
"Sudah mulai gatal!"
Di kolam, Ibu bos menjawab dengan dingin. Ia tidak tahu jika Jansen mempermainkannya atau tidak, namun jika iya, dia pasti tidak akan membiarkan Jansen.
"Teruskan kalau begitu. Aku tidak memintamu untuk naik, kamu sama sekali tidak diizinkan untuk naik!"
Jansen mengingatkan.
Ibu bos menatap Jansen dengan tajam, dia terpaksa lanjut berguling.
Pemandangan saat itu sangat lucu, menarik banyak penduduk desa untuk menonton.
Lagi pula, bukan hanya badan Ibu bos tertutup lumpur, bahkan rambutnya juga penuh dengan lumpur. Dia terlihat seperti orang yang baru merangkak keluar dari lubang runtuhan!
Padahal penampilannya begitu sempurna.
"Sudah mulai gatal. Boleh aku naik sekarang?"
Sepuluh menit berlalu, Ibu bos sudah tidak dapat bertahan.
"Tunggu sebentar lagi!"
Dalam sepuluh menit berikutnya, suara Ibu bos penuh dengan amarah, "Aku akan naik sekarang, aku sudah tidak dapat menahannya!"
"Tidak, tunggu!"
Melihat penolakan tegas Jansen, Jasmin juga mulai bersimpati pada Ibu bos. Dia tahu betapa mengerikan rasa gatal itu ketika psoriasis kambuh.
Masternya pernah mengatakan jika rasa gatal orang biasa, berada di antara tingkat tiga dan tingkat empat, maka seniornya berada di antara tingkat delapan dan tingkat sembilan.
Senior adalah orang yang sangat sabar. Jika dia saja tidak bisa menahannya, apalagi Jasmin, kurasa dia akan langsung merobek kulitnya.
"Apakah sudah cukup?"
Setelah sepuluh menit lagi, ibu bos mulai melemah, tubuhnya terus bergetar. Namun, dia menatap Jansen dengan sepasang matanya yang penuh dengan niat membunuh.
Jansen tidak acuh dan menghitung waktu dalam diam sebelum mengangguk dan berkata, "Ayo naik!"
Ibu bos naik dengan marah dan mendatangi Jansen tanpa mengganti pakaiannya ataupun membersihkan dirinya.
"Jika tidak berhasil, aku akan membunuhmu!"
Kata-katanya ringkas dan sederhana, namun tegas.
Panah dan yang lainnya melihat Ibu bos dengan waspada seperti sedang menghadapi musuh, takut Ibu bos tiba-tiba menyerang.
Jansen tersenyum. "Apakah sekarang masih gatal?"
Selesai berkata, Ibu bos tercengang dan dengan hati-hati merasakan bahwa meskipun gatal, namun rasa gatalnya sudah bisa ditoleransi.
Kenapa bisa seperti ini?
"Pergi dan berjemur di bawah sinar matahari!"
Jansen tidak menjelaskan lebih banyak.
__ADS_1
Ibu bos segera berdiri diam dan membiarkan matahari menyinarinya, tetapi dia merasa hangat dan sangat nyaman.
Setelah dia menderita psoriasis ini, kulitnya sangat sensitif. Pakaian dan pakaian dalam yang dia kenakan harus dibuat khusus, seperti sweater wol. Sedikit benang sutra bisa membuat kulitnya iritasi dan gatal.
Tapi sekarang sudah hangat.
Aku sudah lama tidak merasakan ini!
Setelah berjemur sebentar, Jansen berkata kepada Jasmin, "Bersihkan lumpur dari tubuhnya!"
Lumpur di tubuh Ibu bos sudah menggumpal. Dengan sedikit ketukan ringan dari Jasmin, lumpur kering dan keras berjatuhan.
"Ah, Senior, psoriasis mu sudah tidak terlalu merah lagi, bahkan sudah menjadi bekas luka!"
Jasmin memperhatikan dengan saksama dan berseru.
"Benarkah?"
Ibu bos terkejut.
"Aku akan memotretmu!"
Jasmin mengeluarkan handphone nya dan menatap punggung Ibu bos. Dia melihat bahwa kulitnya tampak lebih cerah, dan psoriasisnya sudah kering dan tidak terlalu kemerahan.
Melihat pemandangan ini, Ibu bos memandang Jansen heran, "Apa yang terjadi?"
"Menggunakan lumpur untuk memperbaiki sel-sel anda. Dari perspektif pengobatan tradisional, kamu kekurangan tanah dalam lima elemen!"
Jansen berkata dengan samar, "Sekarang baru sesi pengobatan pertama. Jika kamu ingin benar-benar sembuh, diperkirakan akan membutuhkan sembilan sesi lagi. Setiap sesi adalah satu jam, tiga hari sekali!"
"Selain itu, lumpur harus dari kolam lumpur, dan harus ada kotoran sapi. Ingat ini!"
"Tidak perlu, semua orang mendapatkan apa yang mereka butuhkan!"
Jansen berkata dengan acuh tak acuh, "Apalagi ke depannya aku akan merepotkan anda. Kerja sama ini hanya untuk menunjukkan ketulusan kedua belah pihak. Aku berharap kerja sama yang baik di kemudian hari!"
"Baik!"
Ibu bos melihat kemampuan Jansen dan berpikiran sama dengan Jansen.
Mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan!
"Dunia jianghu begitu luas, jadi mari kita ucapkan selamat tinggal!"
Jansen tidak mengatakan apa-apa lagi, dan pergi bersama Panah dan yang lainnya.
Ibu bos dan Jasmin menatap punggung Jansen dengan ekspresi rumit. Selama ini, mereka mengira bahwa setelah kemampuan seni bela diri mereka tinggi, dokter tidak akan banyak membantu mereka, tetapi sekarang mereka menyadari bahwa sebenarnya ada dokter jenius di dunia ini.
Jangan mereka yang adalah praktisi seni beladiri, dewa sekalipun harus memeriksakan diri ke dokter ketika sakit.
Jansen dan yang lainnya dengan cepat tiba di bandara, namun Jansen tidak langsung membeli tiket pesawat. Sebaliknya, dia menatap Panah dan yang lainnya dan berkata, "Apakah kalian ingin menjadi lebih kuat?"
"Ingin!"
Panah dan yang lainnya mengangguk bersamaan.
__ADS_1
"Sebenarnya kekuatan kalian sudah sangat tinggi jika ditempatkan di dunia orang biasa, sudah tidak perlu menjadi lebih kuat. Lagi pula, kalian mungkin akan mati dalam perjalanan untuk menjadi lebih kuat!" kata Jansen lagi.
"Aku tidak takut!"
Panah adalah orang pertama yang mengatakan, "Jika aku tidak bisa mengikuti Tuan Jansen, apa gunanya aku hidup!"
"Tuan Jansen, kekuatan kami tidak buruk, tetapi musuh yang kamu hadapi lebih kuat. Jika kita tidak meningkatkan kekuatan kita, bagaimana kita bisa mengikuti Anda? Kami tidak ingin pensiun!"
Liam, Jhonny dan yang lainnya juga melanjutkan.
"Apa kalian yakin?"
Jansen kembali bertanya.
"Tentu saja!"
Panah dan yang lainnya tidak ragu sama sekali.
"Oke, pergi ke Gunung Everest!"
Jansen tersenyum. Orang-orang ini sudah siap mati. Jika mereka bisa bertahan, mereka pasti akan menjadi lebih kuat.
"Ellisa, kamu juga ikutlah. Meskipun kamu tidak perlu meningkatkan kekuatan bela diri kamu, aku ingin kamu membantuku melatih mereka selama tiga bulan!"
Jansen menatap Ellisa dan berkata.
"Ah? Bukankah itu berarti aku harus tinggal di Gunung Everest selama tiga bulan? "Ellisa tampak tertekan.
"Tentu saja!"
Jansen mengetuk dahi Ellisa. "Ada banyak hal yang terjadi di Ibu kota. Aku harus kembali setelah menjelaskan, jadi tolong bantu aku mengawasi mereka."
"Baiklah!"
Ellisa hanya mengangguk.
Gunung Everest berada di perbatasan,
Mereka harus ke Jiancheng terlebih dahulu dan kemudian berangkat dengan alat transportasi seperti mobil.
Sebelum berangkat, Jansen membeli sejumlah besar perlengkapan dan secara khusus mempersiapkan beberapa seni bela diri sesuai dengan karakteristik Panah dan yang lainnya.
Metode pengolahan energi Qi, Jansen tidak bisa mengajarkan teknik kaisar manusia, tapi dia bisa mengajarkan seni bela diri tingkat dasar.
Saat ini, Jansen juga merupakan eksistensi yang terbentuk dari ratusan pertempuran dan memiliki wawasan unik tentang seni bela diri.
Beberapa hari kemudian, mereka tiba di dekat Everest.
Kebugaran fisik setiap orang sangat kuat, sehingga pakaian yang mereka kenakan tidak banyak, terutama Jansen yang hanya mengenakan jaket kaus dan tidak merasa kedinginan sama sekali.
Dia menggunakan teknik kaisar manusia, energi vital, membuat dirinya seperti tungku api.
Puncak Himalaya adalah puncak utama Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, yang menyembunyikan rahasia langit dan bumi.
Bahkan Jansen tidak berani mendekat sesuka hati.
__ADS_1
"Seni bela diri yang telah aku wariskan kepada kalian masing-masing semuanya diciptakan untuk kalian. Selama tiga bulan ke depan, kalian akan berlatih di salah satu puncak gunung. Di waktu tertentu, Ellisa akan mengeluarkan suara yang akan menimbulkan longsoran salju. Yang harus kalian lakukan adalah selamat dari longsoran salju!"
Setelah mengalihkan pandangannya, Jansen menatap mereka dan berkata.