
Adrian menggerakkan tangannya membuka kotak tersebut.Dan......
"aaakkkkhhhh.....!!!"
"hooooeeeeekkkk.......!!!!"
Adrian melempar kotak itu hingga jatuh ke a
lantai.Sedangkan Adinda secara reflek bergerak mundur sambil memalingkan wajah.Seketika itu juga ia merasa mual.Satu potong kepala anj*ng dengan berlumuran darah yang masih segar berada di sana.Tak hanya itu.Ada foto Adrian,Dinda dan Nabila yang disilang dengan tanda warna merah entah itu dengan darah atau apa tak ada yang tau.
"BANGS*T...!!!!" umpat Adrian dengan raut wajah penuh amarah.
Adrian menoleh ke arah Adinda yang ketakutan.Ia mendekati wanita itu.
"mas....itu dari siapa?aku takut....hikss..." ucap Adinda sambil menangis.
Adrian memeluk wanita kesayangannya itu,mencoba memberikan ketenangan pada Adinda yang kini gemetar ketakutan.
"mas....hiksss...." ucapnya sambil terus menangis dalam dekapan Adrian.
"sstt..udah...nggak apa apa..."
"itu siapa?aku takut..." ucapnya.
Adrian terus memeluk tubuh Adinda.
"Nabil.....Bil...." ucap Adrian setengah teriak memanggil Nabila yang berada di dalam kamarnya.
"iya pa...." Nabila keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah setelah mandi
"ambilin hp papa nak..." ucap Adrian.
"iya pa...bentar..." ucap Nabila kemudian kembali ke dalam kamar untuk mengambil ponsel milik Adrian.
Nabila keluar kamar dan bergegas menuruni tangga berniat untuk menyerahkan ponsel sang papa,namun tiba tiba Nabila menghentikan langkahnya.Matanya membola dengan mulut yang terbuka melihat seonggok kepala an*ing berlumuran darah yang tergeletak di lantai.
"Nabil...jangan diliatin nanti kamu mual" ucap Adinda yang masih dalam pelukan Adrian.
__ADS_1
Nabila meletakkan ponsel papanya di atas meja makan.Ia kemudian mendekati kepala an*ing tersebut dan mengamati nya.
"Nabiiilll....!!!" ucap Adinda.Alih alih takut,Nabila justru penasaran dengan kepala binatang yang berlumuran darah itu.Nabila hendak meraih kepala itu namun...
"Nabil jangan dipegang..!jijik..!" ucap Adrian.
"Nabil penasaran pa...." ucap Nabila.
"Bil...jangan...!" ucap Adrian tegas.Gadis kecil itu sepertinya akan tumbuh menjadi wanita yang out of the box.
Adrian melepaskan pelukannya pada Adinda,ia kemudian meraih ponselnya berniat untuk menghubungi Bram...salah satu anggota polisi yang menangani kasusnya.
tuuutttt....tuuutttt.....
"halo.." ucap Bram
"keluarga ku di teror" ucap Adrian langsung pada intinya dengan suara dingin.
"apa?"
"jaga bicaramu Adrian..kau lupa sedang bicara dengan siapa?" ucap Bram tidak kalah.
Adrian tersenyum sinis.
"kau yang lupa dengan siapa kau bicara....aku memegang kartu matimu Bram....sekali aku bergerak...ku pastikan hidupmu akan hancur" ucap Adrian mengancam.
Bram menghela nafas panjang di seberang sana.
"baiklah....aku minta maaf...minggu depan aku akan mengirim orang untuk mengawasi rumahmu......"
"sekarang..." ucap Adrian memotong.
"ayolah....kau tidak bisa seenaknya meminta ini itu pada polisi"
"aku meminta padamu...bukan meminta pada polisi..!sudah ada yang berani mengirim teror ke rumahku...!kau pikir aku bisa tenang sekarang..!nyawa anak dan istriku bisa jadi taruhannya...!!" ucap Adrian keras.
"aku minta kirim orang mu sekarang....!aku tidak suka menunggu lama lama..!" ucap Adrian kemudian mematikan sambungan telfonnya.
__ADS_1
Adrian benar benar dibuat khawatir sekarang.Jika hanya dirinya mungkin ia tak akan masalah.Tapi ini ada Dinda dan Nabila yang ikut terseret.Dan ia tak selalu bisa bersama dua wanita ini selama dua puluh empat jam full.Itulah ketakutan Adrian.Tak ada yang bisa menjaga Dinda dan Nabil sepenuhnya.
...****************...
Sementara di tempat lain...
Di tepi sebuah pantai berpasir putih yang masih jarang terjamah manusia.Seorang nelayan baru pulang dari melaut.Dengan jaring ditangannya ia melangkah gontai lantaran tak mendapatkan hasil apapun hari ini.
Pria bercaping itu bergegas untuk pulang setelah dua hari berada di tengah laut namun tak membuahkan hasil.Dengan lelehan keringat yang membasahi keningnya pria yang tak bisa berjalan normal alias pincang itu melangkah menuju gubuk reyotnya yang hanya ia tempati seorang diri.
Namun baru beberapa langkah ia berjalan.Tiba tiba matanya difokuskan pada seonggok benda yang berada di tepi pantai disana.Bentuknya seperti tak asing.Laki laki itu kemudian berjalan mendekati benda tersebut dengan terseok seok.Ketika ia mendekat.
"ASTAGFIRULLAH HALADZIM...!!!!" pekiknya.
Pria itu meraih benda yang ternyata adalah sesosok manusia.Laki laki itu pun berjongkok.Membalikkan tubuh manusia yang ternyata adalah seorang anak laki laki berusia kurang lebih tiga belas tahunan.Tubuhnya basah kuyup dan dingin.Sedangkan wajahnya terlihat begitu pucat.Sepertinya bocah ini terdampar atau terseret air laut.
"nak...bangun nakk...." ucap pria itu sambil menepuk nepuk pipi sang bocah namun tak ada respon.
Pria tersebut meletakkan jari telunjuknya di bawah lubang hidung bocah tersebut.Masih bernafas.Itu artinya ia masih hidup.Pria itu lalu menempelkan telinganya di dada sang bocah,jantungnya pun masih berdetak.
Ya....dengan susah payah pria itupun bangkit.Ia mencoba menggendong bocah tersebut dengan susah payah lalu membawanya masuk ke dalam gubug reyotnya yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
...----------------...
***EEHHHH.....JAM SEGINI UDAH DUA BAB AJA....
RAJIN BENER OTHORNYA😁😁😁😁
NAMBAH LAGI NGGAK NIH???
CRAZY UP NGGAK NIH???
KASIH DUKUNGAN DULU.....
VOTE HADIAH LIKE DAN KOMENNYA BANYAKIN DULU....
KALO BANYAK TAR MALEM OTHOR UP LAGI🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳😟***
__ADS_1