Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
110


__ADS_3

.............


Joddy semakin menggila di bawah sana.Jari dan mulutnya bermain memberikan sentuhan sentuhan kasar yang membuat Sheila semakin bergerak liar di atas kasur.Suara suara khasnya pun mulai tercipta membuat Joddy semakin menggila.Sebelah tangan Sheila meremas sprei putih yang masih rapi itu.Sedangkan satu tangannya tergerak meremas rambut Joddy dan menekan kapalanya pada gundukan indah miliknya,seolah meminta remaja itu untuk melakukan hal lebih padanya.Ketika mereka sedang panas panasnya,tiba tiba......


.


.


.


.


.


braaaakkkkkkk...


pintu di dobrak dari luar membuat kedua insan yang belum sah sebagai pasangan suami istri itu kaget dan menoleh ke arah sumber suara.Terlihat disana Marco dan Adinda berdiri di depan pintu dengan raut wajah yang nampak syok.


"bang Marco...!" ucap Joddy kaget.Ia segera bangkit dari jongkoknya lalu menaikan celananya yang sudah turun ke paha.


Marco mengetatkan giginya.Dadanya bergemuruh melihat ulah sang adik yang ia rawat dengan susah payah semenjak kepergian kedua orang tuanya itu tega mencoreng wajahnya dengan melakukan tindakan terkutuk dengan wanita murahan bernama Sheila.Ia tak menyangka jika Joddy akan berbuat segila ini di belakangnya.Hatinya begitu sakit.Ia tahu Joddy memang bocah yang selengekan bahkan adiknya itu pernah tak naik kelas saat SMP saking bandel dan bebalnya.Tapi sebandel bandelnya Joddy ia tetaplah adik yang baik dimata Marco.Ia tak pernah mengira jika Joddy bisa melakukan hal terkutuk itu..terlebih lagi ia melakukan nya dengan Sheila?wanita yang sudah ia kenal sebagai wanita tidak benar.


Sedangkan dibelakang Marco,Adinda nampak syok dengan apa yang ia lihat.Joddy?sahabatnya?bisa bisanya ia berbuat seperti itu...dengan wanita itu?wanita yang berkali kali mencoba merayu Adrian suaminya.Wanita yang pernah ia katai milik umum?sekarang ia bersama Joddy dikamar hotel sedang melakukan hal tak terpuji...!Adinda terbelalak.Ia bahkan menutup mulutnya yang sudah terbuka.Joddy.....astaga......


Author kehabisan kata kata untuk menggambarkan keterkejutan dua manusia itu.πŸ™ˆ


Joddy dengan cepat mengancingkan celananya.Sedangkan Sheila dengan santainya masih terbaring mengangk*ng seolah tak ada rasa malu dalam dirinya setelah kepergok oleh Marco dan Adinda.


Marco mendekati Joddy dengan dada naik turun.


"b...bang...gu....gue bisa jelasin..!gu....gue....." ucapan Joddy terhenti


"baby....." ucap Sheila manja.


Joddy makin panik.Marco tak mengucapkan sepatah katapun.Hanya sorot mata penuh amarah dan kekecewaan yang terlihat disana.


"bang...ini nggak seperti yang lo pikir..!gue...gue sama dia...."


"kenapa mesti malu sih babe...ngomong aja sama abang lo kalau kita emang udah sering ngelakuin ini" ucap Sheila.


"eh pela*** lo diem ya...!!!!" ucap Joddy membentak sambil menunjuk nunjuk wajah Sheila yang dengan tidak tahu malunya memainkan bagian bawah perutnya seolah ingin menunjukkan kebin**annya.


"terus kalo gue pela*** lo apa?cowok yang rela tidur sama pelac** cuma demi mendapatkan informasi tentang kejahatan Adrian.."

__ADS_1


.


.


.


.


.jedaaaaaarrrrrrrr...


"cuma demi dapet perhatian dari perempuan itu lo rela nyerahin kesucian lo buat gue...trus apa sebutan yang tepat buat lo Joddy" ucapnya lagi


Bak tersambar petir...Adinda merasakan lemas dibelakang Marco,matanya mengembun.Ia seolah tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan nya.Marco semakin dibuat terbakar.Sementara Joddy makin kalang kabut.Ia berbalik badan menghampiri Sheila.


"diem lo bang***..!!!!!" ucap Joddy sambil mengangkat tangannya yang sudah mengepal hendak menghantam wajah Sheila.


tiba tiba...


"stopp...!!!!"


Suara itu menggema memenuhi ruangan.Marco mendekati Joddy dengan tatapan mata yang masih sama.Dan......


buuuggghhhh.....


Marco menatap tajam ke arah sang adik.Sorot mata yang menggambarkan kepedihan,kekecewaan,dan amarah yang seolah berbaur jadi satu.


Joddy meringis menahan sakit saat ia merasakan darah mengalir dari hidungnya.


Joddy berusaha bangkit.Marco masih dikuasai amarah yang tak terbendung.


buuggghhhh......


satu tinjuan lagi mendarat di wajah Joddy.Remaja itu kembali jatuh ke lantai marmer itu.Ia merasakan perih yang semakin menjadi di wajahnya.Kini ujung bibirnya pun memar mengeluarkan darah.Sakit...tapi lebih sakit lagi perasaannya.Ia tahu ia salah.Ia sudah membuat kakak sekaligus satu satunya keluarga yang ia punya itu merasakan kekecewaan yang teramat sangat.


Joddy menangis...bukan karena luka di wajahnya.Tapi karena penyesalannya yang sudah mengecewakan sang abang.


Joddy bangkit lagi.


buuuggghhhh.....


tinjuan lagi.....


jatuh lagi....

__ADS_1


Marco semakin tak terkendali.Ia mendekati adiknya yang meringkuk menyedihkan lalu mendarat kan tinjuan berkali kali.Tidak ada penolakan.Tidak ada perlawanan.Joddy pasrah dengan apapun yang Marco lakukan padanya.Ia tau ia sudah mengecewakan kakaknya itu.Ia pastas untuk dipukuli.


buugghhhh.....


satu tinjuan terakhir mendarat sempurna di pipi Joddy.Remaja itu menangis.Marco luruh di samping Joddy.Ia berkongkok dengan dua lengan mengepal sebagai tiang penyangga tubuh ya yang rapuh.Laki laki itu menatap lantai marmer dengan tatapan mata nanar.Ia gagal.Ia gagal sebagai seorang kakak sekaligus orang tua untuk Joddy.Hatinya begitu pilu,semakin pilu saat ia mendengar tangisan Joddy yang meringkuk di lantai.


Marco menghela nafas panjang.Dalam hatinya ia mengucap istigfar untuk sedikit menenangkan hatinya.


Pria itu bangkit dengan gerakan gontai.


"terusin seneng seneng lo" ucap Marco singkat yang terdengar begitu mengiris bagi Joddy.


Pria itu kemudian pergi tanpa berucap sepatah katapun.Bahkan ketika ia melewati Adinda yang mematunh di depan pintu.Tatapan matanya kosong.Lagi lagi hanya ada sorot kekecewaan dari mata sendunya.


Joddy susah payah bangkit.Badannya terasa remuk.Sesekali ia meringis sambil menyentuh wajah nya yang babak belur.Joddy mengusap air matanya.Tatapan matanya tertuju pada sosok wanita cantik berseragam SMA yang berdiri mematung di sana.Wajahnya terlihat sendu dengan mata yang mengembun menatap nanar ke arahnya.Joddy mendekati Adinda.


"Din...." lirihnya dengan tangan yang tergerak hendak menyentuh lengan Adinda.Namun Adinda mengelak.


Wanita itu memundurkan tubuhnya sambil mengangkat tangannnya rendah,seolah ingin mengatakan "jangan menyentuh ku.."


Joddy semakin hancur.Ia menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi di hadapan Adinda.


"maafin gue Din...gue nggak maksud..." ucapnya.


Adinda yang sudah banjir air mata itu membuka mulutnya.Ia seolah ingin mengatakan sesuatu.Namun kata kata itu tak bisa keluar saking syoknya ia melihat semua kenyataan yang ada.


Adinda berjalan mundur dengan langkah gontai.


"Din..gue minta maaf...." ucapnya.


"kamu jahat Jod..." ucap Adinda lirih.


Joddy sudah tak bisa berkata apa apa lagi.


Adinda menangis.Ia berlari meninggalkan tempat itu sambil sesenggukan.Joddy jahat.Ia benar benar jahat..!!


...----------------...


***SUDAH KU LEPAS GANTUNGANNYA...🀭😁✌


udah nggak gantung lagi ya...😁😁✌


silahkan di like komen vote dan hadiah......

__ADS_1


😍😍😍😍😍πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³***


__ADS_2