Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
132


__ADS_3

Adinda menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


ceklekk....ceklek....


Pintunya nggak bisa dibuka...


Dikunci dari dalam,


tok...tok...tok....


Adinda mengetuk pintu tersebut.


"Nabil....kamu di dalam sayang?" tanya Adinda.


Tak ada jawaban.


"Bil....buka dong....mama mau masuk nih..." ucapnya lagi.


Masih tak ada sahutan.


"Nabil.......buka dong....mama mau masuk nak..." ucap Adinda membujuk.


ceklekk....


pintu pun akhirnya terbuka.Gadis kecil itu muncul dari balik pintu dengan wajah murung dan kesal.


Nabila segera kembali ke atas ranjang dan menghempaskan tubuhnya ke sana.Adinda menghela nafas panjang.Kenapa sih anaknya itu?kok tiba tiba murung.


Adinda mendekati sang putri yang kini tengah tidur tengkurap.Ia duduk di sisi ranjang di samping sang putri.


"Bil....kamu nggak turun?ada tante Naya,tante Chika sama............." belum selesai bicara,Nabila sudah memotongnya.


"nggak mau!" ucap Nabila ketus.


"kenapa?"


"Nabil nggak mau ketemu sama nenek itu...!!" ucapnya kesal.


Adinda menghela nafas panjang.


"nak...itu kan nenek kamu"


"bukan...!nenek itu selalu bilang kalau Nabil bukan cucunya...!Nabil nggak mau ketemu dia maa...!dia selalu bilang kalau papaku penjahat..!Nabil nggak suka....hwahahhahahaahha......" ucap Nabila sambil menangis.Ia bahkan menendang nendang kan kakinya ke udara saking kesalnya.


"sayang....nggak boleh gitu nak....kasian nenek udah tua....kita temuin nenek bentar ya..."


"nggak mauuukkk...!!!!!Nabil mau disini nungguin papa...!Nabil nggak mau turun..!" ucapnya.


Adinda menghela nafas panjang.Sepertinya Nabila kini belum bisa menerima kehadiran bu Lastri.


"ya udah kalau kamu nggak mau keluar....mama mau turun dulu nemuin nenek...kamu di kamar istirahat ya..." ucap Adinda.


Nabila mengangguk sedih.


Adinda pun bergegas keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur untuk membuat kan minum tamu tamunya.


Adinda segera keluar membawa beberapa cangkir teh untuk para tamu tamunya lalu meletakkan di atas meja ruang tamu tersebut.


"mas Adrian sama Nabil kemana Din?" tanya Naya.


"mas Adri lagi kerja Nay...dia lagi ada pemotretan sama mas Marco...bentar lagi juga pulang....kalau Nabila ada di kamarnya...kayaknya dia kecapekan...mau istirahat katanya..." ucap Adinda sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa panjang di samping bu Ela.


"Din...kamu tau nggak kos kosan yang deket deket sini...yang murah murah aja.." tanya Chika.


"kenapa nggak tinggal disini aja?ada beberapa kamar kosong kok" ucap Adinda.

__ADS_1


"nggak ah Din....ngrepotin...kita cari kosan aja....sekalian ngerasain hidup mandiri...ya kan Nay?"


"yo..a..." jawab Naya singkat sambil tangannya tak henti mengetik layar ponsel.


"gayamu...!udah lah...disini aja....biar rame nih rumah"


"jangan Din...kalau disini tiap hari ketemu suami kamu takutnya jiwa pelakornya Chika meronta ronta....bisa di tikung kamu ntar...hahahha....." celetuk Naya asal.


"woooee....!!asem koen...!" ucap Chika sedikit mendorong pundak Naya.


Mereka pun asyik dengan obrolan receh kesana kemari.Hingga sepuluh menitan kemudian...


"assalamu alaikum..." ucap seorang laki laki.


"wa alaikum salam..." jawab semua wanita yang ada di ruang tamu tersebut.


Adrian muncul dari balik pintu bersama Marco di belakangnya.Naya yang menyadari sosok laki laki yang beberapa hari terakhir segitu intens menghubunginya itu langsung menundukkan pandangannya.Sedangkan Marco sedari masuk rumah matanya langsung jelalatan mencari sosok wanita yang perlahan mulai memasuki pikirannya tersebut.Dan....tersenyumlah ia saat mendapati wanita bergamis pink dengan hijab syar'i berwarna senada yang kini terus menunduk.Baru liat pucuk kepala yang tertutupi hijab itu saja Marco sudah berbunga bunga....apalagi lihat wajahnya....ciiiiaaaahhhh........🤣🤣


Adinda bangkit,


ia menghampiri sang suami lalu meraih punggung tangan Adrian dan menciumnya.


Bu Lastri tersenyum mendapati pemandangan itu.Entah mengapa,menyaksikan ke harmonisan hubungan antara Adrian dan Dinda kini membuat hatinya merasa sejuk.Hubungan yang awalnya ia tentang habis habisan.Kini ia merasa Dinda menjadi sosok wanita yang lebij dewasa ditangan Adrian.Ya...mungkin memang laki laki itu adalah sosok yang tepat untuk Adinda.


Adrian mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum ke arah Chika dan Naya,pertanda memberi salam.Chika dan Naya pun membalasnya.Ia kemudian mendekati bu Lastri,meraih punggung tangan wanita itu lalu menciumnya.Adrian lantas terdiam saat melihat sosok ibu kandungnya yang ikut duduk di sofa miliknya.Berani sekali dia.Padahal Adrian sudah mengingatkannya untuk tak menampakkan diri saat ia berada di rumah.


Adrian menatap tajam wanita tua yang kini terus menunduk itu.Ingin rasanya ia memaki maki wanita itu saat ini juga.Namun tiba tiba tangan putih sang istri menyentuh lembut pundak kokohnya,membuat laki laki itu menoleh ke arahnya.


Adinda tersenyum.Ia seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Adrian.Ia seolah ingin mengingatkan suaminya itu "jangan marah marah...banyak orang"


Adrian menghela nafas panjang,menetralkan ekspresinya.


Adrian kemudian duduk di sofa panjang yang tadi di duduki Adinda.Sedangkan bu Ela meringsut,berpindah sofa,duduk di sofa yang sama dengan bu Lastri lantaran di ruang tamu tersebut memang ada dua sofa panjang dan satu sofa single.


Kini Naya,Chika,bu Lastri dan bu Ela duduk di satu sofa yang sama,sedangkan Marco dan Adrian duduk di sofa satunya.


Sedangkan diruang tamu terjadi sedikit perbincangan basa basi antara Adrian dan Bu Lastri.Sekedar menanyakan kabar dan sebagainya.


Sedangkan di samping Adrian.Mata teduh milik lelaki berkulit putih itu sesekali terlihat mencuri curi pandang pada sosok gadis manis yang sedari tadi hanya menunduk.


Marco meraih ponsel di saku celananya,ia segera menuju aplikasi WhatsApp lalu mengetikkan sesuatu di room chatnya bersama Naya.


"nunduk terus....nggak pegel tuh leher?" tulis Marco melalui pesan WhatsApp.


Naya yang menerima pesan tersebut pun diam diam mengulum senyum.Naya perlahan mengangkat kepalanya.Matanya melirik singkat ke arah Marco.Marco pun mengeluarkan senyuman termanisnya.


seett....


kepala berbalut hijab itu kembali menunduk.


"Ya Allah kok manis banget....nggak kuat Ya Allah..." batin Naya.


Chika yang sedari tadi duduk di samping Naya pun berhasil menangkap gelagat aneh dari kedua anak manusia itu.Chika ingat betul.Itu adalah laki laki yang dulu pernah meminta nomor ponsel Naya namun nggak dikasih.Malah yang dikasih nomor nya Putri.


Chika mengulum senyum.Sepertinya ada sesuatu di antara dua insan ini.


Chika menggerakkan sikunya menyenggol lengan Naya,membuat gadis anak pak ustadz itupun menoleh.


"ganteng...pepet Nay..." ucap Chika lirih dengan nada menggoda.


"apa sih Chik...kamu ah..." ucap Naya dengan wajah memerah karena malu.


"ciee....ciee....hahahaha...." goda Chika membuat Naya makin salah tingkah.


Adinda datang dengan nampan berisi dua buah cangkir.Ia kemudian meletakkan cangkir cangkir tersebut di atas meja di hadapan Marco dan Adrian.

__ADS_1


"diminum tehnya mas" ucap Adinda kemudian duduk di samping Adrian.


"makasih sayang"


"makasih Din" ucap Marco.


Adinda hanya tersenyum.


"Nabil mana?"tanya Adrian.


" dikamar mas...capek katanya..."


"oh..." jawab Adrian


Pria itu mengarahkan pandangannya kearah Naya yang sedari tadi hanya menunduk.


"Nay...kamu kenapa nunduk terus dari tadi?kamu sakit?" tanya Adrian.


Naya yang sudah salting sedari tadi sontak menegakkan posisi duduknya.


"oh...nggak mas...nggak sakit kok...sehat..." ucap Naya gugup membuat Adrian mengernyitkan dahinya.


cekrekkk.....


Sebuah suara di barengi dengan kilatan cahaya tercipta dengan tiba tiba,hal itu berhasil membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut menoleh ke arah laki laki yang duduk di samping Adrian lantaran suara dan kilatan cahaya itu tercipta dari ponsel yang Marco pegang.


Adinda dan Chika sekuat tenaga menyembunyikan tawanya.Mereka seolah langsung bisa menangkap apa yang sedang terjadi saat ini.


"lo motoin apaan?" tanya Adrian heran.


"oh...nggak...ini....hp gue keknya rusak deh...kamera nya suka nyala sendiri" ucap Marco beralasan.


Adrian makin mengernyitkan dahinya.Sedangkan Dinda menjatuhkan kepalanya di pundak Adrian sambil menggigit jarinya,mencoba sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak pecah.


Wajah Naya makin memerah...itu cowok ganteng ganteng tapi norak banget.Masak iya mau diem diem ngambil foto tapi pakai lampu flash.Ada bunyinya pula...🤣🤣


Kayak gitu ngakunya fotografer handal....


Chika semakin terpingkal pingkal.Namun sekuat tenaga mencoba menahannya.


"Chika....jangan ketawa ahhh...." ucap Naya menahan malu setengah mati.


"lucu c*k....xixixixi...." ucap Chika tak bisa berhenti tertawa.


Marco makin mengkeret di ujung sana.


Chika menghela ponselnya.Ia segera menuju ke aplikasi WhatsApp dan menuju room chat nya dengan laki laki ber foto profil club bola kenamaan dunia disana.Pesan yang tadi ia kirimkan pada laki laki itu belum terbaca.


Ia membuang nafas kasar.Suaah banget orang itu kalau di ajak berbalas pesan.


Chika kembali menuliskan sesuatu


"kamu nggak kesini?dirumah Dinda lagi rame nih.." tulisnya.


...----------------...


***Yuhuuuuuuu


Yang penasaran siapa temen chat Chika pasti udah bisa menerka nerka nih...siapa sih tuh laki laki ber foto profil club bola....


Yang pasti bukan Marco ya....


RAMAIKAN KOLOM KOMEN DENGAN PREDIKSI KALIAN....


KLIK LIKE SETELAH BACA YA.....

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAHNYA DAN VOTE NYA JUGA....🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2