
Adrian duduk di ranjang king size itu dengan kepala tertunduk.Mata hijau itu menajam.James.....pria itu sudah berani mengusiknya.Berani baraninya ia menyerang rumah utama dan membawa pergi kakeknya.Adrian mengepalkan tangannya,aura iblis menyeruak dari dalam dirinya.
"siapkan semua anak buahmu...akan ku penggal kepala James dengan tanganku sendiri!" ucapnya dengan gigi yang mengetat.
"baik tuan..." ucap Farhan.
drrrttt.....drrrttt.....
ponsel Adrian bergetar...
sebuah panggilan vidio dari nomor tak dikenal.
Adrian mengusap tombol hijau yang ada disana.
Matanya terbelalak.Gigi giginya mengetat menatap layar benda pipih tersebut.
"kakek..." ucapnya.
Farhan yang hendak pergipun mengurungkan niatnya.
Nampak di layar itu,tuan William tengah berada di kursi rodanya dengan mulut yang ditutup lakban.Pria tua yang sudah ringkih itu nampak ketakutan,sementara di belakangnya ia melihat seorang laki-laki yang sangat ia kenali tengah berdiri angkuh dengan sesekali menghisap rokok ditangannya,itu James.Pria yang sempat menawarinya kerja sama dalam bidang penyelundupan narkoba namun ia tolak mentah mentah.
"apa kabar tuan Adrian Tama" ucap James.
Kamera ponsel yang di pegang oleh anak buah James itupun mendekat ke arah tuan William yang ketakutan.
"apa yang kau lakukan bang***..!" ucap Adrian dengan rahang mengeras.
"aku hanya ingin bermain main dengan kakek tua ini Adrian" ucap James angkuh.
"apa kau merindukannya?" tanya James.
"jangan sentuh dia" ucap Adrian dengan mata yang memerah.
"hahahahaha......" tawa James menggelegar.
"sebegitu takutnya kau....!sebegitu sayangnya kau pada kakek tua ini?"
James bangkit,pria empat puluh tahun itu kemudian berjalan,
"lalu bagaimana dengan yang ini" ucapnya kemudian mendekati sosok wanita berhijab dan berseragam putih abu abu disana.
Adrian membelalakkan matanya.Ia bangkit dari duduk nya.
"jangan sakiti istriku ba****an...!!!" ucapnya menggebu.
"HAHAHAHHAHA......!!!!" James semakin merasa di atas awan.
Kamera ponsel itu semakin mendekat ke arah wajah Adinda yang menangis ketakutan.
sreetttt.....
James menarik rambut berbalut hijab itu kebelakang,membuat kepala Adinda yang ketakutan terdongak ke atas.
"lihatlah Adrian,betapa cantiknya istrimu...."ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Adinda.
__ADS_1
Adrian mengepalkan tangannya.Mata hijaunya menatap tajam ke arah layar ponsel itu.
" kalau kau menginginkan mereka,datanglah ke markasku seorang diri..!jangan coba coba bawa anak buahmu Adrian...atau kau akan menyesal...!"ucap James lalu mematikan sambungan vidio sepihak.
"aaakkkkkhhhh......"
daaggghhhh
Adrian melempar ponselnya hingga jatuh tak berbentuk.Farhan menunduk menunggu perintah.
Adrian tak bisa berfikir jernih.Kakek dan istrinya dalam bahaya sekarang.Dengan cepat ia menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa berkata sepatah katapun..
...****************...
Sementara di tempat lain....
Adinda gemetar ketakutan.Wanita itu terus menunduk,tak berani menatap laki-laki menyeramkan yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan mata yang tak lepas darinya.
Sedangkan tak jauh dari sana,tuan William yang renta sedang berjuang menahan rasa takutnya.Para anak buah James dengan tega dan tidak sopannya memutar mutar kursi roda pria tua tersebut,membuatnya ketakutan setengah mati.
"kenapa kau menangis sayang?apa yang kau tangisi?bukankah kau memang ingin lepas dari Adrian?" tanyanya.
Adinda tak menjawab,ia terus menunduk.
seettt
James menarik rambut berbalut hijab itu membuat kepala Adinda mendongak ke atas.James mendekatkan wajahnya ke wajah Dinda.
"jangan menunduk manis...aku tidak suka" ucapnya lirih tepat di telinga Adinda.
James membuka lakban penutup mulut Adinda dengan pelan,aura psychopath terlihat jelas dari wajah laki laki empat puluh tahun itu.
Adinda sontak menoleh ke arah James.
"bayi?" tanyanya lirih,seolah tak percaya.Matanya menatap nanar ke arah laki-laki itu.
"ya....bayi...!apa kau lupa kau pernah koma di rumah sakit?kau pikir karena apa?itu karena kau keguguran manis!Adrian sudah membunuh calon bayi kalian." ucap James.
deegg.....
Adinda bergetar,bulir bulir cairan bening menetes deras tak tertahan.
Adinda menggelengkan kepala samar.
"nggak...nggak mungkin"ucapnya dengan air mata yang semakin banjir.
" kenapa tidak?apa kau lupa siapa Adrian?dia pembenci wanita.Ia akan melakukan apapun untuk membuat wanita yang ada di sampingnya menderita sayang.Termasuk kau...!"ucap James.
"dengan calon bayi yang tak punya dosa saja dia tega membunuh...apalagi kamu...suatu saat dia pasti akan membunuhmu,atau melemparmu jika dia sudah bosan" ucapnya.
Adinda mematung.Benarkah yang laki laki itu ucapkan?dia pernah keguguran karena Adrian?lalu kenapa Adrian tak pernah bilang?
Adinda menangis.Pantas saja setelah ia sadar dari koma Adrian bersikap baik padanya....ternyata karena ini.Jahat sekali laki laki itu.Adrian sudah memisahkan nya dari keluarganya,menikahinya tanpa cinta,memperlakukannya bak binatang,membunuh bayinya,melemparnya ke jalan,lalu apa lagi setelah ini?
Adinda yang syok semakin menangis sejadi jadinya,membuat James yang menatapnya begitu puas.
__ADS_1
"laki laki seperti Adrian tidak pantas untuk kau tangisi manis....dia tidak pantas untukmu..." ucap James semakin memanas manasi.
"hanya laki laki bia**b yang tega membunuh calon anaknya sendiri dan menyembunyikan nya darimu...!!"
Adinda histeris sambil menggelengkan kepala nya.Ia seolah tak bisa menerima semua kenyataan ini.Adrian jahat..dia benar benar jahat.
Senyum psychopath terbentuk di bibir James.Ia berhasil,Adinda ketakutan.Setelah ini wanita itu pasti akan membenci Adrian setengah mati.
...****************...
Sementara itu....
Disebuah mobil hitam....
Joddy meringis kesakitan.Kini mereka tengah berada di mobil Marco setelah Joddy menelfon sang kakak untuk menjemput nya setelah ia dikeroyok oleh beberapa preman yang ia duga adalah orang orang suruhan Adrian.
"jadi sekarang Dinda udah sama Adrian?" tanya Marco.
"keknya sih gitu...ssshh.....akkkhhh...."Joddy merintih merasakan sakit di sekujur tubuhnya yang babak belur.
"tahan....kita kerumah sakit sekarang" ucap Marco.
Sesaat mereka diam.Tiba tiba...
Joddy melihat mobil Adrian yang melesat dengan kecepatan tinggi.
"bang...itu mobil Adrian bang...ikutin!"
"kita harus kerumah sakit Jod...!"
"nggak...gue nggak apa apa...!!ikutin buruan keburu ilang..!!"
"tapi......"
"bang...!buruan..!Dinda dalam bahaya...!!" ucapnya.
Marco pun tancap gas mengikuti mobil merah yang melesat bak orang kesetanan itu.
"gue yakin Dinda pasti bakal disiksa lagi sama Adrian"
"jangan su udzon..!!kita udah melangkah terlalu jauh Jod...!ini urusan keluarga mereka..!kita nggak berhak ikut campur..!"
"nggak bisa....gue nggak bisa biarin Dinda menderita dalam jeratan Adrian..." ucap Joddy tak mau kalah.
Marco hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan sang adik.
Sementara itu,
Di mobil Ferrari merah disana...
Adrian kalut,satu-satunya yang ada dalam pikirannya saat ini adalah keselamatan istri dan kakeknya.Dadanya naik turun.Ia kalah cepat dari James.Harusnya dia hancurkan genk Diavolo lebih dulu,tapi akhir akhir ini pikirannya terlalu fokus pada Adinda,membuatnya lupa bahwa ada musuh yang selalu mengintai pergerakan mereka.
Romi....yaa....laki laki yang sudah ia curigai itu.Hari ini dia harus mati.Berani beraninya dia membangunkan macan tidur.Dia lupa berhadapn dengan siapa..!!
...----------------...
__ADS_1
***JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA KALAU SUKA SAMA NOVELNYA😍😍😍😍
SAMBIL NUNGGUIN LULUS KONTRAK YA READERS....INSYA ALLAH BAKAL UP 2X KALAU UDAH LULUS🤭🙈***