Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
50


__ADS_3

Adinda mematung mendengar ucapan Adrian.Pria itu tersenyum,lalu berjalan tenang mendekati Adinda.Adrian meletakkan kopinya di bangku dapur.Lalu tangannya tergerak menangkup wajah sendu itu dengan lembut.


"aku akan membawamu kembali ke orang tuamu Dinda."ucapnya lagi.


Bukannya senang,Adinda justru menatap nanar ke arah sang suami.


" tunggu sampai tujuh hari meninggal nya kakek,aku akan segera mengantarmu pulang.Dan aku akan melepaskan mu"


"kenapa?" tanya Adinda lirih,bahkan hampir tak terdengar.


"karena aku ingin menebus semua dosaku Dinda.Aku akan melepaskanmu...aku akan mengembalikan kamu pada orang tuamu" ucapnya dengan sorot mata tulus,membuat hati wanita belia itu bergetar.Entahlah....bagaimana perasaannya saat ini


Adrian tersenyum,ia mengacak pelan rambut Adinda.


"masak gih...aku lapar...abis ini aku ajak kamu jalan jalan....aku ingin menghabiskan tujuh hari terakhir kita dengan membuat mu bahagia sayang" ucapnya kemudian mencium kening Adinda dan pergi menuju kamar untuk mandi.


Adinda mematung.Ada apa ini?kenapa jadi begini?kenapa ia merasa sedih mendengar ucapan Adrian?harusnya kan dia bahagia?dia akan lepas dari psychopath itu.Ia akan kembali ke kehidupan nya yang dulu.Iya kan?harusnya ia bahagia kan?tapi kenapa ia malah merasa sedih?


Mata indah itu bahkan kini mulai mengembun.Dadanya bergetar mendengar ucapan sang suami.Kasian laki laki itu,sejahat jahatnya Adrian,pria itu nampak begitu menyedihkan saat ini.Ia seolah kehilangan semangat hidup.Dunianya bak runtuh dalam sekejab mata saat menerima kenyataan sang kakek tewas tepat dihadapan nya.


Adinda masih punya hati nurani.Bagaimanapun juga Adrian adalah suaminya,meskipun bukan suami yang baik.Seorang wanita harus selalu berbakti pada suaminya,itulah kata kata yang pernah Adinda dengar dari sang ibu.


Adinda menghela nafas panjang.Ia ingin membuat Adrian bahagia di tujuh hari terakhir kebersamaan mereka.Anggap saja ini bakti terakhirnya sebelum mereka benar benar akan berpisah.


Adinda mengusap air matanya dan mencoba tersenyum.Ia kemudian bergegas menuju kamar untuk menyiapkan pakaian untuk sang suami.


Sementara di dalam kamar mandi...


Adrian berdiri di bawah guyuran air shower dengan kepala yang tertunduk.Jauh dari dalam hatinya ia merasa perih.Ia sendiri sekarang.Ia tak punya siapa siapa lagi.Dan sekarang ia harus berusaha melepaskan satu satunya orang yang mungkin bisa jadi teman hidupnya.


Jika ditanya,apakah ia ikhlas?jawabannya adalah tidak.Sungguh...ia begitu berat melepas wanita itu.Tapi kini ia sadar betul,bahwa hidup bersamanya hanya akan menambah luka batin untuk Adinda.Wanita itu sudah cukup tertekan.Wanita itu sudah terlalu menderita karena ulahnya.Satu satunya jalan hanyalah ia harus melepaskan Adinda,melupakannya,dan membiarkannya hidup bahagia dengan semestinya.


Katakanlah laki laki itu mulai waras,ia bertekad untuk membuat Adinda bahagia di tujuh hari terakhir mereka sebagai sepasang suami istri.Setelah itu ia akan menyerahkan semua keputusan pada Adinda,apakah wanita itu mau bercerai atau bertahan sebagai istrinya.


Adrian yang sudah mulai waras itu pun mengakhiri mandinya.Ia pun segera keluar dari kamar mandi dengan handuk merah yang di lilitkan di pinggangnya,menutup tubuh bertatonya yang polos.

__ADS_1


ceklek....


pintu kamar mandi terbuka.


deegghhhh....


Adrian menyipitkan matanya.Dilihatnya disana Adinda tengah berdiri di samping nakas dengan raut wajah kaget sekaligus panik sambil menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.


"m....maas..." ucap Adinda gemetar.


Adrian mendekat dengan ekspresi datar.Adinda semakin gemetar saat Adrian sudah berada di hadapannya,wanita itupun menunduk,tak berani menatap wajah Adrian.


Tangan besar bertato itupun tergerak meraih benda yang tersembunyi di balik punggung Adinda tersebut.Adinda hanya bisa pasrah.Ia pun menyerahkan satu strip pil kb yang sebagian sudah ia minum itu pada Adrian.


Ya.....Dinda mengkonsumsi pil kb setelah Adrian meminta anak darinya beberapa waktu lalu.Wanita yang dulu belum tahu bahwa ia pernah keguguran itupun mulai rutin mengkonsumsi obat obatan yang ia beli dari apotik di dekat sekolah nya tersebut setelah sebelumnya ia membeli test pack untuk memastikan bahwa dirinya tidak hamil.


Adrian menatap datar strip pil kb yang sebagian sudah kosong itu.


"ma...maaf mas" ucap Adinda lirih,ia begitu takut jika kena marah lagi.


"se....sejak kamu minta anak..ta...tapi aku udah test mas....aku udah pastiin kalau aku belum hamil saat minum pil itu" ucap Adinda.


Adrian diam sejenak menatap sang istri yang menunduk ketakutan.


"maaf mas..." ucapnya lirih.


Adrian mengangkat satu sudut bibirnya.


"kamu udah minum hari ini?"


Adinda menggelengkan kepalanya yang terus tertunduk.


Adrian mengambil satu butir pil.Pria itu kemudian mengangkat dagu Adinda,membuat wanita itu menatap ke arahnya.Dengan lembut,Adrian memasukkan satu butir pil itu ke mulut Adinda,mengambil gelas berisi air di atas nakas lalu menyodorkan nya ke mulut Dinda.Adinda pun menurut,pil pun masuk dengan sempurna.


Adinda menatap sendu ke arah Adrian yang tersenyum lembut.

__ADS_1


"kamu harus minum pil ini.Karena kalau sampai kamu hamil,aku nggak akan pernah melepaskan kamu" ucap Adrian dengan terus menatap intens pada Adinda.


Adinda tak menjawab,ia hanya menatap penuh tanya pada laki laki itu.Seolah ingin mencari jawaban.Kenapa laki laki ini nampak begitu tulus?


Tangan besar itu tergerak menyentuh bibir mungil Adinda yang basah karena air minum.


"apa aku boleh meminta hak ku hari ini?" tanyanya meminta izin.


Ya....Adrian meminta izin untuk menyentuh istrinya.Hal yang tak pernah ia lakukan sebelum sebelum nya.Adinda semakin dibuat tak karuan.


"kalau aku nolak?" tanya Dinda


"Aku nggak akan memaksa" ucap Adrian sambil tersenyum,lalu ia pun berbalik badan hendak pergi untuk mengganti baju,namun tiba tiba....


Adinda menahan tangan besar itu.


"mas..." ucapnya.


Adrian menoleh.Adinda mendekati sang suami.Tangan mungil itu tergerak menyentuh dada bidang milik Adrian.Matanya tak lepas menatap netra hijau yang indah itu.


"aku masih istrimu mas...aku nggak mau berdosa"ucapnya,lalu dengan satu gerakan lembut ia melepaskan lilitan handuk Adrian,membuat handuk itu terjatuh ke lantai.


"lakukan..." ucap Adinda dengan tatapan yang begitu dalam.


Adrian tersenyum.Dengan gerakan yang begitu lembut ia menangkup wajah manis itu.


Dan......


terjadilah yang seharusnya terjadi.Sepasang suami istri itupun menghabiskan pagi mereka dengan pergulatan panas yang penuh cinta dan kelembutan.Seolah mereka ingin menghabiskan sisa sisa waktu mereka sebelum akhirnya mereka akan berpisah.


...----------------...


***MAAF BARU BISA UP....🥰


BOLEH KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA***????

__ADS_1


__ADS_2