Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story20


__ADS_3

Di pinggir kolam renang....


Disebuah rumah mewah kediaman Zev....


Tiga orang anak manusia terlihat begitu menikmati suasana malam yang dingin.Ditemani beberapa botol minuman keras yang berada di atas meja dan musikk yang begitu keras,Jordan,Nora dan Zev terlihat begitu menikmati malam mereka dengan aktifitas haram namun menyenangkan bagi mereka.


Nora,satu satunya wanita disana terlihat begitu asyik menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik.Dengan pakaian yang begitu mini,rokok di tangan kanan dan gelas kecil di tangan kiri,wanita itu seolah hanyut dalam kenikmatan dunia yang ia ciptakan sendiri.Tak jarang tawa keras menggema dari mulutnya saat Jordan dengan sengaja menjamah tubuhnya dengan lancang


Tau sendiri kan gimana Nora??


Disentuh dan dipegang tubuhnya oleh laki laki bukanlah hal yang tabu baginya.Bukan hanya Jordan,tapi banyak laki laki pernah melakukan hal itu.Dan Nora....menikmati nya.


Sementara di sampingnya,Zev terus memainkan ponsel miliknya.


Laki laki itu kembali mencoba menghubungi wanita yang baru saja menelfonnya namun tiba tiba terputus.Wajahnya terlihat tidak tenang.


Ada apa dengan wanita itu?kenapa dia terdengar menangis?tapi bukankah dia wanita kuat?masak dikunciin aja nangis?


Kyle alias Zev kembali mencoba menghubungi nomor wanita itu.Namun lagi lagi,tidak aktif.


"kamu kenapa kelinci kecil..?" gumamnya sambil terus mencoba menghubungi Nabila.


"daddy....kamu kenapa?" tanya Nora manja sambil memeluk tubuh Kyle dari samping.


Kyle tak menggubris.


"dad....come on....seneng seneng lah sama aku..." ucapnya manja sambil menyodorkan gelas berisi minuman beralkohol itu kemulut Kyle,namun Kyle menolak.


"ayo kelinci kecil...angkat" ucap Kyle mulai panik.Ia kembali mencoba menghubungi Nabila.Namun lagi lagi sudah tidak bisa


Nora mengernyitkan dahinya..


"dad....are you okey?" tanya Nora.


Kyle masih tak manjawab.


Lagi....entah sudah yang keberapa kali,laki laki itu kembali mencoba menghubungi kelinci kecilnya.Dan....tak bisa lagi..tidak aktif.


"daddy....ayo dong...kamu kenapa sih...?" ucap Nora dengan tangan yang sudah mulai gerayangan keman mana.


Kyle tetap tak merespon.Raganya ada di sini,tapi pikirannya sedang bersama Nabila sekarang.


Kyle makin tidak tenang,ia takut terjadi apa apa pada kelinci kecil nya.Dengan cepat ia menyambar kunci mobil yang ada di atas meja lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"dad....daddy mau kemana???!!!" tanya Nora tak terima.Laki laki benar benar berubah.Dulu sebelum ibunya meninggal,laki laki itu begitu baik padanya,begitu lembut,meskipun Zev tak pernah menyentuhnya,tapi laki laki itu begitu perhatian dulu.Namun setelah ibunya tewas Zev berubah.Ia menjadi dingin.Ia kira setelah ia menghabisi nyawa ibunya sendiri yang juga saingannya kala itu,Zev akan jatuh ke pelukannya dan mereka akan bahagia,tapi ternyata tidak.Setelah semua ia berikan pada Zev,termasuk semua harta benda yang sudah berpindah tangan atas nama Zev alias Kyle,laki laki itu justru kini menjadi orang asing baginya.Zev hanya menemuinya jika laki laki itu butuh bantuan.Dan bodohnya,ia mau mau saja diperlakukan seperti itu.


Sebuta itukah Nora??


.


.


.


Kembali ke rumah mewah itu....

__ADS_1


Zev melangkahkan kakinya lebar.Dengan cepat ia masuk ke dalam mobil mewahnya dan melesat keluar meninggalkan rumah itu dengan satu tujuan.Bengkel...!


Zev berkendara bak orang kesetanan.Hanya satu yang ada dipikirannya.Kelinci kecilnya..!kenapa wanita itu menangis minta tolong?tidak mungkin terjadi apa apa kan??dia kan wanita kuat??


Tak butuh waktu lama Zev sampai di bengkel itu.Gelap..!


Jadi di sini mati lampu?Zev tidak tau kalau ternyata listrik di daerah sini padam.


Zev keluar dari dalam mobilnya dengan berlari lantaran saat ini hujan masih mengguyur bumi dengan begitu derasnya.


Laki laki itu kemudian membuka rolling door bengkel tersebut,lalu menyalakan senter ponselnya dan masuk ke dalam bangunan tersebut.


Zev berjalan menaiki tangga.Ia kemudian dengan cepat membuka pintu kaca ruangannya itu dan masuk ke dalamnya.


"Gita...!!" ucapnya.


"Gita kamu dimana??"


Tak ada sahutan...


"Gita...!!!"


Kyle mengarahkan senter hp nya ke segala arah.Dan...


Disana....di pojok ruangan di bawah jendela,di samping rak.Gadis itu duduk memeluk lututnya dengan wajah yang terbenam di antara lutut dan dadanya.


Kyle mendekati Nabila.Ia segera berjongkok di samping wanita yang badan nya kini terlihat gemetar dan penuh dengan keringat dingin itu.Sepertinya ia ketakutan.


"Git..." ucapnya lirih sambil menyentuh lembut pundak Nabila.Namun sentuhan lembut itu berhasil membuat Nabila terjingkat takut.


Gadis itu menangis.Ia terisak isak dengan wajah yang terus tertunduk seolah begitu takut untuk mendongak melawan gelapnya ruangan itu.


"Gita ini aku" ucapnya.


"mamaaaa....." ucap gadis itu menangis.


"Gita..."


"paaaa....Nabil takuuttt.....huhuhuhuu...."


Kyle makin panik.Gadis itu benar benar ketakutan.Ia tak mau disentuh.


"papaaaa.......tolong...!"


Kyle bingung...gimana ini...


"papa....!!!"


"i...iya...ini papa nak...sini sama papa...kamu aman sekarang" ucap Kyle dalam gelap.


Nabila meringsut.Ia memeluk tubuh kekar itu dengan eratnya seolah menemukan tempat ternyamannya.


"papaaa....." ucapnya sambil menangis.


"tenang sayang kamu aman.." ucapnya sambil terus memeluk gadis yang terlihat ketakutan itu.Nabila memasukkan wajahnya pada dada bidang Kyle.Laki laki itu bergetar merasakan tetesan air mata yang kini membasahi kaos putihnya.Ada rasa bersalah dalam dirinya.Entahlah....bukankah ia bilang ini adalah pemanasan sebelum ia meledakkan bom balas dendamnya?tapi kenapa ia lemah saat merasakan air mata Nabila.Kenapa ia iba melihat Nabila yang ketakutan seperti ini?

__ADS_1


Kyle terus mendekap tubuh ramping itu seolah ingin memberikan kehangatan pada gadis yang kini tubuhnya terasa dingin tersebut.Sesekali ia mencium pucuk kepala sang wanita sambil tangan kekarnya terus bergerak mengusap lembut rambut Nabila,seolah ingin memberikan ketenangan pada gadis yang terus terisak itu.


Perlahan tangisan itu mereda.Nabila mulai terlelap dalam dekapan tangan kekar bos gilanya itu.Malam yang semakin larut,membuat rasa kantukpun menyerang laki laki tampan itu.Kyle ikut tertidur.Keduanya terlelap dalam posisi saling berpelukan di pojok ruangan hingga pagi menjelang.


...****************...


Sementara itu....


Di tempat lain....


Bu Lastri menangis sambil menelfon Adinda.Sudah larut malam,Nabila belum pulang juga.Tak ada kabar,tak bisa dihubungi.Tadi pagi Nabila bilang ia tidak bekerja hari ini.Tapi saat bu Lastri pulang dari pasar,ia sudah tak mendapati Nabila di dalam rumahnya.Nabila juga tidak berpamitan.Dan sampai saat ini jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Nabila belum ada kabar.Ponselnya juga tidak aktif.Ia tadi sudah pergi ke rumah Umi Atikah,meminta bantuan untuk mencari Nabila.Bryan pun segera mencarinya.Tujuan utamanya adalah ke bengkel.Namun sesampainya di bengkel,ia melihat bangunan itu sudah gelap dan sepi.Ia pun menyimpulkan Nabila tidak mungkin ada di tempat itu.


"Din.....ini gimana...hikss...." ucap Bu Lastri menangis melalui sambungan telepon.Di sampingnya,umi Atikah tak henti memeluk dan mengusap pundak wanita tua itu mencoba memberikan ketenangan padanya.


"iya....ibuk tenang ya....ini mas Adri udah telfon mas Farhan...sekarang mas Farhan juga lagi nyariin Nabil buk....ibuk yang tenang ya..." ucap Adinda dari seberang sana.


"kalau cucuku kenapa kenapa gimana ndok...ibuk khawatir..." ucap Bu Lastri.


"enggak buk....Nabil akan baik baik aja..." ucap Adinda menenangkan,meskipun dalam hatinya ia juga merasakan kekhawatiran.


Bu Lastri terus menangis.


"udah...sekarang ibuk tenang.Adinda coba hubungin Nabil dulu ya..." ucap Adinda.


"iya ndok...cepet ya ndok..."


"iya buk...Dinda tutup ya telfonnya,assalamu alaikum"


"wa alaikum salam"


Sambungan telefon pun terputus.


"gimana mas?" tanya Adinda pada sang suami yang kini tengah duduk di tepian ranjang sambil mencoba menghubungi Nabila.


"nggak bisa Din" ucap Adrian.Ada raut kekhawatiran dari wajah laki laki yang masih terlihat tampan di usia empat puluh empat tahun itu.


Adinda duduk di samping sang suami.


Adrian menoleh ke arah wanita pujaan hatinya itu.


"besok kita susul Nabila ke kota M" ucap Adrian


Adinda mengernyitkan dahinya.


"aku rasa ada yang nggak beres disana" ucap Adrian.


Lagi lagi....insting tajam mantan king mafia itu bekerja.Sejak Nabila menelfonnya dan mengatakan rindu padanya kemarin,Adrian seolah sudah merasakan ada sesuatu yang tak beres pada putrinya.Dan hari ini ia mendapati kabar putrinya hilang...


Adrian makin tak tenang.Ia khawatir,ada orang orang yang kembali mencoba mengusik keluarganya.


...----------------...


***YUHUU....PAPA ADRIAN OTW NYUSULIN NABIL....


ADA YANG KANGEN SAMA DINDA & ADRIAN??

__ADS_1


YUKK....RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR...


KLIK LIKE VOTE DAN HADIAHNYA JUGA YA....🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2