Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
158


__ADS_3

ceklekk....


pintu kamar terbuka...


Adrian masuk ke dalam sana.Dilihatnya sang istri kecil sekaligus pawangnya itu tengah tiduran dalam posisi miring sambil memeluk gulingnya.Hijabnya bahkan belum dilepas.Pundaknya naik turun,suara isakan samar samar terdengar dari mulutnya.


Adrian menghela nafas panjang....


Drama di mulaiii......


Adrian mendekati wanita tersayangnya itu.Laki laki berbadan tegap tersebut kemudian naik ke atas ranjang,membaringkan tubuhnya di samping tubuh Adinda lalu memeluk wanita itu dari belakang.


Adrian mencium punggung istrinya,menghirup aroma tubuh wanita itu lalu mendekap erat tubuh ramping yang masih terisak terisak.


"sayang udah minum susu belum?" tanyanya lembut.


Dinda tak menjawab.


"aku bikinin ya...." ucapnya,namun masih tak ada jawaban.


Adrian menggerakkan tanganya turun, menyusup masuk ke sela sela perut yang menempel dengan guling itu lalu mengusap perut berisi calon penerusnya tersebut dengan lembut.


"kira kira dedek lagi a............."


belum selesai bicara,Adinda melempar tangan besar itu.Ia seolah tak mau perutnya di sentuh oleh sang pemilik benih yang kini sedang tumbuh di rahimnya.Adrian tersenyum,antara kesal dan lucu.Untung udah bucin...kalau belum...bisa bisa di banting tuh perempuan.Cuma Dinda yang bisa begini sama Adrian.


Adrian kembali menggerakkan tangannya.Kini ia mencoba meraih salah satu benda kenyal yang juga terhimpit guling itu.Namun lagi lagi,Adinda melempar tangan itu dengan kasarnya.


Adrian tersenyum lebar.


Lagi...belum menyerah,Adrian menggerakkan tangannya mengusap lembut punggung Adinda,dari punggung...tangannya menyelinap masuk ke dalam celana Adinda,lalu dengan nakalnya ia masuk menjelajah di lorong sempit di antara dua bongkahan pan**t Adinda.


Dinda yang merasakan ada sesuatu yang menggerayangi tubuh bagian belakangnya pun sontak berbalik badan dengan cepat,membuat tangan kekar itu kini tertindih di bawah tubuh Adinda.


"aaaaaaahhh....sakit.." ucap Adrian pelan sambil meringis,seolah tengah merasakan kesakitan.


"ngapain?!" ucap Adinda kesal dengan mata melotot.


"apanya?" ucap Adrian pura pura polos.


"tangannya..!" ucap Adinda sambil memukul lengan Adrian dengan kesal.


"ya kamunya nggak bolehin aku pengang depan...ya aku pegang belakang lah.." ucap Adrian sambil mencoba menahan tawanya.


"apaan sih...ngeselin banget...!!lepasin nggak...!" ucap Adinda kesal namun sambil menahan geli lantaran ada jari jari yang berjalan jalan di bawah sana.Entah sajak kapan dan bagaimana bisa,ujung jari jari tangan kekar itu mulai menari nari di liang sempit yang terletak diantara lipatan indah Adinda di bawah sana.


"gimana mau dilepasin...orang kamu tindih gini" ucap Adrian dengan senyuman nakal.


Plaaakkkk....


Adinda kembali memukuk lengan kokoh itu.


"lepasin nggak..!!"


"nggak bisa Dinda..." ucap Adrian sambil kembali memainkan jari jarinya.


"lepasin....kan bisa ditarik..!!" ucap Adinda lalu mendorong lengan kekar itu sambil menjauhkan tubuhnya,namun Adrian seolah terus mengikuti pergerakan Dinda,membuat usaha wanita itu sia sia.


"senyum dulu...baru aku lepasin.."


"nggak..!"


"ya udah nggak usah di lepasin.."


"mas.....!!!"


"apa sayang..."


"lepasin...!"


"senyum nya mana.."


"nggak lucu..!"


"senyumnya mana?"

__ADS_1


"lepasin mas...!"


"senyumnya mana?"


"Adriiaaaaaaaaaannnn....!!!!!"


"senyumnya mana?"


Dinda menipiskan bibirnya.


"niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhh....." ucapnya sambil menunjukkan barisan gigi gigi putihnya.


"nggak cantik"


"lepasin mas...." rengek Adinda.Adrian makin menjadi jadi.Jari jarinya makin aktif di bawah sana.


"kamu yang nindih Din..."


Adinda berbalik badan.Ia kembali ke posisi miring membelakangi Adrian.


"buruan lepasin..!" ucap Dinda.Alih alih menarik tangannya,Adrian justru makin memasukkan jari jarinya ke dalam sana.


Adinda berbalik badan lagi,tangan Adrian tertindih lagi.


"maaaaaasssss...!!!!!!!!" ucap Adinda teriak.


"apa sih jangan teriak teriak..."


"sumpah...kamu tuh ngeselin banget tau nggak..!"


"kangen sayang...semalem kan libur.."


"bodo amat"


"dedeknya kangen loh...aku boleh jenguk bentar ya.."


"nggak..." ucap Dinda ketus.


"nggak baik lo nolak ajakan suami...dosa..." ucap Adrian.


"maaf....janji nggak lagi deh..." ucap Adrian bak tengah membujuk bocah kecil.


"janji janji aja terus...!kemarin juga janji janji nyatanya sama aja...kamu tuh kayaknya mintanya aku sama calon anak kamu ini harus kenapa napa dulu gitu ya biar kamu mau dengerin omongan aku...!!!nggak mikir apa kamu tuh kalau aku khawatir...!!bisa nggak kalo ada apa apa itu nggak marah marah dulu..!!nggak ngedepanin emosi dulu...!!kamu tuh udah tua..!!udah bapak bapak..!!nggak usah sok jagoan..!!" ucap Adinda nyerocos.Adrian hanya tersenyum mendengar ocehan sang istri.Hanya wanita ini yang bisa nyeramahin Adrian...yang lain nggak akan berani.


"iya...maaf ya..." jawab Adrian lembut.


"nggak usah minta maaf...!lanjutin aja berantem nya...!udah sana pergi..nggak usah pulang sekalian..!sekalian sana bawa clurit...ikut anak anak STM tawuran..!!ntar kalo udah capek tidur sana di pos ronda..!bawa tuh sarung...!"


"kalo di godain janda gimana?"


"untalen...!!"


(makan sonoh..!)


Adinda yang kesal kembali berbalik badan memeluk guling.Adrian justru makin leluasa memainkan jari jarinya disana.


"dih..banjir lagi.." ucap Adrian menggoda.


"maaaasss......!!" ucap Adinda lagi kini sambil mencubit lengan kekar itu hingga membekas merah.


"aaaaaaahh....atit..."


"iiiihhhh..."


Adinda makin kesal..ia mengusap wajah tampan itu membuat Adrian tergelak.


Adrian menyerah,atau lebih tepatnya kasihan pada istrinya.Ia menarik tangannya lalu mendekap tubuh ramping kesayangannya itu dengan hangat.


"maaf ya...beneran deh...janji nggak lagi...tadi cuma kelepasan aja sayang..." ucap Adrian.


Adrian menciumi kepala belakang Adinda berkali kali dengan lembut.


"aku harus ngapain biar kamu mau maafin aku?"


Adinda mulai melunak.Ia merubah posisinya,yang semula tidur miring,kini menjadi terlentang.Adrian pun ikut merubah posisinya.Ia menggunakan satu lengannya sebagai sandaran kepalanya.Sedangkan satu lengan yang lainnya kini mengusap lembut wajah Adinda yang nampak murung.

__ADS_1


"jangan kayak gini lagi mas....aku capek ngasih tau kamu nggak ngerti ngerti..." ucap Adinda dengan mata mengembun.


Adrian tersenyum...


"iya....janji...ini yang terakhir...aku nggak akan kayak tadi lagi..."


"janji?"


"janji..."


"yaudah..."


"ya udah apanya?"


"ya udah di maafin..."


"beneran?"


Adinda mengangguk.Membuat Adrian tersenyum lebar.


"kalau gitu boleh dong aku jengukin dedek..."


"tuh kaann....minta maaf karena ada maunya...!!" ucap Adinda kesal sambil memukul dada Adrian.


"enggak gitu....aku harus sering sering jengukin dia sayang....biar ada temennya ngobrol..."


Adinda terkekeh...


"ayo dong...." ucap Adrian membujuk.


"kamu kerja sendiri deh mas...aku capek...anggep aja hukuman karena kamu udah bikin aku kesel hat ini" ucap Adinda malas.


Adrian tersenyum nakal.


"yakin?minta aku kerja sendiri?"


Dinda mengangguk.


"oke...aku kerja sendiri..." jawab Adrian mengiyakan.


Adrian meraih kaos Adinda,dan mengangkat nya berniat untuk melepaskan kain tersebut dari tubuh Adinda.


"bangun dong sayang..." ucap Adrian


"kan aku bilang kerja sendiri...yaudah silahkan usaha sendiri...aku nggak mau gerak..." ucap Adinda santai.


Adrian mengangguk..


"oh...okey...."


dan...


sreeeekkkkkk.....


Celana baggy pants koyak tepat diarea tengah tengah antara kedua belah paha Adinda membuat wanita itu terkejut.


"kenapa di sobek...?!" ucapnya.


"katanya aku harus kerja sendiri...ya udah...suka suka aku lah...."


sreekkkkk....


dirobek lagi....


"maaass...."


Adrian tak peduli,ia mengoyak celana itu hingga tak berbentuk.Dan terlihatlah bagian tubuh Adinda yang paling Adrian rindukan.Kain pembungkusnya sudah terlihat sedikit basah.Adrian tersenyum,ia melepaskan kain pembungkus berwarna merah serta celana yang sudah tak berbentuk itu dari tubuh Adinda.


"papa datang sayang..." ucap Adrian.


Dinda hanya terkekeh.Adrian pun mulai melakukan ritual jenguk anaknya.Dan malam itupun berakhir dengan adegan panas antara singa dan sang pawang yang sudah berbaikan...


❤❤


...----------------...

__ADS_1


JANGAN LUPA KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰


__ADS_2