Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
137


__ADS_3

Setelah drama cium tangan berakhir....


Kini si gadis kecil pemersatu keluarga itu kembali menggiring tangan kekar Adrian yang masih seperti orang linglung menuju meja makan.Dengan dua kotak pizza di tangan nya,Nabila menuntun sang papa dengan riangnya.


"mama...." ucap Nabila riang sambil memanggil mamanya yang tengah berada di dapur.


"hei sayang...." ucap Adinda.


"loh...mas..kamu udah pulang?" ucapnya pura pura tak tahu.Ia kemudian meraih punggung tangan Adrian dan menciumnya.


"kamu kenapa mas?" tanya Adinda sambil menyentuh wajah Adrian yang seperti orang kebingungan.


"haah?" jawabnya bak orang yang masih setengah sadar.


"kamu kenapa?" kok kayak orang bingung gitu.


"nggak.....nggak...aku nggak apa apa?" jawabnya.


Adinda menempelkan punggung tangan nya ke dahi Adrian.


"kamu sakit?"


"nggak...aku nggak apa apa" jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


Sebegitu besar trauma yang dialami laki laki itu.Adrian seolah menjadi orang linglung saat ini.Batinnya seolah berperang.Disatu sisi ada kerinduan dalam dirinya yang terobati,namun disisi lain ada kebencian yang masih mendarah daging di sana.Seolah masih ada rasa tidak terima saat wanita itu dengan berani menyentuh kulitnya yang berharga.Namun nalurinya sebagai seorang anak yang tumbuh tanpa belaian orang tua seolah mengiyakan dan menikmati pelukan dan sentuhan dari wanita tua itu.


"duduk dulu mas...aku bikinin minum.." ucap Adinda.


Adrian hanya mengangguk.Ia pun duduk di salah satu kursi di meja makan tersebut


Adinda segera membuatkan kopi untuk Adrian lalu menyerahkan pada laki laki itu kemudian duduk di salah satu kursi di samping kanan Adrian.Nabila duduk di kursi di samping kiri sang papa.Ia kemudian membuka kotak pizza yang tadi Adrian bawa.


"Bil..."


"iya pa..."


"yang satu kotak kasih nenek Ela gih...biar dimakan sama nenek Lastri sama tante Naya" ucap Adrian yang sukses menarik perhatian Adinda.


Wanita itu tersenyum,satu perkembangan lagi Adrian tunjukkan.


"oke pa.." ucap Nabila.


Gadis kecil itu kemudian merosot dari tempatnya duduk sambil membawa satu kotak pizza ia berlari menemui neneknya yang ada di ruang tamu.


Adrian menoleh ke arah Adinda yang senyum senyum tak jelas.


"kenapa senyum senyum?" tanya Adrian.


"nggak apa apa...seneng aja...suamiku ganteng banget" ucapnya.


Adrian tersenyum simpul lalu menyeruput kopi di hadapannya.


Nabila datang.


Ia kembali ke tempat duduknya semula lalu membuka kotak pizza yang masih tersisa.


"ayo ma..pa...dimakan dulu martabaknya." ucapnya enteng.


Dinda dan Adrian reflek menoleh ke arah gadis kecil yang kini mulai memasukkan satu potong pizza kedalam mulut mungil nya itu.


Sepasang suami istri itupun terkekeh mendengar celetukan asal dari bibir Nabila.


"katanya tadi bakso...koo sekarang jadi martabak...jelas jelas ini sate" ucap Adrian ikut ikutan sambil meraih satu potong makanan lezat itu dan mengunyahnya.


Adinda tertawa geli mendengar ucapan Adrian.

__ADS_1


"kamu nggak makan?ketawa mulu" ucap Adrian pada Dinda.


"kamu lucu...sumpah....lucu banget.." ucap Adinda.


Ketiganya pun tergelak.


"aku udah dapet kios buat kamu...tapi aku belum mampir kesana....cuma dikasih tau aja sama kru tadi"ucap Adrian.


"cepet banget" ucap Adinda sambil meraih satu potongan pizza.


"ya iyalah....kan aku yang nyari" ucap Adrian percaya diri.


"lokasinya deket kampus kamu sama temen temen kamu...jadi kamu bisa gampang nanti bolak baliknya" ucap Adrian.


"oh ya....bagus dong"


"tempatnya cukup luas kok....kamu bisa ajak Naya sama Chika kerja disana kalau kamu kerepotan"


"Alhamdulillah....iya mas...mereka pasti mau" ucap Adinda sambil mengangguk.


"kios apa pa?" tanya Nabila nyamber.


"kios kue sayang...mama mau buka toko kue.."


"waahhh...aku mau jadi pelayannya ma...yang layanin pembeli..." ucap Nabila antusias.


Adrian dan Dinda pun tertawa.


"boleh..."ucap Adinda


"aku pengen liat deh mas kiosnya..."


"boleh...abis ini kita kesana kalau kamu mau...aku juga pengen liat...kalau cocok kita ambil..." ucap Adrian.


"Din..."


"hmm..."


"tadi ada tamu?"


"tamu?nggak ada...emang kenapa mas?"


"aku tadi lihat temen kamu di depan komplek...aku kira dia dari sini"


"temen?siapa?"


"Joddy....adik nya Marco...dia boncengin cewek...tapi nggak tau siapa ceweknya..aku kirain dia kesini" ucap Adrian sambil kembali melahap pizzanya.


Joddy di depan komplek?ngapain?sama cewek?siapa?Sheila kah?Joddy masih berhubungan dengan perempuan itu?


Adinda mencoba menerka nerka.Sudah lama ia tak bertemu Joddy.Terakhir saat mereka bertemu di taman sekolah setelah insiden penggerebekan Joddy di hotel.Dan sampai sekarang pun Adrian juga belum tau bahwa Joddy lah sosok orang yang menjebloskan dirinya ke penjara.


...****************...


Sementara di tempat lain....


Di sebuah cafe...


Dua remaja yang akan menginjak dewasa itu nampak duduk berhadapan sambil berbincang santai.


"jadi ini angkringan versi kamu" ucap Chika.


Joddy terkekeh.


"ya kalik gue beneran ngajakin lo ke angkringan...semiskin miskinnya gue kalo cuma buat ngajakin lo makan disini sih masih ada lah gue duit....dikit tapi...hahaha...."

__ADS_1


Keduanya pun tergelak.


"asal makan lo nggak banyak banyak aja" ucapnya lagi.


"bisa aja kamu...." ucap Chika.Mereka pun terkekeh


"Dinda apa kabar?" tanya Joddy akhirnya.


"baik...." jawab Chika.


"emang kamu bener bener belum ketemu Dinda?"


Joddy menggelengkan kepalanya.Joddy memang sudah menceritakan semuanya pada Chika.Termasuk hubungan terlarangnya dengan Sheila.Entahlah....bagaimana bisa ia sebegitu terbukanya pada Chika,padahal mereka belum lama kenal.


"gue malu Chik...gue terlalu buruk" ucap Joddy.


Chika hanya tersenyum getir mendengar ucapan pesimis itu.


"maaf ya Jod....aku dulu pernah maki maki kamu..." ucap Chika merasa tidak enak.


"hahaha...." Joddy tergelak lepas.


"iya...iya....gue inget....sumpah lo sangar banget waktu itu...hahahha...." ucap Joddy


"dihh...sangar katanya..."


"gue harus belajar bahasa jawa ama lo....gue suka ama kata kata lo dulu" ucap Joddy sambil menyeruput minumannya.


Chika terkekeh.


"by the way....lo udah nemu kosan?"


"belum"


"mau gue bantu cariin?"


"kalau nggak ngerepotin boleh"


"nggak repot kok...gue seneng malahan...gue jadi ada alesan buay keluar rumah.Suntuk gue di kurung di rumah mulu....dah kayak anak ayam"


Chika tergelak.


"gue kayaknya tau deh kosan putri...harga nya lumayan murah,tapi fasilitasnya juga nggak jelek jelek amat...mungkin aja lo cocok"


"oh ya...dimana?"


"nggak jauh kok dari bakal kampus kita...mau gue anterin?kita survei dulu..."


"boleh..."


"oke...abis ini kita berangkat ya...."


"siippp.."


Joddy tersenyum.Enak banget ngobrol sama Chika.Orangnya gampang akrab dan gak jaim.Ia jadi merasa punya teman baru.


...----------------...


***NUNGGUIN YANG MAU NAMBAHIN VOTE SAMA HADIAH NIH....


RAMAIKAN KOLOM KOMENNYA JUGA....


JANGAN LUPA KLIK LIKE SETELAH BACA....


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2