
Didalam salah satu kamar tamu di rumah mewah milik Adrian Tama...
Naya teelihat mondar mandir sambil memainkan ponselnya.Wajahnya terlihat begitu khawatir.Sesekali ia mencoba menghubungi seseorang disana,namun tak diangkat.
Entah sudah yang keberapa kalinya ia mencoba menghubungi sepupu sekaligus sahabatnya itu,namun tak diangkat juga.Naya begitu khawatir,pasalnya ini sudah dua jam berlalu semenjak perginya Chika yang katanya hanya ke warung,namun sampai sekarang ia tak pulang pulang juga
Naya menghela nafas panjang....
"kamu kemana sih Chik....bikin orang khawatir aja..." gumam Naya.
Muslimah itu kemudian keluar kamar berniat menyusul Chika ke warung,namun saat melewati ruang tamu ia bertemu Adrian,,Dinda dan Nabila yang hendak pergi ke kios yang tadi Adrian ceritakan.
"kamu mau kemana Nay?" tanya Adinda
"itu Din...aku mau nyariin Chika....katanya kan tadi ke warung,kok sampai sekarang nggak pulang pulang...ini udah hampir dua jam loh" ucap Naya khawatir.
"kamu udah coba telfon?" tanya Adrian.
"udah mas...berkali kali malahan...tapi nggak diangkat" ucap Naya.
Adrian terdiam sejenak..
Ia sadar betul bahwa keluarganya sedang jadi bahan intaian para sindikat mafia,entah yang mana.Mendengar Chika yang mendadak tak ada kabar membuat Adrian was was.Bisa jadi musuh musuhnya itu mengetahui ada orang orang baru di rumahnya,dan bisa saja Naya Chika dan bu Lastri kini juga jadi intaian mereka.
"Nay....kamu di rumah aja...biar aku sama Dinda yang nyari Chika" ucap Adrian.
"nggak ngrepotin mas?" tanya Naya.
"nggak kok....kita juga sekalian keluar..." ucap Adrian.
"kamu nggak apa apa kan kita sekalian nyari Chika" tanya Adrian pada Dinda.
"nggak apa apa kok mas" ucap Adinda.
Adrian pun tersenyum.
"kita berangkat dulu ya Nay...assalamu alaikum"
"wa alaikum salam...hati hati mas,Din,Bil"
Keluarga bahagia itupun bergegas keluar dari rumah tersebut menuju ke mobil hitam yang terparkir di halaman luas tersebut.
"siang tuan" ucap Gunawan sambil membungkukkan tubuhnya.
"kunci.....aku ingin pergi sendiri" ucap Adrian sambil tangannya menengadah meminta kunci mobil.
Gunawan segera mengambil kunci mobil yang berada di sakunya lalu menyerahkan nya pada Adrian.
"silahkan tuan" ucap Gunawan.
Adrian dan keluarga pun masul ke dalam mobil tersebut.Mobil hitam itupun melesat menembus jalanan ibu kota membawa satu keluarga kecil yang berbahagia di dalam nya.Kali ini Adrian memilih untuk membawa mobil sendiri tanpa mengajak Gunawan sang body guard.
"Din..."
"ya...."
"coba telfon Chika"
"iya mas..."
Adinda meraih ponsel di dalam tas selempangnya lalu mencoba menghubungi nomor sahabatnya itu.
"nggak diangkat mas..." ucap Adinda.
Adrian menghela nafas sambil mata hijaunya terus terfokus mengamati setiap inchi sisi jalan yang ia lewati.
Tiba tiba......
tingg.....
1 pesan masuk...
Dari nomor yang tidak dikenal....
__ADS_1
"mas....jadi lihat lihat kios ndak?saya sudah sampai ini" bunyi pesan itu.
Adrian pun mulai mengetikkan sesuatu...
"iya mas...ini masih dalam perjalanan" tulisnya.
Adrian meletakkan ponsel miliknya di dashboard mobil.
"kita ke kios dulu ya Din...udah di tungguin sama yang punya" ucap Adrian
"iya mas.." jawabnya.
Adrian pun melajukan mobilnya menuju kios yang dimaksud.Sedangkan Dinda terus mencoba menghubungi Chika.
Sekitar lima belas menitan mobil hitam itu sampai di kios yang dimaksud.Sebuah ruko dua lantai yang terletak di pinggir jalan tak jauh dari kampus tempat menimba ilmu Adinda kelak.
Adrian memarkirkan kendaraanya tepat di depan ruko.
"mas Adrian?" tanya seorang laki laki berkacamata memastikan.
"iya...mas Boby kan"
"iya mas..."
keduanya pun berjabat tangan.
"kenalkan...ini istri sayaa..namanya Adinda"
"oh...halo mbak Dinda.." ucap Boby sambil mengulurkan tangannya namun hanya dibalas dengan mengatupkan kedua tangannya sambil menunduk oleh Adinda.
Boby menarik tangannya kembali.
"gimana mas?ini rukonya beneran mau dijual?"
"iya mas...mari masuk dulu...silahkan lihat lihat dulu.." ucap Boby.
Merekapun segera masuk ke dalam ruko berlantai dua itu untuk sekedar melihat lihat kondisi bangunan yang akan menjadi tempat usaha baru mereka itu.
Sementara tak jauh dari tempat tersebut.
Sesekali gelak tawa terdengar dari keduanya.Tak ada jaim ataupun canggung.Mereka terlihat sudah sangat akrab seperti sudah mengenal lama.Ya...setelah mereka mengunjungi tempat kos yang akan Chika tempati kini giliran gadis itu yang mengajak Joddy membeli es buah untuk sekedar melepas dahaga.
"hahahaha.....lo ternyata asik banget ya orangnya...gue kira lo judes..."
"mukanya aja yang judes....tapi aku baik hati kok..." ucap Chika percaya diri.
Joddy hanya berdecih.
"tapi kira kira ntar Naya setuju nggak ama kosan yang lo pilih?"
"dia mah ngikut aja Jod...Naya gampang kok orangnya..nggak ribet" ucap Chika.
Joddy tersenyum...
"persahabatan kalian tuh erat banget ya...sampai sampai saat Dinda diusir pun kalian rela gitu buat jagain ibunya Dinda gantian"
Chika kembali menyendok es buah yang ada di mangkok sambil mengangguk.
"namanya juga sodara...kita udah bukan sahabat lagi...tapi udah kayak saudara...jadi siapa yang butuh dibantu...kita semua harus ada buat dia...makanya dulu kita sedih banget waktu tau Dinda ilang...pikiran kita udah kemana mana...takut aja udah nggak bisa ketemu Dinda lagi...ehhh....nggak taunya malah pulang pulang bawa suami" ucap Chika dibarengi tawa di akhir kalimatnya.
"pasti heboh banget ya waktu itu..."
"ya iyalah...semua orang tuh udah ngira Dinda itu diculik...nggak taunya dia pulang pulang bawa cowok ganteng....bawa anak pula"
"hahaha...tapi kan emang dia beneran di culik.."
"iya juga sih....hahhahha....."
"gue seneng sih sekarang....Dinda udah bahagia...Adrian seperti nya juga udah berubah..." ucap Joddy sambil memasukkan sepotong nanas ke mulut nya.
"iya...mas Adrian tuh sayang banget tau sama Dinda dan Nabila..."
Joddy tersenyum getir..
__ADS_1
"bego banget gue dulu mau misahin mereka"
Chika tertawa ringan...
"tapi secara nggak langsung kamu juga ikut andil dalam mengubah mas Adrian jadi seperti sekarang ini...mas Adrian tuh makin lebih baik setelah keluar dari penjara..Dinda sendiri yang ngomong...dia bahkan mulai belajar sholat waktu dipenjara..."
Joddy manggut manggut,karena sebenar dia sudah tau...
"Dinda itu emang istimewa banget ya...dia bisa merubah seorang penjahat kelas kakap jadi seperti sekarang ini...salut gue..." ucapnya.
Chika menatap dalam ke arah Joddy yang berada di hadapannya.
"kamu sendiri gimana?"
"gimana apanya?"
"perasaan kamu..."
Joddy tersenyum..
"perasaan gue biar jadi urusan gue sendiri....biarin mereka bahagia...gue ikut bahagia.." ucapnya sambil tersenyum,meskipun masih bisa terlihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang laki laki itu pendam seorang diri.Mungkin jauh dari dalam lubuk hatinya masih ada rasa cinta untuk Adinda.
"itu sebabnya kamu nggak mau Dinda tau tentang apa yang udah kamu lakuin selama ini?kamu nggak mau Dinda tau kalau kamu yang nyebarin semua foto dan vidio dia..."
"niat gue lakuin itu cuma biar Dinda nggak di bully aja Chik....gue kasian sama dia...semua orang nilai dia dengan penilaian miring...seolah olah dia perempuan nggak bener...padahal kan nggak gitu..."
"tapi kalau Dinda tau...se enggaknya kan dia juga tau kalau kamu udah berusaha nebus dosa dosa kamu..."
"gue nggak butuh pengakuan Chik...niat gue cuma pengen balikin nama baik Dinda...itu aja...nggak lebihh..."
"tapi...."
"lagian kalaupun Dinda tau yang sebenarnya juga mau apa...?gue tetep buruk Chik...gue tetep hina...gue mantan gig*lo coy..." ucap Joddy dengan tawa perih.
"jangan ngomong gitu Jod..."
"nyatanya emang gitu Chik...makanya sekarang gue nggak mau ketemu Dinda.Gue terlalu malu Chik...lo mau temenan ama gue aja gue udah bersyukur banget....lo nggak jijik apa ama gue?" tanyanya pada Chika.
Chika menatap sendu ke arah remaja itu.Terlihat jelas raut penyesalan dan tidak percaya diri dalam dirinya...
"nggak.." ucap Chika sambil menggelengkan kepalanya.
"gue pernah main ama ja**ng lo...lo nggak jijik?nggak takut gitu?"
"nggak..." ucap Chika lagi.
Joddy tertawa lucu dengan jawaban Chika.Wajah gadis itu terlihat begitu polos saat mengucap kata "nggak"
"udahlah Jod...nggak udah dibahas....temenan ya temenan aja...masa lalu kamu cukup dijadiin pelajaran....semua orang pernah melakukan kesalahan kok...tapi semua orang juga berhak menyesal dan memperbaiki dirinya kan?"
Joddy tersenyum mendengar ucapan itu.
"makasih ya Chik..." ucap Joddy.
Chika tersenyum,ia mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya.
"kita prend ya mulai sekarang" ucap Chika
Joddy terkekeh.Ia ikut mengepalkan tangannya lalu menempelkan kepalan tangan tersebut ke kepalan tangan Chika seolah sedang melakukan tos.
"prend..!"
Keduanya pun tergelak...
...----------------...
***SEPI NYA HADIAH DAN VOTE KU🥺🥺🥺🥺🥺
KASIH LIKE NYA JUGA DONG...
DIKOMEN JUGA BIAR RAME YUUKKKK....BIAR OTHORNYA JUGA SEMANGAT INIIHHHH..
.😩😩😩😩😶
__ADS_1
🥰🥰***