Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
36


__ADS_3

Mobil itu sudah sampai di sebuah taman yang menjadi tempat pengambilan gambar untuk Adrian.Sudah ada beberapa orang yang menunggu disana.Farhan turun dari mobil lalu bergegas membukakan pintu untuk sang tuan.Adrian pun hendak keluar dari dalam mobil dengan mode cool nya,namun tiba tiba Adinda turun terlebih dulu dengan cepat dari pintu di sampingnya tanpa menunggu Farhan membukanya.Adrian memggelengkan kepalanya sambil tersenyum,sepertinya istrinya itu sangat bahagia dibawa ke tempat seperti ini.Kenapa.mudah sekali membuat wanita itu tersenyum.Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal,cukup dengan membawanya keluar rumah,wanita itu sudah girangnya setengah mati.


Adrian pun turun,ia mendekati Adinda yang masih berdiri sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"jaga sikapmu bodoh!jangan bikin malu" bisik Adrian lalu menarik tangan Adinda agar mengikuti langkahnya.Farhan mengikuti langkah mereka dari belakang


Adinda hanya menurut.Adinda mendekati beberapa orang yang merupakan rekan kerja Adriam itu.


"assalamu alaikum" ucap Adrian sambil tersenyum.Adinda reflek menoleh ke arah Adrian.


"dia bisa salam juga ternyata?" batinnya.


Adrian dengan cepat menoleh dan menatap tajam pada Adinda membuat Adinda kaget dan segera menunduk.Lagi lagi pria itu bisa membaca pikirannya.


"wa alaikum salam..." sahut beberapa crew di sana.


"gue telat ya...?"tanya Adrian.


"nggak kok....kita juga baru sampai"


Adinda memiringkan kepalaanya,lagi lagi ia dibuat kaget sekaligus aneh.


Adrian dan para crew itupun saling berbincang...


"oh ya...Marco mana?"


"lagi ke toilet.."


"oh..."


"dia bisa ngomong lo gue juga ternyata...kirain bisanya ngomong pakai bahasa baku doang" batinnya.


Adinda tak henti mengamati wajah suami nya yang tengah asyik berbincang dengan para crew itu.Ia mengernyitkan dahinya,seolah pria yang ada di hadapannya itu bukanlah Adrian suaminya,ia benar benar berbeda seratus delapan puluh derajat dari Adrian yang ia kenal dirumah selama ini.


"ini siapa Dri...bening bener.." ucap seorang crew berbadan kurus itu.


Adrian menoleh kearah Adinda yang masih berdiri dengan posisi kepala miring menatap sang suami.


"oh...kenalin...ini Adinda,ponakan gue.." ucap Adrian sambil merangkul pundak Adinda yang masih bengong.


"halo Dinda...kenalin...gue Rio.." ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.


Alih alih menyambut uluran tangan tersebut.Adinda masih bengong menatap wajah sang suami


"Din...ada yang mau kenalan." ucap Adrian.Namun Dinda tak merespon,ia cukup dibuat terpana dengan sikap Adrian yang sangat jauh berbeda saat di tempat ini.Melihat Adinda yang hanya bengong tanpa ekspresi itu,Adrian menghela nafas panjang,lalu....


huufftt........


Adrian meniup kasar wajah Adinda,membuat wanita itupun tersadar dari lamunannya


"jangan ngelamun..ada yang mau kenalan" ucap Adrian.


Adinda pun segera menoleh ke arah Rio yang nampak tersenyum.


"gue Rio..nama lo siapa..?" tanya Rio lagi dengan penuh senyuman.


"oh...halo kak aku Dinda " jawab Dinda sambil menundukkan kepalanya,ia seolah tak berani bersentuhan dengan laki laki lain di hadapan Adrian.Seutas senyum terbentuk dari bibir pria bernetra hijau itu melihat aksi sang istri yang tak mau bersentuhan dengan Rio.


Rio pun menarik tangannya.


Saat mereka asyik berbincang,tiba tiba...


"Adrian...."

__ADS_1


Suara wanita itu sukses membuat tiga orang disana menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya Sheila dari arah belakang dan mendekati Adrian.


"yaaaahh....uler keket dateng.." gumam Rio.


"kamu apa kabar...udah lama kita nggak ketemu" ucap Sheila.


Adinda mengernyitkan dahinya,ia sepertinya pernah melihat wanita itu,tapi dimana??


"baik...aku emang lagi sibuk aja..." ucap Adrian.


"bang Rio....sini bentar...." ucap seorang crew disana.


"gue tinggal dulu ya..." ucap Rio yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Adrian dan Dinda.


Rio pun berlalu...


"aku kangen kamu sayang..." bisik Sheila di telinga Adrian,namun dapat di dengar oleh Adinda.Dinda pun sontak menoleh ke arah dua manusia itu dan memberikan tatapan tidak suka pada keduanya.Siapa sih perempuan itu...gatel banget ama laki orang..!itu batin Dinda yang seolah tak dianggap ada oleh Sheila.


"menyingkir..." ucap Adrian dingin.


"tapi sayang...kita udah lama nggak...."


"menyingkir atau ku tembak kepalamu" ucap Adrian dengan raut wajah menyeramkan menatap ke arah Sheila,membuat wanita itu menciut nyalinya.


Adinda kembali mengernyit,laki laki di sampingnya ini cepat sekali berubah moodnya.Dalam hitungan detik ia bisa kembali menjadi Adrian yang dingin dan menyeramkan.Adinda semakin bergidik ngeri...laki laki itu memang ajaib.


Sheila yang mulai menciut itupun pergi menjauh dari sepasang suami istri itu,sekilas ia melirik sinis ke arah Adinda yang mematung.


"duduklah disana....jangan banyak tingkah" ucap Adrian pada istrinya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Adinda pun menurut,ia duduk di sebuah bangku taman,matanya tak lepas menatap suami tampan nya yang kini sedang di make up.Seutas senyum terbentuk dari bibir wanita itu.Siapa sangka dia jadi istri seorang model terkenal itu sekarang.Saat tengah asyik mengamati aktifitas sang suami,tiba tiba...


cekrekk....


cekrekk....


"hai....kita ketemu lagi" ucap pria itu.


Adinda memiringkan kepala nya.Memangnya mereka pernah bertemu?batinnya.


Pria itu mengulurkan tangannya...


"gue Marco..."


Adinda menundukkan kepalanya,


"saya Dinda..."


"oh...." ucapnya sambil menarik tangannya kembali.


"kamu ngapain disini?"


"saya nungguin om saya mas..."


"om kamu?siapa?"


"tuh...." ucapnya sambil menunjuk ke arah Adrian yang sedari tadi mengamati mereka.


"oh....kamu keponakannya Adrian...."


"iya..."


"aku baru tahu kalau Adrian punya keponakan se imut kamu" ucapnya membuat Adinda semakin menunduk malu.

__ADS_1


"bang....semua udah siap..." ucap Rio yang tiba tiba datang.


"oh...ok..."


"Din...gue tinggal dulu ya..." ucap Marco.


"iya mas...." jawab Dinda.


Rio dan Marco pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


"bang....ponakannya Adrian cantik ya..." ucap Rio saat berjalan beriringam dengan Marco.Marco hanya tersenyum.


"pepet aja bang..!abang kan jomblo...!"ucap Rio sambil menepuk pundak Marco.


" paan sih lo..."


"ye....dibilangin....dia cocok bang sama abang!"


Marco tak menjawab,ia pun segera melangkah mendekati set yang akan menjadi lokasi pemotretan mereka.


Sesi pemotretan pun dimulai.Adrian sibuk mengubah ubah posisi tubuhnya sesuai arahan sang fotografer.Sedangkan tak jauh dari sana Adinda sedikit terkantuk kantuk menunggu sang suami selesai dengan pekerjaan nya.Wanita itupun memutuskan untuk berjalan jalan sebentar di area sekitar taman.


Adinda menapaki taman berumput rapi itu,tanpa ia sadari ia mulai menjauh dari lokasi pemotretan sang suami,tiba tiba...


"ehhmmm....."suara deheman itu berhasil membuat Dinda menoleh ke belakang,nampak disana wanita dengan penampilan sexy dan glamour tengah berdiri dengan melipat kedua tangannya sambil menatap angkuh ke arah Dinda.


Adinda menyipitkan matanya.Sheila pun mendekati Adinda...


" hai...apa kabar j***ng barunya Adrian"ucap Sheila,membuat Adinda merasa tidak nyaman.


"gimana rasanya jadi pe****rnya Adrian?enak?berapa lo dibayar?udah dapet apa aja lo dari dia?" tanyanya angkuh.


Adinda mengernyitkan dahinya..


"maksud mbak apa?saya nggak ngerti"


"nggak usah munafik deh lo....!lo kan cewek yang waktu itu nangis nagis di barnya Adrian kan?"


Ohh....Adinda ingat sekarang,dia adalah wanita yang dulu pernah ia pergoki sedang berduaan dengan suaminya di bar.


"kenapa diem?nggak bisa jawab?dasar cewek murahan..!"ucap Sheila angkuh.


"terus kalau saya murahan mbak apa?" tanya Adinda berani.


"saya udah dapet banyak dari mas Adri....semua yang saya mau dia kasih.Karena saya istrinya...." ucapnya dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.Sungguh ia tak suka dengan ucapan wanita itu.Meskipun sampai saat ini ia tak pernah mendapatkan apapun yang berbentuk materi dari Adrian,tapi setidaknya ia sombong dulu.Masalah benar atau tidak nya ucapannya pikir belakangan.Toh...Adinda yakin kalau Sheila juga tidak tahu tentang kehidupan pribadinya dengan Adrian.Adrian tidak mungkin menceritakan kehidupan pribadinya pada siapa pun.


Sheila menatap bengis ke arah Dinda yang kini nampak sombong dengan kedua lengan yang di lipat di atas dada.


"kalau mbak apanya?dipegang pegang doang nggak dinikahin?kasian banget...milik umum ya...?" ucap Adinda yang sontak membuat Sheila naik darah.


"jaga mulut lo ya anak kecil....!berani beraninya lo ngomong kayak gitu sama gue?!lo nggak tau siapa gue?!"


"enggak....emang siapa?artis?model?anak presiden?kok saya nggak pernah lihat...?!" tanya Adinda dengan ekspresi yang nampak menyebalkan di mata Sheila.


"an***g lo...!!" umpat Sheila,tangannya tergerak hendak menjambak rambut berbalut hijab itu,namun dengan cepat Adinda menahan tangan tersebut.


"jangan sentuh saya..!atau kamu berhadapan dengan suami saya...!!" ucapnya dingin.


Adinda pun melempar tangan itu lalu pergi meninggalkan Sheila.


...----------------...


AUTHOR SENENG BANGET LOH KALAU ADA YANG NGASIH VOTE & HADIAH BUAT AUTHOR....DITUNGGU YA....❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2