
"APA..????!!!"
Adrian dan Dinda terkejut.Nabila menunduk,ia pasti akan kena marah.
"maksudnya gimana Bil?kamu berantem?" tanya Dinda.
"si gembrot yang mulai.." cicitnya.
"si gembrot itu siapa?" tanya Adrian masih tenang.
"ya yang Nabil tonjok.." jawabnya lirih.Kepalanya terus menunduk,seolah enggan menatap wajah kedua orang tuanya.
Adinda menghela nafas panjang,ia merebahkan tubuhnya di sandaran sofa,sedangkan Adrian kini memijit pelipisnya.Kenapa banyak sekali sifat Adrian yang nemplok di diri Nabila.
"Bil....kamu itu perempuan...masih kelas dua..gimana bisa kamu nonjok anak kelas enam?!!cewek apa cowok?" tanya Adinda mulai tak habis pikir.
"cowok..." lirihnya.
"astagfirullah haladzim...." ucap Adinda istigfar.
Adrian masih diam.
"ya abisnya dia nyebelin...masak bilang Nabil pendek,dekil,trus bilang kalo Nabil kutuan mentang mentang rambut Nabil panjang.Nabil kan kesel...ya udah...pas dia ngatain Nabil,Nabil tonjok aja..." ucap Nabila mencoba membela diri.
Adinda mengernyitkan dahinya.
"darimana dia tau kalau rambut kamu panjang?kamu kan pakai jilbab?" tanya Adinda menyelidik.
Nabila makin menunduk,ia keceplosan.Mamanya tak pernah tahu kalau ia selalu melepas hijab saat disekolah.Kan biar kayak iklan sampo katanya🤣
"maaf ma...." cicitnya.
Ingin sekali rasanya Adrian tertawa,tapi sekuat tenaga ia tahan lantaran ia memang harus memberikan pemahaman pada Nabila bahwa apa yang dilakukan bocah itu salah.
Adinda memasang mode galak.Ia menatap tajam sambil melipat kedua lengannya.
"Bil...kamu itu masih kecil udah berani beraninya berantem..!mana sama cowok lagi...mama nggak suka nak...nggak boleh kayak gitu..." ucap Adinda.
"maaf ma..." ucap Nabila lagi.
"Bil..." kini Adrian yang mulai bicara.
"kamu inget nggak,apa yang papa bilang saat pertama papa ngajarin kamu bela diri.." ucap Adrian.
Nabila terus menunduk,antara menyesal atau takut,entahlah....
"papa ngajarin kamu bela diri biar kamu bisa jaga diri kamu sendiri,biar kamu bisa jagain mama...bukan buat jago jagoan...papa nggak suka yang kayak gitu.." ucap Adrian.
"maaf..." cicit Nabila makin lirih.
"sekarang papa tanya sama kamu...kalau sampai orang tuanya nggak terima terus dia marah sama kita,lapor polisi?gimana?" tanya Adrian mencoba sedikit menakut nakuti berharap sang putri akan gentar dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"ya kita laporin balik pa...dia udah menghina fisik Nabil loh pa...bilang Nabil pendek...itu kan namanya udah....apa ya...itu loh pa...yang ada siming siming nya...yang ngatain fisik itu loh..." ucap Nabila membela diri.
"trus juga itukan sama aja menghina ciptaan Allah...Nabila kan juga ciptaan Allah.." ucapnya lagi membuat Adinda dan Adrian terdiam.Pengen ngakak nggak tepat waktu,pengen lanjut marah,tapi nih bocah yang diomongin bener,mau dinasehatin lagi,nih bocah jawab mulu...🤦♀🤦♀
Adinda memijit pelipisnya sambil merebahkan kepalanya di sandaran sofa.
"mas...anak kamu mas...pusing mas aku mas...." ucapnya pelan.
__ADS_1
Adrian menghela nafas panjang.
"udah....mending sekarang kamu ganti baju,trus makan...besok papa sama mama akan ke sekolah kamu abis itu kerumah sakit jengukin anak itu.." ucap Adrian.
"inget ya Bil....besok kamu harus ikut,dan kamu harus minta maaf sama anak itu.."
"tapi paa....Nabil kan nggak salah.."
"Nabil...kamu udah bikin dia masuk rumah sakit nak..." ucap Adinda.
"papa heran ya sama kamu...kok bisa anak kecil kayak kamu nonjok anak kelas enam ampe pingsan...kamu nonjoknya berapa kali?"
"sekali doang pa....emang lemes aja dia pa....di tonjok sekali udah tewas" ucap Nabila yakin membuat kedua orang tuanya menahan nafas untuk beberapa saat.
Adrian ikut memijit pelipisnya...tolong..ini pengalaman pertamanya punya anak,mana langsung gede lagi tanpa mengikuti tumbuh kembangnya dari kecil.Dinda dan Adrian benar benar dibuat pusing.Bagaimana cara mengahadapi dan memberi pengertian pada anak yang salah begini.
"udah...sekarang kamu ganti baju trus makan...inget...jangan di ulangi lagi...dan sebagai hukuman karena kamu bikin ulah di sekolah,hari ini kamu nggak latihan tinju sama papa"
"yaaahhh....papaaaaaaa....." rengek Nabila.
"maaf pa....besok nggak lagi deehh..." ucap gadis itu memohon.
"besok emang nggak boleh lagi Bil...bukan cuma besok...tapi sampai kapanpun kamu nggak boleh jadi sok jagoan..!tapi karena hari ini kamu udah terlanjur bikin masalah..mau nggak mau kamu harus dapat hukuman atas kesalahan kamu.."
"sampai kapan?"
"sampai kamu mau minta maaf sama temen kamu itu"
" dia bukan temen Nabil.."
"terserah...pokoknya anak yang masuk rumah sakit itu.." jawab Adrian tegas.
Nabila menghela nafas panjang.
Nabila hanya mengangguk.Gadis kecil itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas untuk mengganti seragam sekolahnya.
Seperginya Nabila...
"kok sifatnya kamu banget ya mas..." ucap Adinda masih dengan posisi kepala yang bersandar di sandaran sofa.
Adrian tersenyum,ia ikut merebahkan kepalanya di samping Adinda.
"senenarnya dia nggak salah salah banget sih...dia membela dirinya Din...dia membela harga dirinya..."
"iya sih...tapi aku takutnya dia jadi kebablasan mas...dikit dikit tonjok..dikit dikit tonjok..." ucap Adinda.
"makanya kita kasih pengertian..." ucapnya sambil tangannya tergerak mengusap pipi Adinda.
"dia akan tumbuh jadi wanita yang tangguh,yang kuat,yang nggak mudah ditindas..." ucap Adrian.
"amin..." jawab Dinda.
Keduanya pun tersenyum.
...****************...
Malam hari....
Tengah malam menjelang dini hari....
__ADS_1
Sebuah kapal nelayan baru saja menepi ke bibir pantai.Seorang anak muda berusia tiga belas tahunan dengan hoodie hitamnya nampak duduk di atas kepal yang kini sudah tenang menjauh dari tengah laut.
Mata tajamnya tak lepas dari seorang laki laki berusia kurang lebih tiga puluh lima tahunan yang nampak kelelahan sambil memegang koper.
"terima kasih nak...sudah menyelamatkanku..." ucap laki laki itu.
Zev tak menjawab.
"aku sangat berhutang budi padamu"
"kau bukan hanya berhutang budi...tapi kau juga berhutang nyawa...dan kau harus membayarnya." ucap Zev dingin.
"apa maksudmu nak?"
"aku mau uangmu yang ada di koper itu" ucap Zev dengan aura iblis yang begitu mengerikan.
Laki laki itu terdiam.
"tidak bisa nak....ini uangku"
"begini caramu berterima kasih setelah aku membantumu kabur dari sergapan polisi?kalau tidak ada aku,kau sudah mendekam di peenjara bersama ketua mu dan teman temanmu itu" ucap Zev.
Ya....laki laki itu adalah salah satu anggota mafia yang berhasil di bekuk polisi malam ini di sebuah pulau tak jauh dari pantai tempat kapal Zev bersandar kini.Semua tertangkap,tapi laki laki itu berhasil selamat setelah Zev datang dan membawanya kabur dengan kapal nelayan yang ia kemudikan.Menyamar sebagai seorang nelayan yang tengah mencari ikan di tengah laut,Zev berhasil membawa kabur laki laki itu.
Dan kini mereka tengah berada di sebuah pulau tak berpenghuni,tak jauh dari tempat tinggal Zev yang berada di sebuah desa di pesisir pantai.
"aku bisa memberi sebagian kalau kau mau" ucap laki laki itu memberikan penawaran.
"aku mau semuanya"
"jangan tamak anak kecil...mau buat apa?paling hanya buat beli es kan?"
"aku tidak minum es..aku minum darah" ucap Zev dingin dengan seringai yang begitu mengerikan.
"siapa kau sebenarnya?"
Zev menyeringai,ia berjalan mendekati sebuah kotak kayu yang ada di dalam kapal tersebut,ia mengambil sebuah clurit yang terlihat begitu tajam mengkilap.
Zev mendekati laki laki itu.
"namaku..Zev...Smith...Anderson.."
sreekkkkkk......
seonggok kepala terlepas dari badannya.Zev menyeringai.Darah muncrat ke wajahnya.Ia puas...puas melihat jasad yang tergeletak bersimbah darah itu.
Zev jongkok.Ia meraih kepala tanpa badan itu.Ia mengamati nya sejenak.
"sampah" ucapnya.Dan dengan sekali gerakan ia melempar kepala itu ke tengah pulau yang nampak sepi itu.
Zev lantas meraih koper di tangan jasad tanpa kepala tersebut.Lalu membuka nya.
Gepokan uang dolar berjajar rapi di dalam sana.Senyuman khas seorang psychopath terbentuk dari bibirnya.Ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.Jalannya menuju pembalasan dendamnya semakin dekat.
"tunggu kehancuran mu...aku akan memporak porandakan keluarga mu..." ucapnya dengan raut wajah bengis penuh kebencian.
...----------------...
***MANA VOTE DAN HADIAHNYA?
__ADS_1
KOK SEPI AMAT...🥺
klik like setelah baca....ramaikan kolom komentar dengan pendapat kalian...🥰🥰🥰😍***