
...****************...
Suatu malam....
Sebuah mobil putih terlihat berhenti di depan rumah mewah berpagar besi tinggi yang tak ber security itu.
Ya...tak ada satpam,tak ada pembantu.Hanya ada tiga wanita beda usia yang menempati rumah yang terletak di salah satu komplek perumahan elite tersebut.
"Din....kamu nggak ada niat nyewa security....kalian bertiga cewek semua lo Din...tinggal di rumah sebesar ini...apa nggak takut?" tanya Marco setelah menghentikan laju kendaraannya.
"kapan kapan mas kalau udah ada uangnya...sekarang kayaknya aku belum mampu bayar security" ucap Adinda.
"aku sewain security mau?kok aku was was Din..." ucap Marco.
"nggak usah mas...mas Marco udah terlalu baik sama aku..."
"tapi Din..."
"insya Allah kami aman kok mas..." ucap Adinda.
Marco menghela nafas panjang.
"ya udah lah terserah kamu..." ucap Marco.
"ya udah...aku masuk ya mas.."
Marco hanya mengangguk....
Adinda pun membuka pintu bergegas untuk turun dari mobil tersebut namun.....
"Din..."
Adinda menghentikan pergerakan nya,ia menoleh ke arah Marco....
"iya mas..."
"satu minggu lagi sidang kasus Adrian...vonis akan dibacakan hari itu...gue harap lo banyak banyak berdoa ya...semoga ada keringanan hukuman untuk suami lo" ucap Marco.
Adinda tersenyum...
"selalu ada nama suamiku di setiap sujudku mas...bahkan setiap tarikan nafas.Aku nggak pernah putus mendoakan mas Adri semoga dia bisa segera pulang dan berkumpul lagi dengan aku dan Nabil" ucap Adinda.
Marco tersenyum tulus...
"Adrian benar benar beruntung punya istri kayak lo Din.." ucapnya.
"gue janji...sebisa gue akan usahain Adrian untuk secepatnya bisa bebas.Kita lagi mencoba mendekati polisi Din...semoga ada jalan keluar..." ucapnya lagi
__ADS_1
"amin..." ucap Adinda dengan senyuman.
"makasih mas...aku nggak tau gimana jadinya kalau nggak ada mas Marco....kamu baik banget mas...." ucapnya.
"gue ikhlas Din...gue seneng kalau kalian bisa kumpul lagi" ucap Marco.
Adinda hanya tersenyum.
"aku masuk mas..." ucapnya lagi.
Marco mengangguk.Dinda pun keluar dari mobil putih tersebut.Marco segera tancap gas meninggalkan tempat itu.
Adinda segera membuka pagar besi itu dengan kunci cadangan yang ia bawa,kemudian bergegas masuk ke dalam rumah mewah yang kini menjadi tempat tinggal nya tersebut.
"assalamu alaikum..." ucap Adinda saat membuka pintu utama.
Sepi,tak ada sahutan.Lampu di lantai bawah bahkan mati.Namun terlihat di lantai atas masih terlihat terang dengan lampu lampu yang menyala.
Adinda menutup pintu rumah bercat putih itu.Ia melangkah pelan menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamar mertua dan anaknya berada.
Saat melewati kamar Bu Ela,Adinda berhenti sejenak.Samar samar ia mendengar suara Nabila dari dalam kamar wanita paruh baya itu.
Adinda mendekati pintu yang tak tertutup rapat tersebut,ia melongok ke dalam,dilihatnya sang putri dan sang mertua tengah bersimpuh di atas sajadah masing masing.Terdengar jelas disana suara gadis kecil itu terisak isak mengucap doa pada sang pencipta.
"Ya Allah...ampuni dosa Nabil....maafin Nabil kalau Nabil salah....kalau Nabil nakal...Nabil minta Ya Allah....tolong pulangin papa Nabil....Nabil sayang papa....Papa yang udah bebasin Nabil dari bang Boim...papa yang udah bantuin bapak waktu bapak sakit di rumah sakit...papa Nabil orang baik Ya Allah....papa bukan orang jahat...hikksss...."
Adinda meneteskan air matanya di depan pintu kamar itu.Hatinya terasa perih mendengar doa sang putri.Begitu juga Bu Ela yang berada di samping Nabila.Ia begitu terenyuh mendengar curahan hati sang cucu.
Bu Ela memeluk Nabila.Mencoba menenangkan hati gadis malang itu.
"Allah pasti mendengar doa kamu nak....papa pasti akan segera bebas" ucap Bu Ela.
"nenek..."
"iya sayang...."
"nenek baik banget sama aku....nenek sayang banget sama aku....nggak kayak nenek yang satunya...dia benci sama aku nek..."
Bu Ela tersenyum....
"nggak ada yang benci sama kamu nak....semua sayang sama Nabila...mungkik saat itu nenek Lastri sedang capek,banyak pikran..jadi banyak emosinya" ucap Bu Ela.
"aku sayang sama nenek Ela aja...aku nggak suka sama nenek Lastri...nenek Lastri juga nggak suka sama papaku..!aku benci nenek Lastri..!" ucap Nabila.
"eeehhh....anak pinter nggak boleh ngomong gitu...semua sayang sama Nabila nak..." ucap Bu Ela.
Nabila masih cemberut dalam dekapan sang nenek.Ingatannya seolah melayang layang pada saat ia masih berada di kampung halaman Adinda.Bagaimana perlakuan sang nenek yang buruk padanya membuat hati gadis kecil itu merasakan sakit dan trauma.Terlebih saat tragedi penangkapan Adrian,betapa wanita itu memaki maki papanya tepat di hadapannya.Semua terekam jelas dalam memori otak gadis malang itu
__ADS_1
"assalamu alaikum.." ucap Adinda masuk kedalam kamar.
"mama...." ucap Nabila.Gadis itu segera bangkit dan berlari menabrakkan tubuhnya pada tubuh Adinda yang baru pulang kerja.
"abis sholat ya anak mama" tanya Adinda sambil menggendong Nabila dan duduk di sisi ranjang disana.
Bu Ela melepas mukenahnya lalu melipatnya dan meletakkan nya di atas meja.
"papa belum mau pulang ma?" tanya Nabila.
"sebentar lagi sayang....doain papa terus ya..."
"mama sama papa bilangnya bentar bentar terus...tapi sampai sekarang nggak pulang pulang" ucap Nabila dengan mata berkaca kaca.
Adinda tersenyum.
"kan Nabila masih bisa ketemu papa tiap hari nak..."
"tapi aku pengen bobok sama papa..."
Bu Ela membelai rambut Nabila.
"sayang...kamu percaya kan kalau Allah itu baik...dan Allah akan selalu mengabulkan doa anak anak baik...Nabila nggak boleh nyerah....Nabila harus bisa meyakinkan Allah kalau Nabila itu anak baik yang sedang meminta papanya untuk pulang...nggak boleh putus doa,harus semangat..harus yakin....biar Allah mau secepatnya mengabulkan doa Nabila..ya sayang ya...." ucap bu Ela mencoba menghibur Nabila.
Gadis itu pun akhirnya mengangguk.Adinda mendekap erat tubuh mungil itu dalam pelukannya.
"ma..."
"iya nak.."
"malam ini Nabil tidur sama nenek ya..." ucap Nabila.
"iya sayang..." ucap Adinda.
Nabila pun kembali memeluk erat ibu sambungnya itu dengan erat.
visual Nabila Brygita Tama
...----------------...
***KOK NGGAM NAMBAH NIH HADIAHNYA....😢😢😢😢
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE NYA JUGA YA....
__ADS_1
BANTU ADRIAN AGAR SECEPATNYA KELUAR DARI PENJARA DENGAN DUKUNGAN DUKUNGAN KALIAN MELALUI LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰🥰🥰🥰***