
Ayah ibu dan anak itu sampai di ruang guru....
"silahkan duduk pak...buk...." ucap Bu Yulia.
Adinda dan Adrian pun duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan meja guru milik wali kelas Nabila itu.Sedangkan Nabila kini berdiri di samping papanya masih dengan posisi menunduk.
"baik....sebelum nya perkenalkan buk,pak,saya Yulia,wali kelas dari putri bapak dan ibu...Nabila Brigyta Tama...." ucap Bu Yulia mem perkenalkan diri.
"bapak dan ibu ini adalah orang tua dari Nabila,benar ya pak,buk?"ucap bu Yulia memastikan
"benar buk...." jawab Adrian.
"jadi begini...maksud dan tujuan saya memanggil bapak dan ibuk kemari adalah...beberapa waktu lalu,putri bapak dan ibu telah melakukan pelanggaran tata tertib sekolah pak,buk,yaitu..Nabila telah melakukan pemukulan pada seorang siswa kami yang saat ini duduk di bangku kelas enam,bernama Micky...."
"mouse.." sahut Nabila kesal dan lirih namun dapat didengar oleh ketiga orang dewasa yang berada disana.Sontak saja ketiga pasang mata dewasa itu reflek menoleh ke arah Nabila.
"Nabbill..." ucap Adinda dengan gigi yang mengetat saking jengkelnya.
Sedangkan Adrian lagi lagi mengulum senyum,menghadapi Nabila bak membawanya kembali bernostalgia ke masa masa sekolahnya dulu.
Bu Yulia kembali tersenyum...
"baik...saya lanjutkan ya pak,buk...mengingat ini adalah kesalahan pertama yang dilakukan oleh Nabila,maka kami dari pihak sekolah masih memberikan toleransi kepada putri bapak,tapi...saya mohon....ada etikat baik dari bapak dan ibu untuk sekedar mengunjungi anak tersebut yang sampai saat ini masih berada dirumah sakit,mengingat 'korban' adalah cucu dari kepala sekolah di sekolah ini..."
Adinda dan Adrian melongo.
Cucu kepala sekolah.....astaga Nabila....
Adrian dan Adinda manggut manggut
"iya buk..kami pasti akan ke rumah sakit..." ucap Adinda.
"kami juga minta maaf atas ulah anak kami...kami pasti akan menasehati Nabila setelah ini buk"
"iya bu Adinda...namanya juga anak anak...mungkin nggak sengaja...benar kan Nabila?" tanya bu Yulia
Nabila mengangguk dengan sungguh sungguh.
"bener buk...Nabil nggak sengaja kok..." ucapnya.
Bu Yulia tersenyum.
"ya sudah...kalau begitu kami permisi dulu buk....sekali lagi kami minta maaf atas tingkah laku putri kami yang mungkin merepotkan bapak dan ibu guru disini" ucap Adinda.
"tidak sama sekali buk....ini sudah tugas kami.." ucap Bu Yulia.
Adinda mengangguk....
"kalau begitu,kami permisi dulu buk..." ucap Adinda.
Bu Yulia mengangguk.Ketiga orang dewasa itu bangkit dan saling berjabat tangan.
Adinda,Adrian dan Nabila pun keluar dari ruang guru.Di saat yang bersamaan,bel pulang sekolah pun berbunyi.
__ADS_1
"Bil....ambil tas,kita langsung ke rumah sakit" ucap Adrian.
"Nabil nggak usah ikut deh pa...."
"Bil....." ucap Adrian sambil menatap tajam ke arah sang putri.
Nabila pun menunduk...
"iya....iya...." ucapnya.Gadis itupun melangkah dengan gontai menuju ruang kelasnya.Setelah mengambil tasnya ia pun kembali menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu di depan ointu kelas.
Ketiganya pun segera menuju parkiran,bergegas untuk ke rumah sakit menemui 'korban' Nabila
Di dalam perjalanan...
Adinda memijit pelipisnya....
"kamu kenapa sayang?" tanya Adrian.
"pusing mas...." jawab Adinda.
"mama...." ucap Nabila yang duduk di jog belakang.
"maaf...." ucapnya lagi.
Adinda masih memijit mijit pelipisnya.
"lain kali jangan gini lagi Bil...untung kamu nggak dikeluarin dari sekolah...yang kamu tonjok itu cucunya kepala sekolah loh..." ucap Adrian.
"maaf...Nabil kan cuma bela diri...Nabil diejek....ya Nabil bales lah...biar kapok.." ucap Nabila masih bersikeras bahwa ia tak salah.
"udah....udah....yang penting sekarang kamu harus minta maaf sama kakak kelas kamu itu..." ucap Adrian.
"iya....iya....." jawab Nabila.
"mama tuh nggak pernah minta kamu jadi jagoan nak...mama cuma pengen kamu jadi anak solehah,jadi anak pinter,nurut sama mama sama papa....udah...itu aja mama udah seneng..." ucap Adinda sambil terus memijit pelipisnya.
Nabila menunduk...
"maaf ma...." ucap Nabila dengan suara menyesal.Ia beranjak dari duduknya.Ia kemudian membungkuk di tengah tengah antara dua jog depan mobil tersebut.Di lihatnya sang mama yang terdiam sambil terus menekan nekan kedua pelipisnya.
"ma....Nabil minta maaf....janji deh...nggak lagi....mama jangan sedih lagi ya...." ucap Nabila menyesal.
"cukup sekali ini aja ya Bil....mama nggak mau sampai dipanggil guru lagi ke sekolah.." ucap Adinda.
"iya...Nabil janji...." ucapnya.
"ya udah....duduk lagi...ntar jatoh loh kamu kalo berdiri di situ" ucap Adinda.
Nabila pun menurut,ia kembali duduk di posisinya semula dengan tenang.
Mobil itupun terus melaju menuju rumah sakit tempat Micky,sang korban dirawat.
...****************...
__ADS_1
Sementara di tempat lain....
Remaja tiga belas tahun itu terlihat berjalan seorang diri menyusuri jalan setapak menuju tempat tinggalnya.Dengan seragam SMP dan hoddie hitam yang seolah tak pernah lepas dari badannya,remaja itu nampak tenang melangkahkan kakinya.Ada banyak teman teman sebayanya yang juga pulang searah dengannya namun remaja itu seolah tak punya niat untuk sekedar menyapa atau pulang bersama.
Ini adalah hari pertamanya sekolah.Dengan uang hasil 'merempoknya' semalam,ia mendaftarkan dirinya sendiri ke sekolah itu seorang diri.Ia harus punya pendidikan dan kaya raya dulu untuk melancarkan sejuta rencana yang sudah tersusun rapi di otak kriminal warisan orang tuanya.
Seorang remaja seusianya setengah berlari mendekati Zev....
"hai...kamu anak baru tadi kan?" tanya remaja cungkring itu.
Zev tak menjawab.
"rumahmu dimana?"
Masih tak menjawab.
"oh ya....ulangan tadi kamu dapat seratus ya...wah..hebat kamu....aku salut..!hari pertama sekolah,langsung ulangan,dapat nilai sempurna...luar biasa kamu..." ucapnya.
Tetap tak menjawab.
Membuat remaja pria yang sedari tadi nyerocos itupun menoleh ke arahnya,ia mencoba menatap wajah teman barunya yang sedari tadi menunduk di balik hoodie hitamnya.
Zev menghentikan langkahnya.
"lebih baik kau pergi....aku tidak suka diganggu...."
"aku cuma mau kenalan.."
Zev menoleh ke arah sang remaja....
deggghhh....
dilihatnya mata biru nan tajam itu.Remaja cungkring itu bergetar,teman barunya ini terlihat sangat sangar dan mengerikan.Apalagi tatapan matanya.
"menjauh dariku....atau kau akan menyesal" ucapnya
"aku tidak butuh teman,aku tidak butuh pujian,aku hanya butuh ilmu...untuk melancarkan 'tujuanku'...." ucapnya dingin.
Zev melangkah pergi dari tempat itu.Meninggalkan remaja putra yang masih menerka nerka apa maksud dari perkataan teman barunya itu.Sungguh....teman barunya itu sangat misterius.
...----------------...
Dear readers...
author mau nanya...minta pendaapat ding....
misalkan author mau lanjut season dua...kisah Nabila...kira kira kalau di jadiin satu sama judul ini kepanjangan nggak ya?
atau bikin judul baru aja?
soalnya jujur author males nungguin kontrak kalau bikin baru..tapi takut jadi kepanjangan kalau di jadiin satu🙈🙈🙈
minta pendapatnya dong....
__ADS_1
***JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YA....
MAKASIH...🥰🥰***