Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story87


__ADS_3

03:00 dini hari....


Di ruang tamu rumah sederhana kediaman bu Lastri...


Usai melaksanakan tahajud bersama sang istri,laki laki itu kini terlihat duduk merenung di sofa ruangan yang tak terlalu luas itu sambil menikmati rokoknya.Raut wajah nya datar tanpa ekspresi.Pandangannya menerawang lurus ke depan menatap dinding tembok putih yang menjadi penyekat antara ruang tamu dan kamar Nabila itu.


Sayuk sayuk dari dalam kamarnya terdengar lantunan ayat ayat suci Al Quran dari mulut mungil Adinda,terdenhar merdu menenangkan hati siapapun yang mendengarnya.


ceklek....


pintu kamar Angkasa terbuka.Remaja itu keluar dari dalam kamar dengan muka bantalnya,rambutnya acak acakan dengan mata menyipit yang masih belum terbuka sepenuhnya.


"papa.." gumamnya.Remaja itu kemudian berjalan menuju kamar mandi rumah sederhana itu berniat buang air kecil yang sudah tak tertahankan.


Selesai dari kamar mandi,Angkasa bergegas mendekati sang papa lalu duduk di sampingnya.


"pa..." ucap Angkasa berhasil mengagetkan Adrian yang tengah melamun.


"ehh....dek...kok kamu disini?" tanya Adrian kaget.


"papa yang ngapain disini jam segini?papa nggak tidur?" tanya Angkasa sambil mengamati wajah sang ayah yang terlihat berbeda,ada raut kesedihan yang berusaha ditutupi oleh laki laki itu.Sesuatu yang sangat jarang Angkasa lihat.


Adrian tersenyum,


"papa nggak ngantuk" ucap Adrian.Ia kembali mengarahkan pandangannya lurus ke depan sambil kembali menghisap rokoknya.


Angkasa terdiam sejenak...


Entah kenapa ia juga ikut merasakan sedih melihat papanya.Seperti ada penyesalan yang teramat dalam pada laki laki itu.


"pa....." ucap Angkasa.


Adrian menoleh...


"ya...."


"kenapa papa ngelakuin itu?bukannya membunuh orang itu dosa besar pa?" tanya Angkasa pelan begitu polos.


Adrian menoleh ke arah sang putra,


"dek...papa minta maaf....papa udah bikin kamu kecewa..." ucap Adrian tulus.


"papa tau papa salah...papa sudah memberikan contoh yang buruk buat kamu dan kakak...."


Tangan bertato itu lantas tergerak mengusap kepala sang putra...


"suatu saat....ketika kamu sudah dewasa...kamu akan mengerti....ada kalanya seorang laki laki akan berbuat melampaui batasan ketika orang orang tersayangnya diusik..."


"termasuk membunuh pa?" tanya Angkasa lagi.


Adrian tersenyum...

__ADS_1


"untuk papa...iya......tapi.....jangan jadikan ini contoh dan pedoman dalam hidup kamu dek..."


"apa yang papa lakukan ini salah...suatu saat,ketika kamu sudah tumbuh dewasa,kamu harus bisa jadi lebih baik dari papa...."


Angkasa terus menatap lekat wajah laki laki itu.


"pa..." ucap Angkasa.


"ya...."


"Angkasa nggak tau...apa yang sebenarnya terjadi..bahaya macam apa yang mengintai keluarga kita....Angkasa juga nggak tau...siapa pamannya kak Zev dan punya masalah apa sama kita...."


"nggak tau kenapa....Angkasa justru merasa bangga jadi anak papa....bukan berarti Angkasa membenarkan tindakan papa....enggak..!itu tetep salah....!"


"tapi Angkasa bangga....punya seorang papa yang rela melakukan apapun demi keselamatan keluarga nya...bahkan papa rela melakukan sebuah dosa demi melindungi dan menjaga aku mama sama kak Nabil...aku bangga pa..." ucap Angkasa.


Adrian terenyuh.


"Angkasa nggak peduli orang orang bicara apa tentang papa....biar dosa dan pahala itu jadi urusan Allah...Allah yang Maha tau maksud dan tujuan papa melakukan itu....sebagai seorang anak....Angkasa cuma bisa bilang...papa semangat ya....jangan berhenti berbuat baik dan berdoa...jika Allah mencatat perbuatan papa ini sebagai dosa,semoga Allah mengampuninya...dan jika Allah mencatat ini sebagai amal kebaikan...semoga pahala berlimpah Allah berikan pada papa...Angkasa sayang sama papa.." ucap remaja tanggung itu.


Adrian mengembun,tangan bertato itu tergerak memeluk sang putra erat.Sungguh.....keluarga nya adalah segalanya bagi Adrian.


Sedari kemarin Adrian tak bisa tidur.Bukan apa apa...ia hanya takut anak anaknya kecewa padanya dan memusuhinya.Karena tak ada yang lebih memilukan bagi laki laki itu selain membayangkan keharmonisan keluarga nya hancur karena ulahnya sendiri.


Adrian memeluk putra nya itu begitu erat,seolah ada setitik rasa lega dalam dirinya mendapati respon sang putra yang seolah mengerti maksud dan tujuannya melakukan hal kotor itu.


"makasih sayang" ucap Adrian.


Kedua ayah dan anak itupun saling memeluk erat,Adinda yang mengintip dari balik pintu kamar pun tak bisa menahan haru.


...****************...


06:00


Mentari mulai naik dan memancarkan sinar terangnya.


Di dalam dapur rumah itu,


Angkasa dan Adrian tengah sibuk berada di dapur,mengolah sarapan untuk keduanya serta Nabila yang masih berada di dalam kamar mandi.Sedangkan Adinda sudah berangkat ke pasar menyusul ibunya jualan diantar Adrian tadi.Keakraban terasa jelas disana.Sambil tertawa dan mengobrol santai,dua pria beda generasi itu nampak begitu kompak mengolah berbagai bahan makanan disana.


Ceklek...


pintu kamar mandi terbuka,Nabila yang sudah segar keluar dari dalam sana saat Angkasa dan Adrian sudah selesai menata sarapan di atas meja makan.


"pagi sayang....sarapan dulu kak" ucap Adrian sambil tersenyum.


Nabila mendekat sambil tersenyum kaku...


"pa...Angkasa mandi dulu ya....keringetan..." ucap Angkasa sambil mencoba mengendus ketiaknya sendiri.


Adrian tersenyum lalu mengangguk.Remaja itupun segera menuju kamar mandi yang berada tak jauh dari dapur rumah itu.

__ADS_1


Kini tinggal Nabila dan Adrian yang berada di dapur itu.


"mau di bikinin teh kak?" tanya Adrian.


"nggak usah pa...Nabil bikin sendiri aja" ucap Nabila.


Adrian hanya tersenyum.Laki laki itu kemudian meraih beberapa piring di rak dan menatanya di atas meja...


"pa...." ucap Nabila.


Adrian pun menatap gadis nya itu,


"ya...."


Nabila bangkit,mengitari meja makan,mendekati Adrian lalu....


seet....


Nabila memeluk tubuh kekar itu dengan erat.


"makasih pa...." ucap Nabila menangis.


Adrian terdiam...


"makasih....papa udah rela melakukan apapun demi keluarga kita..." ucap Nabila sesenggukan.


"aku sayang sama papa...hiks...aku bangga jadi anak papa..." ucap Nabila sambil terisak isak.


Ya...semalaman Nabila juga tak bisa tidur.Entah mengapa pengakuan dosa dan permintaan maaf Adrian di rumah Zev semalam sukses membuat Nabila kepikiran.Ia tak sabar menunggu penjelasan dari sang papa yang berjanji akan menjelaskan lagi sejelas jelasnya keesokan paginya.


Nabila pun berinisiatif menghubungi Jordan,orang yang juga ikut andil dalam peristiwa pembunuhan itu.


Jordan awalnya menolak bercerita karena ia takut salah bicara.Namun setelah di desak oleh Nabila,laki laki itu akhirnya buka suara juga.Ia juga bahkan mengatakan tentang kebaikan hati Adrian menyadarkan Nora dan mengirimnya ke kota S untuk mengabdi di panti asuhan dan belajar ilmu agama.


Dan Nabila pun tak tinggal diam.Iq menghubungi Nora tengah malam melalui nomor ponsel yang ia dapat dari Jordan.


Dan benar saja...Nabila yang melakukan panggilan vidio itupun dibuat tercengang dengan perubahan Nora yang terlihat lebih lembut dan menyejukkan.Bahkan Nora tengah bersiap melaksanakan tahajud saat ia melakukan vidio call.Nora pun juga menjelaskan bagaimana Adrian begitu berbaik hati dan sabar membimbing dan mengarahkan Nora selama dua minggu ia disembunyikan oleh Adrian Tama itu.


Nabila kini makin yakin....


Adrian benar benar sosok ayah yang sempurna terlepas dari segala kesalahan dan kekhilafannya sebagai manusia yang tak bisq mengontrol emosinya kala berhadapan dengan Dave.


Manusia memang tempatnya salah.


Dan lagi lagi....ada kalanya sebagai orang tua kita akan rela melakukan apapun demi keluarga.Sekalipun itu melakukan sebuah perbuatan yang dianggap dosa..!


Namun lagi agi...BUKAN BERARTI MEMBENARKAN...!!


...----------------...


***SELAMAT PAGI...

__ADS_1


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA YANG KEEE.....UDAH BERAPA HARI YA?LUPA...😁***


YUK....KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...🥰


__ADS_2