
Malam mulai menjelang....
kini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.Keluarga kecil itu kini tengah berada di dalam kamar mereka menikmati waktu kebersamaan yang sudah lama tak mereka rasakan.
Diatas ranjang,Adrian duduk bersandar dengan Nabila yang berada di pangkuan nya sambil mamainkan game dari gadget sang mama.Satu tangan Adrian tergerak memeluk pinggang Nabila sambil membimbing sang anak main game.Sedangkan satu tangan lainnya memeluk Adinda yang kini tiduran sambil bersandar manja di pundak Adrian.Kedua wanita ini seolah tak mau jauh jauh dari laki laki tampan tersebut.Dari pulang sampai sekarang nemplok terusss.....
"tembak kesini...." ucap Adrian mengerahkan Nabila main game.Nabila pun nampak antusias memainkan permainan modern itu.
Adinda bangkit,
"mau kemana?" tanya Adrian.
"aku haus..mau minum bentar"
"jangan lama lama" ucap Adrian.
"iya..."
Adinda pun keluar dari kamarnya.Alih alih ke dapur untuk mengambil minum,wanita itu justru diam diam masuk ke dalam kamar bu Ela yang letaknya tepat di samping kamarnya.
ceklekkkk..
pintu kamar terbuka...
Di lihatnya sang mertua kini tengah duduk di sisi ranjang sambil memegang sebuah foto berbingkai disana.Itu foto tuan William dan Adrian remaja.
Adinda mendekati bu Ela...
"buk....ibuk nggak makan?"
Bu Ela tersenyum,namun dapat terlihat jelas ada gurat kesedihan disana.
"ibuk belum lapar ndok...."
"dari siang ibuk belum makan...ibuk juga nggak keluar kamar" ucap Dinda.Ya....sejak kepulangan Adrian,Bu Ela memang belum sekalipun keluar dari kamarnya.Ia seolah begitu takut untuk bertemu dengan putra nya sendiri.
"ibuk ndak mau merusak kebahagiaan kalian dengan menampakkan diri di depan Adrian.Dia pasti akan marah sama kamu"
"buk....."
"ndok....tolong bawa ibuk pergi saja..." ucap Bu Ela sambil meremas telapak tangan Adinda.
"tapi buk...."
"ibuk bisa tinggal dimana saja Din....kalau ibuk disini ibuk kasian sama kamu...ibuk ndak mau merusak kebahagiaan kalian ndok" ucap Bu Ela memelas.
"nggak buk...ibuk nggak merusak kebahagiaan siapapun.Dinda seneng ibuk tinggal disini.Dinda pasti nanti akan ngomong sama mas Adri.Sabar ya buk...." ucap Adinda.
Bu Ela hanya menunduk.
"sekarang ibuk tunggu disini,Dinda mau ambilin makanan buat ibuk" ucap Adinda.
Bu Ela pun mengangguk pasrah.Dinda bergegas keluar kamar dan segera menuju dapur.Tak butuh waktu lama,ia sudah kembali lagi dengan nampan berisi makanan dan dan dua gelas air putih.
"ibuk makan dulu ya...Dinda mau balik ke kamar" ucap Adinda.
Bu Ela mengangguk.Adinda meletakkan nampan itu di atas nakas.
"makasih ndok.." ucap Bu Ela.
"iya buk..." jawab Dinda.
wanita cantik berpiyama daster full kancing warna pink itupun segera keluar dari kamar tersebut membawa satu gelas air putih dan Berjalan menuju ke kamarnya.
ceklek....
pintu terbuka...
deggghhh...
Adrian yang tengah duduk di kursi di depan meja riasnya langsung menyambut kedatangannya dengan tatapan tajam yang menyelidik.
"dari mana lama banget?" tanya Adrian.
Adinda sekuat tenaga menyembunyikan kegugupannya.Ia berbalik badan menutup pintu,setelah itu ia pun mendekati sang suami dengan senyuman semanis mungkin.
"Nabila udah tidur?" tanyanya saat melihat sang putri sudah terbaring tak bergerak di atas ranjang.
Adrian tak menjawab,ia masih menatap Adinda dengan tatapan yang bisa membuat siapapun salah tingkah.
Adinda meletakkan air minum dalam gelas yang ia bawa dari dapur itu di atas meja rias yang berada di samping ranjang.Ia kemudian duduk di sisi ranjang,
"ngemil bentar mas...ada sisa kue tadi..pengen aja ngemil didapur bentar" ucapnya bohong.
Adrian masih tak bergeming.
__ADS_1
Adinda menggerakkan tangannya menutup kedua mata Adrian yang bersorot tajam itu dengan telapak tangannya.
"jangan gitu ah liatinnya..sereem..." ucap Adinda merengek.
Adrian pun akhirnya tersenyum.Ia meraih telapak tangan itu lalu menciuminya.
Adrian bangkit,ia menarik tangan Adinda yang masih digenggamnya itu agar ikut dengannya.
Adinda pun menurut,ia berdiri lalu mengikuti kemana langkah suaminya itu pergi.
Adrian duduk di sebuah sofa panjang di dalam kamar tersebut.Ia kemudian menepuk pahanya,meminta Adinda agar naik di atasnya.
Adinda pun menurut.Ia pun naik ke atas paha Adrian dengan posisi menghadap laki laki itu.Adrian tersenyum,ini adalah posisi kesukaannya jika sedang bersama Adinda.Ia bisa leluasa mengamati wajah cantik wanita itu jika dengan posisi seperti ini.Tangan penuh tato itu tergerak melepas jepit rambut yang bertengger di kepala belakang sang istri,membuat rambut panjang Adinda yang awalnya di tekuk naik kini tergerai dengan indah.
Adrian tersenyum,wanita di hadapan nya ini memang benar benar sangat cantik.Adrian membelai pipi sang istri.
"istriku cantik banget" ucapnya.
Adinda terkekeh.Ia menggerakkan tangannya menyentuh dua bongkahan besar di dada Adrian.
"aku kangen saat saat kayak gini Din....dipenjara nggak ada yang kayak gini" ucapnya sambil tangannya tergerak menelusuri tiap inchi kulit wajah hingga leher Adinda.
"kamu tau nggak...aku pernah diajakin gituan sama sesama napi" ucapnya lagi.
"hah??bukannya cowok semua mas...emang ada ceweknya?"tanya Adinda heran.
"nggak ada...cowok semua.." ucap Adrian sambil tangannya lincah membuka satu persatu kancing daster Adinda
"haaahh???cowok...???ih.....jijik ah" ucap Adinda terkejut sekaligus jijik.Adrian hanya tersenyum lucu mendengar reaksi sang istri.Tangannya terus bergerak aktif membuka semua kancing daster Adinda,hingga kini terlihatlah sebuah pemandangan indah berupa benda kembar yang berbalut b*a ungu di hadapan nya.
"iya...." jawabnya sambil melepaskan daster pink itu dan membuang nya asal.
"bukain dong sayang" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya ke atas meminta Adinda untuk membantu melepaskan kaos abu abunya.Adinda pun menurut.Ia pun membantu melepaskan kaos tersebut hingga terlihatlah badan kekar dengan dada bidang dan perut yang menunjukkan bongkahan bongkahan roti sobek yang terlihat begitu menggoda tersebut.
Tangan kekar itu kembali bergerak aktif mencari pengait b*a yang berada di balik punggung Adinda.
"trus....gimana mas?kamu mau gitu sama mereka?" tanya Adinda penuh selidik.
Adrian tertawa ringan.
"ya enggak lah...dirumah aja aku punya yang kayak gini...ngapain aku main ama cowok" ucapnya sambil mengusap usap dua benda menggatung di hadapan nya yang kini sudah tak terhalang sehelai benang pun.
Adinda tertawa ringan.
"tadi siang Nabila udah cerita dikit tentang kalian selama aku dipenjara...sekarang giliran kamu yang cerita...apa aja yang udah terjadi sama kalian selama aku nggak ada.." ucapnya sambil ******* ***** lembut benda kenyal kesayangannya itu.
"tapi janji ya...jangan marah...jangan emosi...jangan dendam dendam an..." ucap Adinda.
"emangnya ada apa?" tanya Adrian dengan tatapan menyelidik.
"janji jangan marah marah dulu..." ucap Adinda sambil menjentikkan jari kelingkingnya.
"iya...." ucapnya sambil menarik tombol kecil di ujung buah kembar Adinda.
"maaaassss......kebiasaan main tarik tarik aja..." ucapnya sambil memegangi dua aset miliknya itu.
Adrian tertawa.
"abisnya lucu bentuknya" ucapnya.
"jangan ditutupin dong" ucap Adrian lagi sambil membimbing tangan Adinda agar kembali menyentuh dadanya.
"buruan cerita..." ucapnya lagi.
"oke....jadi selama kamu nggak ada......................."
Adinda mulai menceritakan semua kajedian yang ia alami selama di tinggal Adrian.Semuanya...tanpa ada yang ditutup tutupi.Mulai dari pengusiran oleh ibunya,tinggal di gubug bu Ela,jualan kue,Nabila di bully,hampir di lecehkan dokter,di tolong Marco,jadi model,di bully teman SMA..semua ia ceritakan tanpa ada yang ditutup tutupi.Hanya satu yang tidak ia ceritakan.Tentang Joddy yang ternyata otak dari tertangkapnya Adrian.
Bisa habis di cincang tuh si Joddy kalau sampai Adrian tau Joddy yang memisahkannya dengan keluarga kecilnya.Biar bagaimana pun Joddy juga banyak menolong Adinda selama ini.Selain itu Joddy juga satu satunya keluarga Marco.Tau sendiri lah...bagaimana baiknya Marco menolong keluarga itu.Marco begitu banyak menghabiskan tenaga,pikiran bahkan juga financial untuk kebebasan Adrian.
Adrian nampak antusias mendengar kan cerita dari sang istri.Tak jarang,wajah garangnya sesekali muncul saat mendengar bahwa istri dan anaknya pernah di bully dan hampir dilecehkan oleh segelintir orang.Namun lagi lagi,dengan segala kelembutan Adinda,laki laki itu dapat dengan cepat melunak hatinya.
"andai waktu itu ada aku...pasti kepala mereka udah jadi pajangan di kamar ini" ucap Adrian dengan mimik wajah kesal.
Adinda terkekeh.Ia menangkup wajah tampan itu,lalu mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung keduanya menempel.
"jangan galak galak dong...serem tauk.." ucap Adinda.
Tangan bertato itu kini merengkuh pinggang ramping wanita yang berada di atasnya itu.
"kamu masih minum pil kb?"
"nggak..." ucap Adinda.
"masih punya stok?"
__ADS_1
"masih..."
"ambil gih...diminum dulu"
"kenapa?biarin aja sih mas...biar Nabil punya dedek"
"nggak Din...kamu masih harus kuliah...aku udah ada disini sekarang...aku akan cari uang dan biayain semua biaya pendidikan kamu dan Nabila.
" tapi mas....."
"Dinda.....kamu masih muda....masa depan kamu masih panjang...." ucap Adrian.
Adinda menghela nafas panjang.
"ambil pil nya...di minum dulu.." ucapnya lagi.
Dinda pun turun dari pangkuan laki laki itu.Dengan hanya mengenakan g string hitam ia berjalan mendekati laci nakas.Ia segera mengambil satu strip pil kb kemudian meminumnya satu butir.
Adinda kembali mendekati Adrian yang kini sudah bersiap di atas sofa panjang itu.Celana pendeknya bahkan sudah hilang entah sejak kapan hanya tinggal menyisakan celana d**am hitam membungkus benda yang terlihat menonjol disana.
Adrian merentangkan kedua lengannya di atas sandaran sofa,netra hijaunya tak lepas memandangi objek indah yang kini berjalan semakin mendekat ke arahnya.Adrian tersenyum nakal melihat makhluk cantik ciptaan Tuhan itu melepas g stringnya tepat di hadapan nya.
Adinda kembali naik ke atas paha Adrian.Tanpa jarak,ia memajukan tubuh moleknya hingga kedua dada mereka saling bersentuhan kulit.Dinda menangkup wajah tampan itu dengan kedua tangannya.Adrian hanya pasrah menerima perlakuan apapun yang sang istri berikan padanya.
"aku kangen mas.." ucapnya.
"lakukan sayang" ucap Adrian.
Daaannnn.....
terjadilah peristiwa indah yang memang seharusnya terjadi antara sepasang suami istri itu.Adinda menciumi bibir merah Adrian dengan lembut,sedangkan tangan kekar laki laki itu kini mulai meraba setiap inchi tubuh mulus yang polos tanpa busana itu.
Adinda semakin menggila.Kecupan kecupan lembut yang awalnya singkat kini berubah menjadi sebuah pergulatan lidah dan cukup panas.Keduanya bak di kuasai na*su bercampur rindu yang sudah sejak lama mereka pendam.Adrian mulai panas,tangannya tergerak merem*s dua bongkahan benda sintal yang menempel dipahanya itu sambil sesekali menamparnya.
Keduanya semakin menggila.Adrian bangkit masih dalam kondisi bibir yang menyatu.Ia mengangkat tubuh Adinda sambil terus memekan bibir merah muda itu.
Adrian melepaskan pa**tan nya.Kini posisinya berdiri sambil menggendong tubuh Adinda.
Dengan gerakan sedikit kasar karena na*su yang sudah memuncak,Adrian melempar tubuh mungil itu keatas sofa lalu menindihnya.
"Nabil masih suka kebangun?" ucapnya lirih
"kadang kadang" jawab Adinda
Adrian menoleh ke arah sang putri yang nampak pulas dalam tidurnya.Sepertinya masih aman.
Laki laki itupun kembali melanjutkan aktifitas panasnya.Kini ia melahap dua benda kenyal menggoda milik Adinda secara bergantianbergantian membuat wanita dibawahnya itu menggeliat menahan sensasinyang ditimbulkan dari pergerakan tangan dan mulut itu.
Adrian makin menggila.Puasa yang cukup lama membuat singa itu bak merasakan lapar dan dahaga yang luar biasa.Dan kini,ia mendapatkan makanannya.Sontak saja hal itu tak di sia siakan oleh sang singa.Dengan buasnya ia memakan habis wanita cantik itu.
Adrian melepas kain hitam penutup sang Jagoan itu.Hingga terlihatlah benda besar panjang kebanggaannya tersebut yang sudah dalam mode on.Seolah meminta untuk segera di arahkan ke tempat yang semestinya.
Adrian tersenyum nakal ke arah Adinda yang nampak pasrah di atas sofa.Adrian duduk di ujung sofa,di hadapan dua belah paha Adinda yang masih menyatu rapat.Adrian membuka kedua belah paha tersebut,hingga terlihatlah bagian tubuh Adinda yang paling indah menurutnya.
Adrian mendekatkan wajahnya ke begian itu.
Adinda membekap mulutnya sendiri saat merasakan sensasi luar biasa yang tercipta dari aksi makan malam Adrian di bawah sana.
Adinda menggelingjang memejamkan matanya,sambil satu tangannya meremas tepian sofa.
Cukup lama adegan itu berlangsung.Adrian mengangkat wajahnya.Ia mengusap bibir dan area sekitar nya yang nampak basah sambil menatap penuh na*su ke arah sang istri yang ngos ngosan.
Adrian memajukan tubuhnya,mengarahkan sang Jagoan ke tempat sudah sangat ia rindukan.Adinda kembali memejamkan matanya saat merasakan ada sesuatu yang mencoba merangsek masuk ke dalam salah satu bagian tubuhnya itu.
Adinda membekap mulutnya,menahan agar tak ada suara yang keluar dari mulut nya.
bleess......
tertancap dengan sempurna.
Adrian menoleh ke arah ranjang,Nabila masih pulas,sesekali suara dengkuran halus terdengar dari mulut bocah kecil itu.
Adrian kembali menoleh ke arah Adinda yang ada di bawahnya.Tangan bertato itu tergerak mengusap bibir merah muda kesayangannya itu dengan tatapana mata liar penuh na*su.
"its showtime.." ucapnya.
Dan.....terjadilah sesuatu yang memang seharusnya terjadi.Sepasang suami istri itupun melewati malam panjanh mereka dengan adegan panas bermandikan keringat.
...----------------...
...***HUUUUUHHHH.....KOK AKU MERASA PANAS....π₯΅π₯΅π₯΅π₯΅π₯΅...
__ADS_1
YUK TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH KALIAN.....πππππ***