
Sore menjelang maghrib.
Mobil sport itu kembali mendatangi pemukiman padat penduduk dipinggiran kota tersebut.Tepatnya di depan gerbang rumah berlantai dua kediaman ustad Hanif.
Zev turun dari mobilnya.Laki laki itu memusatkan pandangannya pada bangunan dua lantai yang katanya adalah kediaman dang ibu tiri.
Sudah lama ia tak berjumpa dengan ibu tiri dan adik tirinya itu.Seperti apa dia sekarang?dulu sang adik masih sangat kecil.Kalau tidak salah seingat Zev namanya adalah Bryan King Smith Anderson.Ia biasa memanggil adiknya dengan sebutan King.
Jika Zev memiliki arti serigala (Zeev bahasa ibrani/search google)
maka King artinya adalah raja.
Zev menyalakan rokoknya sambil terus menatap rumah dengan pagar yang terbuka itu.Cukup lama ia berdiri bersandar di body samping mobilnya.Setelah itu ia pun melangkah menuju ke pintu rumah tersebut dengan rokok yang masih terapit oleh kedua belah bibirnya.
tok....tok....tok....
pintu diketuk....
belum ada sahutan....
tok....tok.....tok....
Ceklek....
pintu terbuka.
Seorang gadis belia berhijab berdiri membukakan pintu untuk Zev.
Zev menatap cuek dan sedikit terkesan angkuh pada gadis itu.
Itu Hanum....anak kedua umi Atikah.Anaknya bersama ustad Hanif.
"cari siapa mas..?" tanya Hanum sopan.
"ibu Nur ada?" tanya Zev.
Hanum nampak berfikir sejenak.
"Nur?maksud mas Umi?" tanya Hanum lagi.
"saya nggak tau...saya cari ibu saya..." ucap Zev sedikit angkuh.
"maaf....mungkin mas nya salah alamat...ibunya mas mana mungkin ada disini"
"ini rumahnya.."
"ini rumah saya mas...rumah keluarga saya.."
"mana ibumu" ucap Zev.
__ADS_1
Hanum mulai merasa tidak suka dengan laki laki ini.Kok seperti nggak punya sopan santun bertamu ke rumah orang seperti itu.
"ibu saya nggak ada..!" ucap Hanum kemudian dengan cepat mencoba menutup pintu kayu itu.Namun Zev dengan cepat menahannya.
"kamu mau ngapain..?!!" ucap Hanum mulai takut.
"panggil ibumu anak kecil..!"
"yang sopan ya kalau bertamu..!!" ucap Hanum kesal.
Zev tak peduli.Ia mendoronh pintu itu membuat Hanum pun jatuh tersungkur di lantai.Zev menatap tajam Hanum yang terlihat ketakutan.
"maasss...!!!mas Bryan tolong....!!!maaaasss...!!!!" ucap Hanum berteriak memanggil manggil nama sang kakak.Hanum meringsut mundur saat Zev terus bergerak maju mendekati Hanum dengan sorot mata yang begitu mengerikan.Bryan yang berada di dalam kamarnya di lantai dua pun langsung berlari menuruni tangga.Dilihatnya di sana..Hanum mulai menangis ketakutan,di hadapannya berdiri seorang laki laki yang ia sangat hafal saat ini.Itu bosnya Nabila..!Kyle....!mau apa dia ke rumahnya?apa yang ia lakukan pada Hanum?
Bryan mengepalkan tangannya.Dengan langkah lebar ia mendekati Zev dengan dada naik turun.Berani beraninya si bre**sek ini membuat onar di rumah nya.
seeetttt......
buuuggghhhh....
Bryan menghantam wajah putih berjambang itu dengan kepalan tangannya,membuat tubuh kekar tersebut terpelanting membentur daun pintu kayu rumah tersebut.Hanum bangkit.Ia berlari kepelukan sang kakak mencari perlindungan.
"ngapain lo kesini..?" tanya Bryan dengan wajah tidak suka.
Zev mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.
"gue kesini nyari ibu gue" ucap Zev dingin.
"mana ibu gue?" tanya Zev.
Bryan dan Hanum mengernyitkan dahinya.Ini orang gila apa gimana sih?nyari emaknya di rumah orang...mana nggak ada sopan sopannya lagi.
"lo mabok apa gimana sih?pergi lo dari rumah gue sekarang juga...!atau gue teriakin maling lo..!" ucap Bryan.
Zev tak bergeming.Ia menatap tajam dua saudara di hadapannya itu.Hanum makin menciut dalam pelukan sang kakak,sungguh Zev sangat mengerikan.
Saat ketiga anak manusia itu saling adu tatapan mata...
"assalamu alaikum..."
Suara itu sukses membuat Zev,Bryan dan Hanum menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya disana,Umi Atikah dan Ustad Hanif baru saja tiba di rumah itu setelah pergi kondangan ke rumah salah satu kerabat mereka.
"wa alaikum salam" sahut Bryan dan Hanum.
"Umi...Abi...!!" ucap Hanum sambil berlari menuju kedua orang tuanya.Hanum langsung menabrakkan dirinya pada tubuh sang ibu sambil sesenggukam.Zev terdiam.Oh ya....ibunya sudah punya keluarga baru sekarang.Nur alias Atikah bukan hanya miliknya sekarang.Tapi juga milik dua saudara ini,Bryan dan Hanum.Mereka anak kandung Umi,sedangkan Zev...hanya anak tiri.
Seketika itu juga Zev merasa sesak.Ia seolah kembali tertampar oleh kenyataan bahwa ia bukanlah siapa siapa.Ia hanyalah manusia sebatang kara yang tak punya tujuan hidup.Tak punya arah untuk melangkah.Yang tak punya sesiapapun untuk menjadi tujuannya pulang.
"kamu kenapa nak?" tanya Umi Atikah pada Hanum.
"ada orang aneh umi....Hanum takut.." ucap Hanum.
__ADS_1
Umi Atikah dan Ustad Hanif menoleh ke arah laki laki tampan yang nampak terdiam itu.
"Zev.." ucap umi Atikah
Bryan,ustad Hanif dan Hanum menoleh ke arah Wanita paruh baya itu.
"umi?umi kenal?" tanya Bryan
Umi Atikah tersenyum lembut...
"Bryan....ini........" ucapan umi terhenti oleh Zev yang tiba tiba memotong pembicaraannya.
"maaf....saya salah rumah.." ucap Zev bergetar dengan mata mulai mengembun.Zev kemudian berlalu pergi dengan kepala menunduk.Entahlah...Zev malu..ia merasa rendah berada di tengah tengah keluarga yang sudah bahagia dengan pedoman agama yang kuat itu.
Zev berjalan cepat.Umi Atikah menyusul anak tirinya itu sambil terus memanggil manggil namanya.
"Zev..!tunggu nak..." ucap Umi Atikah.
Zev tak menggubris.Ia terus menunduk,berjalan lurus tanpa peduli dengan suara umi Atikah yang terus terusan memanggil namanya.
"Zev...!"
Zev menuju mobilnya,ia membuka pintu disamping 'kemudi mobil dan hendak masuk ke dalam nya namun Umi Atikah menghalanginya.
"Zev tunggu...!kamu mau kemana nak?" tanya umi Atikah.
"aku mau pulang buk"
"kenapa?"
"maaf...aku sudah membuat onar di rumah ibuk..."
"siapa yang buat onar...?jangan gitu nak...ayo...masuk.." ucap Umi Atikah.
Zev terdiam....
"apa kamu nggak kangen sama adikmu?kita masuk ya...kita ngobrol di dalam...ibuk akan ngenalin kamu sama keluarga ibuk"
Zev menatap dalam wanita itu.
"kita udah lama nggak ketemu nak...ibuk kangen...masuk ya..." ucap Umi.
Zev nampak berfikir sejenak.Ia pun akhirnya mengangguk.Keduanya kembali masuk ke dalam rumah itu menemui ustad Hanif dan kedua putra putrinya.
...----------------...
***Up kedua meluncurrrrr......
kasih like komen vote dan hadiah dulu yukkk...biar othornya semangatt😘😘😘😘***
__ADS_1