Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story34


__ADS_3

Disebuah rumah sakit


Seorang remaja terlihat terbaring lemah di sebuah ranjang pasien di salah satu kamar inap disana.Wajahnya babak belur.Wajah tampannya kini terlihat dipenuhi luka memar bekas hantaman tangan besar Zev yang menyerangnya membabi buta.


Angkasa mulai sadar dari pingsannya setelah kurang lebih tiga jam tak sadarkan diri.Disampingnya,seorang pria berkulit putih nampak duduk dengan tenang sambil sesekali memperhatikan raut wajah Angkasa.


Itu Jordan...!


Ia membawa Angkasa ke rumah sakit setelah remaja itu di bantai habis habisan oleh Zev.Ia mengabaikan perintah bos sekaligus sahabatnya itu.Ia tau...kalau sampai ia membawa Angkasa pulang,maka ini akan jadi masalah baru bagi Zev.


Entah kenapa ia ingin sekali Zev menikahi Nabila.Ia seolah yakin bahwa sebenarnya yang terjadi antara sahabatnya dan Adrian itu hanyalah sebuah salah paham.Ia jadi punya inisiatif untuk mendekatkan Zev dengan Adrian.Meskipun ia belum pernah bertemu dengan sosok Adrian secara langsung...tapi sepertinya ia tak seburuk yang Zev katakan.


Jordan kembali menatap wajah Angkasa.


"udah mendingan?" tanya Jordan.


"ngapain lo bawa gue ke rumah sakit?" tanya Angkasa.


Jordan tersenyum.


"denger ya dek....lain kali....kalau mau berbuat apa apa itu dipikir dulu...!jangan emosi yang lo gedein..." ucap Jordan.


"Zev itu bukan lawan lo..." ucap Jordan lagi.


Angkasa yang masih merasakan perih dan remuk di seluruh tubuhnya itupun tak berkutik.


"mana hp lo" ucap Jordan sambil menengadahkan tangannya.


"buat apa?"


"buat nelfon bokap lo..!gue nggak ada waktu buat nungguin lo seharian disini..!" ucap Jordan.


"gue bisa sendiri...!"


"gue mau ngomong ama bokap lo!"


"ngomong apa?!jangan macem macem lo ya...!jangan ganggu keluarga gue..!"


"santai dek...gue cuma mau ngomong sama bokap lo..." ucap Jordan.


Angkasa memperhatikan laki laki itu sejenak.Ia pun dengan ragu ragu meraih ponsel di atas nakas,membuka aplikasi WhatsApp,dan mencari nama papanya disana kemudian memberikannya pada Jordan.


Jordan pun menerima nya.


tuutt...tuutt...tuutt.....


"Assalamu alaikum....dek kamu dimana..?" tanya seorang laki laki dari seberang sana.


"wa alaikum salam om...maaf saya Jordan..." ucap Jordan sopan.


Adrian terdiam sejenak.


"ini hp anak saya kan...?" tanyanya kemudian.


"benar om...jadi gini...tadi anak om kecelakaan...dan saya bawa dia ke rumah sakit....sekarang Angkasa lagi dirawat...om bisa kesini nggak?tapi....kalau boleh...om datang sendiri aja...ada yang ingin saya omongin sama om.." ucap Jordan


Adrian diam lagi....


"kamu siapa?" tanyanya kemudian.


"Saya Jordan....temennya Zev....ada yang ingin saya omongin sama om" ucapnya.

__ADS_1


Adrian menghela nafas panjang...


"oke...saya akan kesana" ucap Adrian.


"makasih om...saya tunggu.." ucap Jordan.


"assalamu alaikum"


"wa alaikum salam"


Sambungan telepon pun terputus.


Adrian yang berada di kamarnya pun bergegas meraih kunci mobil yang ada di atas meja kemudian bergegas keluar dari kamarnya.Saat diruang tamu,ia bertemu dengan Adinda yang baru keluar dari dalam kamar Nabila.


"kamu mau kemana mas...?" tanya Adinda.


Adrian tersenyum...


ya....ia masih bisa tersenyum saat ini,saat keluarganya di hantam badai ujian melalui kedua anak nya secara tiba tiba.


"Din...Angkasa kecelakaan..." ucapnya sambil menyentuh pundak sang istri.


Adinda sesak sejenak.Ia bahkan sampai tak menyadari bahwa sedari tadi ia tak melihat Angkasa saking fokusnya mengurus Nabila.


Adinda meremas daster yang menutupi dadanya.Mulutnya tak henti mengucap istigfar.Mencoba menenangkan dan menguatkan dirinya sendiri.


Ada apa lagi ini?kenapa keluarganya tiba tiba ditimpa masalah yang bertubi tubi seperti ini?


"dah....kamu tenang...kamu dirumah jagain Nabil....aku akan ke rumah sakit....kamu nggak usah ikut ya..." ucapnya lembut.


Adinda hanya mengangguk sambil menangis.Adrian tersenyum lagi.Ia menggerakkan tangannya mengusap lelehan air mata yang mulai menetes membasahi pipi sang wanita tercinta.


"aku kasian sama anak anak mas....kenapa tiba tiba jadi kayak gini" ucap Adinda.


"selama kita masih di beri umur...cobaan itu pasti selalu ada sayang....jangan putus doa ya..." ucapnya.


Adinda mendongak.Ia tersenyum lalu mengangguk.


"Nabil gimana?" tanya Adrian.


"masih sama mas..." ucapnya.


Adrian menghela nafas panjang...


"aku lihat dia dulu ya..."


"iya mas...." jawab Adinda.


Adrian pun kemudian masuk ke dalam kamar sang putri.


"assalamu alaikum..." ucapnya manis.


Nabila tak menjawab.


Dilihatnya di sana,di pojokan kasur,di bawah jendela.Nabila duduk memeluk lututnya dengan balutan selimut tebal yang seolah tak pernah lepas dari tubuhnya.


Adrian duduk di tepi kasur,dengan jarak yang cukup jauh.Ia tak mau Nabila histeris kalau terlalu mendekat.


"kalau ada yang ngucap salam di jawab dong kak" ucapnya.


Nabila masih tak menjawab.Pandangannya kosong menatap lurus ke depan.

__ADS_1


Adrian bangkit,meraih piring di atas meja yang berisi makanan utuh belum disentuh.Laki laki itu kemudian duduk kembali di tepi kasur dengan piring di tangan kiri dan gelas berisi air putih di tangan kanan.


"makan dulu yuk kak....dari pagi kakak belum makan loh..." ucapnya.


Nabila masih tak bereaksi.


Adrian tersenyum...


"udah lama papa nggak nyuapin kamu...sejak adek lahir..kamu udah nggak mau papa suapin..." ucapnya.


"sini sayang....makan dulu..." ucapnya bak membujuk Nabila kecil.


Nabila menoleh....


"pa...." ucapnya lirih.


Adrian terdiam.Dilihatnya gadis itu,begitu menyedihkan.Matanya bengkak,rambutnya acak acakan,pipinya basah karena air mata,pelipis dan keningnya penuh dengan keringat yang terus menetes.


"iya kak...." ucap Adrian.


"maaf..." lirihnya.Sangat lirih....hampir tak terdengar.


"untuk apa?" tanya nya lagi.


"Nabil bikin malu ya pa..?Nabil mencoreng muka papa..Nabil hina pa...papa nyesel ya pa...ngangkat Nabil jadi anak papa..." ucapnya pilu dengan air mata yang tak henti menetes.


Adrian menghela nafas panjang.Ia meletakkan piring itu ke lantai dengan gerakan tenang.


"papa boleh mendekat?" tanyanya.


Nabila menangis,ia memeluk lututnya dengan suara isakan yang makin menjadi jadi.


Adrian menggeser posisinya.Ia mendekati sang putri lalu memeluknya hangat.Nabila kembali menangis dalam dekapan laki laki yang selalu tulus menyayanginya itu.


"nggak ada istilah anak angkat dalam keluarga ini kak" ucapnya tulus sambil membelai lembut rambut sang putri.


"kamu dan Angkasa adalah anak papa...kalian adalah bagian terpenting dalam kehidupan papa nak..." ucapnya


"papa nggak pernah menyesal...sama sekali nggak pernah....papa nggak pernah memandang kamu hina...nggak kak...!kamu perempuan terhormat..!kamu perempuan hebat..!kamu perempuan pilihan Allah..Allah menguji kamu dengan cobaan seberat ini karena Allah tau kamu kuat...kamu bisa..!perempuan lain mungkin nggak akan sekuat kamu sayang.."


"bangkit kak...!tunjukkan kalau kamu baik baik aja..!tunjukkan kalau kamu nggak akan tumbang segampang dan secepat itu..!"


"jadikan ini pelajaran kak...agar kamu lebih hati hati lagi setelah ini..!" ucapnya.


"kamu masih punya papa,kamu masih punya mama,adek...semua ada disini,untuk mendukung kamu,melihat kami kembali bangkit dan ceria seperti dulu lagi kak.." ucap Adrian.


Laki laki itu mengeratkan pelukannya,ia mengecup lembut pucuk kepala sang putri dengan penuh kasih sayang.


"makan dulu ya....papa suapin mau?" tanyanya.


Nabila mengangguk sambil terus meneteskan air mata.


Adrian melepaskan sang putri.Ia kemudian mengambil piring yang tadi ia letakkan di lantai.Laki laki itupun dengan telaten menyuapi gadis kecilnya itu sambil mangajak ngobrol santai diselingi gurauan.Sungguh....ia ingin Nabila secepatnya bangkit dan kembali pulih.Sambil menunggu etikat baik dari Zev setelah itu ia akan memboyong semua keluarga nya kembali ke ibukota.


Ya...Adrian masih yakin...dalam hitungan hari dari sekarang,pemuda itu pasti akan datang menemuinya.


...----------------...


up set. 7 malaam...mari kita lihaat....lulus jam berapa....


YUK....LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2