
Allahu Akbar.....Allahu Akbar......
Suara adzan subuh menggema memecang keheningan malam.Wanita cantik itu keluar dari kamar mandi rumahnya dengan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.
ceklekk.....
Pintu kamar Bu Lastri terbuka,wanita paruh baya itu keluar dari kamarnya dengan mukenah yang membalut tubuhnya.
"buk.....ibuk mau ke masjid?" tanya Dinda.
Bu Lastri tak menjawab,ia hanya menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi.
"buk....tunggu..." ucap Adinda sambil berlari menyusul ibunya yang hendak membuka pintu rumah.Bu Lastri pun menghentikan langkah nya.
"ibuk nggak jualan hari ini?"
Bu Lastri menggelengkan kepalanya.
"kenapa buk?" tanya Dinda.
Bu Lastri membuang wajah,mengedarkan pandangannya ke segala arah,tak mau melihat ke arah sang putri.
"ibuk belum punya modal" ucapnya kemudian pergi menuju masjid yang ada di dekat rumahnya
Adinda terdiam.Apa maksudnya?ibunya tidak punya modal untuk jualan soto lagi?kenapa?apa ibunya sedang kesulitan ekonomi sekarang.
Yah....Adinda bahkan tidak tahu tentang hal itu lantaran sang ibu yang belum mau duduk berdua dengannya setelah ia menjelaskan tentang pernikahannya kemarin.
Adinda menghela nafas panjang,ia harus lebih bersabar lagi untuk menyatukan Adrian dan ibunya.
Wanita itu bergegas menuju kamarnya.Dilihat di sana Adrian masih terlelap dengan bertelanjang dada memeluk sang putri kecil yang tidur terlentang.
Adinda duduk di tepi kasur itu.
"Bil....bangun sayang....kita sholat subuh dulu yuk..." ucap Adinda sambil menggoncang pelan tubuh Nabila.
Nabila hanya menggeliat.
"bangun nak...sholat subuh dulu sama mama" ucap Adinda.
Nabila mulai mengerjabkan matanya.Ya....Adinda selalu menanamkan nilai nilai agama dalam diri Nabila.Meskipun terkadang gadis kecil itu sering bertanya,kenapa hanya dia dan mamanya yang sholat,tapi papa nya tidak pernah.Adinda selalu menjawab untuk Nabila mendoakan sang papa semoga mau ikut sholat dengannya.Nabila pun juga pernah mengajak Adrian solat bersama namun Adrian selalu menjawab...nanti,atau sudah tadi.
Hmmmhhh.....cepet cepet tobat deh Adrian biar lancar dapat restunya😪
Nabila bangun dari tidurnya.
"papa nggak sholat lagi ma?" tanya Nabila yang masih mengantuk.
Adinda hanya tersenyum.
"cuci muka trus ambil wudhu dulu sayang...kita sholat berdua ya..."
"iya ma...." ucap Nabila.
__ADS_1
Gadis kecil itupun segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil wudhu.Adinda pun menyiapkan sajadah dan mukenah untuknya dan Nabila.
Tak butuh waktu lama,Nabila datang dengan wajah yang lebih segar.Ibu dan anak itupun segera menjalankan kewajiban mereka sebagai umat muslim.Tanpa mereka sadari,sepasang netra hijau itu mengamati pergerakan mereka.Adrian yang tak merubah posisi tidurnya itu tersenyum melihat anak dan istrinya itu beribadah dengan khusyuk.
Lalu bagaimana dengan dirinya?
Entahlah....Ia merasa sudah tersesat terlalu jauh dari Tuhannya.Rasanya sudah tak mungkin untuk dia menemukan jalan untuk kembali pada Sang Pemilik Hidup.Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia bersimpuh di atas sajadah melaksanakan kewajiban lima waktunya.
Adrian hanya tersenyum melihat aktifitas sang istri dan anak.Ingin rasanya ia untuk turut bersama mereka,namun rasanya ia terlalu kotor bahkan hanya untuk sekedar menyentuh sajadah.
Ingatlah,sudah berapa ratus bahkan ribuan kejahatan yang pernah ia lakukan dengan tangannya.Membunuh,menculik,memperk*sa,menjual wanita,menguliti,mengambil paksa organ dalam dan bahkan menjualnya.Sungguh....ia merasa tangan itu sudah tak layak untuk menyentuh benda benda suci itu.
"papa...."
suara Nabila berhasil menyadarkan lamunan Adrian.Ternyata dua bidadarinya itu sudah selesai dengan ibadah mereka.
Adrian tersenyum.Ia pun bangun dari tidurnya.Nabila melepas mukenah nya dan berlari menuju sang papa.
"Nabil....kalau abis sholat diberesin dulu nak..." ucap Adinda sambil melipat mukenah dan sajadah nya.
"iya ma.." ucap Nabila menurut.
Nabila pun kembali mendekati Adinda lalu melipat mukenah dan sajadah nya.
Adrian bangkit,
"papa mau kemana?" tanya Nabila.
"cuci muka sayang...." ucap Adrian sambil melangkah keluar kamar.Baru saja ia sampai di depan pintu kamar,ia berpapasan dengan Bu Lastri yang baru pulang dari masjid.
"buk...baru..pulang dari...masjid?" tanya Adrian gugup mencoba berbasa basi.
Bu Lastri tak menjawab,ia hanya mengangguk sambil menatap laki-laki itu dari atas sampai bawah.Wanita itu kemudian pergi dari tempat tersebut menuju kamarnya.
Adrian menghela nafas panjang.
Sabar......sabar Dri....ini ujian demi mendapatkan restu mertua...😝
Pria bertato itu kemudian munuju kamar mandi untuk cuci muka.
Sementara di dalam kamar.
"Nabil....Nabil mau nggak bantuin mama..."
"bantuin apa ma..."
"bantuin beresin kamar sama nyapu rumah ya....mama mau beli sayur,abis itu bikin sarapan" ucap Adinda.
"beli sayur nya di mana ma?"
"tukang sayur....tuh...di deket situ" ucap Adinda.
"aku boleh ikut nggak ma?aku mau ikut beli sayur,nanti janji deh...abis beli sayur aku pasti beresin rumah" ucap Nabila.
__ADS_1
Dinda tersenyum...
"boleh....tapi nanti ya...kalau tukang sayurnya udah lewat" ucapnya kemudian.
"oke ma...."
Adrian masuk ke dalam kamar.
"lari pagi yuk..." ucap Adrian pada Dinda dan Nabila.
Ia yang terbiasa olah raga tiap hari merasa tubuhnya kaku lantaran dari kemarin ia tak melakukan aktifitas apapun.
"ayok pa....aku mau ikut" ucap Nabila.
"ya udah....kamu sama papa aja ya...biar mama dirumah sama nenek"
"iya ma..."
"ayo pa...tapi larinya jangan cepet cepet ya pa..." ucap Nabila.
"oke..." ucap Adrian sambil mengenakan hoodienya.
Ayah dan anak itupun bergegas keluar rumah untuk lari pagi.Sedangkan Dinda,wanita bersuami itu kini bergegas menuju dapur untuk melakukan aktifitasnya sebagai seorang istri,ibu,sekaligus anak.
Adinda hendak menyalakan kompornya,tiba tiba....
"seharusnya sekarang itu kamu masih fokus belajar ndok...kamu ndak perlu repot repot ngurusin kebutuhan laki laki dan anak kecil itu" ucap Bu Lastri yang kini duduk di kursi meja makan.
Adinda menoleh ke arah sang ibu.
"harusnya sekarang itu kamu fokus belajar,karena sebentar lagi kamu ujian,dan kamu akan meraih cita cita yang sudah lama kamu impikan.Bukannya malah jadi ibu rumah tangga seperti ini" ucapnya lagi.
Adinda menunduk.
"ibuk....sekali lagi Dinda minta maaf.....Dinda tahu ini menyakitkan buat ibuk.Dinda udah mengecewakan ibuk.Dinda salah....Dinda minta maaf buk..." ucap Adinda.
Adinda meraih tangan sang ibunda.
"tapi Dinda mohon...restui pernikahan kami buk.Kami datang kesini hanya untuk meminta restu ibuk.Kami tau,jalan yang kami tempuh ini salah,makanya kami kesini untuk menebus itu..."
"kamu telat ndok..!kamu sudah terlanjur melukai perasaan ibuk..!kamu seolah olah ndak nganggap ibuk ini ibukmu..!" ucap Bu Lastri menggebu gebu.
Adinda mulai menangis,ia menjatuhkan dirinya di lantai dapur,ia bersimpuh di hadapan sang ibu sambil mencium punggung tangan ibunya tersebut
"buk...nggak gitu..hiks..." ucap Adinda.Sungguh rasa bersalah menghujam jantungnya saat ini.
"tolong bilang sama Dinda buk....Dinda harus gimana biar ibuk mau menerima anak dan suami Dinda...Dinda bener bener minta maaf buk!Dinda harus gimana biar ibuk mau maafin Dinda...hiks..."
"ndak....ndak usah....ndak usah berbuat apa apa...!nikmati saja hidup kamu dengan suami kamu..!ndak usah pedulikan ibuk..!" ucap bu Lastri menahan air mata,kemudian beranjak pergi dari tempat itu.
Adinda semakin menangis di lantai dapur itu sambil memanggil manggil nama sang ibu yang kini sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci diri di sana.
...----------------...
__ADS_1
***PERJUANGAN MEREKA MASIH PANJANG PEMIRSA....
KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....BIAR OTHOR NYA MAKIN SEMANGAT INIIIHHH😢😢😢😢***