
"angsa..!!" pekik Nabila saat melihat sang adik yang tiba tiba muncul dari dalam rumahnya.
"Haiii....kangen ya ama gue??" tanya Angkasa narsis.
"dih....PD lu..!!" ucap Nabila sambil menoyor kepala adik tersayangnya itu.Walaupun mulut nya berkata tidak,tapi jauh dari dalam lubuk hatinya ia memang sangat merindukan remaja teman duelnya itu.
"kapan sampai?"
"ude dari tadi...!lu nya ngelayap mulu..!!pacaran ya?" tanyanya dengan nada menggoda sambil melirik Kyle yang berdiri di belakang nya.
"paan sih lo bocah...nggak usah sok tau..!" ucap Nabila.
"alaaaahhh....pake acara ngeles lagi...!akhirnya laku juga lo..." ucap Angkasa makin menggoda kakaknya.
"kak...selamat ya....kakak benar benar hebat..!mau menerima burung ababil ini dengan segala kekurangannya dan nggak ada satupun kelebihannya..." ucap Angkasa sambil bertepuk tangan seolah memberi apresiasi.
Kyle hanya tersenyum,lantaran saat ini di dalam dadanya tengah bergemuruh.Entahlah apa yang ia rasakan.Antara benci,emosi,dendam,tidak siap,semua bercampur jadi satu.Di dalam sana,di dalam rumah yang saat ini ia pijaki,ada musuh yang selalu membayangi kehidupannya sejak bertahun tahun lamanya.Pembunuh ayah nya,penghancur keluarganya,penculik ibunya...!Adrian....!
Mode srigalanya on.Tatapan matanya menajam dan berubah mengerikan.Tak ada senyuman selain seringai dan senyuman mengerikan yang ia tampilkan jika sedang dalam mode seperti ini.Laki laki itu seolah menemukan mangsa yang sudah ia tunggu tunggu sejak sekian lama.
"paan sih angsa...?!dia bos gue..!" ucap Nabila.
"hallaaahh....ngeles lagiii..." ucap Angkasa masih menggoda.
Nabila hanya menggelengkan kepalanya.
"papa sama mama mana?" tanya Nabila.
"ada noh...di dalem" ucap Angkasa.
Nabila pun bergegas masuk ke dalam rumah,tiba tiba....
"eehh....lakik lu no....ajakin masuk..!masak lu tinggal sendirian..!" ucap Angkasa.
Nabila menoleh ke arah Kyle yang nampak diam mematung.
"masuk nggak lo?" tanya Nabila tanpa ada lembut lembutnya.
"busett....pantesan nggak laku lu...ama cowok kek gitu lo ngomongnya..!" ucap Angkasa.
"berisik lo...!" ucap Nabila kemudian masuk ke dalam rumah itu.
"ayo kak....masuk....ketemu sama papa sama mama" ucap Angkasa sopan pada Kyle.
Laki laki itu tersenyum sinis.Angkasa sedikit mengernyitkan dahinya,kok pacar kakaknya serem gitu sih...apalagi matanya.
Kyle pun masuk ke dalam rumah itu.
Sementara di dalam rumah...
Nabila memeluk erat pria paruh baya kesayangannya itu.Ia sudah sangat merindukan papanya.Ia tak pernah jauh dari Adrian dan Dinda sejak kecil,sehingga baru sebentar saja terpisah sudah membuatnya sangat merindukan laki laki itu.
"wooooeee....!biasa aja dong meluknya..!kek anak kecil lo..!" ucap Angkasa sewot.Remaja itu kemudian mempersilahkan Kyle untuk duduk.
Tatapan serigala itu diam diam menatap tajam laki laki yang kini tengah dipeluk erat oleh kelinci kecilnya itu.Dadanya bergemuruh,matanya memerah,,giginya mengetat,telapak tangannya mengepal.Ingin sekali rasanya ia berlari dan menghunus laki laki di hadapannya itu dengan pedang saat itu juga.Namun itu semua ia tahan sekuat tenaganya.Ia tak mau Adrian curiga dengannya.
Dendam itu kembali berkobar.Semua ucapan Dave tentang Adrian kembali terngiang ngiang di telinganya.Pembunuh,pemer**sa,penculik,penjahat yang harus segera mati ditangannya.
Berani beraninya ia mengumbar kebahagiaan di hadapannya.Anak yang sudah ia porak porandakan hidupnya.Sungguh...ia bersumpah...dendam akan terus berlanjut...!dan gadis di sampingnya itulah yang akan jadi perantaranya...!!!
"paan sih angsa..!nggak usah bawel deh....gue kangen sama papa tau nggak!" ucap Nabila.
Adrian hanya tersenyum sambil mengusap usap pucuk kepala Nabila.
Adinda datang dari dapur...
"kakak dah pulang?" tanya wanita cantik itu.
"mamaaaaa....!" ucap Nabila kemudian berlari memeluk Adinda.Sungguh....gadis itu seperti anak kecil sekarang,membuat Angkasa geleng geleng kapala.
__ADS_1
Adinda pun memeluk anak gadisnya itu.
"ma....Nabil kangen...!!!" ucap Nabila menggebu.
Adinda tersenyum mendengar rengekan itu.
"malu woee....malu..!!udah tua juga...!!" ucap Angkasa.
Nabila tak peduli,ia terus memeluk wanita ibu angkatnya itu.
Setelah puas menumpahkan kerinduannya,Nabila kemudian melepaskan pelukannya.
Adinda menoleh ke arah Kyle yang masih terdiam seribu bahasa.
"ada tamu?kok di diemin aja?"tanya Adinda.
Semua mata pun menoleh ke arah Kyle.Laki laki itu kemudian tersenyum manis,menutupi kebenciannya yang membuncah pada keluarga itu.
" oh...maaf....sampai lupa"ucap Adrian lalu mematikan rokoknya.
Laki laki bertato itu kemudian mengulurkan tangannya terlebih dahulu,mengajak Kyle untuk berkenalan..
"saya Adrian,papanya Nabila..." ucap pria itu dengan senyuman yang terlihat begitu tulus.
Kyle pun menyambut nya dengan sangat tenang,hampir tak bisa terbaca bagaimana perasaan nya yang sebenarnya saat ini .
"Kyle..." ucapnya.
Adrian kembali tersenyum dengan sangat tulus,terlihat sekali jiwa bijaksana dalam dirinya.
Berbeda dengan Zev alias Kyle.Api dendam kembali berkobar dalam dirinya saat merasakan tangannya bersentuhan langsung dengan tangan kekar sang musuh yang rasanya ingin sekali ia remas hingga tak berbentuk.
"kamu temannya Nabila?" tanya Adrian.
"bukan pa....pacarnya kak Nabil tuh..." ucap Angkasa asal jeplak.
"bercanda ma..." ucap Angkasa menyesal.
"maaf Kyle...Angkasa memang begitu" ucap Adinda.
"saya Dinda...mamanya Nabila" ucap Adinda tanpa bersalaman.
Kyle tersenyum.
"saya pemilik bengkel di tempat Nabila bekerja tante" ucap Kyle tenang.Dalam hatinya mengumpat hebat.
"jadi ini jal*ngmu yang kau pilih menjadi istrimu Adrian...dasar ba**ngan!" umpatnya dalam hati.
Mereka asyik mengobrol,atau lebih tepatnya Adrian yang banyak bicara,sedangkan Kyle hanya menjawab seperlunya.
Saat mereka tengah asyik berbincang...
Allahu Akbar....Allahu Akbar.....
Suara adzan Ashar menggema melalui pengeras suara masjid yang terletak tak jauh dari tempat tinggal Nabila
Adrian melihat jam tangannya.Waktu sholat Ashar sudah tiba.
"udah Ashar....kita sholat yuk..." ucap Adrian.
"iya pa..." ucap Nabila dan Angkasa,Adinda pun mengangguk.
Adrian menatap lembut pria yang sedari tadi irit bicara itu..
"Kyle...ikut sholat bareng yukk" ucapnya
Degghhhh....
Kyle bergetar.Entah kenapa jantungnya berdetak lebih kencang.Ia akan beribadah bersama sama dengan musuhnya?musuh yang sudah lama ia incar nyawanya??apa harus?tapi kalau tidak....kelihatan sekali kalau dia pasukan Fir'aun seperti yang Nabila sebutkan beberapa hari lalu.
__ADS_1
"Kyle...kamu....islam kan?" tanya Adrian lagi.
"i..iya..." ucap Kyle sambil mengangguk.
Adrian tersenyum.
"ayo...ambil wudhu dulu" ucapnya lagi.
Kyle pun mau tak mau mengikuti langkah laki laki itu.Ia sama sekali tak pernah melakukan wudhu sebelumnya.Membuat ia pun kebingungan,bagaimana caranya.Ia pun memutuskan untuk membiarkan Angkasa terlebih dahulu mengambil wudhu sedangkan ia mengamati nya lantaran kran memang hanya ada satu di halaman rumah yang tak terlalu luas itu,maklum,dulu hanya bu Lastri yang menempatinya.
"oh....gini doang..." batinnya
Angkasa selesai..
Kyle maju.Dengan yakin dan percaya diri,ia pun mempraktekkan apa yang Angkasa lakukan tadi.Persis,urut...dari telapak tangan hingga kaki,semua gerakannya benar.Namun.......
Semua ia lakukan asal.Ada yang hanya satu kali,ada yang dua kali,ada yang tiga kali bahkan empat kali.Seolah yang penting bersih.Meskipun mengulangi gerakan wudhu sebanyak tiga kali hanyalah sunnah,namun keluarga Adrian sudah terbiasa untuk berwudhu dengan sempurna.Hal itu membuat Angkasa mengernyitkan dahinya.
"kok......" ucapan Angkasa terhenti saat Adrian terlihat menggelengkan kepalanya,seolah mengisyaratkan putranya itu untul diam,dan tidak melanjutkan perkataannya lagi.Biarlah Kyle melakukan apa yang ia mau.
Kyle selesai dengan wudhunya.Adrian pun tersenyum,ia kemudian mulai bergegas mengambil wudhu.
Berwudhu selesai...
Keenam orang yang ada di sana sudah berbaris rapi di ruang televisi sesuai shaf masing masing.Mereka melakukan sholay di ruangan itu,lantaran di anggap cukup luas untuk melakukan sholat berjamaah.
Adrian berdiri di baris depan sebagai imam,Angkasa dan Kyle dibelakangnya,sedangkan Adinda,Nabila dan Bu Lastri mengisi shaf putri.
Hening....
Semua bersiap memulai ibadah mereka.Kyle celingukan.Sebisa mungkin ia tetap tenang.Ia hanya perlu mengikuti semua gerakan Adrian,maka semua akan baik baik saja.
"Allahu Akbar..."
Takbir berkumandang dari bibir Adrian disusul gerakan takbiratul ikhram.
Kyle melirik Angkasa yang terlihat khusyuk.Ia pun mengikuti gerakan remaja tersebut.
"A'udzubillahi minassyaiithaa ni rrajiim.....bismillahi rahmanirahim...."
deghh.....
.
.
.
.
Suara merdu itu menggetarkan batin Kyle alias Zev.Ini sholat pertamanya,dan dengan tanpa pernah ia sangka sangka,imam pertamanya justru adalah musuh yang paling ia benci seumur hidupnya.
Zev bergetar.Entah bagaimana perasaan nya saat ini.Ia tak menyangka akan berada di posisi yang seperti ini.Menjadi makmum sholat seorang Adrian Tama.Berbaur menjadi satu dengan orang orang yang sudah ia rencanakan kehancurannya.
Sungguh....Tuhan memberikan kejutan tak terduga untuknya hari ini.
...----------------...
***UDAH CRAZY UP NIH....
MANA DUKUNGANNYA???
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YAAAA....🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1