
Malam makin larut....
02:30
Di dalam sebuah kamar yanv tak terlalu luas milik Angkasa.
Zev tidak bisa memejamkan matanya.Dilihatnya di sampingnya,Angkasa sudah terlelap dalam bauaian mimpi bersama sang istri.Nabila terlihat begitu pulas,membuatnya tak tega untuk membangunkan istri tercintanya itu.
Ya....ini kali pertama setelah ijab qobulnya dengan Nabila,Zev tidur bertiga.Biasanya ia selalu menghabiskan malam malam panjang berdua dengan sang istri dan tentu saja,bukan hanya sekedar tidur,namun juga ritual cetak adonan.
Dan malam ini,
ini kali pertama mereka melewatkan malam mereka dengan hanya sekedar tidur.Ia merasa gelisah,harusnya malam ini ia sudah bermandikan keringat,namun karena ada Angkasa di tengah tengah mereka membuat Zev pun mau tak mau menahan hasratnya menyergap sang pujaan hati.
Berkali kali Zev mencoba mencolek lengan Nabila,mencoba membangunkan sang kelinci kecil,namun nyatanya wanita itu masih begitu asyik terlelap dalam buaian mimpi mimpi indah.
Zev mendengus kesal,
sepertinya ia memang harus puasa malam ini.
Zev yang tak bisa tidur pun memilih untuk keluar kamar.Ia berjalan menuruni tangga menuju dapur untuk membuat kopi.
Saat sampai di dapur...
Zev terdiam...
Dilihatnya di sana sang ayah mertua tengah duduk di kursi meja makan sambil membaca sebuah buku sambil tangan kiri memegang sepuntung rokok
Zev mendekat...
Adrian menoleh,lalu tersenyum...
"Zev...kamu bangun jam segini?" tanya Adrian.
"iya pa....nggak bisa tidur...mau bikin kopi" ucap Zev.
Adrian tersenyum,ia menutup sejenak bukunya,lalu menatap dua cangkir di atas meja dan menyodorkan salah satunya ke arah Zev.
"nih...papa juga bikin kopi tadi...ngerebus airnya kebanyakan...makanya papa bikin dua..." ucap Adrian tenang.
"nih....satu buat kamu.." ucapnya lagi sambil tersenyum.
Zev terdiam.
bisa pas banget ya??pikirnya.
Zev tersenyum,lalu duduk di samping Adrian.
"iya pa...makasih..." ucapnya.
Adrian meletakkan bukunya di atas meja.Pria paruh baya yang masih terlihat sangat bugar itu kemudian mengarahkan rokok di tangannya ke mulutnya lalu mengapitnya dengan kedua belah bibirnya.
Adrian meraih bungkus rokok di atas meja dan menggesernya ke arah Zev.
Zev tersenyum lagi...
ia meraih bungkus benda bernikotin itu,mengeluarkan nya sebatang lalu membakar dan menyesapnya.
"Nabila sama Angkasa tidur?" tanya Adrian.
"iya pa..." ucap Zev santai sambil menyesap rokoknya.
"Nabila sekarang manja ya....minta nya juga aneh aneh..." ucap Adrian.
Zev tersenyum lucu
__ADS_1
"iya...akhir akhir ini emang gitu pa..nggak tau kenapa...dia juga sering ngeluh katanya tiba tiba males mau ngapa ngapain..." ucap Zev lagi.
Adrian tersenyum...
"kamu nggak penasaran...kalian udah dua bulan nikah lo..." ucap Adrian.
Zev menoleh ke arah sang mertua...
"maksud papa?"
"mungkin ada janin di rahim Nabila" ucap Adrian.
Zev mengernyitkan dahinya...
"kok papa tau...." ucap Zev.
Adrian tertawa ringan..
"kan papa bilang 'mungkin'...." ucap Adrian santai...
"kalian menikah udah dua bulan....sedangkan apa yang di alami Nabila mirip mirip sama tanda tanda perempuan hamil..."
"papa tau dari mana tanda tanda perempuan hamil?" tanya Zev lagi.
"karena papa pernah ngalamin..." ucapnya.
Zev kembali mengernyitkan dahinya...
"sembilan bulan Angkasa di kandungan mamanya...papa yang teler...tiap pagi lemes,muntah muntah...bisa sembuh cuma kalau nyium ketek mamamu" ucap Adrian bernostalgia.
Zev terkekeh..kok bisa gitu ya...??
"tapi aku nggak ngerasain apa apa pa..." ucap Zev.
Adrian tersenyum,
"mending kamu ajak Nabila ke dokter,perempuan hamil juga ada pantangan pantangan nya,mending cek ke dokter...biar jelas..." ucap Adrian.
"iya pa...besok Zev bawa Nabila ke dokter..." ucapnya.
Adrian kembali menyesap rokonya dan membuang asapnya.
Tangan bertatonya kemudian tergerak menepuk pundak Zev..
"besok kerja?" tanya Adrian pada Zev,lantaran besok adalah hari Minggu
"Zev selalu ngeluangin hari Minggu buat dirumah pa..." ucap Zev.
Adrian tersenyum..
"pagi nge gym bareng mau?" tanyanya.
"boleh..." ucap Zev.
Obrolan pun berlanjut.Obrolan antara dua pria yang dulu pernah saling bersitegang.Kini mereka nampak begitu akrab sebagai sepasang mertua dan menantu.
...****************...
Pagi menjelang....
Sesuai janji sepasang menantu dan mertua itu semalam,keduanya kini berada di ruang gym sibuk membentuk otot otot tubuh keduanya.Tak hanya Zev dan Adrian,ada Angkasa juga disana.Sedangkan Nabila dan Adinda tengah berada di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga mereka.
Saat tengah sibuk dengan berbagai bahan makanan itu,tiba tiba....
Bik Imah datang tergopoh gopoh menemui sepasang ibu dan anak itu.
__ADS_1
"permisi non...nyonya..." ucap bik Imah.
"ada apa bik?" tanya Dinda.
"ada tamu nyah....nyariin mas Angkasa...." ucap Bik Imah.
"nyariin angsa?siapa?" tanya Nabila.
"nggak tau non...cewek....cantik banget....udah bibik suruh masuk non...lagi ada di ruang tamu.." ucap Bik Imah.
Nabila dan Dinda saling pandang.Sepersekian detik kemudian Nabila mengulum senyum.Wanita itupun setengah berlari menuju ruang tamu.
Nabila memelankan langkahnya.Di lihatnya di sana seorang gadis cantik berkaos hitam panjang nampak duduk di sofa panjang sambil mengedarkan pandangannya menyapu seluruh penjuru ruangan luas tersebut.
Nabila mendekat....
"eeekkkhhhmmmm...."
suara deheman itu sukses membuat sang gadis menoleh ke arah sumber suara.Remaja itu bangkit,
"kamu......." ucap Nabila menggantung seolah ingin bertanya,siapa kamu?
"oh...kenalin kak...saya Bintang...temennya Angkasa" ucap Bintang sambil mengulurkan tangannya.
Nabila tersenyum sambil menyambut uluran tangan tersebut...
"Nabila...kakaknya Angkasa..." ucap Nabila manis
"duduk..." ucap Nabila.Bintang pun mengangguk lalu duduk di sofa panjang itu dengan sopannya.
Bik Imah datang dari dapur membawa nampan berisi secangkir teh.
"aduh...jadi ngrepotin" ucap Bintang.
"enggak kok...cuma teh..." ucap Nabila.
"kamu temen sekolahnya Angkasa?" tanya Nabila pura pura tidak tau.
"bukan kak...saya sekolah di SMA samping SMP nya Angkasa..." ucap Bintang.
"oohh....gitu...ya udah...tunggu bentar ya....kamu minum dulu tehnya,biar kakak panggilin Angkasa nya" ucap Nabila
"iya kak..."ucap Bintang.
Nabila tersenyum,ia kemudian bangkit bergegas menuju ruang Gym dimana suami,papa serta adiknya sedang melakukan olah raga.
"siapa tamunya kak?" tanya Adinda saat Nabila melewatinya yang berada di dapur.
"calon mantu ma....Bintang Kejoranya Angkasa..." ucap Nabila.
Adinda hanya mengernyitkan dahinya.Nabila terus melangkah menuju ruang Gym untuk mencari keberadaan sang adik.
bonus visual mertua dan menantu👇
hayook.....pilih yang mana bestiee...🤭
...----------------...
***UP 18:37
HARI INI LAMA LAGI REVIEWNYA...YANG BAB SEBELUMNYA AJA BELUM LOLOS PAS OTHOR UP BAB INI....
__ADS_1
SEMOGA SECEPATNYA BISA LOLOS...
YUKKK...KASIH DUKUNGAN YANV BANYAK BIAR OTHOR SEMANGAT....🥰🥰🥰🥰***