
Acara tahlil malam itu berlangsung khidmat.Adinda sesekali melirik ke arah Adrian yang nampak begitu terpuruk.Bahkan hingga saat ini mereka sudah berada di dalam mobil pun,Adrian lebih banyak diam.Ya....semenjak meninggalnya tuan William,Adrian begitu banyak berubah.Ia lebih banyak diam dengan raut wajah yang nampak sedih,bukan diam yang angkuh dan mengerikan.
Ferrari merah itupun sampai di rumah besar tempat tinggal mereka.Adrian turun disusul Adinda.
"kamu ke kamar dulu aja dulu Din..."ucap Adrian setelah sampai di ruang tamu.
" kamu nggak istirahat?udah malem mas“
"nanti aku nyusul,aku masih pengen disini"ucapnya.Adinda tersenyum kaku.Ia kemudian bergegas menuju kamar untuk istirahat.Tanpa keduanya sadari,bahasa Adrian tak se baku biasanya.Pria itu juga tak pernah berkata dingin lagi,tak ada tatapan iblis lagi,ia justru menjadi pria yang ramah dan lembut.
Adinda yang sudah berada di dalam kamar segera mengganti bajunya dengan lingerie satin hitam yang ada di dalam lemari kamar tersebut.
Adinda merebahkan tubuhnya di atas ranjang king kize itu.Pikirannya melayang layang mengingat seluruh kebersamaannya dengan Adrian hari ini.Pria itu begitu jauh berbeda dari Adrian yang biasa ia kenal.Ia begitu manis hari ini,membuat Adinda bahagia.Pria itu bahkan memperlakukan Adinda bak seorang ratu,menuruti apapun yang Adinda inginkan.Sungguh...ia tak pernah menyangka bahwa Adrian akan berubah se drastis ini.
Adinda mulai menguap.Saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.Adinda pun mulai memejamkan matanya,ia benar benar mengantuk.Tak butuh waktu lama Adinda pun terlelap dalam mimpinya.
Sedangkan.....
Di sebuah ruangan yang cukup luas.Ruangan yang dipenuhi lukisan lukisan cantik hasil karya tuan William.Adrian duduk di sebuah sofa single sambil menghisap rokoknya.Sedangkan ditangan kirinya memegang sebuah gelas kecil berisi wine.Adrian tak lepas menatap sebuah foto besar berbingkai di sana.Sebuah foto dua orang pria dewasa dan satu anak laki laki yang tersenyum lebar duduk di tengah tengah di antara mereka.
Ya....itu foto Adrian kecil bersama ayah dan kakeknya,Aryan dan William Tama.Ruangan itu adalah ruangan yang khusus ia gunakan untuk menyimpan lukisan lukisan hasil karya sang kakek dan juga foto foto kenangan nya dari kecil hingga saat ini.
Adrian Tama sang bos mafia yang selalu terlihat kuat,selalu terlihat garang dan buas jika berhadapan dengan musuh musuhnya,kini seolah menunjukkan sisi lain dari dalam dirinya.Sisi lain yang lemah,yang rapuh,yang kesepian tanpa satu keluarga pun di sampingnya.
Adrian menenggak kembali alkohol itu.Tanpa suara,Adrian menatap nanar foto yang tertempel di dinding itu.Namun dari sorot matanya,siapapun dapat melihat betapa rapuh dan terpuruknya pria itu.
__ADS_1
...****************...
04:00
Adzan subuh menggema memecah kesunyian malam.
Adinda menggeliat di atas kasurnya.Matanya masih terpejam,seolah enggan meninggalkan mimpi mimpi indah yang semalaman di rajutnya.Adinda menggerakkan tangannya ke sisi samping ranjang,tempat dimana sang suami berada,namun...
Adinda bangkit.Dimana suaminya?kenapa tidak ada di ranjang?Apa dia ada di kamar mandi?
" mas..."ucapnya.
ia pun berjalan menuju kamar mandi.
tok..tok..tok...
"mas...kamu di dalam?" tanyanya lagi,namun tak ada sahutan.
ceklekk....
Adinda membuka pintu kamar mandi.Kosong.Tak ada siapapun disana.
Lalu kemana Adrian?
Dinda mengenakan kimono lingerienya,lalu keluar kamar untuk mencari keberadaan sang suami.
__ADS_1
"mas...." ucapnya.Ia berlajalan ke ruang tv,namun tidak ada Adrian disana.Wanita itupun mencoba mencari cari diruangan lain.Tiba tiba pandangannya tertuju pada satu ruangan dengan lampu yang menyala dan pintu yang terbuka.Adinda pun mendekati ruangan tersebut,lalu pelan pelan masuk ke dalamnya.
Adinda terdiam.Dilihatnya banyak sekali lukisan lukisan cantik tertempel di dinding ruangan itu,selain itu juga terdapat beberapa foto disana.Adinda mengamati satu persatu lukisan dan foto foto itu.Namun tiba tiba pandangannya tertuju pada sesosok tubuh besar yang tidur meringkuk sambil memeluk sebuah bantal dengan satu foto di atasnya di sebuah karpet bulu di sana.Adinda mendekati laki laki yang tengah tertidur pulas itu.Suara dengkuran halus terdengar dari sana,menandakan sang pemilik raga tengah terlelap nyenyak dalam mimpinya.Adinda meraih foto tersebut.Foto dua orang pria dewasa yang ia tahu salah satunya adalah tuan William yang masih terlihat muda,sedangkan yang satunya....apa mungkin itu ayah Adrian?entahlah....Adinda tidak tahu.Karena memang selama ini ia tak pernah tahu wajah sang mertua yang sudah meninggal dua puluh tahun lalu itu.
Adinda meletakkan bingkai foto itu di atas meja,dimana disana terdapat berberapa botol alkohol yang sudah kosong,juga sebuah gelas kecil.
Jadi semalaman ia mabuk disini?pikir Adinda.Wanita itu duduk bersimpuh di hadapan Adrian yang tengah tertidur pulas.Wajah tampannya nampak begitu tenang.Adinda tersenyum,tangan putihnya tergerak mengusap lembut pipi itu.Entahlah...ia merasa iba melihat laki laki itu.Meskipun Adrian tak pernah mengutarakan kesedihannya,namun ia dapat melihat dengan jelas bahwa laki laki itu tengah berada di fase terendah dalam hidupnya saat ini.Mungkin laki laki itu tak mau di kasihani,atau tak mau dianggap lemah.Ya...mungkin begitu.
Adinda menunduk,dengan satu gerakan ia mencium pipi Adrian dengan lembut.
"tidur yang nyenyak sayang...." ucapnya.
Adinda pun bangkit,ia segera pergi dari ruangan itu dan bergegas menuju kamar untuk melakukan sholat subuh.
Tanpa Adinda sadari,saat Dinda pergi dari ruangan itu...
Netra hijau itu terbuka,namun pria itu tak bergerak dari posisinya,ia hanya menatap nanar kedepan.
Ya....satu lagi.Sekali lagi Adrian akan kembali merasakan kehilangan.Setelah ia kehilangan sang ayah dua puluh tahun lalu,lalu kehilangan sang kakek,dan kini....dalam waktu enam hari kedepan,ia akan kembali merasakan kehilangan.Ia akan kehilangan Adinda.Ia akan kehilangan istrinya.Dan setelah itu,ia akan benar benar sendiri.Ia akan benar benar jadi sebatang kara.Ya....ia akan mengalami itu.Tinggal tersisa enam hari lagi waktunya bersama Dinda sebelum akhirnya ia akan benar benar melepaskan wanita yang ternyata sudah berhasil mengisi hati seorang Adrian Tama.
...----------------...
***ENAKNYA CRAZY UP NGGAK HARI INI.....?????
🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA DULU LAAAHH🤩🤩🤩🤩🤩***