
"Joddy..?" ucap Adinda.
Dilihatnya disana...di emperan toko.Joddy sedang bersama Chika duduk lesehan sambil menikmati minuman dan beberapa gorengan serta makanan lain yang disajikan di atas piring di hadapan mereka.Mereka sedang makan di angkringan yang sama dengan keluarga Adrian,hanya saja mereka memilih lesehan,sedangkan Adrian memilih duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan gerobak meja angkringan.
Adrian menatap sinis dua insan yang tengah asyik mengobrol itu.Sedangkan Chika dan Joddy belum menyadari bahwa mereka tengah diawasi oleh mata tajam Adrian sedari tadi.
Adinda tercengang.Ia menoleh ke arah Adrian yang tak lepas menatap dua anak manusia di sana dengan senyuman yang terlihat mengerikan.Tatapan matanya tajam membunuh,bak seekor singa yang tengah menemukan mangsa yang ia tunggu tunggu sekian lama.
Adrian bangkit,membuat Adinda panik.
"mas..mau kemana?"
"kita gabung sama mereka" ucapnya datar.
Adinda menahan pergerakan Adrian.
"mas....ini tempat umum..." ucapnya lirih.Ada ketakutan tersendiri dalam diri Adinda.Ia takut Adrian tak bisa menahan emosinya dan akan berujung baku hantam.
Adrian menatap sinis ke arah Adinda.
"apa yang kamu pikirkan?aku cuma mau gabung sama mereka"
Adinda menatap sangsi pada Adrian.Ia seolah tak yakin dengan apa yang Adrian ucapkan.
"kamu mau ikut nggak?kalau nggak mau kamu disini aja...biar aku sendiri yang kesana" ucapnya kemudian bergegas pergi mendekati dua anak manusia yang tengah asyik bercanda itu.
Adinda pun mau tak mau mengikuti langkah Adrian.Ia tak mau kalau sampai terjadi adu jotos di tempat itu.Terlebih lagi Adrian sudah mulai menunjukkan gelagat tak mengenakan.
Adinda setengah berlari mengikuti langkah Adrian yang mulai mendekati Chika dan Joddy.Sedangkan Nabila yang sedang asyik makan seolah acuh.Ia lebih memilih melanjutkan makannya daripada harus mengikuti langkah papa dan mamanya.
Sementara itu di teras toko sana...
Kedua anak manusia itu tengah larut dalam obrolan seru mereka.Ditemani dua cangkir kopi susu dan beberapa makanan di atas piring,Chika dan Joddy nampak begitu asyik bercengkerama menghabiskan malam mereka ditemani semilir angin yang cukup menusuk tulang.Sesekali gelak tawa menggema dari mulut keduanya,hingga tiba tiba.....
"selamat malam..."
suara yang tedengar dingin itu berhasil menarik perhatian dua anak manusia tersebut.Keduanya pun mendongak.
degghhh....
Joddy dan Chika mematung.Adrian berdiri di hadapan mereka dengan seringai tajam yang mengerikan.
Joddy bergetar.Laki laki itu langsung menunduk ketika menyadari kedatangan Adrian.Ia benar benar belum siap bertemu laki laki itu.
Adinda mendekati suaminya.
"mas..." lirihnya.
"aku udah nggak laper...kita pulang aja yuk" ucap Adinda sambil memegang lengan Adrian.
"tapi aku lapar Dinda" ucap Adrian tanpa menoleh ke arah sang istri.Matanya terus fokus pada Joddy.Membuat laki laki itu makin gemetar.Chika pun ikut merasakan aura yang tidak menyenangkan disana.Hawa dingin yang sedari tadi menyerang mereka seketika berubah menjadi panas.Acara jalan jalan malam nya dengan Joddy yang awalnya menyenangkan kini berubah menjadi menegangkan.
"kita boleh gabung?" tanya Adrian santai,namun terdengar mengerikan di telinga Chika dan Joddy.
"bo...boleh mas..." ucap Chika terbata bata.
"makasih Chika.." ucap Adrian dengan senyuman manis nya yang mengerikan.
Adrian pun duduk.Ia memilih duduk di samping Joddy yang terus menunduk.Adinda Joddy dan Chika pun dibuat makin was was.
"Bil...." ucap Adrian setengah teriak memanggil gadis kecil yang tengah asyik makan di sana.
"iya pa...."
__ADS_1
"sini nak...ngumpul sama om Joddy sama tante Chika" ucap Adrian.
"iya pa..." jawab Nabila.
Gadis itu pun merosot dari tempat nya duduk.Ia pun segera berjalan mendekati papa dan mamanya.Nabila duduk di samping Adrian.
Tak berapa lama,pemilik angkringan datang membawa dua gelas susu jahe dan satu gelas es teh serta beberapa makanan yang di letakkan di atas piring.
"makasih pak.." ucap Dinda
"sama sama mbak"
Penjual pun beranjak pergi.
Adrian meraih susu jahenya yang masih panas lalu dengan santai nya menyeruput minuman berwarna pitih tersebut.
Chika nyengir,antara heran dan ngeri.
"gak mlonyoh a Din ilat e ojobmu iku?"
(nggak mlepuh tuh lidah suamimu Din?)
Adinda tak menjawab.Wanita itu kini tengah sibuk memutar otak,bagaimana caranya agar tak terkadi pertempuran antara Joddy dan Adrian kali ini.Karena sudah bisa dipastikan,Adrian pasti tidak akan tinggal diam melihat Joddy dihadapannya saat ini.
Adrian meletakkan gelas berisi susu jahe itu.Ia kemudian dengan santainya mengambil satu bungkus rokok beserta korek dari sakunya,mengambil sebatang,membakar,menghisap dan kemudian memnuang asapnya.
"apa kabar Jod?" tanya Adrian pada remaja disampingnya.
"ba...baik..." ucap Joddy.
Adrian tersenyum sinis.Tangan bertatonya tergerak merangkul pundak Joddy.
"seperti nya kamu sekarang banyak berubah ya Jod...nggak seperti Joddy yang dulu ku kenal" ucap Adrian.
"mas..." ucap Adinda lagi.
Adrian menatap tajam ke arah Dinda.Seolah laki laki itu ingin mengatakan "diam...jangan ganggu"
Adinda menatap sendu ke arah Adrian,namun laki laki itu tak memperdulikannya.
"oh ya Jod....aku mau tanya....dari mana kamu bisa kenal Sheila?" tanyanya seolah tak tau apa apa.
Joddy makin gemetar.
"dia itu jal*** lo....cuma baji**an yang terbiasa mengenal perempuan perempuan seperti itu..." ucap Adrian lagi.
"darimana kamu bisa mengenal dia...kamu kan anak baik baik...bukan seperti...psychopath sinting,gila,bengis,kejam,breng***,bia***,baji**an.." ucapnya dingin.Aura iblisnya mulai menyeruak.Ia kembali mengingat bagaimana dulu Joddy mengatainya psychopath sinting,gila,bengis,kejam,breng***,bia***,baji**an.
Tapi nyatanya....Joddy sama saja.
Rela mengorbankan kesuciannya hanya demi obsesinya.
Joddy mengangkat kepalanya.Setengah mati ia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk menatap wajah Adrian.Ia harus menghadapi laki laki itu.Ia tak bisa terus menerus sembunyi.Ia harus menyelesaikan semuanya malam ini.
Joddy menatap netra hijau dengan tenangnya.
"sorry...gue minta maaf" ucapnya.
Hening....
Untuk beberapa saat suasana terasa sepi.Adinda dan Chika seolah dibuat susah nafas.
Adrian menatap tajam mata coklat milik Joddy.Tak ada ekspresi,tak ada suara.Keduanya seolah larut dalam tatapan masing masing.Joddy pasrah,apapun yang akan terjadi setelah ini ia akan menerimanya.Mau di pukulin kek,dibikin bonyok,masuk rumah sakit,atau bahkan mati sekalipun ia pasrah.
__ADS_1
Adrian tersenyum sinis....namun beberapa detik kemudian sebuah tawa tercipta dari bibirnya.Joddy dan Naya dibuat kaget,ngeri sekaligus heran.Dia kenapa??
Adrian tertawa terbahak bahak,cukup lama,setelah itu,ekspresinya berubah lagi.Ia kembali menatap tajam ke arah Joddy.Aneh...seram...sungguh...sangat mengerikan.
Adrian menepuk pundak Joddy.
"minta maaf untuk apa Jod?" tanyanya dengan suara yang dibuat serius.
"karena gue....gue........gue udah...gue yang....ngelaporin lo ke polisi" ucap Joddy.
Adrian terdiam.Lagi...tanpa ekspresi...tanpa suara....hanya kedua bola mata mereka yang saling bertemu,namun Joddy pun juga tak bisa mengartikan,tatapan macam apa itu.Bencikah?marah?kage?atau apa?
"mas.....pulang yukkk..." ucap Adinda lirih dan memohon.Ia benar benar takut Adrian lepas kontrol.
Adrian tak menggubris.
"atas dasar apa?" tanya Adrian santai.
"karena gue kira Dinda nggak bahagia sama lo....gue kira dengan jeblosin lo ke penjara...Dinda akan bebas,dan dia akan bahagia...ternyata gue salah...gue malah bikin Dinda tambah menderita...gue minta maaf..." ucap Joddy.
Adrian tersenyum sinis.
"lo pengen jadi pahlawan?pengen di anggap berjasa...sampai sampai mengorban diri lo dijamah perempuan murahan itu cuma demi pengakuan kan?" ucapnya.
Joddy terdiam.Ternyata Adrian sudah tau semuanya.
Joddy mengangguk samar.
"jadi lo udah tau semuanya?"
"oke...jadi udah nggak ada yang perlu gue jelasin lagi kan..."
Joddy menarik nafas panjang....
"Adrian....sekali lagi gue minta maaf...gue udah melakukan kesalahan...gue udah misahin lo sama anak dan istri lo....gue tau...kesalahan gue terlalu besar...sekali lagi...gue cuma bisa bilang....maaf..."
"gue akan jauhin Adinda,bahkan gue udah jauhin dia sejak gue sadar akan kesalahan gue...gue nggak akan ikut campur lagi dengan urusan rumah tangga kalian.Gue minta maaf" ucap Joddy.
Remaja itu kemudian bangkit.
"Chik....pulang yuk..." ucap Joddy
Chika mengangguk ragu.Wanita itupun bangkit.
Joddy dan Chika bergegas meninggalkan tempat itu...namun...
.
.
.
.
.
"Tunggu...!!!!"
...----------------...
***LANJUT BESOK YA......
KASIH DUKUNGAN YANG BANYAK DONG BIAR OTHOR SEMANGAT.....🥰🥰🥰😅***
__ADS_1