Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story36


__ADS_3

Hari berganti hari...


Hari ini Angkasa sudah diperbolehkan pulang setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Laki laki yang terlihat memar di tubuh dan wajahnya itu kini tengah berada di teras rumahnya bersama sang papa yang tengah sibuk dengan ponselnya.Pria paruh baya itu nampak duduk di lantai teras sambil mengontrol usaha toko kue serta cafe yang kini ia miliki sebagai sumber mata pencariannya selain dari dunia modeling.


Sementara,di dalam rumah,Adinda dengan telaten menyisir rambut Nabila di ruang tamu.


Ya...Nabila sudah mulai bersedia untuk keluar kamar.Meskipun kini ia menjadi sosok yang lebih sering melamun.Tak banyak bicara dengan tatapan kosong yang selalu menatap lurus kedepan.Tapi setidaknya kini ia sudah lebih baik daripada hari hari sebelumnya.


Adrian masuk ke dalam rumah.Dilihatnya sang istri tengah sibuk menyisir rambut Nabila yang masih melamun.Sedangkan di sampingnya bu Lastri nampak melipat beberapa jemuran yang sudah kering dan meletakkannya di ranjang.


"iih...anak papa udah cantik.." ucapnya sambil mengelus lembut pucuk kepala Nabila.


Gadis itu tak merespon.Adinda tersenyum di samping Nabila.Adrian duduk berjongkok di hadapan sang putri lalu meraih punggung tangan Nabila.


"jalan jalan yuk...udah lama kita nggak keluar bareng" ucap Adrian.


"wah...iya....mumpung kita disini nih...boleh mas...kita jalan jalan yuk kak...." ucap Adinda.


"mau ya..." ucap Adrian membujuk sang putri.


Nabila tersenyum simpul meskipun memaksa,


"terserah papa aja "ucapnya terdengar tak bersemangat.


Adrian tersenyum.


" ya udah....kalian siap siap ya...ibuk juga ikut ya.."ucap Adrian lalu menoleh ke arah bu Lastri.


"iya le..." jawab Bu Lastri.


Adrian tersenyum....


"siap siap ya..." ucapnya sambil bangkit dan mengusap lembut pucuk kepala sang putri.


Adrian pun kembali ke teras untuk memberitahu Angkasa agar bersiap siap.Sepertinya mereka memang perlu untuk refreshing meskipun hanya sebentar.


Adinda pun mengajak Nabila untuk masuk ke kamarnya dan berganti baju.


Tak butuh waktu lama,keluarga yang tengah dirundung badai masalah itu pun selesai dengan aksi siap siapnya.Angkasa yang masih sedikit terlihat babak belur duduk di jog depan samping kemudi.Sedangkan para wanita duduk di belakang.


Mereka segera melesat pergi meninggalkan kediaman sederhana milik mereka.


Sepanjang perjalanan,Adrian Dinda bu Lastri dan Angkasa selalu mencoba mengajak Nabila untuk berbincang,mencoba menghibur agar sang gadis dapat kembali tersenyum,namun wanita malang itu hanya diam sambil mengarahkan pandangannya ke arah luar jendela.Tak ada sahutan,tak ada respon.Jangankan tertawa,tersenyum pun tidak.


Nabila yang dulu seolah sirna,lenyap,hilang entah kemana.Berganti Nabila yang pendiam,pemurung,tak banyak bicara.Wanita yang seolah tak punya semangat untuk hidup.


"pa....kita kemana nih..." tanya Angkasa yang duduk di jog depan di samping papanya.


" em...kemana ya?kakak maunya kemana kak?"tanya Adrian.


Nabila tak menjawab.


"kita ke pantai deket deket sini aja pa....kakak kan suka pantai...iya kan kak...?" ucap Angkasa.


Nabila tersenyum singkat namun terlihat pilu....


"terserah..." jawabnya singkat.


"semangat napa sih kak....senyum dong" ucap Angkasa sambil melirik dari spion dalam mobil.


Nabila tersenyum lagi....


"iya dek..." jawabnya.Nabila pun kembali menoleh ke arah jendela.Tanpa suara,setetes air mata jatuh lagi membasahi pipi Nabila.Entahlah....ini masih terasa begitu berat untuk nya.


Mobil pun terus melaju menuju ke sebuah pantai yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.


...****************...


Sementara itu....

__ADS_1


Sebuah mobil sport mewah terlihat terparkir di depan rumah warga...sedikit menjauh dari rumah kediaman Nabila.Didalam mobil tersebut,sepasang mata serigala yang terlihat memerah karena pengaruh minuman keras yang diminumnya itu menatap nanar ke arah rumah yang terlihat sepi dengan pintu utama dan pagar yang tertutup.Tak seperti biasanya dimana pintu selalu terbuka jika ada orang dirumah itu.


Zev kembali menenggak alkohol dalam botol itu.Entah sudah berapa botol yang ia habiskan sejak malam hari hingga kini.Padahal ini sudah siang.Sejak semalam ia tak tidur dan menghabiskan malamnya dengan mabuk mabukan.Hingga kini laki laki itu terlihat mabuk berat.Zev kacau....batinnya berperang.Ada rasa bersalah disana.Tapi disisi lain dendam mengalahkan segalanya.


lagi...


Zev menenggak alkoholnya.Dengan tubuh yang bertelanjang dada karena hawa panas yang menyeruak,laki laki itu menatap nanar ke arah rumah Nabila.


Lagi....Zev kembali menenggak alkoholnya hingga kini botol itu sudah kosong..!tak berisi lagi.Zev mengumpat hebat dalam kondisi setengah sadar itu.Hanya botol ini temannya saat ini.Ia sendiri.Tak ada seorang pun yang mau menemaninya di kala pikirannya tengah kacau.Hanya Jordan dan Nora yang pagi tadi menemuinya.Namun alih alih senang,Zev justru memaki maki mereka dan mengusirnya.Zev meraung,mengumpat kasar bertubi tubi entah ditujukan untuk siapa .Tangannya memukul mukul kemudi mobilnya guna menyalurkan kekesalannya...!


Hancurkah dia?


mungkin...


Niat awalnya merusak kebahagiaan Adrian.


Ia berhasil....


Keluarga Adrian terpuruk,tapi mereka masih bisa saling menguatkan satu sama lain.


Lalu dia...?Zev....


Dia tersangkanya....


Tapi nyatanya kini dia juga ikut rapuh karena ulahnya sendiri bukan?


Dan sedihnya....ia sendiri..!


Tak ada yang menyemangati..!tak ada yang peduli..!


Nyatanya belas dendamnya tak bisa membuatnya bahagia..!


Zev kambali menatap nanar jendela kamar Nabila.


"Aku ingin melihat wajahmu kelinci kecil.."


"Aku minta maaf...."


Zev memejamkan matanya.Ia mengusap kasar wajahnya hingga ke rambut.Entah ada apa ini.Laki laki itu seolah dibuat dilema dengan perbuatannya sendiri.Ia merasa bersalah pada gadis manis yang secara perlahan mulai memasuki pikirannya.Bayang bayang tingkah polah Nabila kembali menari nari di pikirannya.Umpatan umpatan hebat,makian,sikap kasar,uring uringan dan makian makiannya kembali melintas dalam ingatannya.Lucu....itu yang kini ia rasakan.Ia mendadak merindukan wanita galak itu.Padahal baru terhitung dua hari ia tak bertemu Nabila.Tapi rasa rindu itu begitu membuncah dalam diri Zev.


Saat Zev tengah di landa ke kalutan


Sebuah mobil yang datang dari arah berlawanan terlihat memasuki sebuah rumah berlantai dua yang berjarak dua rumah dari tempat mobil Zev berhenti.


Sang sopir menatap tajam mobil mewah itu.Itu Bryan..!Ia baru pulang menjemput sang umi yang baru pulang dari pasar.


Mobil itupun memasuki halaman rumah ustad Hanif,ayah Bryan.


Umi Atikah turun dari dalam mobil.Begitu pun Bryan.Laki laki itu pun dengan langkah cepat dan lebar berjalan keluar dari halaman hendak mendekati mobil mewah yang barusan ia lihat.


"lho....lho....kamu mau kemana le....?" tanya Umi Atikah.


Bryan menoleh....


"ke depan bentar umi....nggak lama kok" ucap Bryan kemudian kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu.


Umi Atikah hanya menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.Wanita paruh baya itupun bergegas menuju ke pintu rumah utama yang tetutup rapat tersebut.Kondisi rumah cukup sepi lantaran saat ini Hanum masih berada di sekolah,sedangkan ustad Hanig sedang berada di toko elektronik milik mereka.


Umi Atikah merogoh tas jinjingnya.


"astagfirullah haladzim....kuncinya kan Bryan yang bawa..!" ucap sang Umi.


Wanita paruh baya itupun menoleh menatap ke arah gerbang rumahnya.Bryan sudah tak terlihat.Ia kemudian berjalan berniat mencari keberadaan Bryan.Entah kemana perginya anaknya itu tadi.


Sementara itu.


Bryan berjalan dengan langkah lebar dan cepat mendekati mobil mewah yang terparkir disana.Ia ingat betul.Itu mobil Kyle,bos Nabila yang sudah memper**sa gadis malang tersebut hingga kini Nabila menjadi pemurung selama berhari hari.Sungguh....ia tidak suka pada laki laki itu.Bryan yang memang sudah menaruh perasaan khusus pada Nabila sejal pertama bertemu gadis itu di masjid itu seolah tak terima atas perbuatan laki laki yang sudah merenggut kesucian seorang gadis periang yang tumbuh dari keluarga bail baik itu.


Bryan sampai di samping mobil...

__ADS_1


daakk....daaakk...daakk....


Bryan menggedor gedor pintu kaca mobil itu.Tapi tak ada sahutan.Padahal jelas terlihat Kyle ada di dalam sana,membenamkan wajahnya di antara dada dan kemudi mobilnya.


daakk....daaakk...daakk....


Lagi....kini lebih keras.


Kyle alias Zev pun mangangkat wajahnya.Dengan mata sipit karena kurang tidur dan kebanyakan alkohol,Zev pun turun dari dalam mobil.Dengan tubuh yang bertelanjang dada.Memperlihatkan bulu bulu dada serta beberapa tato termasuk tato kepala serigala di tengkuk belakangnya,Zev pun menatap bengis ke arah Bryan.


"ada apa?" tanya Zev.Seketika Bryan memalingkan wajahnya.Aroma alkohol yang cukup kuat menyeruak dari mulut Zev.Pertanda laki laki ini benar benar dalam pengaruh minuman keras yang cukup kuat


"ngapain lo disini?mau apa lo?" tanya Bryan.


"bukan urusan lo" jawabnya singkat..


"selama itu masih berhubungan dengan Nabila...maka itu akan jadi urusan gue...!"


"emang siapa lo?babu nya?jongosnya?nggak usah ikut campur lo..!" ucap Zev setengah sempoyongan.


Bryan menatap bengis ke arah Zev.Percuma ngomong sama orang ini...!toh dia lagi mabok..!nggak akan ada gunanya bicara dengan orang yang sedang berada dalam kondisi mabuk seperti ini...!


Bryan menghela nafas panjang....


"pergi lo..!jangan gangguin Nabila lagi" ucap Bryan.


Zev tertawa...


"siapa yang gangguin?gue kesini pengen liat cewek gue..!" ucapnya dengan senyuman di bawah sadarnya.


Zeve mendekatkan tubuhnya pada Bryan.Dada keduanya tertempel seolah Zev ingin menunjukkan bahwa ia tak takut pada siapapun.


"lo lupa...gue udah pernah make dia man..!lo tau..."


"mantap!" ucapnya sambil mengusap kan ibu jarinya pada hidung Bryan di barengi sebuah senyuman,yang lagi lagi...bukan senyum kemenangan.


Bryan mendorong tubuh besar itu.Zev yang sudah sempoyongan pun jatuh tersungkur ke tanah.Laki laki itu tertawa mendapati perlakuan demikian dari Bryan..


Bryan naik darah.Ia tak suka dengan ucapan Zev yang terdengar merendahkan Nabila.


"pergi lo..!jangan pernah ganggu Nabila lagi..!"


Zev susah payah bangkit.Umi Atikah datang dari kejauhan.Dilihatnya sang putra tengah bersama seorang laki laki yang berdiri menghadap Bryan.Membelakangi dirinya yang masih berada di depan gerbang rumahnya.


deggghhhh....


Umi Atikah terdiam.


Postur tubuh tinggi besar itu mengingatkannya pada seseorang.Dan tato di tengkuk leher itu...seperti.........


Umi Atikah meremas telapak tangannya sendiri.Seketika ia merasa sesak.Siapa laki laki itu?kenapa dari belakang ia terlihat seperti................


Sementara di samping mobil mewah itu...


"tenang man..!gue akan pergi...!santai aja bro..!gue nggak akan ganggu cewek itu...!" ucapnya.


"lo suka ya sama dia?" tanya Zev lagi lagi dengan sebuah senyuman.


"sayangnya lo telat man..!dia udah jadi milik gue...karena ada benih gue di rahimnya..." ucapnya sambil tertawa di ujung kalimat nya.Zev pun berjalan masih dengan tertawa.Seolah ada kemenangan yang berhasil ia raih.Bryan hanya diam sambil menahan amarah.


Mulut Zev tak henti menebar tawa...tapi dalam hati...siapa yang tau??


Laki laki itup melesatkan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.Meninggalkan Bryan yang seolah tertampar dengan ucapan Zev.Ya...memang benar Zev sudah mananam benih dalam rahim Nabila,dan bisa jadi,suatu saat benih itu akan tumbuh menjadi janin.Dan jika Zev mau tanggung jawab dan Nabila menerimanya,maka disaat itu pula,Bryan hanya bisa memuja Nabila tanpa bisa memilikinya....


...----------------...


***YUUUUKKK....KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...


SEMOGA INI BAB BISA CEPET YA LULUSNYA....🤗***

__ADS_1


__ADS_2