
Siang menjelang...
Di atas tikar,di halaman belakang rumah besar milik Adrian Tama.
Seorang laki laki tampan tengah diperlakukan bak seorang raja oleh kedua wanita teristimewanya saat ini.
Wanita berperut buncit berdaster selutut itu nampak dengan telaten menyuapi sang singa yang tengah rapuh,memasukkan sesendok demi sesendok makanan ke dalam mulut pria tampan itu dengan begitu sabarnya.Sedangkan di belakang sang pria,seorang gadis kecil terlihat bersemangat memijit mijit pundak laki laki berbadan kekar itu bak seorang tukang pijit profesional.
"bagaimana yang mulia...enak nggak pijitan tukang pijit Nabila?" tanya bocah kecil itu dengan gaya centilnya bak seorang pelayan istana.
Adrian tak bisa menyembunyikan tawanya.Yaa...bocah ini selalu bisa membuat Adrian tertawa.
Laki laki itu mengangguk sambil terus menebar senyum yang perlahan kembali terbentuk dari bibir merahnya.Adinda menggelengkan kepalanya melihat tingkah polah Nabila yang seolah tak ada habisnya.
"pundaknya sudah ya yang mulia...sekarang giliran kakinya..." ucap bocah itu lagi kemudian berjalan menuju dua belah kaki sang papa yang tengah selonjoran.
"rileks ya yang mulia..." ucap bocah itu lagi.
Adinda kembali menyuapi suaminya.Nasi di piring yang ia pegang sudah hampir habis tak bersisa.Akhirnya laki laki itu mau makan juga setelah sejak kemarin tak ada satu suap nasipun yang masuk ke mulutnya.
"minum dulu mas...biar nggak seret.." ucapnya sambil menyodorkan botol minum ke mulut Adrian.
"aku bisa sendiri Dinda..." ucap Adrian mencoba meraih botol minum itu namun Dinda menjauhkannya dari jangkauan Adrian.
"kamu rajanya hari ini...aku sama Nabil pelayannya...jadi kamu harus dilayani dengan baik dan benar" ucapnya.
"kenapa jadi main raja raja an gini sih?aku jadi kayak anak kecil Din..." ucap Adrian tak habis pikir.
Adinda tergelak.
"udah sih nurut aja....buruan buka mulut...mimik dulu..."ucap Dinda.
" iya nih...rajanya bawel..."ucap Nabila membuat Adinda terkekeh.
"kok pelayan ngatain rajanya bawel sih....nggak sopan dong..." ucap Adrian.
"oh iya....maafkan hamba raja...jangan hukum hamba..." ucap Nabila sambil cekikikan dengan kedua telapak tangan yang dikatupkan di depan dada bak tengah memohon kepada seorang raja sungguhan.
Adrian terkekeh melihat aksi kocak bocah itu.
Adrian meraih bantal di samping Adinda,lalu merebahkan kepala disana dengan satu lengannya di bawah kepala sebagai bantal kedua.
"oke....karena papa rajanya dan kalian pelayannya..maka sekarang raja perintahkan kamu...ambil anggur...suapin aku..." ucapnya sambil menunjuk hidung mancung Adinda.
"dan kamu pelayan kecil...pijit yang kenceng...pakai tenaga..." ucapnya lagi kini pada Nabila.
"siap yang mulia..." ucap kedua wanita beda usia itu serempak.Adrian terkekeh.Terniat sekali anak dan istrinya ini untuk menghiburnya.
Ya....setidaknya untuk saat ini Adrian.bisa sedikit melupakan kisah pilunya kehilangan sang mama.Ia masih beruntung mempunyai anak dan istri yang begitu perhatian padanya.Mencurahkan waktu dan tenaga mereka hanya untuk menghiburnya.
Adinda memasukkan anggur kedalam mulut Adrian.Laki laki itupun menerimanya.
__ADS_1
"mas..." ucap Adinda.
"yang mulia...." jawab Adrian.
"iya...iya....yang mulia...."
"ya..."
"mas Farhan apa kabar ya...mantan asisten kamu..."
Adrian tersenyum...
"ngapain kamu tiba tiba nanyain Farhan...kangen ya.?"
Adinda terkekeh....
"bukan...cuma pengen tau aja....dia divonis berapa tahun yang mulia..?" tanya Adinda lagi sambil terus memasukkan satu demi satu anggur ke dalam mulut Adrian.
"sama seperti aku Din...sepuluh tahun harusnya..." ucap Adrian.
Dinda hanya mengangguk.
"sebenarnya aku pingin mengupayakan kebebasan dia juga....tapi mau gimana...aku sendiri aja susah banget buat bisa bebas sepenuhnya.Kalau bukan karena ada bukti bukti tentang hubungan Bram dan Desi kemarin yang bisa aki jadiin senjata buat jinakin Bram,mungkin sampai sekarang aku juga belum ada disini" ucap Adrian
Adinda mendengarkannya dengan seksama....
"susah Din....kejahatan yang kami lakukan dulu terlalu berat..." ucap Adrian.
Adinda mengangguk.
"ya nak...ada apa....?"
"kenapa nggak minta bantuan om Farhan buat cari orang yang suka bikin gambar kepala badak itu?siapa tau kalau om Farhan bantuin pelakunya bisa cepet ketemu....kata yang mulia om Farhan kan pinter cari informasi..." ucap Nabila.
Adrian dan Dinda terdiam,mereka saling pandang untuk beberapa saat.
"siapa tau...nanti polisi bolehin om Farhan buat ikut bebas kayak yang mulia.." ucapnya lagi.
Adrian bangkit..ia mendudukan tubuhnya.
"kenapa kamu pintar sekali pelayan kecil?" ucap Adrian.
"hohohohoho.....itu karena saya mewarisi kepandaian dari papa saya yang mulia..."
"siapa nama papa kamu..?"
"nama papa saya adalah Adrian yang mulia...dia pintar tapi suka marah marah...hohohohoho...." ucap Nabila dengan raut wajah yang begitu menggemaskan sekaligus menyebalkan.
Adrian tergelak.Ia meraih tubuh mungil itu lalu menciumi pipi chubby putri kecilnya itu dengan gemaas sambil sesekali menggelitiki pinggangnya.
Adinda ikut tersenyum,akhirnya Adrian bisa tertawa.Nabila memang membawa kebahagiaan dalam keluarga kecil itu.
__ADS_1
Saat mereka sedang asyik bercanda...
drrrtttt.....drrrtttt.....
Ponsel Adrian bergetar...
Gunawan....
memanggil....
Ya....Adrian punya peraturan baru.Ia melarang bodyguard dan satpam rumahnya untuk masuk ke dalam rumahnya tanpa keputusan ataupun izin dari nya.Itu dilakukan setelah kejadian jenguk anak di tepi kolam renang beberapa waktu lalu.Ia ingin leluasa bersama sang istri jika tengah berada di dalam rumah itu berdua,sehingga ia tak mengizinkan siapapun untuk masuk ke dalam rumah mewah teesebut tanpa seizinnya.Selain itu ia juga ingin menjaga sang istri dari pandangan laki laki yang bukan muhrimnya.Mengingat kini Dinda sering sekali hanya menggunakan daster pendek setelah perutnya semakin membesar.Aurat Dinda hanya milik Adrian.Tak ada satu mata laki laki pun yang boleh melihat nya.
Adrian meraih ponselnya,
ia mengusap tombol telefon yang ada di layar benda canggih tersebut...
"ada apa?"tanya Adrian.
" ada tamu tuan.." jawab Gunawan dari seberang sana
"siapa?"
"ibunya nyonya Dinda,dan seorang perempuan..." jawab Gunawan.
"oh...suruh mereka masuk...dan bawa mereka menunggu di ruang tamu....aku akan menemui mereka..." ucap Adrian.
"baik tuan.."
sambungan telepon pun terputus....
"ada apa mas?" tanya Adinda.
"ibuk dateng..." jawab Adrian
"kamu kabarin ibuk kalau mama meninggal?"
"enggak...belum sempet mas...mungkin Naya sama Chika yang ngabarin,.." ucapnya.
"ya udah kita temuin dulu yuk....mereka udah ada di ruang tamu" ucap Adrian
"mereka?" tanya Dinda memperjelas
"katanya ibuk kesini sama perempuan...siapa ya?"
"pasti Putri...ayok mas...kita temuin
." ucap Adinda.
Ketiga nya pun bergegas beranjak dari tempat itu menuju ke ruang tamu untuk menemui tamu mereka.
...----------------...
__ADS_1
***SEPI BENER....
MANA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA 🥰🥰***