
tokk....tokk....tokk....
"masuk"
suara itu menggema dari dalam sana.Nabila menarik nafas panjang dengan tangan kanan memegang amplop coklat berisi surat lamaran kerjanya,ia pun meraih handle pintu kaca tersebut dan membukanya.
.
.
.
.
gleeekkkkk.....
Seketika matanya terbelalak,susah payah ia menelan ludahnya saat menyaksikan pemandangan dihadapannya.Seorang laki laki berparas bule,berbadan tegap tinggi besar tengah menaikkan celananya yang baru sampai paha membuat cel*na dalam berwarna putih yang membungkus sebuah gundukan yang begitu menonjol itu dapat dilihat dengan jelas oleh mata pr*wan Nabila.
Nabila melongo.
Antara takjub,kaget,dan syok...membuat gadis itu mematung dengan mulut yang terbuka.
"anj**t....!!kalau emang lagi pake celana dikelarin dulu napa...jangan asal nyuruh gue masuk aja..!!mata pr*wan gue ternoda gilaaakkk...mana gede banget lagi....bang*e.....!!" umpatnya dalam hati
Laki laki dengan rokok yang dimulutnya itu mulai mengancingkan celana jeansnya dengan santainya seolah tak terjadi apa apa.Setelah selesai dengan celananya,dilihatnya wanita yang nampak mematung di depan pintu sana.
Laki laki itu kemudian menyambar kemeja putih yang ada di atas kursi kerjanya lalu mengenakan nya sambil berjalan ke arah Nabila yang masih tak bergerak.
Nabila gagal fokus.Dalam hatinya ia ingin mengucap istigfar lalu memejamkan matanya kemudian berbalik badan.Namun seperti nya kedua bola mata miliknya tak bisa di ajak kerja sama,ia malah makin melotot tanpa berkedip saat sang pria itu berdiri dengan gagahnya tepat di hadapannya sambil mengancingkan kemejanya dari kancing paling bawah.Membuat wajah cantik Nabila kini berhadapan langsung dengan dada bidang berotot,dengan tato di bongkahan sebelah kirinya yang ditumbuhi bulu bulu halus itu.
Laki laki itu menyeringai mendapati ekspresi wajah gadis itu.
Untuk sesaat mereka saling diam.Pria berjambang tak terlalu lebat itu seolah membiarkan Nabila hanyut dalam pikirannya sendiri.
Pria tersebut kemudian menghisap rokok yang sedari tadi terapit oleh kedua belah bibirnya.Dan dengan satu gerakan lembut ia membuang asapnya ke arah wajah Nabila membuat gadis itupun sontak terbatuk batuk.
"ada yang bisa ku bantu kelinci kecil?" tanyanya dengan sebuah senyuman yang manis namun misterius.
Otak Nabila masih belum sinkron.Ia mengerjab ngerjabkan matanya mencoba menetralkan pikirannya.
Ia kemudian mendongak menatap wajah laki laki yang lebih tinggi darinya itu.
Degghhhh....
.
.
.
.
.
Tatapan mata mereka bertemu.Nabila memiringkan kepalanya,ia fokus pada mata biru yang indah namun terkesan penuh misteri tersebut.Nabila menyipitkan matanya,sepertinya ia pernah melihat mata itu sebelumnya.Tapi dimana?ia merasa tak asing..ia yakin pernah melihatnya.
Laki laki itu kembali menghisap rokoknya lalu sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya pada wajah Nabila yang masih melamun.
Kedua pasang bola mata itu makin dekat.Nabila makin tak berkutik.Mata pria ini begitu indah,dan ia yakin pernah melihat mata ini sebelumnya.
huufftttt....
Pria itu kembali membuang asap rokoknya dengan begitu lembut hingga tepat mengenai bibir mungil Nabila.
Nabila reflek memundurkan tubuhnya.
__ADS_1
"astagfirullah haladzim....setan....minggir...jangan ganggu otak gue yang suci ini...Ya Allah...tolong perkuat iman hamba saat ini juga..." batin Nabila sambil mencoba menetralkan otak,pikiran dan ekspresi nya.
"ma...maaf pak..." ucap Nabila gugup.Laki laki itu tersenyum singkat.Ia kemudian berjalan dengan tenang menuju meja kerjanya lalu mendudukkan tubuhnya di kursi kerja miliknya lalu dengan angkuhnya ia mengangkat kakinya menyilang di atas meja kerjanya..
Nabila masih belum beranjak dari posisinya.Sedangkan laki laki yang ternyata adalah calon bosnya itu kini menatapnya tajam.
"eehhmmm..."
Suara deheman itu sukses membuat Nabila menoleh ke arah meja kerja laki laki itu.Nabila nyengir saat mendapati sang calon bos tengah menatap matanya tajam.
Nabila pun mendekat.
"selamat siang pak..." ucap Nabila.
Laki laki itu tak menjawab,ia mengangkat tangannya mempersilahkan Nabila untuk duduk.Nabila yang masih gugup pun duduk di salah satu kursi di hadapan laki laki itu.
Astaga kenapa dia jadi tak karuan seperti ini.Laki laki di hadapannya ini sukses bikin Nabila tremor.Ia seolah tak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Cukup lama keduanya saling diam.Nabila sampai lupa akan tujuannya datang ke tempat itu.Ia malah asyik dengan pikirannya sendiri.Sedangkan sang calon bos,ia seolah menikmati wajah gugup dan campur aduk dari Nabila.Mata tajamnya seolah tak lepas dari wajah yang terlihat pucat itu.
1menit...
.
5menit...
.
10menit...
Tak ada yang bersuara...
"jadi kau kesini cuma numpak duduk?" tanya laki laki itu tenang namun sukses membuat Nabila terlonjak.
"aa...oo...eemm...eeengg.....eenggak pak...sa...saya......itu....emmm...." ucap Nabila gugup.
"kau sakit kelinci kecil?" tanyanya lagi.
"saya manusia pak.." ucap Nabila begitu polos.
Laki laki itu tergelak keras,membuat Nabila merinding mendengarnya.Tawanya begitu mengerikan.
"Kau lucu sekali kelinci kecil..." ucapnya.
Nabila hanya nyengir kuda.Suka suka dia lah mau nyebut apa..toh dia bosnya...
"apa yang kamu pegang?" tanya laki laki itu lagi..
"oh...ini surat lamaran kerja pak.." ucap Nabila.
"jadi kamu yang ingin bekerja disini?" tanyanya lagi.
"iya pak.."
"boleh kulihat?" tanya nya lagi.
"oh...silahkan pak.." ucap Nabila sambil menyerahkan amplop coklat berisi data dirinya.
Laki laki itu kemudian menurunkan kakinya lalu membuka amplop tersebut dan mengeluarkan sebuah kertas putih dari dalam sana
Laki laki itupun mulai membacanya sambil sesekali menghisap rokok di tangannya...
Nabila diam diam mencuri pandang pada laki laki yang katanya duda itu.
"*astaga...ngebayangin gue kerja disini dengam bos modelan kek begini....kuat nggak ya gue....Ya Allah...godaan banget ini mah...." batinnya.
__ADS_1
"tapi kok gue ngerasa kayak nggak asing ya sama orang ini..kayak pernah ketemu...tapi dimana???" batinnya lagi sambil terus mengamati wajah tampan di hadapannya itu*.
Laki laki itu selesai dengan aktifitas membacanya.
"oke...jadi nama kamu Nabila Brygita....Tama.." ucapnya.
"iya pak..."
"kamu yakin mau kerja disini...Gita?"
"Nabila pak.."
"saya maunya manggil kamu Gita.."
"terserah bapak aja lah..." ucap Nabila nyengir.
"kamu yakin mau kerja disini?"
"yakin pak.."
"oke...disini jam kerjanya dari jam delapan pagi sampai jam lima sore.Tapi karena kamu nyambi kuliah....jadi saya ijinkan kamu kerja paruh waktu...kalau kamu mau kamu bisa ambil lembur untuk menambah uang jajan kamu..." ucap sang bos.
"iya pak..."
Laki laki itu kemudian melempar ringan surat lamaran kerja Nabila.
"besok kamu mulai kerja"
Nabila melotot.
"hah??saya diterima pak?nggak di tes dulu?"
"saya yakin kamu bisa..selamat bekerja di bengkel saya..." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Nabila yang masih bingung pun akhirnya menggerakkan tangannya menyambut uluran tangan sang bos.
"i..iya...makasih pak............"
"Kyle...namaku Kyle...." ucapnya dengan senyuman misterius nya.
"i...iya...pak Kyle...terima kasih.." ucap Nabila.
Jabat tangan selesai.
"kalau gitu saya permisi dulu pak..." ucap Nabila.
Kyle hanya mengangguk sambil tersenyum.Lalu kembali menghisap rokoknya.
Nabila pun bangkit,ia segera berjalan keluar dari ruangan itu.Saat Nabila hendak membuka pintu...
"hati hati dijalan kelinci kecil..." ucapnya.
Nabila menoleh...Kyle tersenyum...
"iya pak..." jawabnya kikuk.Nabila segera membuka pintu itu dan keluar dari tempat tersebut.
Seperginya Nabila...
"pertunjukanku akan segera dimulai....Adrian.." ucap Kyle dengan seringai tajam yang mengerikan.
...----------------...
***HOHOHOOO.....
APA PENDAPAT ANDA WAHAI PARA READERS....???
__ADS_1
YUKK...KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰***