
Adrian menggandeng Nabila yang menenteng sebelah sandalnya menuju ke rumah Bu Rahayu.Gadis kecil itu tak henti mengomel sepanjang perjalanan.Entah kemana perginya sebelah sendalnya.Ia sampai lupa...koo bisa sendalnya ilang sebelah.Adrian hanya senyum senyum mendengar sang putri kecil yang tak henti nyerocos sedari tadi.
Keduanya sampai di rumah bu Rahayu.Dilihatnya di sana Marco sudah duduk di kursi teras bersama pak Wahid.
"Assalamu alaikum..." ucap Adrian.
"wa alaikum salam..." jawab Marco dan Pak Wahid.
Marco mengarahkan pandangannya pada gadis kecil yang nampak cemberut itu..
"kamu kenapa Bil?" tanya Marco
"nih...sendalku tinggal satu om..!" ucap Nabila sambil menenteng sebelah sendalnya.
Marco mengernyitkan dahinya.
"kok bisa?"
"nggak tau....kayaknya kebawa sama kakak tadi deh...soalnya tadi Nabil nimpuk dia..." ucap Nabila.
Adrian terkekeh....
"kakak?kakak siapa?" tanya Marco.
"ada tadi...kakak kakak aneh..." ucap Nabila kesal.
"udah....nggak usah manyun...ntar papa beliin lagi...kamu mandi dulu sana...kita harus pulang..." ucap Adrian.
Nabila pun mengangguk.Gadis kecil itupun menuju ke kamar yang ia tempati,lalu memasukkan sebelah sendalnya ke dalam tas miliknya.Ada raut wajah kesal disana.Padahal itukan sendal hello kitty kesayangannya.Nabila meraih handuk yang sudah Adinda siapkan di atas kasur.Gadis kecil itupun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...****************...
Sementara itu...
Di sebuah Sekolah Menengah Pertama di desa pesisir pantai.Bel tanda masuk sudah berbunyi.Para siswa siswi berseragam putih biru itu berbondong bondong masuk ke dalam mereka masing masing.
__ADS_1
Di dalam sebuah kelas bertuliskan 8A...
Remaja berhoodie hitam itu nampak duduk dengan tenang di meja pojokan belakang kelas tersebut.Sendiri,tanpa ada satu pun teman yang mendekat.Zev menatap tajam ke arah depan.Aura kebencian kembali menyeruak dari dalam dirinya.Rentetan rencana rencana liciknya gagal.Mulai dari membayar orang untuk menabrak istri Adrian dengan motor hingga memutus kabel rem mobil Adrian dan berakhir dengan mencoret coret mobil Adrian.Semua gagal.Mereka semua selamat..!tak ada yang mat*...!
Zev benci...
Ia tak suka kekalahan.Ia dilahirkan sebagai pemenang.Ia harus menang dan berhasil dalam hal apapun.
Zev mengepalkan tangannya.Dendamnya pada keluarga itu makin membuncah.Adrian....dia harus mati di tangan Zev.
"kau sudah menghancurkan keluarga ku....!kau harus merasakan hal yang sama seperti yang ku rasakan..!!" ucapnya dalam hati.
Saat ia sibuk dengan pikirannya sendiri...
Seorang pria berkepala plontos memasuki ruang kelas tersebut.Pria itu nampak berdiri di depan kelas,di samping meja guru setelah meletakkan beberapa kertas hasil ulangan siswa yang ia bawa dari kantor guru.
"selamat pagi semuanya..." ucapnya.
"pagi paaakkk..." sahut para siswa siswi itu serempak.
"hari ini,bapak akan membagikan hasil ulangan matematika kalian kemarin..." ucap sang guru tersebut.
Pak guru tersebut meraih satu kertas ulangan yang terletak di tumpukan paling atas.
"siswa ini selalu mendapatkan nilai sempurna sejak kedatangannya beberapa waktu lalu ke sekolah ini..." ucap sang guru
"bapak berharap...kalian semua bisa belajar dari teman kalian yang satu ini.."
"Zev....majulah...nilaimu seratus lagi.." ucap guru tersebut.
Zev bangkit.Ia berjalan dengan tenang mendekati guru berpostur cungkring itu di iringi tepuk tangan dari teman teman sekelasnya.Zev memang anak yang cerdas,ia selalu mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran.Membuat ia seolah menjadi idola para guru di sekolah tersebut.Tak hanya idola guru,Zev pun kini mulai menjelma menjadi idola para siswi disana.Paras bulenya yang rupawan,postur tubuh yang tinggi serta sikap cool dan misteriusnya memberikan kesan tersendiri bagi para siswi disana.
Sang guru pun menyerahkan kertas hasil ulangan Zev.
"selamat ya Zev...kamu memang murid yang cerdas..." ucap guru tersebut.
__ADS_1
Zev tak menjawab.Ia bergegas kembali ke tempat duduknya.Namun tiba tiba....
"Zev...tunggu..." ucap pak guru.
Zev menghentikan langkahnya.Pak guru mendekat.Ia merogoh kupluk hoodie Zev dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.
"ini apa?" tanyanya.
Zev berbalik badan.Dilihatnya sang guru menatap Zev penuh tanya sambil memegang sebuah sendal jepit yang bisa dipastikan milik bocah lantaran ukuran nya yang kecil bergambar hello kitty warna pink.
Sontak saja,tawa dari para siswa siswi disana pecah.Zev hanya mengernyitkan dahinya.Ia meraih sendal itu dengan kasar.
Sendal siapa ini?kenapa bisa ada di kupluk hoodienya?
"Zev....ngapain bawa bawa sendal adikmu?"
"Zev....mukamu doang yang sangar...sukanya hello kitty"
"Ya elah Zev...mukamu aja security...hatinya hello kitty..."
Dan masih banyak lagi ucapan ucapan bernada meledek yang dituju kan pada Zev.Remaja itu tak bergeming.Ia benci.Andai bukan di ruang publik,sudah dia bantai habis semua yang ada di sana.
Zev mengenakan kupluk hoodienya.Ia berjalan dengan cepat kembali ke bangkunya.
Zev malas meladeni teman teman nya yang masih tertawa terpingkal pingkal itu.
Remaja itu menatap tajam ke arah sendal hello kitty di tangannya.Ia ingat...ini milik bocah cempreng nan menyebalkan itu.Mungkin sendal itu tersangkut di hoodienya saat bocah itu menimpuknya tadi.
Zev mencoba tak peduli.Ia memasukkan sendal tersebut ke dalam tas nya lalu kembali fokus dan bersiap untuk menerima pelajaran dari gurunya.
...----------------...
***UDAH CRAZY UP NIH HARI INI.....
NGGAK ADA YANG MAU NGASIH VOTE ATAU HADIAH NIH??
__ADS_1
DITUNGGU YA...
KLIK LIKE,KOMEN,VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰***