?emang kakak nggak tau?sampai sekarang belum jelas dimana keberadaan Dinda...semua nyariin,tapi nggak ada hasil.Udah lapor polisi juga,tapi nggak ada hasil sampai sekarang."


Joddy membuka mulutnya syok!


Adinda hilang beberapa bulan lalu.Dan sekarang wanita itu ada di kota ini,tinggal bersama laki laki dengan sejuta misteri yang menyelimutinya.Status mereka berdua tidak jelas.Adinda selalu merasa ketakutan jika ditanyai hal yang menyangkut Adrian.Adinda selalu ketakutan jika melihat raut wajah Adrian yang mulai marah.Adinda pernah bonyok.Pernah dirawat dirumah sakit dengan identitas yang di tutup rapat.Adinda nggak pegang hp.Adinda nggak tau alamat rumahnya sendiri...!!Fix......!Joddy bingung...!!😩


"lo kenapa Jod?" tanya Farah.


"hah??eh...nggak apa apa..." ucapnya sambil tersenyum kaku.


...****************...


Sementara itu....


Ferrari merah itu terus bergerak pelan menyusuri setiap jalan ibu kota yang tak terlalu padat itu.Netra hijau milik pria yang nampak kacau itu tak henti mengamati tiap jengkal trotoar dan tepi jalan yang ia lewati.Sejak pagi Adrian tak berhenti mencari keberadaan Adinda.Bahkan ia sudah tak peduli dengan dirinya sendiri.Tak ada sesuap nasi pun yang masuk kemulutnya sejak semalam.Tak ada sepercik air pun yang mengenai tubuhnya.Laki laki itu tak peduli pada dirinya sendiri.Ia hanya ingin Dinda,hanya Dinda!!


Adrian menghentikan laju mobilnya di tepi jalan yang cukup sepi.Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Farhan...


tuutt....tuutt....


"halo tuan...."


"bagaimana?"

__ADS_1


"belum ketemu tuan.."


Adrian memejamkan matanya...


"GO**OK....!!cari Dinda bang***...!!!kalian itu bisanya apa???!!!!AN****.....!!!"


Adrian mematikan sambungan telfon sepihak...


"aaaaaaakkkkhhhh.....!!!!!"


duughhh....


Adrian memukul kemudi di depannya.Laki laki itu sangat frustasi.Ia mengusap wajahnya kasar,mata hijau itu mengembun.Ya....Adrian kembali menangis untuk satu wanita yang sama,Adinda.Persis seperti yang ia lakukan saat ia tahu Adinda keguguran.Pria gagah itu menangisi wanita yang sudah ia sia siakan LAGI.


"kamu dimana sayang....pulang...!maaf...." lirihnya.


Pria itu begitu menyesali perbuatannya.Harusnya ia tak meninggalkan Adinda sendirian.Wanita itu tak pernah keluar rumah selain ke sekolah.Kemana dia sekarang?apa dia baik baik saja?bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?


...****************...


Jam pulang sekolah tiba.....


Para siswa di SMA elite itu mulai berhamburan meninggalkan tempat menuntut ilmu tersebut.Joddy bergegas menuju motornya,ia kembali menoleh ke arah gerbang sekolah.Mobil itu masih ada di depan gerbang dengan Adrian yang masih dengan baju yang sama.Apa laki laki itu menunggu di situ dari pagi?atau pergi lalu kembali lagi.Hmmmhh....terserahlah,Joddy tidak peduli.


"tungguin aja ampe kering.Salah sendiri berlian di sia siain...!" monolognya.


Joddy segera mengenakan helm nya,lalu bergegas menunggangi motornya dan pergi dari tempat itu.


Motor biru itupun melesat menembus padatnya jalanan ibu kota.Joddy tak langsung pulang,ia berhenti di sebuha toko baju.Ia berniat membelikan Adinda beberapa potong baju panjang.Kasian,wanita itu tak punya baju sebijipun.Joddy pun sibuk memilih milih baju dan hijab ditoko itu.Tiba tiba..


pandangannya terfokus pada seorang pria yang cukup ia hafal.Pria itu nampak sedang berbicara dengan seorang laki laki berusia kurang lebih empat puluh tahunan di pojok ruangan toko tersebut.Pria itu nampak berbicara dengan suara pelan dan nampak serius,seolah sedang merencanakan sesuatu.


"itukan anak buah Adrian?ngapain dia?" gumamnya.


Joddy berpura pura memilih baju sambil selangkah demi selangkah mendekat ke arah dua laki laki itu.


"benar tuan...istrinya kabur...dia sedang kacau." ucap anak buah Adrian tersebut.


"bagus...sepertinya wanita itu adalah kelemahan Adrian.Aku akan memanfaatkannya" ucap pria empat puluh tahunan itu sambil menyeringai.


...----------------...

__ADS_1


like koment vote dan hadiahnya plissss......🥺🥺🥺


__ADS_2