Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story07


__ADS_3

Siang menjelang....


Di sebuah rumah bercat putih itu...


assalamu alaikum....." ucap seorang pria berkulit putih yang nampak berdiri di depan pintu rumah yang terbuka


"wa alaikum salam...." sahut gadis berkaos biru over size bergambar kepala singa dengan celana pendek jeans dari dalam dapur.Rambutnya ditekuk asal memperlihatkan leher mulusnya yang jengjang


Itu Nabila...


"Bryan..." ucapnya saat melihat laki laki itu nampak berdiri sambil menyunggingkan sebuah senyuman manis.


Nabila mendekat.


"ada apa?" tanyanya.


"ini...mau nganterin undangan buat nenek Lastri...ada pengajian besok malem di balai desa..." ucap Bryan sambil menyerahkan kertas putih.


"oh....iya...nanti gue bilangin.." ucapnya sambil menerima lembaran kertas putih itu.


Untuk sesaat mereka saling diam.Bryan diam diam mencuri pandang pada wanita yang kini tengah fokus membaca surat undangan itu.


"nenek Lastri mana?" tanya Bryan basa basi.


"jualan.." ucap Nabila singkat tanpa menoleh...


"oh..." jawabnya.Ia kembali mengamati wajah gadis manis itu.


"kamu udah mulai masuk kuliah...?" tanya Bryan lagi.


Nabila menoleh.


"besok" ucapnya sambil tersenyum membuat Bryan terhenyak mendapatkan senyuman manis dari gadis itu.


"thanks ya...ntar gue kasih ini ke nenek" ucap Nabila.


Bryan hanya mengangguk sambil tersenyum.


"mau masuk dulu?"tanya nya lagi.


" oh..nggak...makasih...kamu dirumah sendiri...nggak enak kalau masuk ke rumah saat nggak ada orang.."ucap Bryan membuat Nabila terdiam.Jadi malu sendiri...


"oh..maksud gue..dari pada ngobrol di luar.." ucap Nabila kikuk sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal.


Bryan tersenyum manis..


"aku ngerti kok......" ucap Bryan.


"ya udah...aku pulang dulu ya.." ucapnya lagi.


"oh...iya..." jawab Nabila mengangguk.


Sungguh,Nabila sebenarnya kurang merasa nyaman berbincang dengan Bryan.Laki laki ini terlalu sopan untuk Nabila yang pecicilan.


"duluan Bil...assalamu alaikum..." ucap Bryan.


"wa alaikum salam" jawab Nabila.


Laki laki itu kemudian bergegas pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Saat sampai di depan pagar,


Bryan menghentikan langkahnya.Dilihatnya sebuah mini Cooper merah berhenti di depan rumah milik Bu Lastri.Seorang wanita berparas bule dengan pakaian serba mini,kaos crop putih dan hotpants jeans rawis berwarna biru muda turun dari dalam mobil tersebut.Bryan terdiam,mengamati wanita yang terlihat cuek itu dari atas sampai bawah.Entahlah seperti ada sesuatu yang menarik perhatiannya,tapi bukan terpesona loh ya...


Itu Nora...!


Tapi Nora tak peduli,atau mungkin tak menyadari bahwa sedari ia turun dari mobil Bryan sudah mengamati nya dengan tatapan mata menilai.Ia terus melenggang menuju kapada sahabatnya yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.


Bryan menggelengkan kepalanya cepat sambil mengucap istigfar.Mencoba mengusir pikiran pikiran kotor yang sempat hinggap di kepalanya.Laki laki itu hendak menyebrang jalan.Namun lagi lagi...


Pandangan matanya tertuju pada seorang laki laki berpakaian preman yang berdiri di balik pohon di pinggir jalan.Tatapan matanya menatap tajam ke arah rumah Nabila,sedangkan tangan kanannya memegang ponsel yang ia tempelkan di telinga kanannya,sepertinya ia sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


Bryan mulai penasaran.Ia kemudian berjalan dengan cepat mendekati laki laki itu.Namun sepertinya pria tersebut menyadari bahwa Bryan mencurigainya.Ia pun kemudian bergegas menaiki sepeda motor yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri kemudian dengan cepat ia pun melesat pergi.


Bryan menghentikan langkahnya.Siapa orang itu?kenapa sepertinya ia sedang mengamati rumah bu Lastri?


Kembali ke kediaman Nabila....


Nora mendekati Nabila yang masih berdiri di depan pintu.


"hai Bil.." ucap Nora setelah berdiri di hadapan Nabila.


"Nora...kok nggak bilang bilang kalau mau kesini?"tanya Nabila.


" nggak sempet.."ucap Nora.


Nabila tersenyum.


"masuk yuk..." ucap Nabila mempersilahkan.


Nora mengangguk.


"duduk Ra...aku bikinin minum dulu..." ucap Nabila.


"oke..." jawab Nora.


Nabila pun bergegas menuju ke dapur membuatkan minuman untuk sahabatnya itu.Sedangkan Nora mengeluarkan ponselnya yang berada di saku celananya.


Tak butuh waktu lama,Nabila datang dengan nampan berisi secangkir teh untuk Nora.


"diminum Ra..." ucapnya.


"makasih..." jawab Nora tanpa menoleh.Gadis itu terlihat sibuk dengan ponselnya.Dilihat dari wajahnya,gadis itu nampak cemberut.


"kamu kenapa Ra?" tanya Nabila.


"aku lagi kesel Bil...sama sepupu aku.." ucapnya.


"kesel kenapa?" tanyanya.


"aku tuh pengen ngajakin dia keluar ntar malem..ya....jalan jalan lah...nge mall..suntuk banget aku dirumah sendirian.....tapi dianya nolak terus..!udah dari kemarin loh padahal aku ngajakin dia pergi...tapi nggak pernah mau...alesannya kerjaannya banyak lah...lembur lah...!ngeselin banget...!" ucap Nora.


Nabila hanya tersenyum.


"kenapa nggak ngajakin daddy kamu aja?"


"alah jangan tanyain daddy deh....dia mah sibuk ama urusannya sendiri...!" ucap Nora makin kesal.


Nabila hanya terkekeh.

__ADS_1


"emang sepupu kamu itu kerja apa sih?" tanya Nabila.


"dia tuh kerja di bengkel...bengkelnya lumayan gede...dan selalu rame juga...!nah....beberapa hari yang lalu satu temennya tuh ngundurin diri,karena dia mau pulang kampung...kerja dikampung katanya...sedangkan tuh bengkel sekarang lagi rame ramenya..!jadi ya gitu deh...tiap hari lembur mulu..!" ucap Nora kesal.


"sebenarnya kemarin sepupu aku tuh sempet minta bantuan aku...suruh nyariin orang yang ngerti mesin..siapa tau ada yang mau gitu kerja disana..kamu tau sendirikan kalau temen cowok aku banyak...hehehe..." ucapnya sambil cengengesan di akhir kalimat.


"makanya dia minta bantuan aku..."soalnya emang lagi butuh banget karyawan disana..!" ucap Nora lagi.


Ya...Nora memang bisa dibilang sangat popular di kampusnya,paras wajah yang ke barat baratan serta bentuk tubuh yang ideal,membuatnya menjadi idola banyak sekali pria...tak heran...kalau dia punya banyak sekali teman laki laki.


"bengkel mobil?" tanya Nabila mulai antusias.


Nora mengangguk pasti.


"dimana?" tanya Nabila makin kepo.


"deket kok sama kampus...kenapa?"


"gajinya gede?" tanya Nabila lagi.


"lumayan kok....ini lagi butuh banget karyawan...kalo misal ada yang mau daftar paling di tes dikit...kalo cocok langsung diterima..." ucap Nora.


"aku mau Ra..." ucap Nabila semangat.


Nora mengernyitkan dahinya.


"kamu mau kerja di bengkel?" tanya Nora memastikan.


"iya....emang kenapa?" tanya Nabila.


"kamu kan cewek Bil....masak kerja di bengkel?"


"emang kenapa?yang penting ngerti mesin kan?" ucap Nabila lagi.


"ya....iya sih...." ucap Nora.


"ya udah...aku mau...daripada aku nganggur di rumah..." ucap Nabila antusias.


"tapi bosnya agak ngeselin loh...dia perfectionist banget..." ucap Nora.


"nggak apa apa...nggak ada salahnya kan dicoba...dari pada aku nggak ada kerjaan dirumah...kan lumayan buat tambah tambah..." ucap Nabila.


"iya sih...ya udah deh...kalau kamu emang mau..entar aku bilangin sama sepupu aku" ucap Nora.


"makasih Noraaa......" ucap Nabila berbinar....


"iyaaaa....." jawab Nora.


Keduanya pun larut dalam obrolan santai mereka...


...----------------...


***Ada yang sudah bisa menebak alur ceritanya?


mau dibawa kemanakah cerita ini???


yukkk....jangan lupa ramaikan kolom komennya...authornya seneng banget lo kalau kolom komen rame....


jangan lupa klik like vote dan hadiahnya juga ya...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***

__ADS_1


Yukkk...silent readers....mana suaranya...tunjukkan pesonamu...😁😁😁😁


__ADS_2