
Di dalam sebuah mobil....
Gadis itu masih terisak sambil membuang pandangan matanya keluar jendela.Dadanya masih naik turun,air matanya belum kering.Sakit.....sakiit sekali rasanya di sebut pela*** di hadapan banyak orang.Susah payah ia mencoba bangkit,membangun kembali mentalnya yang sudah hancur,namun dalam sekejab mata,Nora merusak semuanya.Trauma yang berkepanjangan itu belum sembuh sepenuhnya,dan kini...luka itu seolah dikoyak kembali..
Farhan yang memegang kemudi mobil pun menoleh ke arah Nabila,ia tak berani mengajak gadis itu bicara,takut nya Nabila malah makin menangis.Ya...kini Nabila pulang bersama Farhan,sedangkan Zev mengikuti dibelakang dengan mobil sang pujaan hati.Jauh dari dalam lubuk hati ia merasa sangat bersalah.Ia memiliki andil besar dalam kasus ini.Semua berawal dari kebodohannya.Andai ia tak semudah itu percaya pada semua ucapan Dave,mungkin ini semua tak akan jadi serumit ini.
Kedua mobil itu sampai di depan rumah milik Bu Lastri,bertepatan dengan para jamaah sholat Maghrib yang baru pulang dari masjid.
Nabila turun dari mobil dan segera berlari masuk kedalam rumah sambil menghapus air matanya.Ia sudah tak peduli pada Zev yang terus memanggil manggil namanya.
Zev mencoba mengejar masuk ke dalam rumah namun Farhan menahannya.
"jangan sekarang...dia butuh waktu sendiri" ucapnya tenang.
"tapi om...."
"aku mengerti bagaimana perasaanmu nak...tapi akan lebih baik jika sekarang kau biarkan Nabila sendiri...mungkin untuk saat ini bukan kau yang dia butuhkan...tapi ayah dan ibunya..." ucap Farhan memberi pemahaman.
Zev pun terdiam lalu mengangguk samar.Ya....mungkin Nabila butuh waktu untuk menenangkan dirinya.Mungkin sekarang ia harus pulang dulu,besok ia akan kembali lagi untuk menemui sang kelinci kecil.
Beru saja Zev hendak membuka mulutnya untuk berpamitan pada Farhan,tiba tiba.....
"ada apa ini?"
suara tegas itu sukses membuat kedua pria beda generasi tersebut menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya di sana,Adrian,Angkasa,Dinda dan Bu Lastri yang baru pulang dari masjid berdiri tak jauh dari tempat mereka.
"tuan.." ucap Farhan.
"om..." ucap Zev.
Adrian mendekati Farhan dan Zev.
"ada apa?" tanya Adrian lagi.
"maaf tuan...ada sedikit insiden yang terjadi pada Nabila hari ini" ucap Farhan menunduk hormat.
__ADS_1
"insiden?insiden apa?ada apa lagi dengan putriku?" tanya Adrian.Sang singa yang memang baru saja bangun dari tidur panjang nya pun kini berucap dengan nada bicara yang tak setenang biasanya.
"Nabila baru saja terlibat pertengkaran dengan....seorang gadis tuan" ucap Farhan menatap sejenak mata Adrian kemudian menunduk lagi.Seolah laki laki itu ingin memberikan kode pada sang tuan,siapa gadis yang ia maksud.Adrian langsung paham.Gadis yang dimaksud Farhan adalah gadis yang sama dengan yang mengirimkan pizza beracun untuk keluarga nya tadi siang.
Adrian mengangkat wajahnya.Andai ia tak harus menutupi semua rencana nya,sudah pasti ia akan berlari menemui Nora saat itu juga dan mematahkan lehernya.
"om...saya........." ucapan Zev terhenti saat Adrian memotong ucapannya.
"pulanglah Zev....ini sudah malam...kami mau istirahat..." ucap Adrian tenang namun dapat Zev rasakan ada aura yang tak bersahabat dari dalam diri Adrian.
"Farhan...masuklah...aku ingin bicara" ucapnya kemudian melangkah pergi,masuk ke dalam rumah sederhana itu disusul Dinda,Bu Lastri dan Farhan di belakangnya.
Angkasa mendekati Zev lalu menepuk pundaknya.
"maaf ya kak....mungkin papa lagi capek...banyak pikiran juga..." ucap Angkasa.
Zev hanya mengangguk sambil tersenyum kecut.
"kemarin nenek hampir aja jadi korban tabrak lari,tadi siang ada yang ngirim pizza beracun ke rumah ini,eh...sekarang...kak Nabil berantem....kasian papa..." ucap Angkasa.
Zev mengernyitkan dahinya
Angkasa mengangguk..
"iya...tadi siang ada cewek,rambutnya pirang...dia kesini bawa pizza katanya dari kakak...eh pas papa coba kasih ke kucing..kucingnya tewas...untung belum gue makan" ucap Angkasa.
"gue nggak ngirim pizza Sa..." ucap Zev.
"iya....papa juga bilang gitu...itu pizza dari penjahat amatir kata papa..." ucap Angkasa.
Zev nampak diam sejenak...
Cewek rambut pirang??
Angkasa yang memang cerewet pun makin antusias bercerita.Ia meraih ponsel di sakunya dan menunjukkan sebuah foto pada Zev.
__ADS_1
"oh ya kak...kalau ini...plat mobil dari orang yang udah nyoba nabrak nenek dari belakang....sempet ke foto sama warga yang ngejar mobil itu...tapi mobil itu berhasil kabur..." ucap Angkasa.
Zev meraih ponsel Angkasa.Seketika itu juga dadanya bergemuruh hebat.Mata serigalanya menajam.Itu mobil Nora....!ia hafal mini cooper dan plat mobil yang terlihat begitu jelas dalam foto itu.
Zev mengetatkan giginya.Nora sudah keterlaluan..!ini sudah kelewatan..!wanita itu tidak bisa dibiarkan..!ia harus menemui wanita itu untuk memberinya pelajaran..!
Zev menyerahkan ponsel Angkasa kembali pada pemiliknya.
"makasih Sa...gue pulang dulu" ucap Zev dengan raut wajah yang sudah berbeda,menjadi terlihat tegang dan garang
"kak...." ucap Angkasa memanggil nama Zev namun laki laki itu sudah tak peduli.
Saat Zev keluar dari area halaman rumah bu Lastri,tak sengaja ia berpapasan dengan keluarga umi Atikah.Ada umi,ustad Hanif,Bryan,dan Hanum.
"Zev...kamu disi.........." ucapan umi yang hendak menyapa Zev terhenti saat laki laki itu terus melangkah tanpa memperdulikan sapaan dari sang ibu tiri.
Fikiran Zev sudah kalut.Yang ada dalam otaknya saat ini hanyalah menemui Nora dan memberikan gadis itu pelajaran...!
Ia seolah sudah buta dan tuli,tak melihat keberadaan umi Atikah dan tak mendengar suara lembut milik sang ibu tiri.
Umi Atikah meremas jilbab yang menutupi dadanya sambil menatap nanar ke arah Zev yang terus berjalan ke arah jalan besar.Ada apa lagi ini?apa yang terjadi dengan putra tirinya itu.
Sementara Zev....
Pria yang kini tengah dikuasai amarah itu kini sudah berada di dalam taxi.Mata serigalanya menajam.Aura bengis penuh kebencian dan angkara murka warisan James menyeruak dari dalam dirinya.Kedua telapak tangannya mengepal dengan dada naik turun dipenuhi kobaran api yang membakar emosinya.
Tak ada kata ampun bagi Nora...!
Ternyata kejadian di taman kota bukan satu satunya aksi nekat yang gadis itu lakukan hari ini..!dia sudah mencoba mengirim pizza beracun mengatasnamakan dirinya dan mencoba mencelakai Bu Lastri....
Awas kau Nora...!kau sudah keterlaluan.....!!
...----------------...
***up 17:29
__ADS_1
Selamat berbuka puasa.......
yuk...klik like komen vote dan hadiahnya....🥰🥰😁***