Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
71


__ADS_3

Malam hari...


22:00


Lampu lampu dirumah kecil itu sudah mulai dipadamkan.Setelah pulang dari pengajian sore tadi,Bu Lastri langsung menuju kamarnya untuk istirahat.Hingga saat ini wanita paruh baya itu belum mau berbicara dengan Dinda dan keluarga kecilnya.Wanita itu seolah menghindari anggota baru di keluarga nya terebut.


Sedangkan Adinda kini tengah berada di dalam kamar bersama anak dan suaminya.Nabila sudah terlelap di pojok kasur sambil memeluk hello kitty.Sedangkan Adrian yang berada di tengah tengah antara istri dan anaknya itu kini tengah rebahan dengan kedua tangannya sebagai bantal.Disampingnya,Adinda tidur dalam posisi miring dengan lengan kiri yang ia gunakan untuk menyangga kepalanya.


"Din...."


"hmm..." ucapnya sambil memainkan jari jarinya di wajah Adrian.


"menurut kamu kita harus gimana biar ibuk mau menerima pernikahan kita?" tanyanya.


Adinda tak menjawab,ia seolah berfikir.


"apa aku kasih uang aja Din....sebagai permintaan maaf atas semua kesalahan ku"


"jangan mas.....sampai sekarang ibuk belum tau tentang cerita kita yang sebenarnya"


"kenapa?" tanya Adrian heran sekaligus kaget


"aku nggak tega mas....denger aku nikah aja ibuk udah drop,apalagi kalau tau tentang cerita kita yang sebenarnya" ucap Adinda dengan jemari yang menyusuri tiap inchi wajah tampan itu.


"tapi biar gimana pun ibuk harus tau Din...kan kamu sendiri yang bilang,kita mulai semua dari awal,kita perbaiki bareng bareng.Aku nggak mau ada yang ditutup tutupi lagi" ucap Adrian.


"aku tahu sayang....tapi nggak sekarang...aku khawatir sama kondisi ibuk.Untuk sementara biar ibuk nggak tahu dulu.Nanti kalau ibuk udah bisa nerima kamu sama Nabil..baru kita ngomong yang sebenarnya sama ibuk" ucap Adinda.


Adrian tersenyum mendengar ucapan Adinda.Bahkan wanita itu masih bersedia melindunginya setelah segala bentuk penyiksaan yang pernah ia berikan padanya.Adrian semakin bangga memiliki wanita cantik itu.Adrian menggerakkan tangannya,meraih tangan mungil yang sedari tadi bermain main di wajahnya.Ia mengecup punggung tangan sang istri.


"aku bangga punya istri kayak kamu" ucap Adrian.


Adinda hanya tersenyum.

__ADS_1


Adrian kembali beraksi,tangan bertato itu tergerak membuka kancing daster piyama milik sang istri.


"mas...ada Nabil....kalau dia bangun gimana?"


"dia pasti bangun...dia mah rese' banget Din....seneng banget gangguin orang lagi seneng seneng" ucap Adrian sambil terus membuka kancing yang berjejer rapi dari atas hingga bujung bawah daster motif minion itu.


Kancing itu pun terlepas semua.Adrian memeluk tubuh ramping itu dan membimbing nya untuk berpindah posisi.Kini Adinda berada di tengah tengah,sedangkan Adrian di pinggir kasur.Adrian melepas kaos dan celananya,lalu menarik selimut guna menutupi tubuh nya dan tubuh Dinda yang sedah setengah te**njang.


Adrian tidur miring dengan satu lengan untuk menopang kepalanya,sedangkan Adinda kini berbaring sambil menatap manja ke arah sang suami.


"dah...gini aja...biar nggak ribet kalau anak kamu bangun" ucap Adrian.


"terserah kamu aja.." ucap Dinda.


"nurut banget sih...suka ya?" tanya Adrian menggoda


"he'eh" ucap Adinda sambil senyum senyum,mulai keluarlah sifat manjanya kalau lagi berdua gini.


Adrian menatap nakal sang istri.Tangannya mulai bergerilya bermain main dibawah sana,menelusup ke sebuah gundukan berbalut gstring itu.


"yang mana aja" ucapnya sambil tak henti mengulum senyum.


Adrian menarik tangannya dari bawah sana,lalu meraih tangan putih Adinda dan menempelkan nya di dada bidang miliknya.


"yang ini gimana?"


"suka..." ucapnya


Adrian kembali menuntun tangan itu menuju perut sixpack nya.


"yang ini?"


"suka.."

__ADS_1


Kadua tangan itu kembali bergerak turun,Adrian membimbingku tangan sang istri untuk menyentuh sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.


"ini?" tanya Adrian dengan tatapan nakal.


Adinda mengulum senyum sambil menatap Adrian dengan dengan malu malu.


"lumayan..." ucapnya.


"cih....lumayan..." ucao Adrian sambil tertawa.Adinda pun ikut cekikikan.


"bilang lumayan tapi berisik banget kamu kalau dia lagi on" ucap Adrian.


Adinda menatap sang suami dengan tatapan menggoda.


Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Adinda.Kemudian ia mulai mengecup bibir mungil kesukaannya itu dan me**matnya.Pergulatan lidah pun tak terhindarkan.Adrian mengarahkan tangan Dinda menyentuh bagian tubuhnya yang mengeras.Lalu tangan besarnya kembali menjelajahi setiap inchi tubuh berkulit putih mulus itu.


Mereka pun hanyut dalam permainan mereka.Sepasang suami istri yang kini tengah berjuang untuk mendapatkan restu dari ibunda sang istri itu pun menghabiskan malam panjang mereka dengan pergulatan panas di bawah selimut yang menutupi tubuh mereka.


Sementara itu...


Di kamar sebelah....


Kamar bu Lastri.Wanita itu tak sengaja mendengar suara cekikikan dari kamar sebelah.Meskipun ia tak tahu betul apa yang terjadi di kamar sang putri,namun sesekali ia dapat mendengar suara Dinda dan Adrian yang saling melempar tawa.


Entahlah...bagaimana perasaan wanita itu sekarang.Dalam hatinya ia masih belum rela sang putri menikah dengan laki laki yang terkesan berpenampilan berandalan menurut nya itu.Tapi jika dilihat,sepertinya Adinda begitu bahagia di samping suaminya itu.Lalu apa yang harus ia lakukan?bagaimana ia harus mengambil sikap.Sedari dulu ia berharap,Adinda akan tumbuh menjadi anak solehah yang bisa dibanggakan,itu sebabnya ia dan suami selalu mengajarkan nilai nilai agama dalam diri Adinda,memasukkannya ke sekolah islam agar anak semata wayangnya itu menjadi muslimah yang taat.Menjadi murid berprestasi dan memiliki masa depan yang cemerlang.Menikah dengan laki laki baik yang dapat membimbingnya menuju jalan yang lurus,mengajak sang putri semakin mendekatkan diri pada yang Maha Segalanya.


Ya...seperti itulah impian setiap orang tua bukan?


Tapi kini....Adinda memilih menikah tanpa ijin dengan laki laki yang tak jelas latar belakangnya.Memang jika dilihat dia adalah pria yang mapan.Namun bukan itu yang Bu Lastri harapkan.Ia lebih menyukai laki laki yang tidak neko neko dan berperilaku baik.Sedangkan Adrian,dilihat dari penampilan nya dan keputusannya menikahi anaknya tanpa meminta restu darinya saja ia sudah bisa menyimpulkan bahwa dia bukan laki laki yang baik.Jika dia laki laki yang baik harus nya datang ke orang tua Dinda baik baik.Minta ijin dengan cara baik baik,kalaupun tidak sempat harusnya ia bisa menghubunginya dan meminta restu.Sesulit itukah keadaan waktu itu hingga sekedar menelfon saja tak ada waktu?toh...orang tua Dinda masih hidup.Belum mati....!!


Bu Lastri sungguh sangat kecewa dengan sang putri dengan laki laki itu.Ia seolah tak rela jika putrinya harus hidup berdampingan dengan pria itu.Tapi mau bagaimana lagi,mereka terlanjur menikah.....


...----------------...

__ADS_1


***ADUUUHHH....GIMANA NIH....DI RESTUIN NGGAK NIH....???


KASIH LIKE VOTE & HADIAHNYA YAH.......KITA LANJUT LAGI HARI INI....😘😍😍😍😍😍***


__ADS_2