
Di dalam kamar yang tak terlalu luas....
Nabila menangis sesenggukan.Ia terus merapatkan tubuhnya pada sang mama.Seolah ada bahaya yang mengancam Nabila terus menangis meminta perlindungan dari sang mama dan neneknya yang duduk di samping Nabila menenangkan sang cucu.
"mama...usir dia ma...!Nabil nggak mau dia disini....!!" ucap Nabila ketakutan.
Adinda terus memeluk sang putri.Baru saja Nabila mulai bangkit.Sekarang gadis ini seolah kembali terpuruk saat melihat laki laki itu.
"mamaa....usiiirr..." rengek Nabila lagi.
"iya nak....dia udah di usir sama papa....tenang kak...!!"
"nggak..!!dia masih diluar maa.....!" ucap Nabila histeris.
Gadis itu kembali mengamuk.Ia berteriak teriak bak orang kesetanan.Nabila mulai mengacak acak sprei nya,menyakiti dirinya sendiri,sungguh....mungkin jika orang lain melihatnya ia akan disebut gila...!
Suara teriakan histeris yang memekakan telinga itu pun dapat di dengar oleh Zev dan Adrian dari teras rumah.
Zev bergetar...
suara itu pilu menyayat hati.Sungguh...ia tak mengira jika wanita kuat itu bisa serapuh sekarang.
Adrian menghela nafas panjang.Putrinya kembali histeris.Sungguh....perih rasanya mendengar suara itu.
"tunggu sebentar...." ucap Adrian pada Zev.Laki laki itu kemudian bangkit dan masuk ke dalam rumah.Adrian segera menuju ke kamar Nabila.
ceklek
pintu kamar dibuka...
Dilihat nya sang putri meraung raung dalam dekapan Adinda.Pipinya sudah basah karena keringat dan air mata.Gadis itu kembali ketakutan saat bertemu dengan Zev.
Adrian menghela nafas panjang..
Ia berjalan mendekati sang putri lalu berjongkok di hadapan Nabila.
"kakk...." ucapnya lembut.
Nabila menoleh ke arah papanya..
"pa.....usir dia...!" ucap Nabila merengek.
Adrian tersenyum...
"iya sayang...papa akan usir dia...tapi kakak jangan nangis...tenang ya.." ucapnya sambil mengusap pipi mulus Nabila.
"tapi dia diusir kan..." ucap Nabila.
"iya kak....dia diusir....papa akan usir dia...kamu tenang ya...jangan nangis lagi....okee...." ucap Adrian lagi lembut.
Nabila mengangguk,menurut bak anak kecil.
__ADS_1
Adrian mengusap lembut pucuk kepala Nabila.
"dah...sekarang kamu istirahat ya...." ucap Adrian.
Nabila mengangguk.Adrian pun bangkit.Ia berjalan keluar kamar dan kembalikembali menemui Zev yang masih duduk di teras rumahnya.
"kita bicara di tempat lain" ucap Adrian
Zev hanya diam,menatap tajam ke arah laki laki ayah dari Nabila itu.
"boleh aku menumpang di mobil mu?" tanya Adrian lagi dibarengi dengan sebuah senyuman.
"dimana kita akan bicara?" tanya Zev dingin.
"terserah kau saja...yang penting tidak disini...putriku histeris melihat mu..." ucap Adrian.
Zev tak menjawab.Ia pun bangkit dan segera menuju ke mobil mewahnya.Adrian hanya tersenyum,iapun mengikuti langkah Zev dari belakang.Keduanya pun masuk kedalam mobil mewah milik Zev.
Di dalam perjalanan.....
"bagaimana kabarmu nak..." tanya Adrian.
"jangan basa basi Adrian....katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Zev dingin sambil fokus melajukan mobilnya.
Zev mengurangi kecepatan mobilnya.Ia menepikan kendaraannya di tepi jalan,di dekat sebuah taman yang terletak tak jauh dari tempat tinggal Adrian.
Adrian Tama menghela nafas panjang....
Zev tak menjawab.
"apa maksud perkataanmu ingin bertanggung jawab terhadap putriku?" tanyanya.
Zev menoleh ke arah Adrian.
"menurutmu?" tanyanya.
Adrian tersenyum...
"kau ingin menikahi Nabila?" tanyanya.
Zev tak menjawab.
Adrian menatap lurus ke depan,
"apa menurutmu aku akan merestui jika kau mau menikahi putriku?" tanya Adrian.
Zev menoleh ke arah laki laki itu.
"apa kau gila Adrian?anakmu sudah kotor!dia sudah ku nodai..!apa kau bodoh jika tidak mengizinkanku untuk menikahi nya?" ucap Zev lantang.
"bisa saja sekarang ada anakku di rahim putrimu..!dan jika anak mu tidak menikah denganku...apa kau siap menanggung malu?anak Adrian Tama sang model terkenal hamil di luar nikah?!ingat Adrian...!image mu ada ditanganku...!" ucap Zev yakin
__ADS_1
Adrian menoleh ke arah Zev..kini laki laki itu menatap pemuda disampingnya dengan tatapam tajam.Kedua mata tajam itu saling beradu.
"ada beberapa hal yang perlu kau tau Zev...." ucap Adrian dingin dengan suara tegas
"yang pertama....aku tidak pernah menganggap putriku kotor!" ucapnya yakin dengan mata makin menajam menahan amarah.
"bagiku Nabila adalah wanita suci yang terhormat..!wanita yang aku didik dan ku besarkan dengan sangat hati hati...!yang selalu ku tanamkan nilai nilai agama dan moral yang baik,bukan hanya untuk Nabila...tapi juga untuk Angkasa putraku...!" ucap Adrian tegas.
"kau tau kenapa?karena aku menyadari siapa diriku..!aku hanyalah baji**an yang masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki hidupku...!aku tidak mau..jika jejak burukku...ditiru oleh anak anakku..!" ucap Adrian bergetar.
Sungguh....putrinya adalah berlian baginya.Ia tak suka dengan ucapan jahat dari pemuda ini yang mengatakan Nabil kotor.Ada rasa sakit hati disana,namun sekuat tenaga,Adrian mencoba menahan emosi nya.
Zev tersenyum sinis...
"bulshit..!" ucap Zev.
Adrian tersenyum....
"dimataku...bukan Nabila yang kotor...tapi perbuatanmu yang menjebaknya lah yang menjijikkan" ucapnya tegas.
Zev mulai naik darah.Adrian tak kalah garang..!
"yang kedua....jika memang saat ini ada anakmu di rahim putriku....asal kau tau... tidak pernah terbersit sedikitpun dalam pikiranku...rasa malu....!"
"yang ada di rahim putriku...itu adalah cucuku..!manusia ciptaan Allah yang suci..!yang tak berdosa..!yang berdosa adalah perbuatan orang tuanya..!melakukan hal biad*p tanpa adanya pernikahan..!jika pun kau tidak mau bertanggung jawab....aku tidak memaksa nak....!lagi lagi...aku akan menerimanya dengan suka cita...!merawat dan mendidiknya selayaknya aku mendidik anak anakku..!karena anak adalah titipan Tuhan..!terlepas dari rahim dan benih siapa ia tercipta..!anak tidak pernah tau...dosa apa yang sudah orang tuanya lakukan dulunya..!"
"tugas kita sebagai orang tuanya hanyalah mendidik dan memberikan pelajaran dan ilmu agama yang baik...agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari kita..."
"jadi jika kau berfikir aku akan malu jika kau tak mau bertanggung jawab....kau salah nak....justru harusnya kau yang malu jika kau melakukan hal itu...!sebagai laki laki kau tidak pantas untuk dipanggil ayah" ucapnya tegas.
Zev terdiam.
Adrian masih menatap tajam pemuda itu.
"aku tidak melarangmu ataupun memintamu bertanggung jawab..!tapi jika memang benar benar mau menikahi putriku....datang...dekati...luluhkan hatinya dengan caramu sendiri...karena saat ini...kau lah orang yang paling Nabila benci..!" ucapnya.
"aku tidak memaksamu...tidak juga melarangmu..!silahkan lakukan sesuai hati nuranimu...tapi jika nanti kau dan Nabila menikah...tinggal lah bersama kami...aku masih ingin menjaga putriku sampai kau benar benar bisa menjadi imam yang baik untuk gadis kecil pemilik separuh nyawaku" ucap Adrian begitu mengena.
Zev tak bersuara.Ia terasa begitu tertampar dengan ucapan Adrian.
Papa Nabila itu kemudian turun dari mobil tersebut.Ia memilih pergi dan menghentikan sebuah taxi untuk mengantarnya kembali ke rumahnya.
...----------------...
***UDAH CRAZY UP NIH...
YUKKK
LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA..
🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1