
Adrian berlari keluar kamar dengan kalang kabut disusul Nabila di belakang nya.Saat hendak menuruni tangga,Adrian menghentikan langkahnya menatap seorang wanita cantik yang berdiri di ujung tangga di bawah sana.
"Happy birthday papa....." ucap Adinda yang ada di ujung tangga dan Nabila yang ada belakang nya.
Adrian lemas.Ia duduk di salah satu anak tangga disana dengan dada yang masih naik turun
Adinda menaiki anak tangga mendekati sang suami sambil bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk Adrian bersama Nabila yang ikut bernyanyi riang sambil tepuk tangan.Adrian yang masih syok pun tertawa ringan sambil terduduk bersandar di pagar besi tangga tersebut.Ia sudah panik setengah mati mendengar ucapan Nabila jika ada maling di rumahnya.Ehh....nggak taunya cuma prank....dia saja lupa kalau hari ini hari ulang tahunnya.
Adinda mendekati suaminya,ia duduk di samping Adrian sambil menyodorkan kue ulang tahun berbentuk hati berhias lilin berjumlah dua puluh sembilan tersebut.
Adrian tersenyum lebar mendapati surprise tersebut.Ini kali pertamanya seumur hidup ia mendapati kejutan ulang tahun.Biasanya ia hanya tiup lilin bersama sang kakek di setiap tiba hari jadinya.Tapi kali ini terasa begitu spesial,untuk pertama kali nya ia dibangunkan tengah malam hanya untuk meniup deretan lilin yang berjejer di atas kue tart itu.
"selamat ulang tahun papa...semoga panjang umur...selalu diberikan kesehatan..dimudahkan segala urusannya...jadi pemimpin yang baik untuk aku dan Nabil....semoga semakin lancar kerjaannya..." ucap Adinda
"semoga semakin ganteng....badannya semakin gede...teruuusss....semogaa.....papa semakin....nggak suka marah marah lagi..." imbuh Nabila dengan ekspresi yang begitu menggemaskan.Adinda dan Adrian pun tergelak mendengar doa dari si gadis mungil itu.
"tiup dulu dong ini lilinnya..." ucap Adinda.
Adrian pun menurut,pria itu kemudian meniup lilin lilin tersebut hingga terpadam semua.Nabila bersorak gembira sambil bertepuk tangan.Gadis kecil itu terlihat yang paling berantusias dari pada yang lainnya.
Adrian meraih tubuh mungil itu lalu menciumi pipi chubby nya dengan gemas.
"kamu bohongin papa ya...katanya ada maling...nggak taunya bohong kan....dasar kamu ya...masih kecil udah pinter bohong sekarang..." ucap Adrian sambil menggelitiki pinggang Nabila membuat gadis kecil itu tertawa cekikikan karena geli.
"mama yang nyuruh..." ucap Nabila sambil terus cekikikan.
"oh...jadi mama yang nyuruh..."
Nabila mengangguk sambil terus tersenyum lebar.
"mama yang ngrencanain?"
Nabila mengangguk lagi.
"oh...oke....papa akan kasih hukuman sama mama nanti..." ucap Adrian sambil menatap nakal ke arah Adinda yang justru menatapnya seolah menantang.
"hukuman apa pa?"
"ada...nanti..."
"kok nggak sekarang...sekarang aja pa...." ucap Nabila.
"sekarang waktunya makan kue..." ucap Adinda mengalihkan pembicaraan.Ia segera bangkit dan menuruni tangga menuju ke dapur rumahnya.
__ADS_1
"siapa mau?nggak ada yang mau mama makan sendiri nih..." ucap Adinda.
"aku mau...!"
"Nabil nggak usah di kasih...itukan kuenya papa..!" ucap Adrian sambil berlari menuruni tangga di susul Nabila di belakang nya.
Ketiganya pun bergegas menuju dapur untuk menikmati kue mereka ditengah malam yang sunyi.
Sementara di kamar belakang...
suara nyanyian lagu ulang tahun lirih terdengar dari mulut wanita paruh baya dengan rambut yang mulai memutih tersebut.
Dengan memegang satu lilin putih,wanita itu bernyanyi sambil meneteskan air matanya menatap sebuah foto pria berwajah tampan yang sempat ia ambil dari bekas kamar mewah yang ia tempati dulu.
Bu Ela meniup lilin di tangannya dengan deraian air mata yang begitu banjir.Sungguh....perih rasanya....mereka seatap...namun tak ia tak pernah di ijinkan untuk mendekati putra semata wayangnya itu.Jangankan mendekat,melihat dari jauh pun seolah ia tak diperbolehkan.
Lagi lagi....bu Ela hanya bisa mengelus dada.Ini adalah bagian dari karmanya.Karma atas dosa terbesar yang telah ia lakukan dua puluh tahunan yang lalu.
Bu Ela meraih foto berbingkai itu,ia memeluk benda bergambar wajah Adrian itu lalu mendongak menatap langit langit kamar yang tak terlalu luas tersebut .
"maafkan aku mas...aku menyesal...." ucapnya terisak sambil mendekap erat foto berbingkai tersebut.
...****************...
Beberapa jam setelah kejutan yang terjadi di tangga rumah mewah tersebut...
"sssshhh....aaakkhh...." Adrian mendongakkan wajahnya ke atas dengan mata terpejam.Sedangkan sebelah tangannya kini tengah meremas rambut panjang Adinda yang tergerai bebas sambil menekan kepala wanita cantik tersebut di bawah sana.
Adinda yang hanya mengenakan celana d*lam itu mendongak menatap wajah suaminya yang terlihat keenakan sambil mengusap bibirnya yang basah karena salivanya sendiri.
"mas...udah...." rengek Adinda.
"dia belum tidur sayang.." ucapnya sambil menggerakkan jagoannya menampar lembut bibir Adinda yang berada tepat di hadapan benda kebanggaan Adrian tersebut.
"capek mas...mulutku udah kaku nih...udah sejam lebih nggak tidur tidur..." ucapnya jengkel.
Adrian terkekeh.
"bentar lagi sayang...ayo dong...nanggung nih..." ucapnya sambil kembali mengarahkan wajah Dinda kesana.
"capek mas...lagian bandel banget sih nggak tidur tidur..!" ucapnya sambil menampar kesal benda yang berdiri tegak di hadapannya itu.
"jangan dipukul....ntar makin lama dia berdirinya...dia nggak suka dikasarin sayang...sukanya di alusin" ucap Adrian.
__ADS_1
"auk ahh....capek..." rengek Dinda.
"bentar lagi..pake itu deh..." ucapnya sambil menunjuk benda kembar milik Adinda.
Adinda pun menurut.Ia mengenakan dua benda kenyalnya itu untuk mengapit sang jagoan.Namun....
"nggak nyampeeek...." rengel Dinda lagi.
Adrian tak bisa menahan tawanya.
"punya kamu kekecilan" ledek Adrian.
"punya kamu yang kegedean..!" balas Dinda kesal.Adrian makin tergelak.
"makin gede kamu makin suka Din...udah buruan sayang...keburu pagi..." ucap Adrian.
Adinda pun kembali menyentuh benda besar dan panjang itu kemudian menggerakkan tangannya naik turun.
Adrian sedikit mununduk.Ia menyentuh dagu Adinda membuat wanita itu mendongak ke arah pria tampan itu.
"kaku ya mulutnya?"
Adinda mengangguk manja.
"sini dilemesin dulu biar nggak kaku..." ucapnya kemudian mengecup bibir merah muda tersebut lalu melu*atnya lembut.Pergulatan lidah pun terjadi dengan durasi yang cukup panjang.Setelah puas....
Adrian kembali merabahkan tubuhnya di sandaran sofa.
"dah...dah lemes...buruan kerja lagi" ucap Adrian sambil meraih rambut Adinda,mengumpulkannya dalam satu genggaman tangan.
Adinda mendengus kesal.
"nyesel aku bangunin kamu tengah malam mas...tau gini mending aku tidur.." gerutunya sambil kembali meraih pisang raksasa miliknya itu.Adrian hanya terkekeh.
Malam itupun berlalu dengan aktiifitas makan malam yang tak mengenyangkan bagi Adinda namun begitu menyenangkan bagi Adrian.
...----------------...
***UDAH SERIBU KATA NIH.....
NGGAK DIKASIH VOTE NIH?
NGGAK DI KASIH BUNGA APA KOPI GITU?
__ADS_1
AUSS NIH AUUSSS.....
DI LIKE DAN DI KOMEN YANG BANYAK YA BIAR SEMANGAT...πππππππ***