Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
163


__ADS_3

Malam hari.....


Di sebuah ruang gym kediaman Adrian.Sepasang ayah dan anak tengah melakukan perbincangan yang tak terlalu serius disana.


Adrian kini tengah melakukan push up,sedangkan Nabila dengan santainya rebahan di atas punggung Adrian sambil memakan buah apel yang dikupaskan oleh Adinda yang duduk di samping mereka.Sesekali tawa riang keluar dari mulut Nabila saat merasakan tubuh sang ayah yang bergerak naik turun mengayun tubuh mungilnya.


Enak kali ya para bapak bapak kalau olah raga ditemenin anak istri begitu...๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


"papa...."


"hmmm...."


"papa nggak berat Nabil tiduran di sini?"


"nggak..." ucap Adrian singkat..


"kalau mama yang tiduran disini berat nggak?" tanya Nabila lagi.


Adrian menghentikan pergerakannya sejenak.Ia menggunakan sikunya sebagai tumpuan guna menahan bobot tubuhnya dan tubuh Nabila.


"kalau mama...bukan naik diatas..."


"trus..."


"dibawah..." ucap laki laki itu santai.


Adinda reflek mencubit lengan berotot di hadapannya itu.Adrian hanya terkekeh.


"emang nggak kegencet pa?"


"nggak tau...tanya aja sama mama...mama sukanya gitu" ucap Adrian lalu kembali menggerakkan tubuhnya naik turun.


"ma...." ucap Nabila ingin bertanya tapi keburu dipotong oleh ucapan Adinda.


"udah...nggak usah di dengerin...papa ngarang...mama kan nggak pernah ikut olah raga.." ucap Adinda sambil menyerahkan sepotong apel pada Nabila


"oh iya....mama kan nggak pernah olah raga...rebahan mulukk..." ucap Nabila polos di sambut kekehan dari kedua orang tuanya.


"papa...." ucap Nabila lagi sambil mengunyah...


"hmmm...." jawab Adrian sambil kembali menggerakkan tubuhnya naik turun


"katanya mau ngajak Nabil ke pantai?"


"nggak...jadi..." ucap pria itu.


"kenapa?papa kan udah janji..." ucap Nabila mulai cemberut.


Adrian menghentikan pergerakannya.


"turun.." ucapnya.


Nabila pun menurut.Ia turun dari punggung sang papa lalu duduk di samping Adinda.Adrian mengubah posisinya,duduk dengan kaki lurus di depan Adinda.


Adrian menggerakkan tangannya hendak meraih satu potong apel di tangan Adinda,namun dengan cepat wanita itu menjauhkan apelnya dari jangkauan Adrian.


"Ya Allah...minta satu Din..pelit banget.." ucap Adrian


"tangan kamu keringetan...ntar jadi asin rasanya..." ucap Adinda.


Adinda kemudian mmengupaskan satu potong buah berkulit merah itu,lalu menyodorkan nya ke mulut Adrian.


"buka mulut..." ucapnya.

__ADS_1


Adrian menurut.Satu potong buah apel masuk dengan sempurna ke dalam mulut pria yang kini banjir keringat itu.Dinda meraih sebuah handuk kecil yang tergeletak di atas matras.Tangannya tergerak mengusap lelehan keringat yang mengaliri pelipis suami tersayangnya itu.


"papa...." rengek Nabila lagi.


"papa kan udah janji...katanya mau ajak Nabil ke pantai..." ucap Nabila nampak sedih.


"papa kemarin bilangnya apa?kalau nilai kamu bagus kan?Sekarang papa tanya...kamu dapat nilai berapa hari ini?"


Nabila menunduk....


"empat puluh..." lirihnya.


Adinda sekuat tenaga menahan tawanya.


"Ya Allah Bil...kalo urusan bela diri..olah raga...kamu pinter banget...giliran pelajaran nilai kamu anjlok semua..." ucap Adinda.


"kan yang penting praktek ma...bukan teori" ucap Nabila santai membuat Dinda dan Adrian terdiam.Nih bocah kalau ngomong ceplas ceplos...tapi bener...๐Ÿ™ˆ


"ya pa ya......ke pantai ya.....Nabil pengen ke pantai....minum es kelapa,bikin istana pasir....ya pa ya....." ucap Nabila merayu..


Adrian melepas kaos putih tanpa lengannya yang sudah basah karena keringat.


"kasih liat nilai bagus dulu ke papa sama mama...baru kita ke pantai..." ucapnya.


"yah papa.....nggak asyik ah....." ucap Nabila merengek


"dah...udah malem...tidur..besok bangun pagi...belajar yang bener biar dapet nilai bagus biar kita bisa ke pantai..." ucap Adinda.


Nabila bangkit dengam wajah cemberut.


"papa sama mama nggak asyik.." ucap Nabila kesal lalu berjalan ke kamar nya dengan wajah ditekuk.


Seperginya Nabila...


"suapin lagi Din..." ucap Adrian.


Adinda kembali mengupaskan buah apel untuk sang suami.Adrian mengelap tubuhnya yang basah dengan handuk kecil yang ada di sana.


"anak kamu ngambek tuh mas..." ucap Adinda sambil menyodorkan sepotong apel ke mulut Adrian.


Laki laki itupun menerimanya.


"biarin aja...." ucapnya.


Adrian iseng mencolek pinggang Adinda yang terekspose bebas lantaran kini wanita itu hanya mengenakan kaos crop lengan panjang dan hotpants kain warna hitam.


Adinda terjingkat kaget mendapatkan perlakuan iseng dari sang suami.


"maaass....." ucapnya.


Adrian terkekeh.


"biarin aja Din...dia harus belajar berusaha kalau mau dapetin sesuatu" ucapnya.


Adinda kembali mengupas apelnya,lalu kembali menyodorkannya ke mulut Adrian,laki laki itupun kembali membuka mulut nya.


"kamu besok ke kantor polisi?" tanya Adinda.


"iya dong....aku udah nggak sabar nunggu vonis bebasku Din..." ucapnya.


Adinda tersenyum.


"semua mafia incaran polisi udah berhasil di lumpuhkan...aku tinggal menunggu keputusan,dan aku akan bebas sepenuhnya...." ucap Adrian.

__ADS_1


Adinda kembali menyodorkan sepotong apel...


"Alhamdulillah....usaha kamu nggak sia sia mas..." ucapnya.


"semua juga karena doa kamu Din..." ucapnya.


"udah seharusnya begitu kan mas..." ucapnya.


Adrian meenyentuh perut yang masih rata itu.


"udah tiga bulan aja...." ucap Adrian


Adinda tersenyum.Adrian mengarahkan wajahnya ke perut putih mulus tersebut.


"sehat sehat di dalam perut mama anak papa...." ucapnya lalu dengan gerakan lembut ia mengecup perut itu.


Laki laki itu kemudian merebahkan kepalanya di paha Adinda.Tangan bertatonya tergerak memainkan beberapa helai rambut Adinda yang tergerai ke depan dada hingga ke perut.


Adinda mengamati tubuh Adrian yang penuh dengan tato di salah satu pundak,tangan hingga kaki nya.Selain itu juga ada di bagian pinggang kanan dan kirinya.


"tato kamu banyak banget mas...ada gambar muka,uler,tulisan tulisan....emang nggak sakit apa mas badan di gambar gambar kayak gini?"


"nggak lah....aku kan cowok...aku malah masih pengen bikin satu lagi tato...eh..dua ding..." ucapnya.


"bikin lagi?tato apa?"


"nama kamu dan nama Nabila..." ucapnya.


Adinda mengernyitkan dahinya.


Adrian meraih tangan Dinda.


"nama Nabila disini" ucapnya sambil mengarahkan tangan putih itu menyentuh satu bongkahan dada kanan Adrian.


"lalu nama kamu....disini...." ucapnya lagi sambil mengarahkan tangan Dinda ke sebuah gundukan di bawah perutnya.


plaaakkkkkk......


Adinda reflek menepuk cukup keras benda berbalut celana kain hitam tersebut membuat Adrian menjerit dan dengan spontan menyentuh pusaka miliknya itu dengan kedua tangannya,seolah memberikan perlindungan.


"aaaahhh....sakit Din...kasar banget...masak di tepok..."


"lagian kamu ngomong nya ngaco..!" ucap Adinda kesal.


"kok ngaco sih....kan biar semua orang tau ini punya kamu....makanya aku kasih nama..." ucap Adrian.


"nggak usah dinamain..." ucap Adinda terkekeh sambil menoyor pipi Adrian manja.


Keduanya pun tergelak.Sepasang anak manusia itupun larut dalam obrolan receh namum menyenangkan di dalam ruangan gym tersebut hingga malam semakin larut.


Bonus visual keluarga bahagia....


maaf....cari visual Nabila kecil susah banget๐Ÿ˜๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡





...----------------...


***DITUNGGU DUKUNGANNYA....

__ADS_1


jangan lupa like komen vote dan hadiahnya...โ˜บโ˜บโ˜บโ˜บ***


__ADS_2