
Malam terus berlanjut....
Kini kedua wanita beda usia yang merupakan pasangan ibu dan anak ini tengah berada di meja makan.Dibantu sang asisten rumah tangga,ketiga wanita itu sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarga bahagia mereka.Adinda melongok ke arah taman belakang yang tersekat dinding kaca bening sehingga pemandangan di taman belakang dan kolam renang rumah itu dapat terlihat jelas dari ruang makan.Dilihatnya di sana,di taman belakang,dua pria beda usia juga tengah terlihat ngobrol berdua.Nampak begitu akrab,sesekali senyum dan tawa terbentuk dari bibir keduanya sambil sesekali menyesap rokok yang berada di tangan masing masing.Adinda tersenyum menatap suami dan menantunya,ia tak menyangka jika kedua pria itu bisa sedekat itu sekarang.Dua pria yang dulunya memiliki naluri membunuh yang begitu tinggi.Laki laki yang dulunya sepasang rival,yang begitu dingin dan mengerikan.Namun kini....lihatlah....keduanya menjelma menjadi seorang suami yang begitu lembut dan manis,namun tetap menjaga wibawanya sebagai seorang laki laki dan kepala keluarga.
"kak....." ucap Adinda.
"ya ma...."
"lihat deh papa sama suami kamu" ucap Adinda dengan mata yang tak lepas memandang dua pria yang duduk membelakangi mereka itu.
Nabila mengarahkan pandangan matanya mengikuti arah pandang Adinda...
"mama seneng deh kak liatnya....mereka akur banget..." ucap Adinda.
"iya ma....Nabil juga nggak nyangka deh...kalau mereka bisa sedekat ini sekarang....mengingat dulu...gimana bencinya Zev sama papa...."ucap Adinda.
Adinda tersenyum,ia menoleh ke arah sang putri..
" dia bersikap baik sama kamu?"tanya Dinda.
"baik ma....baaiikk banget...dia selalu ngasih semua yang aku mau...dia selalu manjain aku ma..." ucap Nabila.
"alhamdulillah....itu berarti...papa nggak salah menilai Zev..." ucap Adinda.
"dari awal papa udah yakin...kalau Zev adalah pria yang tepat buat kamu kak...makanya papa selalu mendukung dan nggak pernah menutup jalan untuk Zev mendekati kamu...." ucap Adinda.
Nabila tersenyum...
Adinda menyentuh pundak sang putri....
"jadi istri yang baik ya kak....jadilah pendamping yang bisa memberikan ketenangan buat suami kamu...jadilah rumah yang bisa membuat suami kamu betah dan nyaman berada di dalamnya...." ucap Adinda.
Nabila tersenyum....
"Nabil selalu berusaha jadi seperti mama,Nabila pengen kayak mama....kesabaran,kesetiaan dan kepatuhan mama ke papa udah nggak bisa diraguin lagi ma....karena Nabil adalah saksi...betapa mama sangat menyayangi dan menghormati papa seperti apapun kondisi papa...mama nggak pernah ngeluh...mama selalu menjunjung tinggi nama papa dan menutup semua aib papa,bahkan mama rela di usir sama nenek,tinggal digubuk reyot demi seorang laki laki yang saat itu dipandang rendah oleh semua orang...." ucap Nabila.
"Nabil bangga sama mama...Nabil bangga jadi anak papa sama mama..." ucap Nabila.
Adinda tersenyum haru,ia membelai pipi sang putri yang sangat ia banggakan itu...
"kamu kapan gedenya sih kak?seinget mama baru kemarin kita pergi pergi bertiga sama papa...kamu lari larian...loncat loncat....kok sekarang udah dewasa aja....kamu udah jadi istri sekarang...." ucap Adinda sambil meneteskan air matanya.
Nabila ikut terharu,kedua wanita itupun saling memeluk,seolah ingin menunjukkan betapa keduanya sangat saling menyayangi sebagai sepasang ibu dan anak.
Cukup lama,keduanya pun akhirnya menyudahi pelukan mereka.
"panggilin adek kamu dikamarnya gih....biar mama panggil papa sama Zev..." ucap Adinda.
"iya ma..." jawab Nabila.
Nabila pun bergegas naik ke lantai dua menuju ke kamar Angkasa,sedangkan Adinda menuju ke taman belakang menghampiri Adrian dan Zev yang masih asyik berbincang.
__ADS_1
"mas...." ucap Adinda lembut sambil menyentuh pundak sang suami,membuat Adrian dan Zev pun menoleh ke arah wanita cantik berkulit putih itu.
"hei...ada apa sayang...?" tanya Adrian sambil tersenyum.
Zev nampak mengamati cara berkomunikasu pasangan ini.Mereka terlihat begitu harmonis di usia pernikahan mereka yang mulai menginjak enam belas tahun.
"makan malam dulu yuk....udah siap..." ucap Adinda.
"iya sayang...." ucap Adrian.
Adinda menoleh ke arah Zev....
"Zev...makan dulu yukk...Nabila udah ada di dalam..." ucap Adinda.
"iya ma...." jawab Zev.
Ketiga anak manusia itupun melangkah masuk kedalam rumah.Zev hanya berjalan di belakang Adinda dan Adrian yang malangkah beiringan dengan tangan saling bergandengan.
Zev mengulum senyum....Keluarga yang penuh dengan kedamaian dan cinta kasih....batinnya.
Ketiganya sampai di meja makan,Angkasa dan Nabila sudah berada di sana.Merekapun makan malam bersama.
...****************...
Malam makin larut.....
Di kamar bernuansa klub bola...
Sepasang suami istri itu tengah bersiap memulai ritual panas mereka.Nabila tengah berada di kamar mandi,sedangkan Zev yang hanya menggunakan celana d*lam putih itu nampak berdiri di sisi ranjang king size tempat tempat terbaringnya dua boneka serigala berukuran jumbo itu.Zev mengedarkan pandangannya mengamati kamar pribadi sang istri yang baru pertama ia masuki.Zev lantas melangkahkan kakinya,ia lantas berdiri di samping rak kayu,tempat dimana Nabila menyimpan barang barang pemberian Zev.
Zev meraih dua kotak tersebut lalu membawanya menuju sisi ranjang.Pria itu lantas membuka satu kotak berukuran kecil.
Zev tersenyum,di dalamnya terdapat lembaran surat yang Zev kirimkan pada Nabila dulu saat ia menjadi pengagum rahasia sang kelinci kecil.Laki laki itu kemudian meraih satu kotak lainnya.Kotak berwarna pink seukuran kotak sepatu.Pria itu lantas membukanya.
Zev terkekeh....
Dua pasang sepatu dan satu sendal hello kitty yang hanya sebelah tersimpan rapi di kotak itu.Sandal dan sepatu yang sebelahnya lagi berada di kamar Zev di kediaman pribadinya.
Zev meraih sandal hello kitty yang terlihat dekil itu.Sendal yang sebelahnya menjadi saksi bisu kerasnya kehidupan Zev dari remaja hingga dewasa.
Zev tersenyum lucu....
Ternyata kelinci kecilnya masih menyimpan sebelah sendal dan sepatu yang sebelahnya dulu pernah ia bawa saat ia menyatakan cintanya pada Nabila di pinggir pantai.
ceklek....
pintu kamar terbuka.
Nabila muncul dari balik pintu kamar mandi dengan hanya menggunakan bra dan gstring putih.Wanita itu lantas mendekati sang suami yang nampak tersenyum menyambutnya.
Nabila berdiri di hadapan Zev,
__ADS_1
"ada apa?" tanya Nabila sambil menyentuh pundak pria yang setengah telan**ng itu.
Zev tersenyum,ia meletakkan kotak sepatu yang berada di pangkuannya itu di atas ranjang lalu meraih pinggang Nabila dan membimbingnya untuk duduk di pangkuannya.
Nabila pun hanya menurut....
Zev membenamkan wajahnya pada belah da*a sang istri dan mendusel di sana.Nabila hanya terkekeh sambil meraih kepala Zev dan memeluknya.
Zev sedikit menjauhkan tubuhnya lalu mendongak menatap wajah sang istri,
"hello kitty...." ucap Zev.
"apa?" tanya Nabila sambil membelai wajah Zev.
"aku boleh minta sesuatu...?" tanya Zev sambil mengusap usap lembut belahan da*a Nabila.
"apa?" tanya Nabila.
Zev menatap dalam wajah sang istri.Tangannya tergerak memainkan beberapa helai rambut Nabila yang menjuntai ke depan dada sang kelinci kecil.Laki laki itu tersenyum lembut,lalu.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"aku pengen liat kamu berhijab..."
π₯°π₯°π₯°π₯°πππππ
...--------------...
***SELAMAT MALAM.....
__ADS_1
UP 19:52
YUKK....KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA π₯°π₯°π₯°***