
Sore menjelang.....
Adrian tengah berdiri di teras rumah sambil menikmati suasana kampung tempat tinggal sang istri. Adinda kini tengah berada di ruang tamu tengah fokus dengan tugas tugas yang diberikan bu Fitri melalui ponselnya.Sedangkan Nabila,gadis kecil itu kini berada di dalam kamar ,bermain dengan boneka boneka lucu koleksi Adinda.
Adrian duduk di sebuah kursi kayu yang ada di teras tersebut sambil mengotak atik ponselnya.Ia menerima laporan tentang perkembangan bar dan sindikat perdagangan perempuan nya yang masih berjalan dari Farhan.Memang Adrian sudah tak melakukan penangkapan lagi,namun bisnis prostitusi yang sudah berjalan pun masih berlanjut hingga sekarang.
Saat Adrian tengah fokus dengan ponsel nya,tiba tiba....
"assalamu'alaikum..." ucap beberapa remaja wanita yang sudah berdiri di depan teras entah sejak kapan.Membuat Adrian secepat kilat menoleh ke arah sumber suara.
"wa alaikum salam" ucap Adrian pada tiga orang remaja berhijab yang memandang penuh kagum sekaligus malu malu pada pria bertato itu.
Adrian tersenyum..
"Ya Allah mesem rek....gantenge...."
"(ya Allah senyum.....gantengnya...)" ucap seorang remaja putri berbaju garis garis bernama Putri itu.
"huustt..." ucap seorang temannya sambil mencubit pinggang Putri.
"permisi mas....Adinda nya ada?" tanya salah seorang remaja lainnya sambil sesekali mencuri pandang pada pria yang kini hanya mengenakan kaos tanpa lengan berwarna coklat dan celana pendek berwarna putih tulang itu,sehingga memperlihatkan otot otot lengan dan gambar gambar ditangan dan kaki kirinya.
"oh...ada di dalam" ucapnya.
"Din...ada yang nyariin.." ucap Adrian setengah teriak.
"siapa?" sahut Dinda dari dalam rumah.Adindapun mengenakan jilbab instannya dan bergegas keluar rumah..
Dan.....
.
.
.
"akkkkkhhhhh....."
Teriakan nyaring itu menggema dari mulut Dinda dan tiga perempuan yang ternyata adalah para sahabat Dinda.
Adrian terjingkat mendengar teriakan dari empat remaja putri itu.Ia mengernyitkan dahinya melihat empat remaja yang berpelukan sambil loncat loncat tersebut.Sepersekian detik kemudian ia tertawa geli sambil menggeleng kan kepala nya melihat tingkah istri kecilnya itu.Chika,Naya,dan Putri adalah sahabat sabahat Dinda di sekolah lama Dinda.Mereka yang mendengar kabar kepulangan Adinda dari warga sekitar tempat tinggal Dinda pun langsung berinisiatif mengunjungi sang sahabat yang sudah berbulan bulan hilang tanpa kabar tersebut.
"Dinda....kangen...." ucap seorang remaja putri bernama Naya.
"aku juga.."ucap Adinda.
" kamu kemana aja sih Din....tiba tiba ilang ndak ada kabar..."
"iya....aku kira kamu udah pindah alam Din..." ucap Putri nyeletuk
"husss...!" ucap Naya sambil memukul pundak Putri
"bercanda Din...." ucap Putri cengengesan.
"aku kangen sama kalian..." ucap Dinda sambil merentang kan tangannya.
Keempat sahabat itu pun saling berpelukan bak teletubbies.
"masuk yukk.....kita ngobrol di dalam" ucap Dinda.
Ketiga remaja itupun mengangguk,tiba tiba....
"eh Din...sebentar.." ucap Putri sambil menahan tangan Adinda.
"ada apa Put?"
"itu siapa...ganteng e rek..." ucap Putri berbinar
(itu siapa....gantengnya...)
"nanti aku ceritain...masuk dulu yuk.." ucapnya.
__ADS_1
Adinda pun mengajak para sahabat nya itu.Dinda menarik tangan Putri,sahabat nya yang paling nyleneh yang kini melambaikan tangannya pada Adrian dengan tatapan penuh kekaguman.Adrian pun membalas lambaian tangan itu sambil tersenyum lebar.
Uuuggghhh.....mas mafia jadi idola dedek dedek gemesh🤣🤣
Adinda mengajak masuk para sahabat nya itu,merekapun duduk di sofa ruang tamu tersebut.
"Din...kamu kemana aja selama ini..." tanya Chika.
"ceritanya panjang...bingung mulainya darimana...yang penting aku udah balik..." ucap Adinda.
"kamu tahu nggak...kita itu udah nyariin kamu kemana mana...tapi nggak ada hasil...sampai lapor polisi segala" ucap Naya mengimbuhi.
"iya Din....kita kira kamu diculik...trus di sandera...trus di gituin....kayak di film film itu..." ucap Putri.
Adinda terkekeh...
"eh Din...pertanyaan ku belum kamu jawab lo...." ucap Putri lagi.
"pertanyaan apa?"
"itu tadi siapa?cowok itu...ganteng lo Din"
"itu namanya mas Adrian...dia........"
ucapan Adinda terhenti saat seorang anak kecil keluar dari dalam kamarnya dengan boneka hello Kitty di tangan.
"mamaa......." ucap Nabila sambil mengucek matanya,sepertinya gadis itu baru saja tertidur.
Sontak saja,mata ketiga remaja putri itu menatap tajam ke arah gadis kecil itu.
Nabila yang masih dalam kondisi mengantuk itu mendekati Adinda.
"mama...." ucapnya
"MAMA???" ucap ketiga remaja itu bersamaan.
"ma...papa mana?"
"PAPA???" ucap para remaja itu lagi.Mereka melongo mendengar ucapan Nabila dan Adinda.
Nabila tak peduli dengan para remaja itu,ia berlari menuju teras mendekati sang papa yang sedang duduk disana.
Chika,Naya dan Putri menatap penuh selidik pada Adinda,membuat Adinda merasa tidak nyaman.
"ka...kalian kenapa liatin aku begitu?" tanya Adinda.
"Din....kamu....anak kecil itu......." ucap Chika mencoba menyelidiki.
Adinda menunduk.
"dia anakku...."
"APA...???!!!"
"kok bisa?"
"kapan hamilnya...kok udah segede itu?"
"kamu nikah?"
"sama siapa?"
"kapan?"
"dimana?"
"kok nggak ngundang kita?"
Pertanyaan bertubi tubi itu dilayangkan oleh Chika,Naya ,dan Putri membuat Adinda pusing sendiri mendengarkan nya.
"satu satu dong nanya nya...." ucap Dinda.
__ADS_1
"Din...jelasin.." ucap Chika dengan mode serius,disambut anggukan oleh sahabat nya yang lain.
Adinda menarik nafas panjang....
"oke....jadi gini.............................."
Adinda mulai menjelaskan,sebuah penjelasan bohong seperti yang ia ceritakan pada ibunya.Ya....Adinda belum siap untuk menceritakan tentang kisah pertemuan nya dengan Adrian.Ia terlalu takut dengan respon orang orang jika tahu siapa suaminya itu sebenarnya.Akan lebih baik jika mereka tidak tahu tentang Adrian.Toh suaminya itu sudah berubah sekarang,anggap saja cerita mereka adalah masa lalu yang tak perlu untuk dibahas lagi.Kini adalah waktu untuk mereka saling memperbaiki diri.Membenahi kesalahan yang sudah sudah dan memulai kehidupan yang baru yang lebih tenang.
Sedangkan untuk sang ibu,Adinda bertekad untuk tetap memberitahu yang sebenarnya,tapi tidak sekarang,mungkin suatu saat nanti.Semoga saja belum terlambat.
"jadi....kamu sudah menikah?dengan laki laki tadi?dan bocah tadi...itu anak angkat kalian?" tanya Chika memperjelas setelah Adinda selesai bercerita.
Adinda mengangguk.
Chika menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa,ia begitu terkejut mendengar kisah sahabatnya itu.
"Din...gimana perasaan kamu sekarang?" tanya Naya.
"maksudnya?"
"apa kamu cinta sama suami kamu?seperti nya usia nya jauh diatas kita Din...apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu?"
Adinda tersenyum...
"suami ku baik banget Nay....aku bahkan disekolah in sama dia...nih buktinya..." ucap Adinda sambil menunjukkan buku buku pelajaran yang masih berada di atas meja itu.
"penampilannya Din....kayak bukan orang baik baik" ucap Naya sepelan mungkin agar tak terdengar oleh Adrian yang berada di teras.
"nggak kok Nay....penampilan nya emang gitu...tapi aslinya dia baik banget kok..." ucap Adinda.
"kita ikut seneng deh Din...kalau kamu bahagia...semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan kalian" ucap Chika.
"amin..." ucap Adinda.
"eh Din....gimana rasanya punya suami bule?" tanya Putri kepo.
"gimana apanya?ya nggak gimana gimana.." jawab Adinda.
"badannya aja gede gitu...apalagi yang lainnya..." ucap Putri.Sahabat Dinda yang satu ini memang pikiran nya suka kemana mana.
"yang lainnya tuh maksudnya apanya Put?" tanya Chika mancing mancing.
"itunya...."
"apanya?" tanya Chika lagi sambil menahan tawa.
"itu...apa sih Din...itu...jelasin dong..."
"jelasin apa?"tanya Dinda.
" yang itu....kamu kan udah nikah..pasti tau.."
"tau apa?"
"ituu....."
"astaghfirullah haladzim....kalian tuh ya...kita tuh masih kecil nggak boleh ngomongin yang kayak gitu gitu" ucap Naya.Memang diantara mereka Naya lah yang paling alim,Putri yang paling nyleneh,Dinda yang paling ganjen,dan Chika yang agak tomboy.
"tuh...dengerin ustadzah..." ucap Chika.
"yee...yang masih kecil mah kita bertiga....Dinda mah udah tua...orang dia udah nikah...weeeeekk" ucap Putri meledek.
"ooo....asem koen..." ucap Dinda sambil melempar pulpen yang berada di atas meja kearah Putri.
Ke empat sahabat itu pun saling bercanda ria.Melepaskan kerinduan mereka yang sudah berbulan bulan tak bertemu.
...----------------...
RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR MAN TEMAN...😘😘😘😘
KASIH LIKE VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK LAAAHHHH🥺🥺🥺🥺🥺🥺***
__ADS_1